STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA EMBUNG WALITIS TEMANGGUNG DI MASA PANDEMI
COVID-19
ARTIKEL ILMIAH
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Mendapatkan Gelar Sarjana Pariwisata
Disusun Oleh:
Nama : Angela Sinta Dewi S NIM : 184171
Semester : VIII Jurusan : Pariwisata Jenjang : Strata-Satu/S-1
SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO YOGYAKARTA
2022
i Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta
HALAMAN PERSETUJUAN
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA EMBUNG WALITIS TEMANGGUNG DI MASA PANDEMI
COVID-19
Diajukan Oleh : Angela Sinta Dewi S
NIM : 184171
TELAH DITERIMA DAN DISETUJUI OLEH :
Pembimbing I Tanda Tangan Tanggal
Dr.Dra. Damiasih, MM.,M.Par.,CHE.,CGSP ... ...
NIDN: 0504086902
Pembimbing II Tanda Tangan Tanggal
Moch. Nur Syamsu, S.Pt.,M.Par.,CHE.,CGSP ... ...
NIDN: 05060363302
ii Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta
HALAMAN PENGESAHAN
STRATEGI PENGEMBANGAN
Diajukan Oleh
Nama : Angela Sinta Dewi S NIM : 184171
Telah dipertahankan di depan dewan penguji Tanggal : ...
SUSUNAN DEWAN PENGUJI
Tanda Tangan Penguji I :
Dr. Suhendroyono, SH.,MM.,M.Par.,CHE.,CGSP ...
Penguji II :
Dr. Dra. Damiasih, MM.,M.Par.,CHE.,CGSP ...
NIDN: 0504086902 Penguji III :
Moch. Nur Syamsu, S.Pt.,M.Par.,CHE.,CGSP ...
NIDN: 0506036302
ARTIKEL ILMIAH ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh Gelar Sarjana Pariwisata (S.Par)
Tanggal :...
Dr. Suhendroyono, SH.,MM.,M.Par.,CHE.,CGSP
iii PERNYATAAN KEASLIAN
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama Lengkap : Angela Sinta Dewi Soegianto
NIM : 184171
Program Studi : Pariwisata Jenjang : Strata-satu (S-1)
Judul Artikel Ilmiah : STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA EMBUNG WALITIS TEMANGGUNG DI MASA PANDEMI COVID-19
Telah diuji didepan Dewan Penguji pada hari , tanggal adalah karya asli saya. Dalam karya ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin dan seolah-olah seperti tulisan saya dan atau meniru karya orang lain tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya.
Apabila saya melakukan hal tersebut diatas, maka dengan ini saya menarik hasil tulisan ini sehingga gelar dan ijasah yang telah dikeluarkan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta batal saya terima.
Yogyakarta, 2022 Yang menyatakan.
Angela Sinta Dewi S NIM : 184171
Saksi I, Saksi II,
Pembimbing I Merangkap Penguji Pembimbing 2 Merangkap Penguji
Dr.Dra. Damiasih, MM.,M.Par.CHE.,CGSP Moch. Nur Syamsu,S.Pt.,M.Par.CHE.,CGSP NIDN : 0504086902 NIDN : 0506036302
Saksi 3
Tim Penguji Artikel Ilmiah,
Dr. Suhendroyono, SH., MM., M.Par., CHE.CGSP
iv HALAMAN PERNYATAAN
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama Lengkap : Angela Sinta Dewi Soegianto
NIM : 184171
Program Studi : Pariwisata Jenjang : Strata-satu (S-1)
Judul Artikel Ilmiah : STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA EMBUNG WALITIS TEMANGGUNG DI MASA PANDEMI COVID-19
Menyatakan bahwa artikel ilmiah ini dapat dikembangkan ke jurnal lain yang lebih berepuasi baik ke dalam jurnal nasional maupun internasional berkolaborasi dengan dosen pembimbing dengan tetap mencantumkan nama mahasiswa sebagai salah satu penulis. Mahasiswa tidak berhak menuntu apapun bilamana artikel ilmiah ini dikemudian hari menjadi rujukan para peneliti dimasa yang akan datang.
Yogyakarta, 2022 Yang menyatakan.
Angela Sinta Dewi S NIM : 184171
v HALAMAN PERSEMBAHAN
Setelah melalui proses yang cukup panjang penulis telah menyelesaikan artikel ilmiah ini. Artikel ilmiah ini penulis persembahkan untuk:
1. Tuhan YME yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada penulis hingga selesainya artikel ilmiah ini.
2. Kedua Orang tua yang selalu memberikan dukungan baik moral dan material sehingga penulis semangat untuk cepat lulus
3. Terima kasih banyak kepada temen-temen yang telah membantu dalam bentuk apapun kepada penulis dalam pengerjaan artikel ilmiah ini
4. Kepada sahabat – sahabat yang telah mendukung dan membantu 5. Almamter tercinta Sekolah Tinggi Pariwisata Ambbarukmo Yogyakarta 6. Seluruh teman satu angkatan 2018 yang telah bersama – sama berjuang untuk
lulus bersama.
vi
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA EMBUNG WALITIS TEMANGGUNG DI MASA PANDEMI
COVID-19
ABSTRAK
Embung walitis merupakan salah satu obyek wisata yang berada di Kabupaten Temanggung yang memiliki potensi alam yang menarik, selain itu destinasi Embung walitis juga menyuguhkan pentas seni kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan Wisata Embung Walitis serta strategi apa yang harus diambil untuk memaksimalkan pengembangan sehingga mampu mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi.
Jenis penelitian ini penulis memilih jenis penelitian kualitatif. Metode yang dipakai diantaranya adalah observasi, wawancara serta dokumentasi, serta teknik analisisnya peneliti lebih memilih analisis SWOT yang membahas mengenai kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman dari hasil penelitian yang sudah baik dan apa yang harus dilakukan pengelola dalam pengembangan Wisata Embung Walitis di masa pandemi covid-19.
Kata Kunci: Embung Walitis, Strategi Pengembangan, Covid-19
vii
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA EMBUNG WALITIS TEMANGGUNG DI MASA PANDEMI
COVID-19
ABSTRACT
Embung walitis is one of the tourist objects in Temanggung Regency which has interesting natural potential, besides that the Embung walitis destination also presents cultural arts performances. This study aims to find out how the development of Embung Walitis Tourism is and what strategies must be taken to maximize development so as to be able to bring in more tourists. This type of research the authors choose the type of qualitative research. The methods used include observation, interviews and documentation, as well as analytical techniques, researchers prefer SWOT analysis which discusses strengths, weaknesses, opportunities and threats from good research results and what managers should do in developing Embung Walitis Tourism during the covid pandemic. -19.
Keywords: Embung Walitis, Development Strategy, Covid-19
viii MOTTO
―Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya – Pengkhotbah 3:1‖
ix KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan kepada penulis dan pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan Artikel Ilmiah ini yang berjudul “STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA EMBUNG WALITIS TEMANGGUNG DI MASA PANDEMI COVID-19”
Artikel Ilmiah ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan Gelar Sarjana Pariwisata (S.Par) di Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta. Dengan segala kesadaran penulis, saya menyadari bahwasana penulisan artikel ilmiah ini tidak akan selesai tepat waktu tanpa adanya bantuan beberapa pihak, oleh karena itu penulis ucapkan terimakasih kepada : 1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesempatan menyelesaikan
Artikel Ilmiah.
2. Kedua Orang tua saya yang selalu memberikan semangat dan dukungan untuk bisa menyelesaikan Strata-1.
3. Dr. Suhendroyono, SH, MM, M.Par.,CHE.,CGSP selaku ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta
4. Dr.Dra. Damiasih, MM.,M.Par.,CHE.,CGSP selaku Penanggung Jawab dan Dosen Pembimbing I STIPRAM
5. Bapak Moch. Nur Syamsu,S.Pt.,M.Par.,CHE.,CGSP selaku Dosen Pembimbing Kedua yang telah mengarahkan penulis pada saat penyusunan artikel ilmiah ini
6. Pengelola Destinasi Wisata Embung Walitis yang sudah berbagi informasi pada saat observasi
7. Teman-teman yang telah memberikan pendapat dan masukan sehingga Artikel Ilmiah ini dapat terselesai.
Penulis menyadari bahwa artikel ilmiah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca guna untuk menyempurnakan segala kekurangan dalam penyusunan
x Artikel Ilmiah. Semoga Artikel Imliah ini dapat berguna bagi para pembaca dan pihak pihak yang berkepentingan.
