Dinamika Antara Teman dan Cinta di Masa SMA dalam Film Dilan 1990 Novita Dwi Prasticha¹, Hadi Rumadi², Silvia Permatasari³
¹Universitas Riau
²Universitas Riau
³Universitas Riau, [email protected]
Abstract
The 1990 film Dilan is a film based on the novel by Pidi Baiq. Dilan 1990 is a 2018 Indonesian romantic genre film. The film stars Iqbal Ramadhan and Vanessa Prescilla. There are several interesting stories from the Dilan 1990 film, namely ethics when with parents or older people, friendship, love, violence, to the story of defending a woman who is loved. The formulation of the problem in this study is why there is a dynamic problem between friends and high school love? And how to solve the dynamics of the life of friends and love in high school and find out the solutions to problems in the Dilan 1990 film. The purpose of this study is to determine the meaning of denotation, connotation, myths, and social reality that occur in this film itself and aims to appreciate the author of the novel Dilan 1990, namely Pidi Baiq. In addition, this study also aims to determine the dynamics that occur in this film.
This paper is useful for students who are still in high school level. At high school, you are still very vulnerable to dynamics such as problems such as those in the Dilan 1990 film. From this paper it can also provide an understanding of the problems that are certainly felt by high school students and their solutions.
Keyword: genre, dynamic and social reality Abstrak
Film Dilan 1990 merupakan sebuah film yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq. Dilan 1990 adalah sebuah film bergenre romantis Indonesia tahun 2018. Film ini dibintangi oleh Iqbal Ramadhan dan Vanessa Prescilla. Ada beberapa kisah yang menarik dari film Dilan 1990 ini, yaitu etika saat bersama orang tua atau orang yang lebih tua, pertemanan, cinta, kekerasan, hingga kisah pembelaan seorang perempuan yang dicintai. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengapa bisa terjadi dinamika permasalahan antara teman dan cinta masa SMA? Dan bagaimanakah penyelesaian dinamika kehidupan teman dan cinta di SMA dan mengetahui penyelesaian permasalahan dalam film Dilan 1990. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, mitos, dan realitas sosial yang terjadi pada film ini sendiri dan bertujuan untuk mengapresiasi penulis novel Dilan 1990 yaitu karya Pidi Baiq. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika yang terjadi dalam film ini. Tulisan ini bermanfaat bagi siswa yang masih bersekolah ditingkat SMA. Diusia SMA, masih sangat rentan terjadinya dinamika seperti permasalahan seperti yang terdapat difilm Dilan 1990. Dari tulisan ini juga bisa memberikan pemahaman mengenai permasalahan yang tentunya dirasakan pada anak SMA beserta penyelesaiannya.
Kata kunci: genre, dinamika dan realitas sosial
1. Pendahuluan
Film adalah lembaran tipis, bening, mudah luntur yang dilapisi dengan lapisan antihalo yang dipergunakan untuk keperluan fotografi. Alat media massa mempunyai
sifat lihat dengar (audio-visual) dan mencapai khalayak yang banyak (Kridalaksana,1984:32). Sastra, atau yang dalam bahasa Inggris disebut literature, merupakan sebuah nama yang disematkan kepada hasil kerja kreatif manusia dengan menggunakan bahasa sebagai bahan penciptaannya. Secara etimologi, kata sastra dalam bahasa Indonesia berasal dari kata dalam bahasa Sansekerta yang merupakan kata gabungan dari kata sas, yang memiliki arti mengarahkan, mengajarkan dan memberikan petunjuk, dan akhiran kata tra yang biasa digunakan untuk menunjukkan alat atau sarana. Maka kata sastra, apabila diulik berdasarkan arti katanya secara etimologi, dapat diartikan sebagai alat untuk mengajar, buku petunjuk dan pengajaran.
