• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aset tak berwujud adalah suatu aset atau sumber daya yang memiliki nilai ekonomi meskipun tidak berupa uang tunai atau benda fisik yang tidak dapat dilihat atau diraba.

N/A
N/A
Aruna

Academic year: 2024

Membagikan "Aset tak berwujud adalah suatu aset atau sumber daya yang memiliki nilai ekonomi meskipun tidak berupa uang tunai atau benda fisik yang tidak dapat dilihat atau diraba."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

A. Definisi Aset Tak Berwujud

Aset tak berwujud adalah suatu aset atau sumber daya yang memiliki nilai ekonomi meskipun tidak berupa uang tunai atau benda fisik yang tidak dapat dilihat atau diraba. Dalam konteks ini, nilai ekonomi aset tidak berwujud dapat diukur dalam bentuk uang atau sejumlah barang atau jasa lainnya yang memiliki potensi untuk memberikan manfaat finansial di masa depan.

Menurut SAK ETAP (IAI, 2009:76), aset tidak berwujud adalah aset nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik. Dalam artian bahwa, aset tidak berwujud tidak dapat disentuh atau dilihat secara fisik, tetapi memiliki nilai ekonomi. Termasuk asset tak berwujud jika:

1. Dapat dipisahkan, artinya aset tersebut bisa dipisahkan atau dibagi dari perusahaan dan dijual, dialihkan, dilisensikan, disewakan atau ditukarkan melalui suatu kontrak terkait aset atau liabilitas baik secara individual atau secara bersama.

2. Muncul dari hak kontraktual atau hak hukum lainnya, terlepas apakah hak tersebut dapat dipindahtangankan atau dapat dipisahkan dari perusahaan atau dari hak serta kewajiban lainnya.

Menurut PSAK 19 (2018), aset tidak berwujud adalah aset nonmoneter yang tidak memiliki bentuk fisik, dan aset nonmoneter adalah aset yang dimiliki dalam bentuk kas dan diterima dalam bentuk kas.

Meskipun tidak memiliki keberadaan fisik yang nyata, aset tidak berwujud dapat memainkan peran penting yang nyata dalam penilaian nilai suatu perusahaan dan dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan serta nilai pasar aset tersebut.

B.Sifat dan Contoh Aset Tak Berwujud

Sifat Aset Tak Berwujud

1. Mempunyai manfaat lebih dari satu tahun

(2)

Seperti yang diketahui, aset tak berwujud memiliki nilai ekonomi yang tidak terbatas. Oleh karena itu, suatu aset tak berwujud harus memiliki manfaat lebih dari satu tahun karena apabila aset tidak berwujud memiliki manfaat yang berlangsung lebih dari satu tahun, hal ini akan menunjukkan bahwa aset tersebut memiliki nilai atau manfaat ekonomi yang berkesinambungan dalam jangka waktu yang cukup lama.

2. Tidak mempunyai bentuk, sehingga tidak bisa dipegang atau diraba atau dilihat.

Walaupun aset tak berwujud memiliki nilai ekonomi, tetapi nilai tersebut tidak terletak pada wujudnya. Oleh sebab itu, aset tersebut tidak mempunyai bentuk, tidak bisa dipegang atau diraba atau dilihat karena nilai ekonomi nya terletak pada hak-hak istimewanya dan keberlanjutan bisnis yang dimiliki.

3. Diperoleh dengan mengeluarkan sejumlah uang tertentu yang jumlahnya cukup material.

Suatu aset tak berwujud juga merupakan hasil dari investasi strategis yang dilakukan perusahaan dengan mengeluarkan uang, waktu maupun sumber daya. Oleh karena itu, diharapkan adanya imbal balik berupa nilai ekonomi atas investasi tersebut.

Contoh Aset Tak Berwujud 1. Goodwill

Goodwill muncul ketika suatu perusahaan membeli perusahaan yang sudah beroperasi secara penuh. Goodwill mencakup nilai tambahan atau nilai ekstra yang melekat pada suatu bisnis atau perusahaan, yang tidak tercakup dalam nilai aset fisiknya.

Goodwill termasuk dalam aset tak berwujud dikarenakan memiliki nilai tambahan dari reputasi baik yang

(3)

diterima, hubungan dengan pelanggan, dan keunggulan kompetitif suatu perusahaan. Hal inilah yang menunjukan nilai ekonomi dari Goodwill untuk memperoleh pendapatan keuntungan di masa depan.