Yogyakarta, ... 2021 Penulis,
Angela Sinta Dewi Soegianto
xi DAFTAR ISI
HALAMAN PERSETUJUAN ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN KEASLIAN ... iii
HALAMAN PERNYATAAN ... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ... v
ABSTRAK ... vi
ABSTRACT ... vii
MOTTO ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR TABEL ... xiv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan-Masalah ... 4
C. Batasan Masalah ... 4
D. Tujuan Penelitian ... 5
E. Manfaat Penelitian ... 5
F. Liniertitas-Tema Penelitian ... 6
G. Sistematika-Tulisan ... 6
BAB II KAJIAN LITERATUR DAN KAJIAN TEORI ... 8
A. Kajian-Literatur ... 8
B. Kajian Teori... 9
1. Ilmu Pariwisata ... 9
2. Daya Tarik Wisata ... 10
3. Covid-19 (Corona Virus) ... 11
4. Strategi Pengembangan ... 12
BAB III METODOLOGI DAN DATA ... 13
A. Metodologi Penelitian ... 13
xii
1. Diagram Alur Peneliti ... 13
2. Jenis-Penelitian ... 14
B. Data ... 15
1. Lokasi, Waktu, dan Objek Penelitian ... 15
2. Penetapan Populasi dan Sampel ... 15
3. Teknik Pengumpulan-Data ... 15
4. Teknik Pengolahan Data ... 16
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 18
A. Hasil ... 18
1. Gambaran-Umum Kabupaten Temanggung ... 18
2. Embung Walitis Selopampang ... 20
3. Deskripsi Informan ... 28
4. Pengaruh Faktor Lingkungan ... 31
5. Analisis SWOT ... 41
B. Pembahasan -dan- Jawaban Rumusan Masalah ... 50
1. Pembahasan ... 50
2. Jawaban Rumusan Masalah ... 55
BAB V PENUTUP ... 59
A. Simpulan... 59
B. Saran ... 60
DAFTAR PUSTAKA ... 62
LAMPIRAN ... 64
xiii DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.Kerangka Pemikiran ... 13
Gambar 2. Peta Kabupaten Temanggung... 18
Gambar 3. Lokasi Embung Walitis Temanggung ... 20
Gambar 4. Diagram Berdasarkan Usia... 29
Gambar 5. Diagram Berdasarkan Jenis Kelamin ... 29
Gambar 6. Diagram Berdasarkan Pekerjaan ... 30
Gambar 7. Diagram Berdasarkan Pendidikan ... 30
xiv DAFTAR TABEL
Tabel 1. Analisis Faktor Lingkungan Internal ... 35 Tabel 2. Analisis Faktor Lingkungan Eksternal ... 40 Tabel 3. Matriks SWOT ... 41
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan pariwisata-Indonesia-kini semakin-mendunia. Dengan kata lain, pariwisata mencakup kelompok yang berbeda dari dunia yang berbeda baik lokal maupun domestik. Sektor pariwisata saat ini memberikan dampak yang besar terhadap pentingnya perekonomian dalam meningkatkan pendapatan negara. Industri pariwisata juga memiliki budaya Indonesia yang beragam yang tidak hanya membuat Indonesia berbeda dengan negara lain, tetapi juga menawarkan keunggulan pariwisata-Indonesia-dan mendukung perekonomian negara.
Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, konsep kepariwisataan-adalah unik, indah dan-bernilai dalam bentuk keanekaragaman.
Menurut undang-undang tersebut daya tarik wisata dibagi menjadi tiga kategori: alam, budaya dan buatan manusia. Atraksi alam-dapat berupa kegiatan mencari petualangan dan menikmati keindahan alam seperti pegunungan, pantai, danau dan gua secara lebih dekat.
Syamsu-(2018:71) menyatakan-bahwa Indonesia-mempunyai beragam kekayaan sumber daya alam yang-dapat-menjadi-aset-pariwisata yaitu keanekeragaman budaya, adat istiadat, keagaman, suku dan etnis, serta potensi-potensi wisata yang merupakan buatan manusia memiliki peluang yang luar biasa untuk dikembangkan, serta destinasi wisata alam
2 yang banyak dan beragam tetapi belum banyak dimanfaatkan dan membutuhkan penanganan.
Indonesia memiliki sumber daya alam-yang melimpah, dan seluruh penduduk Indonesia memanfaatkan sumber daya alam tersebut secara wajar.
Sumber daya alam Indonesia ini dapat dijadikan sebagai modal utama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Temanggung adalah salah-satu pemerintahan di-Jawa Tengah, dengan ibu kota Temanggung, Kabupaten-Kendal di utara, Semarang di timur, Magelang di selatan, dan Wonosobo di barat. Pemerintah Temangung memiliki dua musim panas dan lembab, musim kemarau dari bulan April sampai September dan musim angin topan dari Oktober sampai musim semi, dengan curah hujan tahunan umumnya tinggi di Daerah Temanggung umumnya dingin dengan udara diagonal di antaranya 200 ° C hingga-300 ° C.
Wilayah Kabupaten-Temanggung juga termasuk dataran tinggi. Pola topografi kawasan ini umumnya menyerupai cekungan luas atau depresi yang membuka ke arah tenggara, dikelilingi oleh pegunungan di selatan dan barat, yaitu Gunung Sumbing (3260MDPL) dan Gunung Sindoro (3151MDPL). Di sebelah utara, dikelilingi oleh pegunungan kecil yang membentang dari timur laut ke tenggara. Karena medan yang demikian, Kabupaten Temanggung memiliki permukaan yang sangat beragam baik dari segi elevasi maupun luas/luasnya.
Karena kabupaten ini berada pada ketinggian 500 m 1450 m (24,3%), maka wilayahnya meliputi lereng Sindoro dan Sumbing yang memanjang ke
3 selatan, barat dan utara wilayah tersebut. Secara geologis, Temanggung merupakan kompleks daratan, perbukitan, pegunungan, lembah dan pegunungan dengan kemiringan lereng berkisar antara 0% hingga 70%
(lereng hingga lereng sangat curam). Kabupaten Temangung memiliki dua gunung yaitu Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, dan tahap erupsinya dimulai dari muda hingga tua. Kabupaten Temangung memiliki fasilitas seperti terminal bus, restoran, hotel, Gedung bioskop, serta tempat wisata seperti Taman Kartini Kowangan, Pikatan Water Park, Peninggalan Candi Gondosuli, Desa Jumprit dengan mata airnya, Taman Wisata Posong, dll. dan Salah satu objek wisata yang akhir-akhir ini menarik pengunjung adalah Wisata Embung Walitis Temanggung.
Embung Walitis merupakan-salah satu destinasi wisata yang memperkenalkan keindahan alam dan pesona kehijauan di sekitar Embung.
Embung Walitis terletak di desa Jetis di kecamatan Selopampang-Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Tak hanya wisata alamnya yang begitu indah- Embung-Walitis-menawarkan beberapa wahana bagi wisatawan. Pada hari- hari tertentu, wisatawan juga dapat menikmati pertunjukan budaya desa yang unik. Dengan perkembangan teknologi dan strategi promosi yang semakin canggih, tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga wisatawan domestik semakin tertarik untuk mengunjungi-Embung-Walitis.
―Kemajuan industri perjalanan telah mengalami perubahan yang berbeda, dua perubahan contoh, struktur dan sifat latihan, dukungan individu untuk bepergian, perspektif serta sifat dan peningkatan industri perjalanan itu sendiri‖ (Oentoeng Soebyanto; 2018, http://ejournal.stipram.net).
4 Di masa pandemi COVID-19 yang dirasakan hampir di seluruh dunia, objek wisata yang sebelumnya ramai dikunjungi kini terbengkalai dan ditutup demi keselamatan bersama. Sebuah pandemi yang telah mendorong orang ke dalam blokade besar. Apalagi di Indonesia, frekuensi pasein COVID-19 masih tinggi dan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) perlu diterapkan. Hal ini sangat dirasakan oleh sektor pariwisata khususnya industri pariwisata. Dari seluruh aktivitas yang harus dilakukan secara online, tidak sedikit perusahaan atau sektor pariwisata yang gulung tikar. Oleh-karena-itu, berdasarkan-latar belakang tersebut, penulis mengambil judul Penelitan-yaitu
―Strategi Pengembangan Wisata Embung Walitis Temanggung di Masa Pandemi Covid-19‖.
B. Rumusan-Masalah
Berdasarkan-dengan persetujuan yang-sudah-penulis uraikan di atas, maka penulis merumuskan masalah diantaranya adalah :
1. Bagaimana-peran-masyarakat dalam mengembangkan wisata Embung Walitis Temanggung di masa pandemic covid-19?
2. Bagaimanakah Strategi yang dapat dilakukan dalam mengembangkan wisata Embung Walitis di Temanggung selama masa pandemic covid-19?