Pengartian tersebut menyiratkan makna bahwa apa yang disebut sastra tidak lain dan tidak bukan adalah alat yang berfungsi untuk mendidik atau memberikan pengetahuan pada pembacanya (Teeuw,2013).
Sastra tidak hanya berkaitan dengan puisi atau novel, tetapi juga berkaitan dengan drama dan teater. Effendi (1986;239) mengartikan bahwasannya film sebagai hasil budaya dan alat ekspresi kesenian. Film adalah fenomena sosial, psikologi, dan estetika yang kompleks yang merupakan dokumen yang terdiri dari cerita dan gambar yang diiringi kata-kata dan musik.
Pengertian drama adalah genre sastra yang menunjukkan penampilan fisik secara lisan setiap percakapan atau dialog antara pemimpin disana (Budianta dkk,2002).
Drama bagian dari sastra yang tidak dapat dipisahkan. Selain drama, ada juga teater dalam sastra ini. Teater adalah sebuah kesenian yang menekankan pada seni pertunjukkan yang dipertontonkan didepan orang banyak, misalnya seperti ketoprak, ludruk, wayang, wayang wong, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, acrobat, dan lain sebagainya (Santosa dkk,2008).
Film, pada awal kemunculannya dipahami sebagai karya seni wujud kreatifitas manusia, tetapi dalam perkembangannya film tidak lagi dimaknai sekadar hanya sebagai karya seni tetapi juga sebagai representasi sosial serta komunikasi massa. Di Indonesia media film tercatat mampu memberikan efek yang signifikan dalam proses penyampaian pesan. Maka tidak heran jika film bukan hanya sebagai karya seni, melainkan juga sebagai media hiburan dan edukasi.
Film Dilan 1990 merupakan sebuah film yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq. Dilan 1990 adalah sebuah film bergenre romantis Indonesia tahun 2018. Film ini dibintangi oleh Iqbal Ramadhan dan Vanessa Prescilla. Ada beberapa kisah yang menarik dari film Dilan 1990 ini, yaitu etika saat bersama orang tua atau orang yang
lebih tua, pertemanan, cinta, kekerasan, hingga kisah pembelaan seorang perempuan yang dicintai. Selain itu, penggambaran tokoh difilm ini juga sangat jelas. Sehingga mudah untuk kita mengamati dan memahami setiap part atau bagian dalam film tersebut.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengapa terjadi dinamika permasalahan antara teman dan cinta masa SMA? Dan bagaimanakah penyelesaian dinamika kehidupan teman dan cinta di SMA dan mengetahui penyelesaian permasalahan dalam film Dilan 1990. Dalam film Dilan 1990 yang dianalisis ini memiliki tujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, mitos, dan realitas sosial yang terjadi pada film ini sendiri dan bertujuan untuk mengapresiasi penulis novel Dilan 1990 yaitu karya Pidi Baiq. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika yang terjadi dalam film ini. Tulisan ini bermanfaat bagi siswa yang masih bersekolah ditingkat SMA. Diusia SMA, masih sangat rentan terjadinya dinamika seperti permasalahan seperti yang terdapat difilm Dilan 1990.
Dari tulisan ini juga bisa memberikan pemahaman mengenai permasalahan yang tentunya dirasakan pada anak SMA beserta penyelesaiannya.
2. Metodologi
Dalam menganlisa sebuah penelitian diperlukan metode dalam hal pemecahan masalah di dalam penelitian tersebut. Metode penelitian adalah cara-cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid, dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah. (sugiyono,2007).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif.
Penelitian kualitatif ini sendiri merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan ataupun digambarkan melalui pendekatan kuantitatif (Saryono,2010). Penelitian kualitatif memiliki khas tersendiri atau karakteristik dari metode penelitian lainnya. Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang alamiah, deskriptif dan tidak menggunakan perhitungan atau angka. Pendekatan kualitatif ini bersumber dari Max Weber yang diteruskan oleh Irwin Deutcher. Pendekatan ini berawal dari tindakan balasan terhadap tradisi positivisme.
