• Tidak ada hasil yang ditemukan

ARTIKEL ILMIAH Sub Kelompok 4

N/A
N/A
Dicky Pramudia

Academic year: 2025

Membagikan "ARTIKEL ILMIAH Sub Kelompok 4"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Pakan Ikan di Kelurahan Wonorejo Menggunakan Mesin Pelet

Erdianzah Dicky Pramudia

1)

, Emilia Wulan Novita

2)

, Sofyan Nur Yaqin

3)

, Munir

4)

, Wan Muhammad Rikza Narendra

5)

1) Program Studi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; 2) Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi; 3) Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik; 4) Program Studi Industri Teknik Industri, Fakultas Teknik; 5) Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik.

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA

Email: [email protected] 1), [email protected] 2), [email protected] 3), [email protected] 4),

[email protected] 5)

Abstract

:

The community service project titled "Application of Appropriate Technology to Increase Fish Feed Productivity and Efficiency in Wonorejo Village Using Pellet Machine" involved fish farmers from the Wonorejo Subdistrict, Rungkut District, Surabaya City, East Java. The event was held on November 23, 2024, at the RW 07 Wonorejo Hall. The objective of this activity was to reduce the cost of purchasing fish feed. Local materials such as water hyacinth were utilized and developed into fish feed pellets. By using water hyacinth as an ingredient for fish pellet production, the expenditure on fish feed can be minimized, offering a more economical alternative. The expected outcomes of this project include the production of fish feed pellets and a draft scientific article. To achieve these outcomes, the methods applied included socialization, training, and hands-on practice to enhance the skills and creativity of the fish farmers. It is hoped that with the introduction of this machinery, the participants will gain knowledge and insight into utilizing local materials such as water hyacinth, which could also inspire creative and innovative business ideas.

Keywords: Production; Pellet Machine; Fish Pellets

PENDAHULUAN

Salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber ekonomi baru di Kota Surabaya dilakukan dengan jalan meningkatkan peran sektor perikanan dalam pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan pekerjaan (Aryani, F 1994). Kebijakan ini diwujudkan dengan pembuatan kelompok-kelompok pembudidaya ikan air tawar di beberapa daerah. Kelompok pembudidaya ikan di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya merupakan salah satu yang dibentuk dalam upaya meningkatkan ekonomi bagi masyarakat Kelurahan Wonorejo. Kelompok pembudidaya ikan lele Wonorejo didirikan pada 2009, dengan komoditas utama berupa budidaya ikan lele.

Pola budidaya yang diterapkan di kelompok pembudidaya ikan Wonorejo belum mengandalkan pakan alami, melainkan pakan buatan (pakan pabrik). Pakan merupakan komponen utama dalam bududaya perikanan, dengan memberikan porsi terbesar dalam struktur komponen biaya. Biaya pakan mencapai 75% dari total biaya yang harus dikeluarkan oleh pembudidaya ikan dalam satu kali siklus produksi. Padahal dalam satu kali siklus produksi budidaya ikan bisa menghabiskan pakan buatan mencapai sekitar 100 kg. Ketersediaan pakan untuk kegiatan budidaya perikanan seringkali belum sepenuhnya menenuhi kriteria pakan standart. Secara mutu, pakan jenis pelet yang diproduksi oleh pabrik Sebagian besar dinilai sudah mengandung nutrisi sesuai persyaratan yang tercantum dalam SNI.

(2)

Kenaikan harga pakan buatan pada akhir-akhir ini telah menciptakan permasalahan baru bagi pembudidaya ikan di Kelurahan Wonorejo. Kenaikan harga pakan buatan telah menyebabkan margin keuntungan pembudidaya ikan di Kelurahan Wonorejo semakin kecil. Permasalahan ini coba diselesaikan oleh anggota kelompok dengan cara memproduksi pakan sendiri. Pakan yang ada di Kelurahan Wonorejo masih menggunakan pakan buatan (pakan pabrik).