C. Batasan Masalah
Sehubungan dengan rencana masalah yang diputuskan oleh penulis sedapat mungkin masalah tersebut menjadi tugas pokok dari pemerintah daerah dan lingkungan setempat dalam peningkatan Embung Walitis Industri perjalanan.
5 D. Tujuan Penelitian
Motivasi di balik eksplorasi yang diarahkan oleh pencipta tergantung pada fondasi dan detail masalah-di atas. Tujuan yang-dicapai dalam ujian ini adalah:
1. Untuk-mengetahui peran daerah dalam mewujudkan industri wisata Embung Walitis dan pengaruhnya terhadap daerah sekitarnya
2. Untuk mengetahui bagaimana strategi pemerintah dalam mengembangkan wisata Embung Walitis
E. Manfaat Penelitian
Setelah fokus pada definisi masalah dan mempertimbangkan alasan pemeriksaan ini, keuntungan normal dalam eksplorasi ini-adalah:
1. Manfaat-untuk Akademisi :
a. Hasil penelitian ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai bahan referensi tambahan bagi para sarjana di bidang industri perjalanan berikut;
b. Pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan menambah koleksi skolastik dengan tujuan agar bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
2. Bagi Praktisi dan Pengelola :
a. Sebagai referensi untuk dijadikan strategi dalam pengembangan wisata di Embung walitis ;
b. Survei ini diharapkan dapat bermanfaat bagi yang berkepentingan khususnya pemerintah Temanggung untuk memunculkan ide dan
6 gagasan baru dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dimasa mendatang.
F. Liniertitas-Tema Penelitian
Artikel penelitian akademis ini membahas tentang destinasi tempat wisata akan berlangsung-di-Wisata Embung Walitis Desa Jetis Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung dengan judul yaitu " STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA EMBUNG WALITIS TEMANGGUNG DI-MASA-PANDEMI-COVID-19". Penulis memusatkan penelitiannya pada tujuan wisata karena ia membutuhkan konteks dengan Jurnal Domestic Case Study-yang-berjudul- " PESONA KEINDAHAN WISATA ALAM POSONG SEBAGAI OBYEK WISATA DI KOTA TEMANGGUNG
"serta jurnal Foreign Case Study dengan judul "WISATA VIRTUAL SUNGAI LEMBING DAN PANTAI MANGKOK MALAYSIA PASCA PANDEMI COVID-19".
G. Sistematika-Tulisan BAB 1-PENDAHULUAN
A. Latar-Belakang B. Rumusan-Masalah C. Batasan-Masalah D. Tujuan Penelitian E. Manfaat Penelitian F. Linieritas Tema Peneltian G. Sistematika Penelitian
7 BAB II KAJIAN LITERATUR DAN KAJIAN-TEORI
A. Kajian Literatur B. Kajian-Teori
BAB III METODOLOGI DAN-DATA A. Metodologi
B. Data
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil
B. Pembahasan BAB V PENUTUP
A. Simpulan B. Saran
8 BAB II
KAJIAN LITERATUR DAN KAJIAN TEORI
A. Kajian-Literatur
Suatu barang dikatakan-memiliki destinasi liburan jika memiliki standar keunikan, keindahan, atau kepentingan tertentu. Destinasi liburan merupakan sesuatu-yang-menarik-dan membuat wisatawan mengunjungi suatu tempat atau daerah, daya tarik tersebut biasanya berupa barang-barang yang jarang terjadi dan dilihat secara konsisten. (Syamsu 2018:75).
Industri perjalanan wisata terjadi dengan adanya tempat-tempat liburan di lokasi-lokasi wisatawan, baik sebagai atraksi biasa maupun atraksi sosial.
Kemampuan untuk memahami potensi industri perjalanan sangat penting untuk membuat variasi bisnis dari tempat liburan. Apalagi kegiatan wisata di suatu tempat mungkin tidak akan selesai tanpa adanya destinasi liburan, yang pasti sering disebut-sebut sebagai destinasi liburan, yang akan menjadikan kawasan wisata yang mudah dilirik oleh masyarakat pada umumnya. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan tolak ukur hasil dari suatu tempat wisata agar pencapaian suatu kawasan wisata dapat sangat sesuai dengan standar 3A, khususnya Daya Tarik, Ketersediaan, dan Perkantoran atau Kenyamanan (Joko dan Damiasih, 2018:33)
Ini adalah inovasi dan kegembiraan daerah setempat yang dapat meningkatkan daya pikat dan keseriusan industri perjalanan. Beberapa barang industri inventif seperti karya tangan, hadiah, ekspresi pertunjukan, musik, film, dan sebagainya dapat menjadi bagian dari tujuan liburan.
9 Jelas bahwa kemajuan industri pariwisata akan berdampak positif dan tentunya pasti berdampat negatif juga salah satunya kerusakan terhadap lingkungan akibat tergerusnya budaya lokal oleh peningkatan industri perjalanan yang tidak fokus pada daya dukung. Setiap daerah memiliki alternatif lokasi wisata yang menarik minat wisatawan (Syamsu, 2018: 71).
Pekerjaan daerah dalam menjaga aset reguler dan sosial yang mungkin dapat berubah menjadi tujuan liburan sangat penting (Deni dan Andy, 2020: 170).
Dari segi keuangan, industri perjalanan memberikan kontribusi perdagangan asing dari kunjungan wisatawan asing dan barang-barang buatan sendiri.
Dalam perspektif sosial, industri perjalanan berperan dalam mempertahankan karya, semangat berekspresi seni, adat dan budaya tanah air, serta peningkatan karakter masyarakat. Dalam perspektif ekologi, dapat memajukan industri perjalanan barang dan administrasi seperti kekayaan dan keunikan alam dan laut dan kemungkinan reguler lainnya. Industri perjalanan harus diawasi dengan baik oleh semua pertemuan, dari otoritas publik, area pribadi, hingga jaringan lingkungan, dan pelancong itu sendiri. (Damiasih dan Ria, 2017:25). Kualitas adalah sesuatu yang penting dalam latihan industri perjalanan sebagai alat untuk menghadapi apa yang akan datang.‖
(Kiswantoro dan Damiasih, 2018:58).
B. Kajian Teori 1. Ilmu Pariwisata
Sesuai dengan Peraturan Industri Perjalanan No. 10 Tahun 2009 bahwa industri perjalanan wisata adalah berbagai kegiatan industri
10 perjalanan dan ditegakkan oleh berbagai kantor dan administrasi yang diberikan oleh daerah, ahli keuangan, pemerintah. juga, Pemerintah Lingkungan. Disisi lain industri pariwisata terkait dengan industri perjalanan dan pada dasarnya merupakan gerakan yang beragam dari semua jenis, kebutuhan setiap individu dan negara, serta jaringan turis dan regional, pelancong individu, otoritas, wilayah, dan visioner bisnis.Industri perjalanan adalah segala sesuatu-yang berhubungan dengan industri perjalanan, termasuk pelaku bisnis barang dan atraksi wisatawan serta organisasi yang berhubungan dengan pemasok industri perjalanan, misalnya pertukaran area, losmen, tempat makan dan kunjungan wisatawan (Rosalina dan Yerika, Mei 2018)
2. Daya Tarik Wisata
Sesuai peraturan bisnis pergerakan No. 10 Tahun 2009 Tempat Liburan adalah berbagai produk biasa, sosial dan buatan yang dijadikan sebagai tujuan wisata atau daerah, dengan keunikan, keunggulan, dan nilai.
Tempat liburan merupakan bagian penting yang harus dimiliki tempat liburan, karena menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk terus mengunjungi tempat liburan yang menarik dan tak kenal lelah.
Destinasi liburan merupakan hal mendasar yang harus dimiliki oleh sebuah tempat berlibur karena merupakan daya tarik untuk membawa wisatawan untuk selalu berkunjung ke tempat wisata yang menarik dan tidak melelahkan.
11 Wisatawan mempertimbangkan segala bentuk kunjungan, produk harus dirancang dalam sebuah paket yang terdiri dari komponen berwujud atau tidak berwujud dan aktivitas di destinasi harus dapat dirasakan oleh wisatawan sebagai pengalaman yang bersesuaian dengan harga pasar.
Paling tidak ada lima komponen yang harus dipertimbangkan saat membuat tawaran produk wisata, yaitu atraksi dan lingkungan, fasilitas dan layanan, aksesbilitas, citra destinasi, dan harga (Hasan, 2015:167)
Destinasi liburan adalah-sesuatu yang menarik dan membuat wisatawan mengunjungi suatu tempat atau daerah, destinasi liburan biasanya merupakan barang-barang yang jarang terjadi dan dilihat secara konsisten. (Syamsu 2018:75)
3. Covid-19 (Corona Virus)
Coronavirus merupakan virus baru yang-pertama kali terdeteksi di Wuhan, China pada awal tahun 2020. Setelah itu, virus dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Virus ini menular dengan sangat cepat dan menyerang sistem pernapasan manusia. Jika sistem kekebalan tubuh tidak terlalu kuat, dapat menyebabkan kematian orang yang terinfeksi. Dengan virus mematikan ini, WHO (World-Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia telah memperingatkan dunia untuk melakukan 5M.
