• Tidak ada hasil yang ditemukan

) Area V kota

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan ") Area V kota "

Copied!
90
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Kajian Penelitian terdahulu

Perbedaan penelitian sebelumnya adalah penelitian sebelumnya membahas tentang Strategi dan Manajemen Perjalanan Haji dan Umrah (Studi Analisis Persaingan Perjalanan Haji dan Umroh Kota Medan dalam pelayanan dan kualitas untuk meningkatkan jumlah pelanggan). Kesamaan penelitian sebelumnya dengan penelitian yang telah dilakukan adalah pembahasan strategi pada agen haji dan umrah.

Sistematika Penulisan

Indonesia PT.Penjuru Wisata Negeri), visi dan misi, prinsip kerja, sarana dan prasarana, informasi penelitian, perkembangan perusahaan AET Travel Indonesia, struktur organisasi, presentasi hasil penelitian (results and finding), pembahasan hasil penelitian (analisis peneliti ) ).

LANDASAN TEORI

Pengertian Manajemen

Artinya, manajemen seperti suatu proses yang diterapkan oleh individu atau kelompok dalam mengkoordinasikan upaya untuk mencapai suatu tujuan.20. Dengan demikian manajemen adalah suatu proses untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

Fungsi-Fungsi Manajemen

Selain itu, perencanaan adalah tindakan memilih dan menentukan semua kegiatan dan sumber daya yang akan dilaksanakan dan digunakan di masa depan untuk mencapai tujuan tertentu. Implementasi adalah upaya menggerakkan anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mau dan berusaha mencapai tujuan yang telah direncanakan. Aktivasi juga diartikan sebagai upaya agar seluruh anggota organisasi mau bekerja sama untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan upaya pengorganisasian yang telah ditetapkan.

Merupakan kegiatan menilai kinerja terhadap standar yang telah ditetapkan dan kemudian melakukan perubahan atau perbaikan seperlunya. Proses pembekalan diberikan kepada karyawan yang ditugaskan dan bertugas menjalankan tugas di bidang keahliannya masing-masing agar tidak menyimpang dari jalur program yang telah ditetapkan. Koordinasi mengajak seluruh sumber daya manusia yang ada untuk bekerja sama ke arah yang telah ditentukan.

Unsur-Unsur Manajemen

Pentingnya pelaporan terlihat dalam kaitannya dengan konsep sistem informasi manajemen, yang penting dalam pengambilan keputusan oleh manajer. Hasil pencatatan ini akan digunakan oleh manajer untuk membuat laporan tentang apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan dalam upaya mencapai tujuan. Fungsi pencatatan dan pelaporan ini akan berhasil jika sistem pengarsipan dikelola secara efektif dan efisien.

Oleh karena itu, uang sebagai alat manajemen harus digunakan sedemikian rupa agar tujuan yang diinginkan tercapai. Bahan/peralatan dianggap alat atau sarana manajemen karena manusia dalam proses melakukan kegiatan menggunakan bahan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Informasi sangat diperlukan dalam suatu bisnis, baik informasi yang sedang populer saat ini, yang disukai, maupun yang sedang terjadi di masyarakat.

Strategi

  • Strategi Integrasi
  • Strategi Intensif
  • Strategi Diversifikasi
  • Strategi Definsif
  • Strategi Umum Porter
  • Analisa Peneliti Mengenai Strategi yang digunakan

Merumuskan faktor kunci keberhasilan untuk strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya. Di perusahaan besar, penggunaan strategi gabungan biasanya digunakan ketika divisi yang berbeda mengikuti strategi yang berbeda. Strategi integrasi adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan kontrol yang lebih besar atas distributor, pemasok dan pesaing, baik melalui merger, akuisisi atau menciptakan perusahaan sendiri.

Strategi terbalik adalah strategi yang digunakan untuk memperoleh kepemilikan atau meningkatkan kendali atas perusahaan pemasok. Strategi intensif adalah strategi yang berkaitan dengan pengembangan produk dan penetrasi pasar karena memerlukan usaha. Menurut Porter, ada tiga landasan strategis yang dapat membantu organisasi mencapai keunggulan bersaing, yaitu keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus.

Sosialisasi

  • Sosialisasi Primer
  • Sosialisasi Sekunder

Agen sosialisasi adalah peran utama dalam keberhasilan proses sosialisasi dalam menyebarkan atau menanamkan nilai dan norma yang ditempatkan dalam materi sosialisasi. Jika proses-proses tersebut dapat terstruktur, maka penyebaran informasi tentang materi sosialisasi dapat tersampaikan dengan tepat sesuai dengan tujuan sosialisasi. Peran adalah seperangkat harapan atau syarat bagi seseorang untuk menunjukkan perilaku tertentu karena orang tersebut menempati status sosial tertentu, sehingga peran sebagai bahan sosialisasi harus mengandung peran sebagai bahan sosialisasi harus mengandung peran berupa pengetahuan.

