• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asset liability management bank

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Asset liability management bank"

Copied!
290
0
0

Teks penuh

Penilaian dilakukan oleh reviewer yang ditunjuk oleh LP2M sesuai relevansi keahliannya dengan judul buku yang diresensi. Semua itu dilakukan untuk menjamin kualitas buku-buku terbitan agar layak menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Kedua, buku-buku yang membahas aspek-aspek pendidikan dibahas dari berbagai sudut pandang, baik yang normatif seperti terlihat pada buku Hadits Tentang Pendidikan, maupun yang empiris, misalnya Merancang Pembelajaran untuk Keunggulan Lokal Madrasah dan Dinamika Pondok Pesantren di Pulau a Seribu Masjid.

Ketiga, buku-buku yang secara khusus membahas topik-topik terkait sains dan keuangan yang dianggap sebagai disiplin ilmu pengetahuan umum, seperti Chemo Entrepreneurship Learning Design (CEP) dan Asset and Liability Management. Menariknya, topik seperti ini ditulis oleh dosen UIN Mataram yang memiliki latar belakang ilmu agama yang kuat. Keempat, buku-buku yang mengedepankan etnosains, dimana kearifan lokal sebagai sumber ilmunya, misalnya buku berjudul Mengamati Bintang Rowot Sasak, Perspektif Astronomi dan Kearifan Lokal, Konservasi Laut Sekotong Barat, Lombok Barat.

Kelima, buku-buku yang merupakan terjemahan dari karya-karya peneliti terdahulu dan dipandang penting untuk diterjemahkan agar akses terhadap ilmu pengetahuan tersebut lebih luas. Demikian pula kepada seluruh para reviewer, editor, layouter dan proofreader yang telah bekerja keras mendukung penulis dalam menghasilkan buku yang berkualitas baik dari segi isi, keterbacaan dan tampilan fisik.

DAFTAR siNGKATAN

PEDOMAN TRANsliTERAsi

PENDAHuluAN

Pengelolaan likuiditas merupakan kegiatan rutin dalam operasional perbankan dimana dana yang dikelola sebagian besar merupakan dana pihak ketiga yang banyak berfluktuasi. Likuiditas merupakan kemampuan manajemen bank dalam menyediakan dana yang cukup untuk memenuhi kewajibannya setiap saat. Untuk mempertahankan posisi likuiditas yang tinggi, bank harus menggunakan dana yang seharusnya dipinjamkan untuk meningkatkan cadangan primer.

Semakin banyak dana yang dapat dihimpun suatu bank dalam jangka waktu tertentu, maka bank tersebut akan semakin likuid. Posisi likuiditas suatu bank dapat bervariasi dari cukup hingga tidak memadai setiap saat tergantung pada kebutuhan pendanaan yang diharapkan. Dari uraian tersebut terlihat bahwa sebagian besar dana yang disalurkan perbankan kepada masyarakat bersifat jangka menengah dan panjang.

Menghindari risiko likuiditas adalah alasan mengapa setiap bank menyediakan dana yang cukup untuk memenuhi permintaan nasabah yang tidak terduga. Likuiditas secara umum diartikan sebagai memiliki sumber dana yang cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban yang akan jatuh tempo. Oleh karena itu, tujuan pengelolaan likuiditas adalah untuk mencapai cadangan wajib yang ditetapkan oleh bank sentral, karena jika tidak terpenuhi akan ada penalti dari bank sentral, yang kedua untuk mengurangi dana menganggur, karena jika dana menganggur banyak. dana tersebut akan menurunkan profitabilitas bank, dan mencapai likuiditas yang aman untuk menjaga proyeksi arus kas pada kondisi yang sangat mendesak, misalnya penarikan dana oleh nasabah, pengambilan pinjaman.

Risiko lainnya adalah kurangnya dana, akibatnya tidak ada dana untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.