Yakni, cuci tangan pakai sabun, pakai masker, jauhi keramaian, jaga jarak minimal 1 meter, dan kurangi mobilitas sosial. Ini mengurangi mobilitas dan penyebaran virus corona.
12 4. Strategi Pengembangan
Strategi adalah sarana untuk mencapai tujuan, dan untuk mengembangkannya, konsep strategi perlu dikembangkan, dan diperlukan pendapat serta gagasan tentang strategi berbeda dari orang ke orang.
Strategi dalam dunia usaha atau bisnis diperlukan untuk mencapai visi dan misi organisasi dan untuk mencapai tujuan atau sasaran, baik saat ini maupun jangka panjang.
Seperti yang diungkapkan oleh M. Liga Suryadana dalam Putra (2019:18) ada beberapa bagian fundamental dari industri travel yang harus diperhatikan dalam kemajuan industri travel. Bagian-bagian ini meliputi:
a. Daya Tarik b. Keterbukaan c. Fasilitas
d. Organisasi dewan
13 Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Embung Walitis Temanggung
Pada Masa Pandemi Covid-19
Faktor Internal:
1. Aksesibilitas 2. Fasilitas 3. Pelayanan 4. Sdm 5. Organisasi 6. Potensi 7. Kebersihan 8. Keamanan 9. Pendanaan Pengumpulan Data:
a. Observasi b. Dokumen Faktor Eksternal:
1. Pesaing 2. Regulasi 3. Target Pasar 4. Promosi 5. Wisatawan 6. Teknologi 7. Prokes
BAB III
METODOLOGI DAN DATA
A. Metodologi Penelitian 1. Diagram Alur Peneliti
Gambar 1.Kerangka-Pemikiran
Dalam Artikel ilmiah ini, peneliti menggunakan diagram alur untuk mempermudah dalam melakukan penelitian, hal yang pertama dilakukan penulis adalah memilih kasus yang berada di Embung Walitis,
Analisi-SWOT
Hasil
14 Selopampang, Temanggung, kemudian peneliti melanjutkan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi secara langsung ke lapangan, setelah data dikumpulkan peneliti melakukan pengolahan data dengan menggunakan analisis SWOT dan informasi- informasi yang diperoleh dari informasi dari Dinas Pariwisata Temanggung, Pengelola Embung dan wisatawan. Kemudian menjadi artikel ilmiah yang berjudul Strategi Pengembangan Embung Walitis Selopampang Temanggung di Masa Pandemi Covid-19
2. Jenis-Penelitian
Penulis menggunakan strategi subjektif yaitu suatu metode untuk menyelidiki dengan melihat keadaan-objek yang diteliti melalui penggambaran, pemahaman atau penjelasan suatu peristiwa di masa sekarang dengan intinya adalah membuat penggambaran yang teratur, dapat diverifikasi dan tepat dari realitas saat ini, sifat dan hubungan antara kekhasan yang dieksplorasi. Penulis menggunakan metode kualitatif metode ini merupakan tata cara riset yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme, dipakai buat mengkaji pada situasi obyek yang alami, (selaku lawannya merupakan eksperimen) di mana penulis merupakan selaku instrumen utama, Metode pengumpulan informasi dikerjakan dengan cara triangulasi ( kombinasi observasi, wawancara, dokumentasi), analisa informasi bersifat induktif atau kualitatif, serta hasil riset kualitatif lebih mementingkan arti ketimbang generalisasi. (Sugiyono, 2016: 9).
15 B. Data
1. Lokasi, Waktu, dan Objek Penelitian
Lokasi : Embung Walitis Temanggung
Waktu : Desember 2021
Objek Penelitian : Embung Walitis 2. Penetapan Populasi dan Sampel
Eksplorasi ini menggunakan strategi purposive inspecting, yaitu prosedur pengujian sumber informasi dengan perenungan tertentu (Sugiyono, 2016:85). Misalnya, individu dianggap paling tahu tentang apa yang kita antisipasi.
3. Teknik Pengumpulan-Data
Agar penulis dapat melengkapi data yang diperlukan untuk penelitian ini, maka penulis memilih untuk mengumpulkan data.
Pengumpulan data yang dapat digunakan dalam sauatu penelitian adalah dengan menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder.
Sumber data primer adalah data yang didapat secara langsung dari seseorang narasumber, sedangkan sumber data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dapat berupa dokumen atau orang lain.
Berdasarkan hal tersebut, teknik pengumpulan data yang di gunakan oleh penulis ialah sebagai berikut:
a. Wawancara: Teknik pengumpulan data langsung dengan tanya jawab kepada responden untuk mendapatkan informasi data yang penulis butuhkan untuk menyelesaikan penelitian.
b. Observasi : Mengunjungi tempat wisata dengan cara melihat,
16 memperhatikan, mengamati tanpa pengelola, dan secara sistematis merekam aktivitas yang terlibat dalam destinasi tersebut kemudian mencatatnya secara sistematik.
c. Dokumentasi : memngumpulkan data dengan mengambil gambar kegiatan dan teks yang ditemukan di tempat wisata. Ini akan dibutuhkan nanti untuk membantu penulis.
d. Triangulasi: Merupakan teknik pengumpulan data berdasarkan asal yang ada dan menggabungkan banyak sekali teknik pengumpulan data lainnya sebagai satu kesatuan.
4. Teknik Pengolahan Data a. Reduksi
Menurut Sugiyono (2017:249) memaknai bahwa penurunan informasi merupakan interaksi penalaran yang sensitif yang membutuhkan pengetahuan dan keluasan serta kedalaman pemahaman yang tinggi. Untuk analis Orang-orang yang baru, dalam melakukan penurunan informasi dapat berbicara dengan teman atau orang lain yang dianggap sebagai spesialis. Melalui percakapan ini, pengetahuan ilmuwan akan tumbuh, sehingga dapat mengurangi informasi yang memiliki penemuan kritis dan nilai kemajuan hipotesis.
b. Display
Penyajian informasi bisa dicoba dalam wujud table, diagram, pie chart, pictogram serta sejenisnya. Lewat penyajian informasi itu,
17 hingga informasi terorganisasikan, tertata dalam pola ikatan, alhasil hendak terus menjadi gampang difahami. (Sugiyono, 2016:249).
Berdasarkan hal tersebut, penulis telah menyajikan data yang diperoleh di lapangan menjadi tersusun dalam bentuk diagram pie chart supaya mudah untuk dipahami dan rapi.
c. Verifikasi
Langkah ketiga dalam menggali data abstrak seperti yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2016: 252) adalah melakukan assurance dan affirmasi. Kiat mendasar yang telah dibuat akan berubah jika keadaan di lapangan tidak sesuai dengan kebenaran yang ditemukan oleh peneliti di lapangan. kemudian, sekitar itu, penyelidikan akan dilanjutkan dengan data yang menyertainya. Bagaimanapun, dengan asumsi ujung yang dibuat ke arah awal ditegakkan atau sesuai dengan kenyataan saat ini di lapangan, maka ujung alas tidak valid.
18 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Gambaran-Umum Kabupaten Temanggung
Gambar 2. Peta Kabupaten Temanggung
Temanggung adalah sebuah wilayah seluas 870,6 km2 di Focal Java, Indonesia. Ibukotanya adalah Temanggung. Rezim Temanggung diapit oleh Pemerintahan Kendal di utara, Pemerintahan Semarang di timur, Pemerintahan Magelang di selatan, dan Pemerintahan Wonosobo di barat.
Rezim Temanggung terletak pada 10°23'110°46'30'' Bujur Timur dan 7°14'- 7°32'35'' Lingkup Selatan. Wilayah Rezim Temanggung secara topografis dan moneter terletak di tiga fokus keuangan Jawa Focal dan Kabupaten Unik Yogyakarta (DIY): Semarang (77 km), Yogyakarta (64 km) dan Purwokerto (134 km). Berdasarkan zona geografi fisik,
19 Kabupaten Temangung dibagi menjadi dua zona.
a. Zona pegunungan yang berupa pegunungan dengan rangkaian pegunungan dan lembah serta lereng yang curam, dan
b. Zona depresi sentral adalah dataran yang didukung oleh sungai dan lembah yang subur.