Pengetahuan digunakan untuk mendukung nilai khusus atau sikap setelah nilai dan sikap terbentuk, kecuali bahwa pengetahuan dipengaruhi oleh nilai dan sikap. Subyek atau sasaran sosialisasi adalah masyarakat, agen sosialisasi bertujuan untuk menetapkan nilai dan norma yang terkandung dalam bahan sosialisasi kepada masyarakat. Agen sosialisasi akan menggerakkan masyarakat untuk mendukung program-program yang dapat disosialisasikan dengan tujuan mewujudkan tujuan bersama.

METODE PENELITIAN

Penjelasan Judul

69AET Travel Indonesia, dapat diakses melalui https://www.aet.co.id / rekap-perjalanan AET Travel Indonesia (diakses pada 02/02/19). Informan utama dalam penelitian adalah Manager AET Travel Indonesia Area V Kota Bengkulu, Marketing, Admin dan staff yang terkait dengan penelitian. Informan yang dipilih diatas adalah Manager dan karyawan di AET Travel Indonesia Area V kota Bengkulu.

Jenis Strategi Sosialisasi yang Digunakan dalam Program Umrah di AET Travel Indonesia Area V Kota Bengkulu. 80Indah Permata Sari, Customer Service AET Travel Area V kota Bengkulu, Hasil wawancara dengan peneliti tanggal 10 Agustus 2020. 89 Indah Permata Sari, Customer Service AET Travel Area V kota Bengkulu, Hasil wawancara peneliti, 10 Agustus 2020.

98 Kantor AET Travel Area V Kota Bengkulu, Hasil wawancara dan observasi peneliti terkait pengendalian strategi sosialisasi, 12 Agustus 2020. Sehingga dalam kegiatan sosialisasi program ziarah AET Travel Umrah di kota Bengkulu, mereka dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Table 4.2  Profil Informan
Table 4.2 Profil Informan

Waktu dan Lokasi Penelitian

Informan Penelitian

Informan penelitian adalah subjek uji yang memberikan informasi tentang fenomena dan situasi sosial yang terjadi di lapangan.54 Artinya informan tersebut adalah orang-orang yang ditanyai berdasarkan kenyataan atau keadaan sebenarnya berkenaan dengan objek yang akan diteliti. Sampel yang dipilih didasarkan pada karakteristik subjek sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dilakukan.

Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Dengan wawancara, peneliti akan menemukan informasi yang lebih mendalam tentang informan dalam interpretasi situasi dan kejadian yang tidak dapat ditemukan melalui observasi. Dalam melakukan wawancara, peneliti menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis yang akan diajukan, dan mencatat apa yang dikatakan oleh informan, oleh karena itu jenis wawancara yang digunakan peneliti termasuk dalam jenis wawancara terstruktur.

Teknik Analisis Data

Laporan atau data yang diperoleh di lapangan akan disajikan dalam bentuk uraian yang lengkap dan terperinci. Mereduksi data berarti meringkas, memilih hal-hal yang paling penting, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dan mencari tema dan pola. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.

Data yang diperoleh dari lokasi penelitian disajikan secara lengkap dan rinci dalam laporan laporan, laporan lapangan direduksi, dirangkum, dipilih poin-poin kunci, difokuskan pada isu-isu penting kemudian dicari tema atau polanya. Penyajian data dilakukan dengan memaparkan hasil wawancara yang dituangkan dalam bentuk teks deskripsi naratif, dan didukung dengan dokumen, serta foto dan gambar sejenis untuk menarik kesimpulan. Peneliti mencoba menganalisis dan mencari pola, tema, kesamaan, hal-hal yang berulang, hipotesis, dan sebagainya, yang dituangkan dalam kesimpulan tentatif.

Teknik Keabsahan Data

70AET Travel Indonesia, dapat diakses melalui https://www.aet.co.id / rekap-perjalanan AET Travel Indonesia (diakses pada 02/02/19). 75Aet travel Indonesia, dapat diakses melalui https://www.aet.co.id/rekap-perjalanan AET Travel Indonesia (akses. Dari implementasi strategi yang dilakukan oleh AET Travel termasuk dalam jenis strategi intensif.

