• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aplikasi Pupuk Hijau Azolla Terhadap Efisiensi Pupuk Anorganik Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.)

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan " Aplikasi Pupuk Hijau Azolla Terhadap Efisiensi Pupuk Anorganik Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) "

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt.2022.007.2.6

Aplikasi Pupuk Hijau Azolla Terhadap Efisiensi Pupuk Anorganik Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.)

The Effect of Azolla on the Efficiency of Inorganic Fertilizers on the Growth and Yield of Rice (Oryza sativa L.)

Bramantio Adi Prasojo*), Setyono Yudo Tyasmoro

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 66514, Jawa Timur, Indonesia

Korespondensi: [email protected] Diterima xx xxxxxxxx xxxx / Disetujui xx xxxxxxxx xxxx

ABSTRAK

Pengembangan dan perbaikan teknik budidaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah salah satunya dengan cara mengaplikasikan bahan organik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari interaksi antara perlakuan aplikasi azolla dengan dosis pupuk anorganik yang berbeda dan mengetahui dosis azolla terhadap pupuk anorganik yang tepat telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di kelurahan Jatimulyo, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada bulan Juni – November 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 16 perlakuan dan diulang 3 kali sehingga total petak percobaan adalah 48 petak. Perlakuan tersebut A1: Azolla 25% (1.700 kg ha-1), A2: Azolla 50% (3.400 kg ha-1), A3: Azolla 75% (5.100 kg ha-1), A4: Azolla 100% (6.800 kg ha-1)) dan pupuk N (P1: Pupuk N 25% (55,47 kg ha-1), P2: Pupuk N 50% (110,94 kg ha-1), P3: Pupuk N 75% (166,41 kg ha-1), P4: Pupuk N 100% (221,88 kg ha-1). Hasil penelitian azolla dan pupuk N dapat mempengaruhi komponen pertumbuhan panjang tanaman, luas daun, jumlah anakan, bobot kering tanaman, dan laju pertumbuhan tanaman padi.

Perlakuan azolla dengan dosis 6.800 kg ha-1 dan pupuk N 166,41 kg ha-1 memiliki pertumbuhan lebih baik dibandingkan dengan dosis azolla dan pupuk N yang lainnnya. Pada komponen hasil terdapat interaksi antara azolla dan pupuk N, kecuali pada variabel persentase gabah bernas. Perlakuan dosis azolla 6.800 kg ha-1 dengan penggunaan dosis pupuk N sebesar 166,41 kg ha-1 dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi sebesar 10-20,5 %.

Kata kunci: Azolla, Bahan Organik, Padi, Pupuk N ABSTRACT

Developing and improving cultivation techniques that can be done to improve soil fertility, one of which is by applying organic matter.The research aims to study the interaction between the treatment of azolla application with different inorganic fertilizer dosage and to find out the correct dosage of azolla against inorganic fertilizers was done in experimental field of the Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya located in Jatimulyo, Lowokwaru, Malang City from June - November 2020. The research used a Split Plot Design with 16 treatments and repeated 3 times so the total experimental plot was 48 plots. Such treatment are: A1: Azolla 25% (1.700 kg ha-1), A2: Azolla 50% (3.400 kg ha-1), A3: Azolla 75% (5.100 kg ha-1), A4: Azolla 100% (6.800 kg ha-1) and N fertilizers (P1: 25% N fertilizer (55,47 kg ha-1), P2: 50% N fertilizer (110,94 kg ha-1), P3: 75% N fertilizer (166,41 kg ha-1), P4: 100% N fertilizer (221,88 kg ha-1). Based on the results, azolla and N fertilizer can affect the components of plant growth in length, leaf area, number of tillers, plant dry weight, and growth rate of rice plants. Azolla treatment with 6.800 kg ha-1 and N fertilizer 166.41 kg ha-1 dosage had better growth compared to other doses of Azolla and N fertilizers. There is an interaction between azolla and N fertilizer, except for the variable

(2)

percentage of pithy grain. Treatment azolla 6,800 kg ha-1 dosage with of N fertilizer 166.41 kg ha-1 dosage can increase the productivity of rice plants by 10-20.5%.