Teknik atau metode penelitian yang digunakan penulis dalam film ini adalah metode kualitatif dan metode observasi. Yang dimana metode ini dilakukan dengan cara mencari sumber data yang berada dalam situasi tidak wajar, mencari makna sesuai dengan judul yang diangkat. Dalam metode ini juga sangat mementingkan data langsung yang memang diobservasi oleh tangan pertama tanpa perantaraan sebelumnya. Penulis juga harus dan wajib memastikan suatu informasi tersebut, jika informasi yang didapat dari pihak lain. Analisis yang dilakukan menggunakan metode ini harus dilakukan sejak awal hingga akhir tanpa terlewat.
Kemudian dalam menganalisis film Dilan 1990 menggunakan analisis semiotika. Analisis ini dikolaborasikan dengan penelitian kualitatif dan dilakukan beberapa tahapan, yaitu penelitian dengan cara mendokumentasikan bagian adegan yang akan dibahas, kemudian menganalisis setiap potongan bagian yang sesuai dengan permasalaham, data, dan informasi yang masih tercakup dalam bagian yang difokuskan. Salah satu cara untuk menganalisa makna yang terkandung dalam sebuah film adalah melalui analisa semiotika, Ferdinand De Saussure dan Charles Sanders Peirce mengatakan semiotika berangkat dari tiga elemen utama, yang disebut Peirce teori segitiga makna atau triangle meaning yaitu tanda, acuan tanda, dan pengguna tanda. (Rachmat Kriyantono,2008)
3. Hasil dan Pembahasan a) Hasil
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai Dinamika Antara Teman dan Cinta Masa SMA dalam film Dilan 1990, penulis menemukan tokoh yang sangat berperan dalam kedinamikaan tersebut. Sedikit pengenalan tokoh (1) Dilan, Seorang panglima tempur geng motor yang bandel, pintar, lucu dan tergila-gila dengan Milea, jika Milea terluka maka dia akan mencari orang yang melukai Milea. Dilan adalah anak yang selalu bermasalah di sekolahnya. Memiliki kepribadian yang tidak dimiliki oleh orang lain, karena itu Dilan berhasil menjadi pacarnya Milea. seorang siswa SMA yang terbilang solidaritas pertemanannya tinggi, (2) Milea, siswi pindahan dan seorang yang bersahabat, dan selalu setia kepada Dilan. Dia tidak suka kekerasan dan akan marah jika Dilan melakukan tawuran, dia selalu mengingatkan Dilan untuk tidak tawuran. Milea sendiri adalah pacarnya Dilan, (3) Wati, sepupu dilan dan salah satu teman dekat Milea sosok teman yang selalu ada untuk Milea, (4) Anhar dan Akew, sahabat karib Dilan di sekolah maupun digenk motor, (5) Beni, pacar Milea di Jakarta
Milea dulu sayang banget dengan Beni, tapi semakin hari karakter Beni muai terkuak, dia orang yang pemarah, egois, pecemburu terbukti ketika pertemuan mereka di Jakarta yang berakhir dengan Beni merendahkan Milea dengan ucapan kasarnya.
