• Tidak ada hasil yang ditemukan

Assesment (LCA) di TPA Manggar Balikpapan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Assesment (LCA) di TPA Manggar Balikpapan"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Potensi Pengolahan Sampah Menjadi RDF dengan Metode Life Cycle

Assesment (LCA) di TPA Manggar Balikpapan

Khansa Yuspiana NIM 13171004

Intan Dwi Wahyu Setyo Rini, S.T., M.T.

NIP.199205082019032032 Nia Febrianti, S.T.,M.T.

NIP.1993022420192027

(2)

Latar Belakang

Timbulan Sampah Kota Balikpapan meningkat

5-6 ton/hari. Pada Tahun 2020 Timbulan sampah TPA Manggar meningkat menjadi

130.520 ton/thn

Reuse Drive Fuel (RDF)

Life Cycle Assessment (LCA) sebuah metode

untuk menganalisis dampak lingkungan

yang potensial (Wahyudi et al., 2017)

SimaPro adalah software dari interpretasi penggunaan metode Life

Cycle Assesment Kelebihan pada RDF dapat

menghasilkan sumber energi alternatif yang

terbarukan sebagai pengganti energi fosil.

(3)

Tujuan Penelitian

01 Untuk mengetahui potensi sampah di TPA Manggar Balikpapan untuk diolah menjadi RDF

03 Untuk pengolahan sampah menjadi RDF dengan mengetahui nilai dampak potensi

metode LCA pada penggunaan software

SimaPro

(4)

Manfaat Penelitian

M anfaat dari penelitian ini adalah menjadi kajian terkait

serta pengolahan sampah di TPA Manggar Balikpapan

dapat dimanfaatkan dengan baik guna mengurangi

produksi timbulan sampah yang meningkat sekaligus

mendukung pembangunan berkelanjutan Kota

Balikpapan yang baik. sehingga penelitian tersebut dapat

menjadi bahan referensi bagi seluruh pihak terkait.

(5)

Tinjauan Pustaka

LCA dapat digunakan untuk mengidentifikasi dampak lingkungan

dari suatu proses atau produk serta menganalisa dampak lingkungan yang

ditimbulkan serta secara kuantitatif dari suatu produk

(Chaerul & Allia, 2019)

Life Cycle Assesment (LCA)

LCA digunakan untuk membantu pengambil keputusan dalam memilih produk atau proses yang menghasilkan dampak lingkungan

terkecil sepanjang daur hidup (Ciptomulyono & Dewi Hajar, 2007)

(6)

SimaPro

Variabel : Mineral, Ecotoxicity, Ozone Layer, Respiratory Organic, Respiratory Inorganic, Asidifikasi/Eutrofikasi, Climate Change, Land

Use, Fossil Fuel, Radiation, Carcinogenic

SimaPro adalah software interpretasi penggunaan metode Life Cycle Assesment, memiliki tujuan untuk menganalisa dan membandingkan lingkungan dari suatu produk. Hasil SimaPro mengkalkulasi inputan seperti kuantitas dan kualitas bahan baku dan menghasilkan

outputan suatu nilai grafik.

(7)

Penelitian Terdahulu

No. Nama dan Tahun Publikasi Hasil

1. Banaget et al, 2018 Analisis kegiatan alternatif yang dapat dilakukan oleh TPA Manggar dengan metode LCA

2. Bagaswara, 2017 Analisis proses produksi untuk mengendalikan environmental impact menggunakan metode life cycle assessment (LCA) pada proses produksi 3. Ar’Fatunisa, 2018 Life Cycle Assessment menggunakan Simapro

proses produksi pabrik gula Madukismo berdampak pada lingkungan

4. Wahyuni, 2020 Analisis kuantifikasi dampak lingkungan dari

skenario koagulan di IPAM Ngagel dengan

metode LCA dengan berbagai dampak

(8)

Metodologi Penelitian

Pengambilan

Data Observasi Analisis dengan Metode LCA

Penggunaan Software

SimaPro

Kesimpulan Analisis potensi

pengelolahan sampah menjadi RDF dengan

metode LCA

Data penimbunan sampah,komposisi sampah, karakteristik sampah TPAManggar

Kegiatan pengolahan sampah yang dilakukan TPA Manggar dari pengomposan maupun

pembakaran

Menentukan batasan dan menetapkan sumber daya yang diperlukan selama kegiatan pengolahan

sampah

Menginput hasil analisis data dalam software untuk diketahui potensi

pengolahan sampah menjadi RDF

Identifikasi Permasalahan

(9)

Kuantitas dan Komposisi Sampah TPA Manggar

Tahun Jumlah Sampah

2011 105.661

2012 115.266

2013 123.665

2014 132.994

2015 135.252

2016 130.672

2017 128.933

2018 127.101

2019 135.050

2020 130.502

Kuantitas sampah dilakukan di TPA Manggar dengan melakukan pemilahan dan penimbangan berupa sampel sampah yang diambil pada setiap titik penimbunan secara komponen maupun

keseluruhan.