Keywords: Azolla, Organic Matter, Paddy, N Fertilizer

PENDAHULUAN

Produksi beras Indonesia terus meningkat dalam lima tahun terakhir yaitu periode 2014 hingga 2018, produksi tertinggi mencapai 83 juta ton (KEMENTAN, 2017). Namun, Indonesia masih tetap perlu mengimpor beras setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh populasi penduduk yang terus bertambah dan ketergantungan yang tinggi masyarakat Indonesia terhadap beras. Ditambah lagi dengan penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan tidak bijak menjadikan budidaya padi tidak berkelanjutan.

Pemupukan yang intensif dengan pupuk kimia dalam jumlah banyak, dapat menurunkan kualitas tanah, sehingga dampaknya dirasakan sampai sekarang antara lain peningkatan produksi padi sawah sudah melandai (Rozen, 2018). Hal ini diyakini sebagai salah satu penyebab terjadinya pelandaian produktivitas padi di lahan sawah intensif. Sementara itu tanah di lahan sub-optimal yang umumnya miskin bahan organik serta kekurangan hara makro justru menggunakan pupuk dibawah dosis anjuran yang tidak sesuai kebutuhan tanaman, sehingga produktivitas tanaman menjadi rendah (BALITBANG, 2020). Perlu adanya alternatif untuk menunjang ketersediaan beras nasional, keberlanjutan pertanian tanpa mencemari lingkungan, serta kesejahteraan bagi petani dengan menekan biaya operasional sehingga petani lebih banyak mendapatkan keuntungan.

Perbaikan teknik budidaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah dengan cara mengaplikasikan pupuk organik. Melalui pernyataan Subowo (2010), bahwa sekitar 73% lahan pertanian di Indonesia kandungan bahan organiknya rendah < 2%.

Kurangnya minat petani dalam penggunaan bahan organik disebabkan oleh bahan pembuatan pupuk organik yang terbatas, terutama bagi petani yang tidak memilik ternak. Azolla adalah salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai pupuk hijau.

Pengaplikasian pupuk hijau di tanah pertanian berguna untuk meningkatkan bahan organik dan nutrisi pada tanah serta karakteristik tanah yang memberikan dampak positif pada produktivitas.

Pengaplikasian pupuk hijau azolla diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Oleh karena itu, perlu adanya percobaan lebih lanjut mengenai teknik budidaya tanaman padi yang tepat untuk meningkatkan produksi padi yang optimal.

BAHAN DAN METODE

Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2020 sampai November 2020 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru.

Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 16 perlakuan dan diulang 3 kali sehingga total petak percobaan 48 petak. Perlakuan tersebut ialah : P1A1: Pupuk N 25% + Azolla 25%, P1A2: Pupuk N 25% + Azolla 50%, P1A3:

Pupuk N 25% + Azolla 75%, P1A4: Pupuk N 25% + Azolla 100%, P2A1: Pupuk N 50%

+ Azolla 25%, P2A2: Pupuk N 50% + Azolla 50%, P2A3: Pupuk N 50% + Azolla 75%, P2A4: Pupuk N 50% + Azolla 100%, P3A1:

Pupuk N 75% + Azolla 25%, P3A2: Pupuk N 75% + Azolla 50%, P3A3: Pupuk N 75%

+ Azolla 75%, P3A4: Pupuk N 75% + Azolla 100%, P4A1: Pupuk N 100% + Azolla 25, P4A2: Pupuk N 100% + Azolla 50%, P4A3:

Pupuk N 100% + Azolla 75%, P4A4: Pupuk N 100% + Azolla 100%.

(3)

Pembibitan benih padi dilakukan dengan merendam benih selama 24 jam kemudian ditaburkan dalam lahan persemaian secara merata bibit ditanam 21 hari setelah semai. Bibit ditanam sebanyak 2 bibit per lubang tanam pada jarak tanam 25 x 12,5 x 50 cm. Pemberian pupuk azolla diberikan setelah bibit padi ditanam, selanjutnya azolla segar disebar secara merata pada setiap petak percobaan sesuai dengan perlakuan ; SP-36 dengan dosis 150 kg ha-1) diaplikasikan pada saat tanaman berumur 7 HST ; Pupuk KCL dengan dosis 100 kg ha-1 diberikan dua kali yaitu pada 7 HST sebanyak 30% dan 30 HST sebanyak 70% ; Urea dengan dosis 221,88 kg ha-1 (100%), 166,41 kg ha-1 (75%), 110,94 kg ha-1 (50%), 55,47 kg ha-1 (25%) diberikan 2 kali yaitu pada 7 HST sebanyak 30% dan 30 HST sebanyak 70%.