Karena sikapnya yang kasar itulah dia putus dengan Milea, (6) Piyan teman dekat Dilan, orang yang mengantarkan surat Dilan yang pertama kepada Milea, yang juga merupakan sepupu Dilan. Piyan dan Dilan terabung dalam satu geng motor dan sudah mealui banyak hal bersama, termasuk ketika keduanya membuat rubuh pembatas kelas karena mengintip Milea, (7) Nandan ketua kelas 2 biologi 3 teman sekelas Milea, Nandan naksir dengan Milea dan sealu tidak suka melihat Milea dekat dengan Dilan, namun Milea hanya menganggapnya sebagai teman. Dia merupakan laki-laki yang bersaing dengan Dilan untuk mendapatkan Milea. (9) Kang Adi menyandang status sebagai mahasiswa ITB semester 5, dia anak teman ayahnya Milea. Awalnya Kang Adi hanya diminta ayah Milea agar bisa masuk ITB, tapi lama-kelamaan Kang Adi mulai naksir denggan Milea dan melakukan segala cara untuk mendapatkan hatinya, (10) Bunda Dilan adalah Bunda yang baik, dan sangat mengerti Dilan, (11) Pak Suripto adalah guru BP yang bertanggung jawab mengatur siswa-siswa yang bermasalah, dia adalahh sosok guru yang arogan. Dan dia adalah guru BP yang paling ditakuti di sekolah, tegas, dan berperilaku sewenang-wenang jika menghukum para siswa yang nakal.
b) Pembahasan
Di dalam pembahasan ini dipaparkan sinopsisi filmnya untuk menyesuaikan dengan permasalahan yang diambil.
Kisah Dilan dan Milea dimulai saat perkenalan tak biasa mereka di sebuah SMA di Bandung. Mereka bertemu di tahun 1990 saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung. Perkenalan yang unik inilah yang akhirnya membuat Milea kenal Dilan lebih jauh. Dilan merupakan sosok yang pintar, baik hati dan romantis. Ia mempunyai cara tersendiri untuk bisa mendekati Milea. Meski cara bicaranya agak sedikit terdengar kaku dan mempunyai cara unik untuk mengenal Milea, tapi sikap inilah yang bikin Milea semakin penasaran dan ingin dekat dengan Dilan. Sayangnya momen manis mereka harus terganggu karena kehadiran Beni yang merupakan pacar Milea yang tinggal di Jakarta. Belum lagi Dilan juga terlibat tawuran dengan sekalah lain dan geng motor. Meski sebenarnya Dilan mampu membuat Milea percaya tujuan perjalanan mereka akan sampai di satu titik yang sama. Perjalanan kisah kasih Dilan
dan Milea yang unik nan manis. Sosok Dilan dikenal badung di sekolah. Dia adalah panglima di geng motor terkenal di Bandung. Setiap ada kehebohan di sekolah, Dilan dan kawan-kawannya selalu menjadi biang onar. Pernah suatu hari, Dilan dan kawan- kawannya mabal upacara. Akibatnya, guru BP, Suripto (Teuku Rifnu Wikana) menghuku, Dilan dan teman-temannya saat upacara masih berlangsung. Kelakuan bandel Dilan yang lain adalah merubuhkan dinding pembatas kelas, karena kelas dia dan Milea bersebelahan.
Pada awalnya, Milea tidak menganggap Dilan. Dia kerap judes saat harus berhadapan si peramal, sebutan Milea untuk Dilan. Apalagi, Milea punya pacar di Jakarta, Beni (Brandon Salim). Namun, perhatian Dilan yang unik kepada Milea membuat gadis itu diam-diam memikirkan Dilan. Dilan menjadi sosok antimainstream di kehidupan Milea.Saat cowok lain memberikan kado boneka saat Milea ulang tahun, Dilan malah memberi buku teka-teki silang dan surat pendek.
Belum lagi kebiasaan-kebiasaan lucu Dilan saat menelefon Milea. Milea juga salut dengan keberanian Dilan main ke rumahnya dan bertemu ayahnya. Walaupun cara bicara Dilan yang terdengar sangat kaku, lambat laun menjadikan Milea semakin merindukan Dilan. Perjalanan kisah asmara mereka tidak selalu berjalan mulus dan indah, sebagai ciri karakteristik film-film bergenre drama romantis. Banyak sekali peristiwa-peristiwa mengharukan yang mewarnai perjalanan cinta mereka.