Pemanfaatan bahan sekitar, seperti enceng gondok menjadi bahan dasar pembuatan pelet ikan merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan. Enceng gondok adalah salah satu produk yang dapat digunakan sebagai bahan campuran pembuatan pelet ikan. Enceng gondok ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam pencarian bahan, tetapi juga mengurangi biaya dalam pembelian bahan pembuatan pakan altrtnatif. Proses pembuatan pelet ikan dari enceng gondok melibatkan beberapa tahap yang relatif sederhana dan dapat dilakukan oleh masyarakat umum. Dengan mencacah enceng gondok lalu mencampurkan dengan bahan pembuat pelet yang lain, yang kemudian dicetak untuk membentuk pelet. Selain sebagai pemberian alternatif pakan ikan, alat mesin pelet juga memiliki dapat digunakan sebagai ide bisnis sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif tambahan sumber penghasilan bagi bapak/ibu pembudidaya di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.

Hasil survey dan diskusi yang dilakukan oleh tim pengabdian dengan kelompok pembudidaya ikan di Kelurahan Wonorejo dapat diidentifikasi permasalahan mitra sebagai berikut:

1)

Anggota mitra masih sering menggunakan pakan buatan (pakan pabrik) untuk pemberian pakan selama masa budidaya.

2)

Anggota mitra belum mengetahui bahwa enceng gondok dapat diubah menjadi bahan campuran pembuatan pelet ikan yang dapat dijual dan menjadi alternatif tambahan penghasilan.

3)

Anggota mitra belum mengetahui langkah yang dapat ditempuh untuk memulai bisnis secara daring.

Ketiga hal tersebut sangat penting untuk terus dikembangkan dalam pembuatan dan berinovasi, agar menciptakan kalangan rumah tangga yang memiliki jiwa entrepneurship yang tinggi, serta mendukung program ekonomi kreatif. Program ini tepat guna dan sesuai dengan kondisi sekitar mitra di lapangan.

METODE PENELITIAN

Program pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan pelatihan, pendampingan dan penyuluhan inovasi pakan ikan pada pembudidaya ikan Kelurahan Wonorejo Kec.Rungkut diharapkan dapat mengurangi biaya pembelian pakan dan meningkatkan ekonomi. Pengabdian masayarakat yang dilakukan dibagi menjadi dua kegiatan, dimana kedua kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan partisipasi pembudidaya ikan Kelurahan Wonorejo. Sedangkan metode kegiatan diusahakan mampu untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dapat dilihat pada Tabel 1. Dibawah ini

Tabel 1. Metode Kegiatan dan Manfaat

Kegiatan Metode Manfaat

Pelatihan Teknik Pembuatan Pelet Ikan dari Enceng Gondok

metode ceramah, diskusi interaktif, dan praktek langsung

Peningkatan Keterampilan membuat Produk berbahan dasar enceng gondok yang menjadi pelet ikan

(3)

Pelatihan praktik membuat pelet ikan

metode ceramah, diskusi interaktif, dan praktek langsung

Peningkatan kesadaran menjaga pemanfaatan bahan sekitar sebagai alternatif pembuatan pakan ikan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dari program kerja pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan dalam memanfaatkan bahan lokal, seperti enceng gondok, untuk produksi pelet ikan dapat memberikan dampak positif terhadap kemampuan kelompok pembudidaya ikan di Kelurahan Wonorejo. Beberapa hasil signifikan yang ditemukan adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra

Setelah pelatihan dan pendampingan dilakukan, kelompok pembudidaya ikan menjadi lebih memahami potensi bahan lokal sebagai alternatif bahan baku pakan ikan. Sebelum kegiatan, sebagian besar anggota tidak mengetahui bahwa eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran untuk pembuatan pelet. Namun, setelah mendapatkan pelatihan, mereka tidak hanya memahami langkah-langkah teknis pembuatan, tetapi juga mampu mempraktikkan proses produksi secara mandiri.