SP-36, KCL, dan Urea diaplikasikan dengan cara menebar pupuk pada petak perlakuan.

Pengamatan pertumbuhan tanaman dilakukan secara destruktif dengan mengambil tiga tanaman contoh untuk setiap perlakuan yang dilakukan pada saat tanaman berumur 20 HST sampai 60 HST dengan interval 20 hari untuk pengamatan bobot basah tanaman dan bobot kering tanaman, dan non-destruktif untuk pengamatan panjang tanaman, jumlah anakan, luas daun, dan jumlah daun.

Pengamatan hasil panen meliputi presentase jumlah anakan produktif, produktivitas, bobot kering gabah, jumlah malai per rumpun, bobot 1000 butir, dan kualitas gabah. Selain itu juga dilakukan pengamatan pendukung ialah analisis azolla segar dan analisis tanah awal dan akhir. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam uji (uji F) pada taraf 5%. Apabila terdapat hasil berbeda nyata akan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5 %.

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Komponen Pertumbuhan

Berdasarkan hasil penelitian tanaman padi dengan pemberian perbedaan dosis azolla dan pupuk N menunjukan pengaruh pada pertumbuhan panjang tanaman, luas daun, jumlah anakan, luas indeks daun serta pada laju pertumbuhan tanaman pada akhir pengamatan yaitu 40-60 HST. Namun tidak berpengaruh pada pertumbuhan jumlah daun tanaman padi, pada hasil penelitian ini perlakuan dosis pupuk hijau azolla A4 (Azolla 6.800 kg/ha-1) dan P3 (pupuk N dengan dosis 166,41 kg/ha-1) menunjukan pertumbuhan lebih baik apabila dibandingkan dengan pemberian pupuk hijau Azolla dan pupuk N, berdasarkan hal tersebut pupuk hijau Azolla memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi, menurut Nurmayulis et al, (2011) pemberian Azolla yang mampu meningkatkan ketersediaan unsur N bagi tanaman dan menambah kandungan bahan organik dalam tanah, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik karena tanaman dapat menyerap unsur hara secara maksimal.

Dalam jaringan tumbuhan nitrogen merupakan komponen penyusun dari banyak senyawa esensial bagi tumbuhan, misalnya asam – asam amino. Karena setiap molekul protein tersusun dari asam- asam amino dan setiap enzim adalah protein dan enzim. Selain itu nitrogen juga merupakan unsur penyusun protein dan enzim. Selain itu nitrogen juga terkandung dalam klorofil, hormon sitokinin, dan auksin (Lakitan, 2018). Pemberian Azolla 6.800 kg/ha-1 memiliki pengaruh nyata dibandingkan pemberian Azolla pada pemberian Azolla dengan dosis yang lebih sedikit, Hal ini diduga karena Azolla dapat menyumbangkan unsur nitrogen bagi tanaman padi baik melalui proses fiksasi maupun dari proses dekomposisi. Dengan demikian, semakin tinggi takaran Azolla

(4)

yang diberikan, maka akan semakin bertambah pula pertumbuhan tanaman padi.

Berdasarkan penelitian ini dengan pemberian azolla dan pupuk N diharapkan mampu mengurangi penggunaan pupuk N melalui penambahan azolla, karena azolla dapat memberikan asupan N yang cukup untuk menunjang perumbuhan tanaman padi, karena kandungan N dalam tanah mampu meningkatkan pertumbuhan pada suatu tanaman, menurut Mastur (2015) bahwa peranan N bagi tanaman adalah untuk merangsang pertumbuhan vegetatif secara keseluruhan, khususnya batang, cabang, dan daun. Menurut penelitian Jamilah (2012), menyatakan pemupukan urea dengan dosis 200 kg ha-1 meningkatkan hasil padi tertinggi.