Menurut RPJMD Kab. Temanggung, Pemerintahan Temanggung memiliki geografi yang rumit dan berbeda sesuai dengan wilayah biasa yang diliputi oleh pegunungan dan pegunungan. Geologi daerah tersebut berupa persawahan, lereng, pegunungan, lembah, dan pegunungan dengan kemiringan antara 0% - 70% baik tingkat kemiringannya.
Akses menuju Temanggung sangat mudah terlebih jalanan Temanggung sudah dapat dilalui kendaraan bermotor. Namun dikarenakan di Temanggung sendiri belum tersedia stasiun maupun bandara, wisatawan luar kota dapat mengakses dengan pemberentian di Stasiun dan Bandara Terdekat seperti di Kota Yogyakarta dan Kota Semarang. Untuk menuju Kota Temanggung dari Kota Yogyakarta dapat menggunakan travel dan transportasi umum karena akses sudah mudah terlebih bagi wisatawan yang tidak membawa kendaraan-pribadi, namun jika menggunakan kendaraan pribadi dari Yogya maupun Semarang memakan waktu sekitar 2-3 jam tergantung kondisi jalan apakah sedang ramai atau sepi.
Kabupaten Temanggung sendiri memiliki fasilitas seperti beberapa hotel dan penginapan, terminal, supermarket, cinema bioskop, resort, dll.
Kabupaten Temanggung menyimpan banyak potensi alam yang bisa
20 dinikmati dan dipergunakan di bidang sektor pariwisata. Dengan letak Geografis yang strategis dapat menjadi pusat perhatian bagi wisatawan dengan daya Tarik yang disuguhkan di Temanggung.
Selain mengandalkan keindahan alam nya Kabupaten Temanggung pun mempunyai kebudayaan adat yang lekat dengan masyarakat dan sampai saat ini masih dilakukan atau di peringati seperti Sadran Tenong desa Ngemplak, Malam 1 Sura desa Traji,dll. Di Kabupaten Kuningan terdapat beberapa wisata Curug, Desa wisata, Hutan pinus dll, dikarenakan berada di kaki Gunung Sindoro dan Sumbing. Temanggung banyak menyimpan berbagai macam jenis flora dan fauna yang beragam dan khas salah satu flora khas adalah Tembakau sedangkan fauna di Temanggung adalah Ayam Kedu atau Ayam Pelung.
2. Embung Walitis Selopampang
Gambar 3. Peta Lokasi Embung Walitis
Embung Walitis merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di Desa Jetis, Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung, Jawa
21 Tengah. Dulunya, tempat ini dinamakan Embung Jetis karena lokasinya ada di Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kemudian nama tempat ini diubah menjadi Embung Walitis.
Walitis sendiri berasal dari nama pohon yang berada jauh di dalam Hutan Rasamala di belakang Embung. Perkiraan ukuran pohon adalah sekitar 6 orang dewasa dengan tangan terjalin dan direntangkan. Pohon Walitis sendiri merupakan pohon paling tua, paling besar dan penuh misteri dimana dipercaya pohon tersebut adalah titisan salah satu anggota Wali Songo bernama Ki Ageng Makukuhan yang menancapkan tongkatnya dengan kemudian tumbuh menjadi pohon besar tersebut. Salah satu keunggulan Embung adalah sumber air yang digunakan untuk mengairi sawah di sekitarnya. Dulu, embung ini digunakan untuk sistem irigasi warga sekitar, namun berubah menjadi Destinasi Wisata baru setelah dikelola oleh BUM Desa yang dirancang menjadi taman wisata Embung Walitis dengan gaya-gaya kekinian ala milenial saat ini dengan keindahan alamnya. Embung secara alami memanfaatkan keindahan alam sebagai destinasi wisata alam. Tempat wisata ini juga berada di jalur alternative Temanggung – Windusari Magelang. Pembuatan Embung Walitis ini untuk mengangkut pasokan air untuk tanaman Hortikultura seperti tomat, kubis, dan sayuran lainnya. Wisata Embung Walitis ini menjadi objek wisata alam untuk para wisatawan baik lokal maupun luar daerah yang berkunjung ke Temanggung.
22 Saat ini Embung Walitis merupakan salah satu tujuan wisata baik di sekitar Temanggung maupun di pinggiran Temanggung. Embung Walitis yang sudah berkembang hingga saat ini membuat Dinas Pariwisata ikut mengembangkan dan mendukung dengan memberikan dana awal untuk pengelolaan. Dinas Pariwisata ikut membantu dengan pengadaan Gazebo dan fasilitas yang ada di Embung Walitis, namun saat ini Embung Walitis mendapat pendanaan melalui ticketing dan UMKM hasil masyarakat sekitar tetapi tetap dalam pengawasan Dinas Pariwisata Temanggung.
Embung Walitis yang terletak di Desa Selopampang, dapat dijangkau sekitar 30 menit dari kota Temanggung. Akses yang dilalui dari kota Temanggung cukup bagus karena jalanan sudah beraspal dengan jalan yang cukup lebar, namun saat mulai memasuki desa Selopampang jalan semakin kecil terlebih akses yang dilalui melewati permukiman warga sehingga harus berhati hati dan mengatur kecepatan yang normal saat melewati jalan pemukiman. Memasuki gapura menuju Embung Walitis jalan yang dilalui sudah berupa jalan cor namun saat sudah mendekati objek wisata jalan masih berbatu dan menanjak, wisatawan juga harus berhati-hati saat berpapasan dengan kendaraan yang naik dan turun.
Wisata Embung Walitis menyediakan beberapa wahana untuk para wisatawan yang berkunjung. Di antaranya bebek air, trampolin, spot foto yang menarik dan terdapat replika perahu. Selain Terdapat Wahana, di Embung Walitis terdapat panggung pentas yang digunakan untuk live music, pertunjukan budaya dan seni khas Temangung seperti Warokan,
23 kesenian Soreng dan pertunjukan kebudayaan lainnya dengan tentunya partisipasi dari masyarakat. Disediakan pula sejumlah spot-spot yang instagramable, seperti replika kapal. Untuk harga tiket masuk, wisatawan cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp.10.000, untuk wahana bebek air atau trampoline jugasama yaitu sebesar Rp.10.000. Untuk jam operasional Embung sendiri dibuka tiap hari pukul 06.00 – 18.00 WIB. Adanya POKDARWIS dalam mengelola Embung Walitis mendorong dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan di Embung Walitis baik keikutsertaan dalam pentas seni maupun pengelolaan. Pada akhir pekan, ramai dengan wisatawan yang berkunjung. Embung Walitis memiliki banyak event kebudayaan, sehingga tidak hanya dapat menikmati keindahan alam tetapi juga budaya asli daerah tersebut.
Embung Walitis juga menyediakan gazebo untuk bersantai, arena bermain untuk anak anak bermain, dan tentunya tersedia kantin dan beberapa umkm hasil masyarakat desa yang tentunya dapat dinikmati oleh pada pengunjung. Wisatawan juga tidak perlu kawatir karena di Embung Walitis menyediakan toilet dan mushola yang dapat digunakan untuk wisatawan menunaikan ibadahnya. Tak hanya itu tersedia juga lahan parkir bagi kendaraan para wisatawan pun cukup aman dan luas untuk beberapa motor, namun untuk kendaraan bemobil dapat di parkirkan di sepanjang jalan samping jalan utama yang tentunya ada petugas yang sudah membantu untuk memparkirkan kendaraaan.
Pelayanan pengelola Embung Walitis juga sangat baik dan ramah terhadap wisatawan, sesampainya di Embung Walitis wisatawan
24 langsung di bantu untuk mendapatkan tempat parkir. Wisatawan juga mendapatkan welcome drink 1 tiket berlaku untuk 1 botol minuman.
Sapaan dan sambutan dari para pengelola juga sangat sopan dan ramah.
Pengelola yang bertugas juga sangat informatif saat ada wisatawan yang bertanya mengenai Embung Walitis. Hubungan antar sumber daya manusia yang sudah terjalin juga sangat baik, dengan adanya sumber daya manusia yang baik dan mempunyai visi dan misi yang sama dapat mendorong perkembangan Wisata Embung Walitis agar lebih signifikan.
Tersedianya tempat sampah yang terpisah antara organic maupun non organic di beberapa titik membuat Embung Walitis terlihat cukup bersih.
Faktor eksternal yang menjadi pesaing objek wisata embung walitis berdasarkan hasil pengamatan penulis tidak ada. Karena embung walitis sendiri adalah objek wisata satu satunya di kabupaten Temanggung yang tidak hanya menonjolkan daya tarik tempat wisata nya saja tapi juga daya tarik kebudayaan lokal setempat. Dimana daya tarik kebudayaan tersebut masih sangat jarang ditonjolkan di destinasi wisata lainnya di kabupaten Temanggung. Karena adanya inovasi dari pengoptimalan daya tarik tempat wisata dari sisi kebudayaan menjadi point tambahan bagi embung walitis sebagai objek wisata yang memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki destinasi wisata lainnya.