2. Hak Paten

Hak paten merupakan hak diberikan kepada perusahaan atau individu yang menemukan produk baru setelah melakukan penelitian mendalam dan telah menghabiskan biaya besar. Untuk mendapatkan perlindungan hukum, mereka bisa mendaftarkan temuan tersebut ke Direktorat Jendral Paten. Dengan memiliki hak paten, mereka memiliki hak eksklusif untuk temuan tersebut, memiliki hak melarang orang lain membuat temuan serupa, kecuali jika orang tersebut telah membeli hak paten dari pemiliknya.

Meskipun Hak paten tidak berupa bentuk fisik, namun hak paten dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pemiliknya. Hal ini terlihat dari inovasi atau penemuan yang diciptakan yang dapat menjadi nilai ekonomi jangka panjang bagi pemiliknya.

3. Hak Cipta

Hak cipta adalah izin yang diberikan kepada orang yang menciptakan atau memiliki karya baik berupa karya musik, tulisan, film, atau seni laiinya. Hak cipta memberikan pemiliknya hak penuh untuk mengatur atas penggunaan dan distribusi karya tersebut. Dengan memiliki hak cipta, pencipta atau pemilik karya dapat melindungi karyanya dari penggunaan tanpa izin oleh orang lain dan mendapatkan manfaat ekonomi dari karya tersebut.

Hak cipta termasuk dalam aset tak berwujud karena memiliki nilai ekonomi yang diketahui dari karya intelektual

(4)

yang dimiliki, seperti penciptaan musik, tulisan, maupun seni meskipun tidak berbentuk fisik. Karya-karya tersebutlah yang dapat memberikan keuntungan sebagai nilai ekonomi dimiliki untuk pemiliknya.

4. Franchise/Waralaba

Franchise merupakan bentuk kerjasama bisnis di mana pemilik merek atau pemilik konsep bisnis memberikan izin kepada individu atau perusahaan lain untuk menjalankan bisnis dengan menggunakan merek, sistem, dan dukungan yang telah ada. Untuk memperoleh haknya, franchisee harus membayar biaya kepada franchisor untuk mendapatkan hak menggunakan merek dagang, metode operasional, dan dukungan pemasaran yang telah terbukti berhasil dan sesuai dengan kesepakata perjanjian franchise.

Franchise dapat dikategorikan sebagai aset tak berwujud, karena franchise memiliki hak eksklusif untuk menggunakan merek maupun sistem operasionalnya.

Sehingga hak tersebut dapat memberikan keuntungan sebagai nilai ekonomi melalui pembayaran royalti kepada pemiliknya.

5. Film

Film adalah suatu bentuk seni visual yang menggabungkan gambar bergerak, suara, dan cerita untuk menciptakan pengalaman audio-visual yang menyampaikan pesan, emosi, atau informasi kepada penontonnya. Sebuah film tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk menyampaikan ide, menginspirasi, atau menyuarakan pandangan sosial dan politik.

Sebuah film dapat termasuk dalam aset tak berwujud, karena film tidak memiliki bentuk fisik yang dapat disentuh atau dipegang. Selain itu, nilai dari sebuah film terdapat

(5)

pada cerita, ide, seni visual, dan pengalaman yang dirasakan penonton yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi pemiliknya.

6. Merek Produk

Merek produk adalah nama, istilah atau sesuatu yang dapat menjadi tanda maupun identitas kepemilikan dari suatu produk untuk membedakan dari produk lain.

Suatu merek produk dapat dikategorikan sebagai aset tidak berwujud, nilai dari merek produk dapat dilihat dari citra positif, kepuasan pelanggan, dan kemampuan merek produk yang dapat memberikan pendapatan jangka panjang yang menjadi aset bagi merek tersebut.

C.Bukti Transaksi yang harus disiapkan klien untuk Aset Tak Berwujud

1.Dokumen Hak Kekayaan Intelektual (HKI):

Dalam pemeriksaan aset klien harus menyediakan dokumen hak cipta, merek dagang, dan paten yang dimilikinya.

Pemeriksaan mencakup surat keputusan, sertifikat, dan dokumen-dokumen resmi lainnya yang membuktikan kepemilikan dan status HKI tersebut.

2. Kontrak Bisnis:

Jika klien memiliki kontrak bisnis untuk menggunakan aset tak berwujud, perjanjian-perjanjian lisensi harus disiapkan untuk pemeriksaan. Perjanjian ini termasuk perjanjian hak franchise, atau perjanjian hak merek dagang.

3. Dokumen Pembelian Aset:

Jika aset tak berwujud tersebut dibeli dari pihak lain, klien harus menyediakan dokumen-dokumen pembelian seperti faktur, surat perjanjian, atau bukti transfer pembayaran.