Sebelum membahas proses perencanaan strategi sosialisasi, penulis ingin menjelaskan terlebih dahulu jenis-jenis strategi sosialisasi yang digunakan dalam sosialisasi program AET Travel Area V jemaah Umrah.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sejarah Singkat Prusahaan

Visi dan Misi Perusahaan

Prinsip Kerja Perusahaan

Sarana dan Prasarana

AET Travel Indonesia menerapkan strategi sosialisasi dengan berbagai cara, seperti sharing, kolaborasi, riset atau melakukan kegiatan dan memfasilitasi layanan. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Nurul Mukmin selaku pengelola AET Travel Area V di kota Bengkulu, “Biasanya kami menyiarkan di instansi yang bekerjasama dengan lembaga tersebut, menyiarkan di majelis taklim, melakukan kegiatan sosialisasi berupa pengajian atau tabligh akbar”. Berdasarkan hasil observasi dan data yang diperoleh penulis, AET Travel Indonesia Area V kontrol kota Bengkulu dilakukan melalui evaluasi yaitu evaluasi harian, mingguan, bulanan dan tahunan.

Meski demikian, AET Travel telah melakukan kegiatan dakwah khususnya dalam sosialisasi program jamaah umrah yang penulis teliti. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, berikut akan dikemukakan beberapa kesimpulan mengenai pengelolaan strategi sosialisasi pada AET Travel Indonesia Program Ziarah Haji Indonesia Area V di Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian terkait pengelolaan strategi sosialisasi program umroh AET Travel Indonesia Area V di kota Bengkulu, maka peneliti akan membuat saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi AET Travel Indonesia Area V di kota Bengkulu.

Perkembangan Prusahaan dari Tahun 2010-2019

Struktur Organisasi perusahaan

Pemaparan Hasil Penelitian

  • Informan Penelitian
  • Hasil dan Temuan

Perolehan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan informan dengan pertimbangan tertentu, yang sesuai dengan kriteria yang tertera pada Bab III, sehingga didapatkan informan penelitian diambil dari para informan. yang merupakan pengurus struktural AET Travel Indonesia Area V di Bengkulu. AET Travel Indonesia Area Di kota Bengkulu juga menerapkan strategi sosialisasi syiar di sekolah-sekolah dengan memberikan penyuluhan, menyediakan alat tulis dengan merk AET Travel, mengadakan kegiatan/event dengan mengundang calon jamaah dan alumni untuk menarik konsumen. Selain itu, proses perencanaan strategi sosialisasi yang dilakukan oleh AET Travel adalah kerjasama dengan instansi yang akan melaksanakan kegiatan, penyiapan hal-hal yang berkaitan dengan penjualan produk dan pembentukan tim yang akan diterjunkan di lapangan, strategi ini juga termasuk dalam strategi intensif.

Pengorganisasian merupakan bagian dari fungsi manajemen, bentuk strategi pengorganisasian yang diterapkan oleh AET Travel adalah kerjasama dengan lembaga, broadcasting atau dakwah. Pengendalian merupakan bagian dari perilaku yang bermanfaat yang bertujuan untuk mencapai hasil yang sukses dan berhasil dengan mengevaluasi setiap kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh AET Travel. Pembahasan hasil penelitian tentang Manajemen Strategi Sosialisasi Jemaah Umroh di AET Travel Indonesia Area V Kota Bengkulu.

Pembahasan Hasil Penelitian

Pada uraian berikut penulis akan memaparkan bagaimana strategi pengelolaan sosialisasi program jamaah umrah di AET Travel Area V Kota Bengkulu meliputi: proses perencanaan strategi, bentuk organisasi strategi sosialisasi, proses implementasi strategi sosialisasi dan proses pengendalian strategi sosialisasi program umroh. a) Proses Perencanaan Strategi Sosialisasi. Perencanaan strategis dalam mensosialisasikan program jamaah AET Travel Umrah di Kota Bengkulu meliputi penentuan bentuk kajian atau kegiatan, penentuan waktu dan tempat sosialisasi, serta penentuan siapa saja yang akan menjadi tim. Proses organisasi dalam mensosialisasikan program AET Travel Umrah berjamaah adalah membagi tugas atau membuat tim seperti tim event, perlengkapan, tim broadcast atau dakwah dan tim brand, dimana masing-masing tim memiliki koordinator masing-masing dan bertanggung jawab atas tugasnya masing-masing. .

Dalam proses pengerahan sosialisasi program AET Travel Umroh di kota Bengkulu dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan sosialisasi, yang harus selalu diingat oleh mereka yang bekerja di AET Travel, mereka mendapatkan dua kebaikan sekaligus ( dunia) dan akhirat) dan mereka harus bekerja dengan tulus. Dalam proses evaluasi AET Travel dalam kegiatan sosialisasi program umrah, dengan mengadakan evaluasi harian khusus untuk staf kantor, mingguan. Dari konsep manajemen strategis yang penulis uraikan, terlihat bahwa AET Travel telah menerapkan manajemen strategis dengan cukup baik, meskipun terdapat beberapa kekurangan.

PENUTUP

Saran

Gambar

Table 4.2  Profil Informan

Referensi

Dokumen terkait

Namun penelitian terdahulu yang bertolak belakang adalah penelitian yang dilakukan oleh Supriyadi Universitas Islam Indonesia (2007) melakukan penelitian dengan