Regulasi destinasi wisata embung walitis sudah diatur dan diakui dalam Peraturan Resmi Bupati Temanggung delam mengelola destinasi wisata alam yang ada. Baik wisata alam alami ataupun wisata alam buatan. Pihak masyarakat sekitar juga telah mengakui kehadiran destinasi
25 wisata embung walitis di desa mereka, karena dengan adanya kehadiran destinasi wisata alam di desa mereka masyarakat sekitar menyadari adanya potensi pengembangan desa di masa yang akan terutama dari segi ekonomi. Maka dari itu semakin banyak juga masyarakat yang sadar untuk turut serta membantu pengembangan destinasi wisata embung walitis.
Target pasar dari destinasi wisata embung walitis sendiri dari berbagai macam kalangan. Baik dari remaja, pekerja, anak anak dan lansia. Karena sudah cukup optimalnya akses yang mudah dijangkau menuju destinasi wisata embung walitis menjadikan destinasi wisata ini mudah untuk dijangkau berbagai macam kalangan. Semakin banyak suatu destinasi wisata menjangkau target pasarnya semakin besar juga peluang destinasi wisata tersebut menjadi aset desa yang mengembangkan kemajuan nya di massa yang akan datang. Dengan adanya peluang jangkauan target pasar tersebut pengelola destinasi wisata embung walitis yang saat ini dikelola oleh POKDARWIS berusaha mengoptimalkan berbagai macam fasilias yang ada agar tidak mengecewakan target pasar yang telah masuk ke destinasi wisata tersebut sehingga ketika destinasi wisata embung walitis mampu memuaskan terget pasar diharapkan mereka dapat kembali datang ke destinasi wisata kembali tidak hanya sekali datang.
Promosi dari destinasi wisata embung walitis telah dikelola oleh POKDARWIS setempat dibantu oleh masyarakat muda sekitar embung walitis untuk menungkatkan eksistensi embung walitis melalui media
26 sosial. Salah satu media sosial yang digunakan oleh embung walitis adalah Youtube dan Instagram. Media sosial akun instagram embung walitis saat ini sudah memperoleh followers hampir 1000 pengikut dan masih terus bertambah dengan adanya pertambahan konten yang dibagikan di akunnya, beberapa konten yang disebarkan oleh akun embung walitis sendiri seperti pentas seni yang diadakan di embung walitis, fasilitas yang disediakan di embung walitis dan view atau pemandangan yang disuguhkan dari destinasi wisata embung walitis sediri. Untuk akun youtube yang tersedia dari embung walitis sendiri belum ada akun official yang resmi dikelola oleh pengelola embung walitis, namun konten youtube embung walitis sudah tersedia lewat masyarakat. Youtuber atau content creator yang mempublikasi kunjungan mereka ke embung walitis yang disuguhkan dalam bentuk vidio di youtube. Tidak hanya youtube bahkan beberapa website juga sudah banyak membahas embung walitis meskipun belum ada website official yang dikelola oleh pengelola destinasi wisata embung walitis.
Dengan adanya media sosial melalui youtube, instargram dan website secara tidak langsung akan mengangkat eksistensi embung walitis di masa sekarang ataupun masa yang akan datang.
Wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata alam embung walitis berasal dari seluruh kalangan baik anak anak, remaja, dewasa, pekerja, lansia dari berbagai macam kota. Meskipun rata rata wisatawan yang berkunjung ke embung walitis masih dominan dari wilayah jawa tengah akan tetapi pengelola menargetkan peningkatan promosi dan
27 fasilitas embung walitis supaya destinasi wisata embun ini dapat semakin eksis sehingga dapat mencakup ke wisatawan luar wilayah jawa tengah bahkan wisatawan mancanegara. Mudahnya akses menuju ke embung walitis menjadikan objek wisata ini mudah dijangkau dari berbagai macam kalangan usia dan pekerjaan. Jumlah wisatawan yang berkunjug ke destinasi wisata embung walitis rata rata meningkat pada weekend dan tanggal merah karena mengingat banyak masyarakat yang memiliki waktu luang untuk liburan dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Tempat yang asri hijau sejuk dan nyaman manjadikan destinasi wisata alam embung walitis menjadi tujuan wisatawan dari kota metropolitan untuk berlubur menjauh dari hiruk pikuk ramainya kota.
Teknologi yanng disediakan sebagai fasilitas embung walitis memang belum terlalu lengkap seperti beberapa destinasi wsiata yang ada dikota hal ini disebabkan karena lokasi dari embung walitis ini cukup jauh dari kota Temanggung dan masih banyaknya masyarakat konvensional di desa. Beberapa masyarakat muda desa tetapi sudah mulai berusaha untuk meningkatkan teknologi dengan adanya pembayaran non-tunai di masa pandemi untuk mengurangi transaksi secara langsung mencegah penularan covid. Hal ini sudah menjadi inovasi yang baik untuk membuka masuknya teknologi baru di destinasi wisata embung walitis seperti CCTV dan ATM atau teknologi lainnya.
Harapan dari POKDARWIS sekitar selaku pengelola embung walitis berharap adanya campur tangan dari pihak pemerintah untuk melengkapi adanya fasilitas teknologi di embung walitis agar destinasi wisata
28 kabupaten temanggung dapat semakin maju salah satunya embung walitis untuk mengangkat sektor wisata dan perekonomian kabupaten Temanggung sendiri.
Pada masa New Normal, banyak wisatawan yang berkunjung karena setelah sekian lama wisatawan tidak berkunjung dan berwisata.
Keadaan semakin membaik dari waktu ke waktu, dan wisatawan tidak perlu bingung untuk bepergian, apalagi dengan ketersediaan vaksin, namun tentunya akan tetap mengikuti protokol kesehatan. Embung Walitis juga menawarkan beberapa perjanjian kesehatan seperti spanduk untuk tetap mengupayakan protokol kesehatan namun belum tersedianya tempat cuci tangan, pengecekkan suhu dan handsanitizer. Akan tetapi mengingat sudah semakin banyak nya trend untuk vaksin ke 3 semakin banyak juga destinasi wisata sekaligus area area publik yang membebaskan masyarakat untuk akses keluar masuk. Sehingga protokol kesehatan sudah bukan menjadi prioritas utama yang harus diadakan di suatu area publik. Meskipun demikian pihak POKDARWIS sudah siap jika ada anjuran dari pemerintah untuk melengkapi protokol kesehatan di masa yang akan datang apabila kasus covid kembali menghawatirkan ketika terjadi keramaian di area publik.
3. Deskripsi Informan
Penggambaran responden sangat berharga untuk mendapatkan gambaran tentang atribut populasi yang sedang dipertimbangkan.
Informasi responden diperoleh dari wawancara selama review. Penentuan responden ini terdiri dari pengurus dan wisatawan.
29 a. Usia
Pada umur, diisolasi menjadi 5 (lima) klasifikasi dari 100 responden, yaitu umur spesifik 14< tahun sebanyak 1% (1individu), umur 15-25 tahun sebanyak 61% (61 individu), dewasa 26-35 tahun sebanyak 25% (25individu), usia 36-45 tahun sebanyak 8% (8 individu), usia 46> tahun sebanyak 5% (5 individu).
Gambar 4. Diagram Berdasarkan Usia b. Jenis Kelamin
Sifat responden dilihat dari arahnya terbagi menjadi 2 (dua) kelas, yaitu perempuan dan laki-laki. Dari 100 (seratus) responden, 53% (53 orang) responden berjenis kelamin laki-laki dan 47% (47 orang) responden berjenis kelamin perempuan.
Gambar 5. Diagram Berdasarkan Jenis Kelamin
30 c. Pekerjaan
Dilihat dari 100 (seratus) responden, pekerjaan responden dalam klasifikasi tersebut adalah 5 (lima) orang khususnya pegawai negeri sebanyak 3% (3 orang), mahasiswa atau mahasiswi sebanyak 55% (55 orang), Business visioner sebanyak 24% (24 individu), Business visioner sebanyak 16% (16 individu), dan lainnya sebanyak 2% (2 individu).
Gambar 6. Diagram Berdasarkan Pekerjaan d. Pendidikan
Berdasarkan pendidikan terakhir dari 100 (seratus) responden, dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu SD sebanyak 1% (1 orang), SMP sebanyak 11% (11 orang), SMA sebanyak 73% (73 orang), dan Sarjana/ Diploma sebanyak 15% (15 orang).