2. Komponen hasil

Berdasarkan analisis ragam pada penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi pupuk azolla dan pupuk N memiliki interaksi nyata terhadap jumlah malai per rumpun, bobot 1000 biji, produktivitas dan bobot kering tanaman padi tidak berpengaruh nyata pada persentase gabah bernas. Hal ini dikarenakan pembentukan organ vegetatif yang baik akan berpengaruh pada pertumbuhan generatif. Sarathi (2011) menyatakan bahwa suatu tanaman dengan pertumbuhan vegetatif yang baik, pada akhirnya akan menentukan pula fase generatif dan hasil tanamannya. Salah satu peningkatan hasil karena luas daun dikarenakan fungsi daun adalah penghasil fotosintat yang sangat diperlukan tanaman sebagai sumber energi dalam proses pertumbuhan dan perkembangan (Suryati, 2015).

Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dengan dosis Azolla 6.800 kg ha-

1 dengan penggunaan dosis N sebesar 166,41 kg ha-1 dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi sebesar 10-20,5

%, hal tersebut diduga dengan adanya

Azolla mampu membantu N tersedia bagi tanaman sehingga tanaman mampu menyerapnya dengan optimal. Berdasarkan penelitian Mahmudah (2017) azolla sebagai pupuk hijau dapat menghasilkan nitrogen yang segera tersedia sehingga mempercepat pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat diketahui bahwa pupuk hijau azolla mampu membantu penyerapan N untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi. Optimalisasi produktivitas padi tiap satuan luas dan waktu dapat dilakukan dengan intensifikasi pertanian melalui budidaya yang tepat dengan penelitian ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk N dengan penambahan bahan organik pupuk hijau azolla.

3. Analisis Tanah Awal dan Akhir

Analisis tanah awal dan akhir menunjukkan terjadi peningkatan kandungan C organik akibat perlakuan. Kandungan C organik tanah awal sebesar 2,30 % dan rerata C organik tanah akhir sebesar 4,43 %. Berdasarkan Subowo (2010), bahwa sekitar 73% lahan pertanian di Indonesia kandungan bahan organiknya rendah < 2% sedangkan ideal 2,5- 4%. Jadi berdasarkan hasil analisis tanah akhir, kandungan C organik termasuk dalam kriteria baik. Peningkatan C organik akan berpengaruh pada peningkatan kandungan bahan organik tanah.

KTK pada lahan penelitian termasuk dalam kriteria tinggi. Peningkatan nilai KTK berbanding lurus dengan peningkatan bahan organik. Rahma et al. (2014) menyatakan bahwa nilai KTK dipengaruhi oleh kandungan C- organik, semakin tinggi kandungan C-organik akan semakin tinggi pula nilai KTK. Pemberian bahan organik dapat meningkatkan KTK karena pelapukan bahan organik akan menghasilkan humus yang memiliki permukaan dapat mengikat unsur yang terkandung dalam pupuk, sehingga mengakibatkan kation yang berasal dari unsur N, P dan K tidak mudah tercuci dan dapat diserap oleh tanaman secara optimal.

Maka diperlukan penambahan bahan organik diperlukan untuk memperbaiki kesuburan tanah (Harahap, 2021).

(5)

Tabel 1. Panjang Tanaman Akibat Pengaruh Azolla dan Pupuk N pada Berbagai Umur Pengamatan

Perlakuan Panjang Tanaman Padi (cm tan.-1) pada umur (HST)

20 30 40 50 60 70

Pupuk Azolla:

Azolla 1.700 kg ha-1 29,09 42,77 52,41 a 63,78 a 76,37 a 93,37 a Azolla 3.400 kg ha-1 29,21 43,45 53,89 ab 63,56 a 77,97 a 94,98 a Azolla 5.100 kg ha-1 29,60 43,17 54,35 ab 64,00 a 78,56 a 95,57 a Azolla 6.800 kg ha-1 30,22 43,19 56,07 b 67,82 b 84,45 b 99,79 b

BNT 5% tn tn 2,72 2,88 3,07 2,88

Pupuk N:

Pupuk N 55,47 kg ha-1 29,89 44,04 54,58 64,73 78,78 ab 94,92 a Pupuk N 110,94 kg ha-1 29,06 43,93 52,67 62,83 76,88 a 93,02 a Pupuk N 166,41 kg ha-1 29,47 42,90 55,77 67,76 83,80 b 101,74 b Pupuk N 221,88 kg ha-1 29,70 41,71 53,69 63,84 77,89 a 94,03 a