Diantaranya dari Beni (Milea memutuskan hubungannya karena sikapnya yang kasar dan egois, tawuran antar sekolah, geng motor, Kang Adi (guru les privat yang terus berusaha mendekati milea), Anhar (teman Dilan yang di benci Milea). Namun dengan caranya Dilan tetap mampu membuat Milea selalu bahagia, Dilan membuat Milea semakin percaya bahwa dirinya adalah satu-satunya laki-laki yang paling tepat untuk menjadi kekasih Milea. Hubungan manis Milea dan Dilan tak melulu mulus. Ada masanya juga Dilan berbuat ulah dan kembali berurusan dengan guru-gurunya. Di lain kesempatan, Dilan sempat ribut dengan kawannya karena sang kawan tak sengaja berurusan dengan Milea. Milea bahkan marah saat tahu Dilan akan terlibat pada tawuran geng motor. Dia cemas dan tak ingin Dilan terlibat dalam perkelahian lagi.
Dinamika di dalam film ini sangat baik ditampilkan. Dimana kisah cinta, pertemanan dan kehidupan di sekolah
Analisis di dalam film ini berfokus pada dua karakter utama yaitu Dilan dan Milea yang sering dikaitkan cerita mereka berdua kebanyakan tentang percintaan.
Dinamika di dalam ini dimulai saat terjadi kekerasan di lingkungan sekolah dan di
luar sekolah. Cerita Dilan yang sering tawuran,melakukan perkelahian. Sedangkan Milea mendapatkan perlakuan yang tidak enak dari pacarnya yang di Jakarta sebelum berpacaran dengan Dilan dan Anhar teman Dilan. Dilan menjadi identitas bagi kalangan remaja smasa kini, sebagai seseorang remaja yang diidolakan. Walaupun terlepas dari sekian banyak kekurangan teknis seperti keterbatasan syuting setting era 1990-an, film ini memiliki dan membuat sebuah fenomena tersendiri dan menggerakkan berbagai lapisan masyarakat untuk menonton. Kisah Dilan dan Milea yang menggunakan surat-menyurat, telepon rumah, serta kata-kata yang puitis pasti tidak bisa terlupakan. Film ini tidak sekedar menyajikan cerita yang menarik, tetapi juga menawarkan analisa dan perspesi bagi kalangan remaja masa kini7. Meskipun film ini termasuk film yang dikategorikan dalam film percintaan, bahwa tidak dipungkiri ada adegan kekerasan di dalam film ini yang membuat penonton miris dengan kekerasan yang terjadi pada kalangan remaja di sekolah. Di dalam film ini terdapat beberapa adegan yang cukup mencolok dan kurang nyaman dipandang.
Film Dilan 1990 merupakan sebuah film yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq. Dilan 1990 adalah sebuah film bergenre romantic Indonesia tahun 2018. Film ini dibintangi oleh Iqbal Ramadhan dan Vanessa Prescilla. Ada beberapa kisah yang menarik dari film Dilan 1990 ini, yaitu etika saat bersama orang tua atau orang yang lebih tua, pertemanan, cinta, kekerasan, hingga kisah pembelaan seoran perempuan yang dicintai. Selain itu, penggambaran tokoh difilm ini juga sangat jelas. Sehingga mudah untuk kita mengamati dan memahami setiap part atau bagian dalam film tersebut. Dilan 1990 menarik perhatian masyarakat banyak dari semua kalangan untuk menonton kisah Dilan dan Milea sebagai dua sejoli yang sedang mabuk asmara di masa SMA. Pembicaraan mengenai fenomena Dilan tidak berhenti hanya pada persoalan film saja. Tetapi juga dikaitkan dengan quotes kata-kata romantis yang diucapkan Dilan untuk Milea yang menjadi viral di media sosial. Salah satunya yang populer, “Jangan Rindu, Berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja”. Dan masih banyak lagi quotes yang pastinya akan membuat orang merasa romantic.