4. Dokumen Pengembangan Aset:

(6)

Jika aset tak berwujud dikembangkan in-house, dokumen- dokumen yang mencatat biaya pengembangan, proyek-proyek riset dan pengembangan, serta pengeluaran yang terkait harus disediakan. Ini mencakup dokumen perencanaan proyek, catatan biaya, dan laporan kemajuan.

5. Laporan Keuangan:

Laporan keuangan yang mencantumkan nilai aset tak berwujud, termasuk neraca yang mencatat nilai goodwill atau nilai aset tak berwujud lainnya, serta catatan atas laporan keuangan yang memberikan penjelasan rinci mengenai aset tak berwujud.

6. Persetujuan Audit atau Penilaian Independen:

Jika aset tak berwujud telah diaudit atau dinilai oleh pihak ketiga independen, klien harus menyediakan laporan audit atau penilaian tersebut.

7. Dokumen Amortisasi:

Dokumen yang menunjukkan metode dan jangka waktu amortisasi aset tak berwujud, serta perhitungan amortisasi yang telah dilakukan pada laporan keuangan.

8. Dokumen Penurunan Nilai (Impairment):

Jika terdapat penurunan nilai pada aset tak berwujud, dokumen yang mencatat penilaian dan analisis penurunan nilai serta tindakan yang diambil harus disiapkan.

D. Tujuan Pemeriksaan Aset Tak Berwujud

1. Memeriksa efektivitas kontrol internal terhadap aset tak berwujud.

Dilakukannya pemeriksaan terhadap internal control perusahaan bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana internal control suatu perusahaan dapat aet tak berwujudnya.

(7)

2. Meneliti kebenaran, kelengkapan, dan otorisasi perolehan, penambahan, dan penghapusan aset tak berwujud.

Pada tujuan ini digunakan untuk memastikan bahwa perolehan, penambahan, dan penghapusan aset tak berwujud didukung oleh bukti-bukti yang sah, lengkap, dan diotorisasi oleh pihak berwenang di perusahaan.

3. Mengkaji kegunaan aset tak berwujud perusahaan dalam jangka waktu panjang (lebih dari satu tahun).

Dilakukan untuk memeriksa kegunaan aset tak berwujud di masa depan, apakah aset berwujud yang dimiliki masih memiliki nilai ekonomi di masa depan.

4. Menilai kesesuaian amortisasi aset tak berwujud dengan standar akuntansi keuangan ETAP/PSAK/IFRS.

Dilakukan untuk memeriksa apakah perusahaan telah melaksanakan amortisasi aset tak berwujud sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku yaitu ETAP/PSAK/IFRS untuk memperoleh amortisasi yang akurat.

5. Memastikan pencatatan dan penerimaan hasil/pendapatan dari aset tak berwujud oleh perusahaan.

Dilakukan untuk memastikan bahwa hasil/pendapatan yang dari aset tak berwujud telah dicatat dengan benar dan diakui oleh perusahaan sesuai dengan prosedur akuntansi yang berlaku.

6. Menilai kesesuaian penyajian aset tak berwujud dalam laporan keuangan dengan standar akuntansi keuangan ETAP/PSAK/IFRS.

Dilakukan untuk memeriksa apakah penyajian aset tak berwujud dalam laporan keuangan telah dilakukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan ETAP/PSAK/IFRS, sehingga informasi yang disajikan terbukti akurat dan dapat dipercaya.

(8)

E. Prosedur Audit yang Disarankan dalam Aset Tak Berwujud

1. Pelajari dan evaluasi internal control atas aset tak berwujud.

Pada prosedur ini, auditor akan menyelidiki dan mengevaluasi internal control yang berkaitan dengan aset tak berwujud.

2. Minta rincian aset tak berwujud per tanggal laporan posisi keuangan (neraca) yang antara lain menunjukkan:

a.Saldo awal, penambahan, amortisasi dan penghapusan serta saldo akhir.

3. Cocokkan saldo awal dan saldo akhir ke buku besar, lalu check footing dan cross footing.

Melakukan perbandingan saldo awal dan saldo akhir dengan buku besar, kemudian melakukan pengecekkan keseimbangan saldo tersebut.

4. Periksa penambahan aset tak berwujud:

a. apakah diotorisasi pejabat entitas yang berwenang.

b. periksa notulen rapat direksi/pemegang saham, untuk mengetahui apakah  otoritasi.

c. periksa keabsahan dan kelengkapan bukti-bukti pendukungnya.