Komposisi Sampah di TPA Manggar dalam analisis RDF menggunakan persentase komposisi plastik

Komposisi Sampah

Plastik

Persentase (%)

Jumlah Sampah (Ton/Tahun)

HDPE 50% 9,13

PET 50% 9,13

(10)

Nilai Kalor Sampah TPA Manggar

Nilai kalor sampah yang dihasilkan berkisar antara 3677-4235 kal/g, setelah dilakukan pembakaran menggunakan arang, nilai kalor meningkat hampir mencapai 5500 kal/g artinya, pengolahan sampah sebelum menjadi energi ditambahkan dengan pembakaran arang mampu meningatkan nilai kalor semakin tinggi kadar abu yang dihasilkan dari pembakaran maka semakin rendah nilai kalornya sebaliknya. Dimana kadar abu dapat mempengaruhi tinggi rendahnya nilai kalor yang dihasilkan (Sari, 2012).

Sampah Plastik TPA Manggar berpotensi menjadi Reuse Drive Fuel (RDF)

Sampel Nilai Kalor (kal/g)

Sampah Organik 3345

TPA 1 4253

Plastik 9264

TPA 2 3677

Kompos 2480

Arang 1 5427

Arang 2 5348

Abu 1495

TPA 2 3591

(11)

Analisis LCA ( Skenario 0)

Impact Category Unit Skenario 0 Keterangan Nilai Tertinggi Ozone Layer Pt 0,000399 1. Land Use

2. Ecotoxicity 3. Resp. Inorganic 4. Fossil Fuel 5. Carcinogenic Respiratory Organic Pt 0,011

Respiratory Inorganic

Pt 5,9

Ecotoxicity Pt 0,615

Asidifikasi/Eutrofika si

Pt 0,19

Climate Change Pt 1,93

Land Use Pt 4,08

Fossil Fuel Pt 10,6

Radiation Pt 0,0046

Mineral Pt 0,0515

Carcinogenic Pt 1,26

Skenario 0 Dampak yang memiliki nilai tertinggi pada skenario 0 yaitu pada Dampak land use 6,8 Pt , ecotoxicity 0,785 Pt, resp. inorganic 5,9 Pt, fossil fuel 2,03 Pt, dan carcinogenic 1,26 Pt. Hal ini disebabkan pada skenario 0 dilakukan

pengolahan dengan cara menimbun sampah langsung ke landfill tanpa dilakukan pengolahan lanjutan.

(12)

Impact Category Unit Skenario 1 Keterangan Nilai Tertinggi Ozone Layer Pt 0,000392 1. Resp. Inorganic

2. Land Use 3. Fossil Fuel 4. Carcinogenic 5. Climate

Change Respiratory Organic Pt 0,004

Respiratory Inorganic Pt 5,5

Ecotoxicity Pt 0,936

Asidifikasi/Eutrofikasi Pt 0,14

Climate Change Pt 1,13

Land Use Pt 3,71

Fossil Fuel Pt 2,06

Radiation Pt 0,0052

Mineral Pt 0,0948

Carcinogenic Pt 1,21

Analisis LCA ( Skenario 1)

Respiratory Inorganic mendapatkan nilai yang paling tinggi yaitu 5,5 Pt hal ini diakibatkan timbulnya emisi ke udara pada hasil gas pembakaran yang menguap, Land Use 3,71 Pt pada skenario 1 penggunaan lahan, Fossil Fuel 2,06 Pt berasal dari penggunaan bahan bakar pada proses pembakaran produk, Carcinogenic 1,21 Pt berasal dari komposisi jenis sampah plastik yang digunakan jenis PET(Polyethylene Terephthalate) merupakan adalah wadah yang digunakan untuk sekali pakai. Climate Change 1,13 Pt ditimbulkan akibat proses penimbunan sampah selain anorganik yang mampu menghasilkan gas metan sehingga

menyebabkan proses GRK

(13)