BNT 5%` tn tn tn tn 5,23 2,85

Keterangan: Bilangan yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT 5%; tn = tidak nyata

Tabel 2. Jumlah daun Padi Akibat pengaruh Azolla dan Pupuk N pada Berbagai Umur Pengamatan

Perlakuan Jumlah daun (Helai tan.-1) pada umur (HST)

20 30 40 50 60 70

Pupuk Azolla:

Azolla 1.700 kg ha-1 22,61 35,22 43,81 53,24 63,63 70,21 Azolla 3.400 kg ha-1 23,28 38,00 45,28 54,91 62,58 68,46 Azolla 5.100 kg ha-1 26,28 35,08 47,50 56,05 64,59 70,26 Azolla 6.800 kg ha-1 24,17 36,97 43,69 53,27 61,65 68,62

BNT 5 % tn tn tn tn tn tn

Pupuk N:

Pupuk N 55,47 kg ha-1 25,22 36,00 46,28 55,66 63,17 68,10 Pupuk N 110,94 kg ha-1 25,22 37,17 45,83 55,19 62,78 70,30 Pupuk N 166,41 kg ha-1 22,22 36,25 45,50 54,10 62,53 69,36 Pupuk N 221,88 kg ha-1 23,67 35,86 42,67 52,51 63,97 69,79

BNT 5% tn tn tn tn tn tn

Keterangan: Bilangan yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT 5%; tn = tidak nyata

(6)

Tabel 3. Luas Daun Padi Akibat pengaruh Azolla dan Pupuk N pada Berbagai Umur Pengamatan

Perlakuan Luas Daun (cm2 tan.-1) Padi pada umur (HST)

20 30 40 50 60 70

Pupuk Azolla:

Azolla 1.700 kg ha-1 236,37 a 389,24 a 641,65 a 767,58 a 961,48 a 1054,62 a Azolla 3.400 kg ha-1 232,97 a 383,24 a 644,85 ab 772,04 a 972,79 a 1043,44 a Azolla 5.100 kg ha-1

272,86 b 416,59

ab 675,18 bc 804,96 ab 1005,46 ab 1063,42 a Azolla 6.800 kg ha-1 294,77 b 447,02 b 704,57 c 853,36 b 1046,45 b 1177,85 b

BNT 5 % 33,87 38,61 33,41 44,74 48,66 49,49

Pupuk N:

Pupuk N 55,47 kg ha-1

235,56 a 384,77 a 650,12 a

785,48

a 982,07 a 1070,88 a Pupuk N 110,94 kg ha-1

247,14 a 396,37 a 651,41 a

779,22

a 975,46 a 1078,57 a Pupuk N 166,41 kg ha-1

299,69 b 446,87 b 702,75 b

841,10

b 1042,40 b 1127,63 b Pupuk N 221,88 kg ha-1 254,57 a 408,08 a 661,97 a 792,14 a 986,25 a 1062,26 a

BNT 5% 34,57 31,69 29,68 51,05 47,79 48,54

Keterangan: Bilangan yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT 5%

Tabel 4. Jumlah Anakan Akibat pengaruh Azolla dan Pupuk N pada Berbagai Umur Pengamatan

Perlakuan Jumlah Anakan Padi pada umur (HST)

20 30 40 50 60 70

Pupuk Azolla:

Azolla 1.700 kg ha-1 8,86 14,53 16,64 20,79 24,69 a 30,09 a Azolla 3.400 kg ha-1 8,83 15,03 16,97 22,92 26,00 a 31,48 a Azolla 5.100 kg ha-1 9,64 14,81 19,81 22,31 25,72 a 31,68 a Azolla 6.800 kg ha-1 9,25 14,81 18,33 22,28 29,53 b 36,16 b

BNT 5 % tn tn tn tn 3,45 3,09

Pupuk N:

Pupuk N 55,47 kg ha-1 9,19 14,67 17,78 22,66 25,43 a 30,69 a Pupuk N 110,94 kg ha-1 9,25 14,50 17,44 21,58 24,76 a 30,47 a Pupuk N 166,41 kg ha-1 9,50 14,89 18,17 22,00 29,63 b 36,41 b Pupuk N 221,88 kg ha-1 8,64 15,11 18,36 22,05 26,13 ab 31,83 a