5. Periksa amortisasi dan penghapusan (jika ada) aset tak berwujud.

a. Periksa apakah amortisasi dilakukan sesuai standar akuntansi keuangan di indonesia ETAP/PSAK/IFRS.

b. Jika ada aset tak berwujud yang dihapuskan, misalnya goodwil, karena tidak lagi mempunyai kegunaan, maka harus diperiksa otorisasi dari pejabat entitas yang berwenang.

6. Periksa perjanjian-perjanjian yang dibuat entitas dengan pihak ketiga yang ingin menggunakan hak paten, hak cipta,

(9)

dan franchise yang dimiliki perusahaan. Periksa apakah pendapatan dari perjanjian tersebut. (dalam bentuk royalty fee) sudah dicatat dan diterima oleh perusahaan.

7. Periksa apakah penyajian aset tak berwujud dalam laporan keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia ETAP/PSAK/IFRS.

F. Contoh Kertas Kerja Aset Tak Berwujud

a.Kertas kerja pemeriksaan asset tak berwujud Perusahaan minimarket

Kertas Kerja Pemeriksaan PT.ARUNA GROUP

Saldo Awal 1-1-2019 Rp200.000.000 V/

Tambahan tahun 2019

Tanggal No. Bukti Keterangan Jumlah 09-02-22 BK102/II/22 Pembelian Goodwill untuk produk baru Rp 250.000.000 15-06-22 BK55/VI/22 Pembelian Franchise untuk buku baru Rp 150.000.000

Rp 400.000.000

Pengurangan tahun 2022 Amortisasi

Hak Paten ex PT JAYA 10% x Rp 400.000.000 = Rp 40.000.000 ^

Copy right 15% x Rp 200.000.000 = RP 30.000.000

^

Penghapusan

Hak Paten ex PT ABADI Rp 20.000.000 j (Rp 90.000.000) ^

Saldo per buku 31-12-2022 Rp 490.000.000

L ^ Vo Periksa bukti pengeluaran kas dan perjanjian Saldo awal terdiri dari:

V/ Cocokkan dengan KKP tahun lalu a. Hak Paten ex PT JAYA

(10)

dengan

L Cocokkan dengan buku besar biaya Rp 400.000.000 sudah

^ Check footing/perkalian diamortisasi 5 tahun (sisa J Periksa journal entry dan otorisasi direksi Rp 25.000.000)

b. Hak Paten ex PT ABADI dengan

biaya Rp 150.000.000 sudah diamortisasi 10 tahun (sisa Rp 15.000.000)

DIBUAT OLEH

(Aurelia Agatha,S.Ak) TANGGAL:

10/1/2023

DI-REVIEW:

(Bima Aryodia S.Ak) TANGGAL:

17/1/2023

KLIEN: PT. ARUNA GROUP

SCHEDULE: Aset Takberwujud

PERIODE:

31/12/2022

INDEKS

L

b.Surat Konfirmasi Kepada Bank

Kepada Yth:

Pimpinan Cabang Bank BNI

Jl. Pudak Gromo No. 21, Sleman Perihal: KONFIRMASI BANK Dengan hormat,

Sehubungan dengan pemeriksaan laporan keuangan kami, dimohon kesediaan Saudara/i menjawab konfirmasi mengenai saldo bank kami langsung pada auditor kami:

KAP Aurelia dan Rekan Ruko Pascal Timur No.09

Jl. Simanjuntak, Kulon Progo, Yogyakarta Tel: (021) 55667788 Fax: (021) 25436787

Informasi-infromasi yang diminta dalam bentuk konfirmasi bank terlampir:

Apabila jawaban untuk konfirmasi yang kami minta dalam bentuk tersebut diatas adalah “TIDAK ADA” mohon dengan jelas ditulis “TIDAK ADA” dan mohon jangan dibiarkan kosong. Jika kolom yang disediakan tidak mencukupi, mohon sertakan informasi tersebut dalam lembar kertas terpisah.

Mohon jawaban konfirmasi tersebut juga disertai Copy dari rekening- rekening koran kami untuk bulan-bulan yang berakhir tanggal:

31 Desember 2022

Mengingat ketatnya jadwal penyelesaian audit atas laporan keuangan perusahaan kami, mohon agar jawaban konfirmasi dapat diterima oleh

(11)

auditor kami selambat-lambatnya 5 hari setelah diterimanya surat ini.

Atas perhatian dan bantuan Saudara/I kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami, PT. Aruna Group Cabang Bantul

Referensi

Dokumen terkait