Gambar 7. Diagram Berdasarkan Pendidikan
31 4. Pengaruh Faktor Lingkungan
a. Faktor Lingkungan Internal 1) Aksesbilitas
Menuju Embung Walitis Temanggung dibutuhkan waktu sekitar 30 menit atau sekitar 14,8 kilometer dari pusat kota Temanggung. Untuk kendaraan roda dua maupun roda empat sudah bisa melewati jalanan menuju Embung Walitis. Namun setelah memasuki desa Selopampang akses perjalanan melewati jalur pedesaan atau pemukiman warga sehingga jalanan cukup ramai dan padat kendaraan bermotor maupun kendaraan yang sekiranya berpapasan. Memasuki gapura Embung walitis jalanan sudah berupa jalan cor namun di 10 menit terakhir jalan berbatu, dan semakin sempit, terlebih jalanan terus menanjak dan cukup curam. Terkadang terjadi kemacetan saat adanya kendaraaan berpapasan khusunya untuk kendaraan beroda empat.
2) Fasilitas
Fasilitas yang terdapat di kawasan Embung Walitis sudah tersedia toilet, mushola, gazebo, tempat parkir, kursi untuk bersantai. Tak hanya itu spot spot foto juga menjadi salah satu atraksi di Embung Walitis. Pembayaran ticketing dan lain lain pun sudah di dukung menggunakan dompet digital Link-id, sehingga wisatawan tidak berkontak langsung dengan uang tunai. Menurut penulis Embung walitis dapat menambahkan fasilitas seperti
32 kamera CCTV, ATM, penginapan, toko khusus souvenir atau merchandise, food court atau café karena di kawasan embung hanya tersedia 1 kantin yang menawarkan makanan serta merchandise. Dengan adanya fasilitas yang lebih lengkap akan membuat para pengunjung nyaman dan puas.
3) Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia di Embung Walitis sebagian besar penduduk lokal asli daerah tersebut, sehingga masih banyak warga yang mengelola hasil sawah dan perkebunan milik pribadi.
SDM di Embung Walitis terbilang sudah cukup memadai walaupun ada beberapa pekerja di Embung Walitis yang belum tersertifikasi dan semoga dengan adanya POKDARWIS bisa memfasilitasi pelatihan untuk meningkatkan SDM di Embug Walitis.
4) Hubungan Antar SDM
Hubungan antara sumber daya manusia merupakan salah satu factor yang tidak kalah pentingnya dengan faktor internal lainnya. Sebab, dengan baiknya hubungan antar sesama maka dapat mendorong perkembangan wisata menjadi signifikan. Hal ini juga menjadi faktor Embung Walitis dikenal oleh banyak kalangan. Dikelolanya Embung Walitis dengan kerjasama yang baik antar POKDARWIS dan masyarakat sekitar juga dapat menunjang tingkat wisatawan yang berkunjung.
33 5) Pelayanan
Pelayanan pengelola Embung Walis sangat baik dan pengelola ramah terhadap pengunjung. Sesampai di Embung Walitis wisatawan dibantu untuk diarahkan ke tempat parkir. Saat membeli tiket, wisatawan juga mendapatkan welcome drink berupa minuman Teh Pucuk Harum. Pengelola juga mengarahkan ke tempat yang masih tersedia baik gazebo maupun tempat untuk menonton kesenian pentas seni. Sambutan dan sapaan pengelola juga ramah dan sopan.
6) Organisasi
Embung Walitis sudah dikelola oleh POKDARWIS yang dibentuk oleh masyarakat khususnya kalangan pemuda warga Jetis, Selopampang. Dengan adanya organisasi yang terbentuk selain memudahkan koordinasi, masyarakat dapat dengan produktif berperan aktif dalam mengelola potensi destinasi yang ada di desa tersebut.
7) Pendanaan
Pemerintah sempat memberikan dana untuk Embung Walitis, namun hanya sekali tidak menjadi pendanaan rutin sehingga sampai sekarang pendanaan Embung Walitis berasal dari ticketing, penjualan UMKM, dan merchandise hasil karya pemuda di daerah tersebut.
34 8) Potensi Wisata
Selain memiliki pemandangan yang indah dan sejuk, Embung Walitis juga memiliki Hutan yang dikenal sebagai Hutan Rasamala. Hutan tersebut terdapat pohon yang besar yang bernama Pohon Walitis. Tak hanya itu di Embung Walitis juga mempunyai potensi wisata dengan menyuguhkan keindahan alam disertai event pentas seni yang khas dan unik dari masyarakat setempat.
9) Kebersihan
Embung Walitis sudah cukup bersih dari sampah organic dan non- organik. Hanya saja masih ada dibeberapa titik terdapat sampah dedaunan dan beberapa sampah di sekitar tempat sampah dari wisatawan yang kurang tepat dalam memasukkan sampah ke tempat sampah.
10) Keamanan
Keamanan merupakan sesuatu faktor penting dalam berwisata, hal ini menjadi penetu wisatawan hendak datang ke suatu wilayah. Untuk menuju ke Embung Walitis biasanya wisatawan menggunakan kendaraaan pribadi baik bermotor maupun bermobil, akan tetapi jalan menuju ke Embung Walitis melewati jalan pemukiman yang cukup ramai, sehingga hal tersebut menciptakan wisatawan untuk lebih berhati hati saat melewati akses menuju Embung Walitis. Saat di Embung Walitis keamanan disana cukup aman karena petugas juga menjaga
35 kendaraan yang diparkir. Hanya perlu menambahkan rambu – rambu keselamatan dibeberapa titik agar pengendara dapat memperkirakan jika berpapasan dengan kendaraan lain.
Tabel 1.
Analisis Faktor Lingkungan-Internal
NO Faktor Strenght Weakness
1. Aksesbilitas-menuju Embung Walitis masih harus banyak perbaikan dan perataan aspal karena masih ada beberapa yang berbatu dan curam
√
2. Fasilitas yang ada di lokasi cukup lengkap, namun fasilitas yang lain seperti food court, tidak tersedia hanya tersedia kantin kecil.
√
3. Sebagian besar SDM mengelola pesawahan dan perkebunan milik pribadi.
Banyak juga yang bekerja sebagai buruh pekerja tembakau terlebih di musim tembakau dan SDM di sekitar sudah dilibatkan dalam organisasi yang ada di Embung Walitis
√
4. Untuk hubungan antara SDM sudah sangat baik dan bisa bekerja sama dengan baik dalam bentuk kelompok maupun
√
36 individu dikarenakan mempunyai visi dan
misi yang sama.
5. Pelayanan yang diberikan sudah sangat baik dan ramah.
√
6. Di Embung Walitis sudah terdapat organisasi seperti POKDARWIS yang di isi dengan para pemuda masyarakat sekitar
√
7. Pendanaan di Embung Walitis di dukung oleh Pemerintah Dinas Pariwisata di awal pembentukan dan setelah itu pendanaan dilakukan secara mandiri dari tiket
wisatawan yang berkunjung
√
8. Embung Walitis mempunyai potensi yang bagus dan dapat dikembangkan lagi.
√
9. Embung Walitis sudah cukup bersih dan menyediakan banyak tempat sampah di setiap sudut
√
10. Embung Walitis sudah cukup aman dan terjaga untuk para pengunjung
√
Tabel 1. Analisis Faktor Lingkungan Internal
37 b. Faktor Lingkungan-Eksternal
1) Regulasi
Dalam pengelolaan Wisata Embung Walitis yang merupakan suatu kawasan wisata berbasis wisata alam tersebut sudah mendapat izin dan pengakuan dari pemerintah dan Dinas Pariwisata Kabupaten Temanggung dan tentunya dari masyarakat sekitar yang mendukung adanya perkembangan Wisata Embung Walitis.
2) Pesaing
Berdasarkan observasi dan wawancara tidak terdapat pesaing dengan atraksi yang sama dengan Embung Walitis yang berbasis wisata alam dengan perpaduan kesenian yang khas dari desa setempat. Embung walitis sendiri adalah objek wisata satu satunya di kabupaten Temanggung yang tidak hanya menonjolkan daya tarik tempat wisata nya saja tapi juga daya tarik kebudayaan lokal setempat. Dimana daya tarik kebudayaan tersebut masih sangat jarang ditonjolkan di destinasi wisata lainnya di Kabupaten Temanggung
3) Wisatawan
Yang berkunjung ke Wisata Embung Walitis kebanyakan berasal dari wisatawan lokal karena Embung Walitis belum memasarkan atau menargetkan ke wisatawan mancanegara.
Wisatawan yang berkunjung pun dominan dari dalam kota namun
38 sudah mencapai diluar kecamatan Selopampang seperti Kecamatan Parakan, Ngadirjo, dll. Para wisatawan rata-rata anak muda dan remaja karena ingin memanfaatkan spot foto, keindahan alam, dan menikmati pentas seni dalam event yang di adakan setiap minggu dan hari tertentu di Embung Walitis tetapi untuk wisata keluarga pun banyak yang berkunjung.