BNT 5% tn tn tn tn 3,93 3,35

Keterangan: Bilangan yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT 5%; tn = tidak nyata

(7)

Tabel 5. Interaksi antara Pupuk Hijau Azola dengan Pupuk N terhadap jumlah malai per rumpun

Perlakuan Jumlah Malai per Rumpun (malai)

Pupuk Azolla:

Azolla 1.700 kg ha-1 8,78 a

Azolla 3.400 kg ha-1 12,49 b

Azolla 5.100 kg ha-1 12,81 bc

Azolla 6.800 kg ha-1 14,32 c

BNT 5 % 1,40

Pupuk N:

Pupuk N 55,47 kg ha-1 10,86 a

Pupuk N 110,94 kg ha-1 11,44 ab

Pupuk N 166,41 kg ha-1 13,63 c

Pupuk N 221,88 kg ha-1 12,47 bc

BNT 5% 1,50

Keterangan: Bilangan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT taraf 5%.

Tabel 6. Interaksi antara Pupuk Hijau Azola dengan Pupuk N terhadap bobot 1000 biji

Perlakuan

Bobot 1000 Biji (g) Pupuk N

55,47 kg ha-1

Pupuk N 110,94 kg ha-1

Pupuk N 166,41 kg ha-1

Pupuk N 221,88 kg ha-1 Azolla 1.700 kg ha-1 15,71 a 17,31 bc 18,84 cde 16,91 ab Azolla 3.400 kg ha-1 17,03 ab 18,39 bcde 19,27 ef 17,67 bc Azolla 5.100 kg ha-1 17,20 ab 17,73 bcd 20,39 f 19,23 def Azolla 6.800 kg ha-1 17,41 bc 17,95 bcde 22,00 g 20,50 fg

BNT 5 % 2,31

Keterangan: Bilangan yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT taraf 5%.

Tabel 7. Rerata Persentase Gabah Bernas Akibat Pupuk Hijau Azolla dan Pupuk N

Perlakuan Persentase Gabah Bernas (%)

Pupuk Azolla:

Azolla 1.700 kg ha-1 71.46

Azolla 3.400 kg ha-1 72.15

Azolla 5.100 kg ha-1 74.07

Azolla 6.800 kg ha-1 77.69

BNT 5 % tn

Pupuk N:

Pupuk N 55,47 kg ha-1 72.10

Pupuk N 110,94 kg ha-1 74.57

Pupuk N 166,41 kg ha-1 74.45

Pupuk N 221,88 kg ha-1 74.25

BNT 5% tn

Keterangan: Bilangan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT taraf 5%.

(8)

Tabel 8. Interaksi antara Pupuk Hijau Azola dengan Pupuk N pada Produktivitas Tanaman Padi

Perlakuan

Produktivitas (t ha-1) Pupuk N

55,47 kg ha-1

Pupuk N 110,94 kg ha-1

Pupuk 166,41 kg ha-1

Pupuk N 221,88 kg ha-1

Azolla 1.700 kg ha-1 5,71 a 6,27 bc 6,39 bcd 6,18 b

Azolla 3.400 kg ha-1 5,80 a 6,53 cd 6,60 cd 6,47 bcd

Azolla 5.100 kg ha-1 5,83 a 6,68 d 7,49 ef 6,63 d

Azolla 6.800 kg ha-1 6,35 bcd 6,65 d 7,84 f 7,15 e

BNT 5 % 0,34

Keterangan: Bilangan yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT taraf 5%.

Tabel 9. Interaksi antara Pupuk Hijau Azolla dengan Pupuk N pada Bobot Kering Tanaman Padi

Perlakuan

Bobot Kering Tanaman (g m2) Pupuk N

55,47 kg ha-1

Pupuk N 110,94 kg ha-1

Pupuk N 166,41 kg ha-1

Pupuk N 221,88 kg ha-1 Azolla 1.700 kg ha-1 581,83 a 587,00 ab 595,23 ab 671,56 ef Azolla 3.400 kg ha-1 597,42 ab 611,71 bc 630,27 cd 680,81 f Azolla 5.100 kg ha-1 606,49