Gambar 1. Pelatihan pembuatan pelet dari eceng gondok

2. Efisiensi biaya produksi pakan ikan

Pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku utama pakan alternatif mampu menekan biaya produksi hingga 40% dibandingkan dengan penggunaan pakan buatan (pakan pabrik). Anggota mitra yang sebelumnya menghabiskan 75% dari total biaya produksi untuk pakan, kini dapat mengalokasikan anggaran tersebut untuk kebutuhan lain yang lebih mendukung keberlanjutan usaha.

Selain itu, penggunaan eceng gondok juga membantu mengurangi limbah organic di lingkungan sekitar, mendukung prinsip keberlanjutan dalam budidaya perikanan.

(4)

3. Dampak sosial-ekonomi

Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan pola pikir masyarakat, dari semula hanya bergantung pada pakan buatan menuju pemanfaatan bahan lokal yang lebih ekonomis.

Gambar 2. Diskusi bersama mitra

Hasil ini sejalan dengan penelitian Aryani (1994), yang menyatakan bahwa sektor perikanan dapat berperan signifikan dalam pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan pekerjaan. Program ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan biaya pakan tinggi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.

Kendati demikian, terdapat tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan program ini, seperti konsistensi kualitas pelet yang dihasilkan dan peningkatan kapasitas produksi.

Untuk itu, diperlukan pendampingan lanjutan dan pengadaan alat mesin pelet yang lebih modern guna meningkatkan efisiensi produksi.

Program ini telah membuktikan bahwa teknologi tepat guna dapat menjadi solusi praktis dan inovatif dalam menjawab tantangan ekonomi masyarakat. Dengan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model bagi daerah lain yang menghadapi permasalahan serupa.

SIMPULAN

Pengolahan bahan sekitar menjadi pelet ikan tidak hanya memberikan solusi atas masalah biaya pembelian pakan pabrik yang mahal, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan bahan baku yang murah dan mudah didapatkan, pembuatan pelet ikan ini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana edukasi yang efektif tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.

Hasil survey dan diskusi yang dilakukan oleh tim pengabdian dengan kelompok pembudidaya ikan Kelurahan Wonorejo dapat diidentifikasi permasalahan yang dihadapi adalah masih seringnya menggunakan pakan pabrik untuk pemberian pakan ikan mereka, dengan alasan belum adanya alat pembuat pakan alternatif. Selain itu pemahaman warga Kelurahan Wonorejo akan enceng gondok dan limbah kulit kedelai yang dapat diubah menjadi produk tepat guna dapat dijual dan menjadi alternatif tambahan penghasilan. Hal tersebut sangat penting untuk terus dikembangkan dalam berinovasi.

Mengolah enceng gondok menjadi pelet ikan bukan hanya memanfaatkan limbah, tetapi juga memberikan nilai tambah yang signifikan baik dari segi ekonomi, lingkungan, maupun kesehatan.

Sosialisasi alternatif pemanfaatan bahan sekitar sebagai bahan dasar pembuatan pelet ikan telah dilaksanakan dan secara keseluruhan berjalan lancar bertempat di Balai RW 07 Kelurahan Wonorejo Kecamatan Rungkut Kota Surabaya menunjukkan adanya ketertarikan tinggi dari peserta untuk tahu lebih lanjut.

(5)

DAFTAR PUSTAKA

Dwi, Bambang. "Mesin Pencetak Pelet Ikan." Engineering: Jurnal Bidang Teknik 13.1 (2022):

27-32.

Anshory, Izza, and Lukman Hudi. "Mesin Cetak Pelet Pakan Ikan untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Kedungpandan Sidoarjo." Adimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 6.2 (2022): 113-120.

Uslianti, Silvia, and Muhammad Saleh. "Rancang Bangun Mesin Pelet Ikan Untuk Kelompok Usaha Tambak Ikan." ELKHA: Jurnal Teknik Elektro 6.2 (2014).

Referensi

Dokumen terkait