4) Target Pasar
Embung Walitis masih dikelola oleh POKDARWIS dan dengan bimbingan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Temanggung, akan tetapi dinas bekerjasama dengan POKDARWIS dan masyarakat disana untuk menjaga dan mengembangkan Embung Walitis untuk menjadi destinasi wisata yang sasaran utama pengujungnya dari beberapa kalangan, walaupun berbasis alam target pasarnya adalah seluruh kalangan.
5) Promosi
Embung Walitis ini dipromosikan melalui sosial media yang di bantu oleh pihak Dinas Pariwisata melalui website. Walaupun promosi melalui sosial media sangat bagus tetapi pihak pengelola Embung Walitis secara keseluruhan belum efektif untuk memasarkan Embung Walitis di sosial media dan perlu variasi yang lebih agar bisa memuaskan.
39 6) Teknologi
Embung Walitas ini belum adanya teknologi yang memadai, teknologi yang belum dimanfaatkan seperti wifi, mesin tiket, mesin atm, cctv dan lain-lain. Pihak pengelola baru menggunakan sosial media seperti facebook, website, google maps untuk parawisatan yang ingin berkunjung. Terdapat juga akun Instagram yang sudah dikelola cukup baik. Pembayaran di Embung Walitis sudah tersedia dengan metode cash maupun dompet digital seperti Link-id.
7) Protokol Kesehatan
Protokol kesehatan saat ini penting untuk semua orang terutama pada masa pandemi. Di Embung Walitis ini berdasarkan dari observasi dan wawancara yang telah dilakukan penulis menyatakan bahwa saat ini sudah tidak terterapkan seperti saat pertama kali adanya pandemi. Hal ini disebabkan jarangnya pengunjung yang datang dalam kondisi sakit. Dan jika ada wisatawan yang berkunjung pada masa awal pandemi atau pemerintah menerapkan peraturan untuk menerapkan protokol mereka taat terhadap peraturan, wisatawan banyak yang sudah menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker.
Akan tetapi ada beberapa orang beranggapan kita semua bisa sehat tanpa menggunakan masker karena jauh dari kerumunan orang datang dari luar daerah.
40 Pengelola Embung Walitis menerapkan protokol kesehatan seperti himbauan berupa poster dan banner, namun saat ini sudah tidak tersedia tempat untuk cuci tangan maupun handsanitizer, tidak ada pengecekan suhu di pintu masuk dan tidak ada akses aplikasi Peduli Lindungi.
Tabel 2
Analisis Faktor Lingkungan-Eksternal
No Faktor Opportunities Threats
1. Sudah adanya izin dan regulasi dari Pemerintah dan Dinas Pariwisata Kabupaten Temanggung
√
2. Tidak adanya pesaing dengan atraksi wisata yang sama dan daya tarik yang sama di sekitar
√
3. Saat ini wisatawan berasal dari wisatawan lokal saja
√
4. Target kedepannya Embung walitis mencakup semua umur dan wisatawan luar daerah Kab.
Temanggung
√
5. Promosi yang dilakukan oleh pihak pengelola belum efektif terbukti dari hasil wawancara kepada pengunjung
√
41 yang lebih banyak mengatakan
mengetahui Embung Walitis dari kerabat atau keluarga
6. Teknologi di Embung Walitis belum memadai dan dimanfaatkan dengan baik seperti penggunakan akun social media yang kurang efektif
√
7. Protokol kesehatan belum terlalu lengkap dan belum maksimal
√
Tabel 2. Analisis Faktor Lingkungan Ekstenal 5. Analisis SWOT
Dilakukan analisis strategi pengembangan Embung Walitis dengan menggunakan analisis SWOT (strengths, weakness, opportunities, threats). Analisis SWOT digunakan untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang, serta meminimalkan kelemahan dan ancaman.Matrik SWOT Embung Walitis sebagai berikut :
INTERNAL
EKSTERNAL
1. Sudah adanya SDM yang ikut dalam pengembangan wisata Embung Walitis.
2. Hubungan antara SDM yang mengelola saat ini
1. Akses menuju Embung Walitis masih harus banyak perbaikan dan pemerataan
dikarenakan masih banyak bagian yang
42 INTERNAL
EKSTERNAL
cukup baik yaitu dengan persamaan pendapat, visi dan misi untuk mengelola obyek wisata ini kedepannya.
3. Organisasi di Embung Walitis sudah ada, seperti POKDARWIS yang beranggotakan pemuda dan masyarakat sekitar.
4. Pelayanan yang diberikan sudah cukup baik.
5. Pendanaan Embung Walitis saat ini sudah baik karena di dukung diawal oleh Dinas Pariwisata dan setelah beroperasi
menggunakan dana
mandiri yang
didapatkan dari tiket
bebatuan dan belum beraspal.
2. Fasilitas yang ada di Embung Walitis sudah cukup memadai.
Hanya kekurangannya di Food Court, ATM dan penginapan belum ada.
43 INTERNAL
EKSTERNAL
para pengunjung.
6. Potensi Embung Walitis sangat menarik, bahkan bisa dikembangan lagi.
7. Embung Walitis sudah cukup bersih dari sampah
8. Embung Walitis sudah cukup aman untuk para pengunjung
Opportunities (O) Strategi S – O Strategi W - O 1. Sudah adanya izin dan
pengakuan dari pemerintah dan Dinas Pariwisata Kabupaten Temanggung
2. Tidak adanya pesaing dengan atraksi dan daya tarik yang sama di sekitar.
3. Target kedepannya Embung Walitis menjangkau semua
1. Mempertahankan SDM yang sudah ada untuk tetap mengelola Embung Walitis agar bisa menjadi wisata yang bisa bersaing dan berkembang.
2. Mempertahankan komunikasi yang baik antar pengelola yaitu
dengan tetap
mengelola Embung
1. Memperbaiki akses jalan menuju Embung Walitis, dengan pemerataan aspal agar para pengunjung tidak mengalami kesulitan dikarenakan sebagian akses masih bebatuan dan curam.
2. Membangun fasilitas yang belum ada seperti food court,
44 kalangan. Walitis dengan tujuan,
visi dan misi yang sama.
3. Memanfaatkan
organisasi yang ada yaitu Pokdarwis dalam pengelolaan Embung Walitis.
4. Meningkatkan mutu pelayanan kepada wisatawan dengan selalu ramah terhadap pengunjung.
5. Memanfaatkan dan mengoptimalkan dana yang sudah didapatkan dari penjualan tiket.
6. Mengoptimalkan potensi yang ada dengan menambahkan berbagai atraksi agar menarik.
7. Selalu
penginapan dan mesin ATM untuk mempermudah para wisatawan.
45 mempertahankan
kebersihan lingkungan Embung Walitis terutama dari sampah dedaunan.
8. Mempertahankan dan meningkatkan rasa aman dan kenyamanan para pengunjung yang berkunjung ke 9. Embung Walitis
Threats (T) Strategi S – T Strategi W – T 1. Saat ini wisatawan
berasal dari
wisatawan local 2. Promosi sosial media
dan belum efektif 3. Teknologi di
Embung Walitis belum memadai seperti mesin ATM, mesin tiket dan lain- lain
1. Memaksimalkan
potensi wisata yang ada-dengan
menembahkan
beberapa atraksi wisata baru seperti homestay/
villa, kuliner tradisional, warung souvenir, dan lain – lain.
2. Mempertahankan dan
1. Menambah sarana teknologi agar lebih memadai dan mampu menunjang aktivitas wisatawan dan meningkatakan
kepuasan wisatawan dengan teknologi yang tersedia.
2. Memperhatikan akses
46 4. Protokol kesehatan
sudah ada tetapi belum efektif , himbauan berupa poster dan cuci tangan sudah ada tetapi kurang banyaknya tempat cuci tangan, tidak ada pengecekan suhu di pintu masuk dan tidak ada akses aplikasi Peduli lindungi
meningkatkan
pelayanan kepada wisatawan agar wisatawan kembali berkunjung.
menuju Wisata Embung Walitis agar lebih mempermudah wisatawan untuk berkunjung.
3. Menambah protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan di beberapa titik, menyediakan
pengecekan suhu dan menyediakan akses aplikasi peduli lindungi.
Tabel 3. Matriks SWOT
Menurut hasil analisis SWOT yang ditunjukkan pada tabel diatas, sebagai berikut
a. Strength (Kekuatan)
1) SDM yang sudah ada sangat berkompeten dan bisa dengan baik untuk mengelola Embung Walitis.
2) Hubungan antara pengelola saat ini sangat baik.-Pengelola memiliki kesamaan pendapat, visi dan misi untuk Embung Walitis.