abc 580,03 a 611,21 bc 657,19 def

Azolla 6.800 kg ha-1 646,44 de 661,06 ef 863,63 h 789,71 g

BNT 5 % 29,13

Keterangan: Bilangan yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT taraf 5%.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian pupuk hijau azolla dan pupuk N secara umum dapat mempengaruhi komponen pertumbuhan panjang tanaman, luas daun, jumlah anakan, bobot kering tanaman, dan laju pertumbuhan tanaman padi. Perlakuan pupuk hijau Azolla dengan dosis 6800 kg ha-1 dan pupuk N 166,41 kg ha-1 memiliki pertumbuhan lebih baik dibandingkan dengan dosis pupuk hijau azolla dan Anorganik yang lainnnya. Pada komponen hasil terdapat interaksi antara pupuk hijau azolla dan pupuk N, kecuali pada variabel persentase gabah bernas. Perlakuan dengan dosis azolla 6.800 kg ha-1¬

dengan penggunaan dosis N sebesar 166,41 kg ha-1 dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi sebesar 10- 20,5 % apabila dibandingkan dengan dosis pupuk hijau azolla 5.100 kg ha-1 dan 55,47

kg ha-1 penggunaan pupuk N yang dinyatakan pada hipotesis penelitian ini paling tinggi, hal tersebut dikarenakan semakin tinggi penggunaan pupuk azolla maka dapat membantu N tersedia bagi tanaman sehingga tanaman mampu menyerapnya dengan optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2020. Rekomendasi Pupuk N, P, K Spesifik Lokasi untuk Tanaman Padi, Jagung dan Kedelai pada Lahan Sawah (Per Kecamatan). Kementerian Pertanian.

Jakarta.

Harahap, F. S. 2021. Pemetaan status ph tanah dan c-organik tanah sawah tadah hujan di Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu.

Jurnal Peneltian Agronomi 23(1):37- 42.

(9)

Kementerian Pertanian. 2017. Produksi Padi Menurut Provinsi 2014- 2018.https://www.pertanian.go.id/

Data5tahun/TPATAP-2017(pdf)/20- Prod Padi.pdf.Diakses pada tanggal 29 April 2020. Malang,

Jamilah. 2012. Pengaruh dosis urea, arang aktif dan zeolite terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah (Oryza sativa L.). J. Agrista 16(3):153-162.

Kementerian Pertanian. 2017. Produksi Padi Menurut Provinsi 2014-2018.

https://www.pertanian.go.id/Data5ta hun/TPATAP-2017(pdf)/20-

ProdPadi.pdf. Diakses pada tanggal 29 April 2020. Malang.

Lakitan B. 2018. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Depok: Rajawali Press, 2018.

Mahmudah, H. M., Koesriharti dan M.

Nawawi. 2017. Pengaruh waktu aplikasi dan pemberian berbagai kompos azolla terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.

jurnal produksi tanaman. Vol.5 No.3 ISSN:2527-8452.

Mastur, Syafaruddin dan Syakir M. 2015.

Peran dan Pengelolaan Hara Nitrogen pada Tanaman. Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian. Jakarta.

Nurmayulis, P. Utama, D. Firnia, H. Yani dan A. Citraresmini. 2011. Respons nitrogen dan azolla terhadap pertumbuhan tanaman padi varietas mira i dengan metode SRI. A Scientific Journal for The Applications of Isotopes and Radiation. 7 (2). Hal 115-126.

Rozen, N. dan Musliar, K. 2018. Teknik budidaya tanaman padi metode SRI (The System of Rice Intensification).

Depok: Rajawali Press, 2018

Sarathi, P. 2011. Effect of seedling Age on Tillering Pattern and Yield of Rice (Oryza sativa L.) Under System of Rice Intensification. ARPN Journal of Agriculture and Biological Science. 6 (11):67-69.

Subowo, G. 2010. Strategi efisiensi penggunaan bahan organik untuk kesuburan dan produktivitas tanah melalui pemberdayaan sumberdaya hayati tanah. J. Sumberdaya Lahan 4(1): 13-25.

Suryati., Sampurno., Anom. 2015. Uji Beberapa Konsentrasi Pupuk Cair azolla (Azolla pinnata) pada pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis statistik menunjukan bahwa perlakuan Varietas Servo tanaman tomat dengan pemberian dosis pupuk hayati 6 g/plot (P3) memberikan hasil rata-rata terhadap tinggi