Di dalam film terdapat adegan Dilan mengamuk, menyerang, dan memukul gurunya Pak Suripto pada saat upacara bendera. Memang Pak Suripto bersalah, dia menarik kerah baju Dilan lalu menamparnya di depan semua siswa. Itu salah satu sikap guru yang tidak pantas ditiru karena melakukan kekerasan kepada siswa. Tidak jelas apa kesalahan Dilan sehingga dia ditampar. Tapi tidak selayaknya adegan guru menampar murid dan Dilan menghantam Pak Guru ditampilkan di dalam film ini
mengingat banyaknya kasus kekerasan antara murid dan guru saat ini. Guru melakukan kekerasan kepada murid dan murid membunuh gurunya. Adegan Dilan menyerang guru nanti jadi pembenaran bagi murid lain untuk membalas dengan kekerasan pula jika guru memarahi murid dengan tangan.
4. Penutup
Di dalam film banyak terjadi dinamika permasalahn percintaan, pertemanan dan masalah di dalam sekolah dan luar sekolah. Dari film dapat diambil benang merah bahwa kehidupan di dalam film terjadi juga di dunia nyata. Seringkali dinamika permasalahan tersebut terjadi pada remaja dan siswa SMA. Adegan difilm Dilan mendeskripsikan kenyataan pada kehidupan remaja di SMA, dimana terjadi dinamika seorang remaja yang mulai mengenal kehidupan dan lingkungan yang sebelumnya belum pernah dialami oleh seorang remaja. Ketika memasuki dunia jenjang SMA, banyak remaja yang mulai mencari jati dirinya. Penggambaran kehidupan di dalam film Dilan tidak jauh dari kenyataan kehidupan remaja saat ini. Mulai dari percintaan, pertemanan, tawuran dan bermasalah dengan pihak sekolah. Dinamika percintaan di dalam film Dilan yang kadang bisa membuat penonton seakan merasakan kehidupan nyata, kata-kata puitis seorang Dilan yang banyak ditiru oleh kalangan remaja sekarang ini. Di dalam percintaan terkadang ada masalah yang dialami oleh pemeran utama Dilan dan Milea. Dari dinamika percintaan ini mempengaruhi kehidupan seorang Dilan seorang panglima tempur geng motor yang karna kehadiran Milea membuat Dilan tidak bisa menolak permintaan Milea ketika Dilan hendak menyerang sekolah lain bersama teman-temannya. Dari sini terlihat efek percintaan terhadap perilaku buruk Dilan. Kemudian dinamika di sekolah, Dilan yang selalu membuat kesalahan seperti tidak mengikuti upacara, merubuhkan dinding kelas dan berkelahi dengan pak Suripto, guru BK yang terkenal agresif terhadap murid yang seperti Dilan.
DAFTRA PUSTAKA
Aldela Rizal, Shinta. 2019. Representasi Romantisme Dalam Novel Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 Karya Pidi Baiq. Jom Fisip. Vol. 6: Edisi I.hal 2
Alvina.dkk. 2017. Inferensi dalam Kumpulan Cerpen Membaca Hang Jebat Karya Taufik Ikram Jamil. Fkip Unri.
Asya`ari, Nur Aini Shofiya. 2017. Film `The Candle` Sebagai Literasi Media Kasus
Maraknya Guru Yang Dipidanakan. ETTISAL. VOL.2, NO 1
Fauzi, Rusydina Sabila.dkk. 2018. Pusat Seni Teater Di Pekanbaru dengan Pendidikan Arsitektur Kontemporer. Jom FTEKNIK. VOL.5.NO.2
Haryati. 2019. Analisis Semiotika Kekerasan Dalam Film Dilan 1990. Skripsi.
Universitas Sultan Syarif Kasim.
Seful Rachmat, Puput.2009. Penelitian Kualitatif.EQUILIBRIUM.VOL.5, NO.9, hal.2
Walidin AK, Warul.dkk. 2015. Metodologi Penelitian Kualitatif & Grounded Theory.
Aceh: FTK Ar-Raniry Press.