Impact Category Uni t

Skenario 2 Keterangan Nilai Tertinggi

Ozone Layer Pt 0,000559 1. Fossil Fuel 2. Resp. Inorganic 3. Land Use

4. Climate Change 5. Carcinogenic Respiratory Organic Pt 0,014

Respiratory Inorganic Pt 9,5

Ecotoxicity Pt 0,564

Asidifikasi/Eutrofikasi Pt 0,25 Climate Change Pt 2,17

Land Use Pt 3,91

Fossil Fuel Pt 15,3

Radiation Pt 0,00561

Mineral Pt 0,115

Carcinogenic Pt 1,06

Analisis LCA ( Skenario 2)

Hasil nilaiFossil Fuel tinggi yakni dikarenakan pada skenario 2 digunakan kondisi skenario pengolahan sampah 50% dilakukan proses pembakaran menghasilkan RDF dengan

menggunakan bahan bakar. Residu pembakaran dari 50% sampah plastik menimbulkan efek yang dapat merusak kondisi lingkungan serta

memberikan dampak samping bagi manusia pada pernafasan serta perubahan iklim sehingga pada nilairespiratory inorganic maupun karsinogenik akan membentuk zat beracun, seperti timbal maupun merkuri. Sisa pembakaran dapat mencemari udara, air dan tanah yang mampu menyebabkan risiko gangguan kesehatan bagi manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. (Maria et al., 2021).

(14)

Analisis LCA ( Perbandingan Skenario)

Dari perbandingan nilai impact category, didapatkan hasil perbedaan. Nilai perbandingan impact category pada setiap skenario memiliki nilai yang berbeda-beda apabila dibandingkan dalam kondisi setiap skenario maka, skenario 1 memiliki hasil dengan dampak yang paling kecil nilainya yaitu pada skenario 1. Masing-masing nilai memiliki perbedaan namun, pada impact category ecotoxicity memiliki nilai yang tinggi dikarenakan pembakaran pada 100% sampah plastik dapat mengeluarkan emisi yang menimbulkan toksisitas pada lingkungan dan kesehatan manusia yang dapat mengandung zat karsinogenik. Untuk itu pengolahan sampah terbaik dalam proses pembuatan produk RDF di TPA Manggar yakni dengan Skenario 1 Impact Category Skenario 0 Skenario 1 Skenario 2

Ozone Layer 0,000399 0,000392 0,000559

Resp. Organic 0,011 0,004 0,014

Resp. Inorganic 5,9 5,5 9,5

Ecotoxicity 0,785 0,936 0,564

Asidifikasi/

Eutrofikasi

0,19 0,14 0,246

Climate Change 1,93 1,13 2,17

Land Use 6,8 3,71 3,91

Fossil Fuel 2,03 2,06 15,3

Radiation 0,0046 0,0052 0,00561

Mineral 0,0515 0,0948 0,115

Carcinogenic 1,26 1,21 1,06

(15)

KESIMPULAN

Sampah TPA Manggar berpotensi menjadi RDF dari nilai kalor yang dihasilkan 9264 kal/g. Berdasarkan penelitian terdahulu standar nilai kalor dalam pembuatan RDF berkisar antara 3570-8000 kal/g. Hal tersebut menjadi acuan potensi sampah TPA Manggar untuk menjadi produk RDF dikarenakan nilai kalor sampah plastik yang digunakan pada penelitian mampu melebihi nilai kalor pada penelitian terdahulu. Hasilnya menunjukkan semakin tinggi kadar abu dari pembakaran maka semakin rendah nilai kalornya sebaliknya kadar abu yang dihasilkan dapat mempengaruhi tinggi rendahnya nilai kalor yang dihasilkan.

1.

2.

Skenario 1 memiliki dampak besar pada ecotoxicity yaitu dikarenakan memiliki nilai yang tinggi akibat pembakaran pada 100% sampah plastik yang dapat mengeluarkan emisi sehingga menimbulkan toksisitas pada lingkungan maupun toksisitas pada kesehatan manusia yang dapat mengandung zat karsinogenik.

(16)

Saran

Penelitian LCA selanjutnya perlu dilakukan analisis pengolahan sampah tidak hanya pada pengolahan RDF

namun pada pengolahan lainnya .

(17)

Analisis Potensi Pengolahan Sampah Menjadi RDF dengan Metode Life Cycle

Assesment (LCA) di TPA Manggar Balikpapan

Terima Kasih!

Referensi

Dokumen terkait