TREAsuRY MANAGEMENT

Menurut Siregar, ada beberapa tahapan pengelolaan aset yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aset yang dimiliki, yaitu inventarisasi aset, audit hukum, penilaian aset, optimalisasi aset, serta pemantauan dan pengendalian aset, dimana jika kelima tahapan pengelolaan aset tersebut dilakukan dengan baik. Hal ini akan membawa manfaat yang besar bagi pemerintah dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas dan menciptakan nilai tambah dalam pengelolaan aset secara lebih tertib, akuntabel, dan transparan. Tahap keempat, bank memantau jumlah aset yang tersisa dan dapat digunakan di masa depan. Yang dimaksud dengan aktiva sisa adalah sejumlah dana tertentu, baik dalam bentuk tunai, piutang, pembiayaan atau dalam bentuk lainnya.

Aset yang digunakan dalam operasional perusahaan yang digunakan secara berkelanjutan dan/atau akan digunakan di masa yang akan datang. Aset tersebut merupakan aset yang bukan merupakan bagian integral dari operasional perusahaan/pemerintah dan tergolong dalam aset surplus yang tidak digunakan untuk pemanfaatan berkelanjutan atau mempunyai potensi untuk digunakan di masa yang akan datang. Aset infrastruktur adalah aset yang melayani kepentingan umum yang tidak berkaitan.Biaya pengeluaran aset infrastruktur ditentukan oleh kelangsungan penggunaan aset yang bersangkutan, seperti jalan, jembatan dan sebagainya.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa aset yang merupakan pelayanan kepada publik disesuaikan untuk berbagai jenis kegiatan. Hal ini dilakukan agar aset yang dimiliki memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.27. Tujuan dari manajemen aset adalah untuk mencapai kesesuaian terbaik antara aset dan strategi penyampaian layanan.

Solusi non aktif dimaksudkan sebagai alternatif penggunaan aset tanpa harus memiliki aset tersebut dan menghindari alternatif yang hanya fokus pada perolehan aset tanpa mengoptimalkan aset yang ada. Tujuan utama manajemen aset adalah untuk membantu suatu entitas (organisasi) mencapai tujuannya dalam memberikan layanan secara efektif dan efisien. Menurut Hariyono (2007), tujuan utama manajemen aset adalah membantu suatu entitas mencapai tujuan pemberian jasa secara efisien dan efektif.

Aset yang dikelola dapat digunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) serta digunakan secara efektif dan efisien sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Rasio manajemen aset adalah proses mengukur seberapa efektif suatu perusahaan atau bank mengelola asetnya. Perputaran aset yang tinggi umumnya dipandang sebagai hal yang baik karena berarti produk mereka terjual relatif cepat sebelum menjadi tidak berguna.

GAP MANAGEMENT

IDR X

USD 0.9670 USD 1 = IDR 8.900

IDR X = USD 0.9680

  • PUSD = 7%
  • Pertukaran Tidak Langsung

Transaksi swap adalah transaksi mata uang secara simultan antara transaksi spot (pembelian) dan transaksi forward (penjualan) atau sebaliknya, biasanya dilakukan untuk mempertahankan sementara posisi mata uang pada harga tertentu. dan menjual sejumlah mata uang pada dua tanggal tertentu (value date). Menurut Hady Hamdy, interest rate swap adalah “currency swap sejumlah mata uang atau mata uang asing yang sama, namun dengan tingkat bunga mengambang”. Transaksi pertukaran mata uang adalah kontrak antara dua pihak yang menukarkan uang dalam mata uang A, beserta bunga dari pihak I.

Dalam praktiknya, bank-bank yang terlibat dalam pasar valuta asing diharuskan untuk mengutip harga bid dan ask pada saat yang sama untuk mata uang yang mereka perdagangkan. Saat Anda mencatat kurs beli dan jual suatu mata uang tertentu, kurs beli biasanya lebih rendah dibandingkan kurs jual. Transaksi forward adalah transaksi pembelian dan penjualan mata uang atau mata uang asing dengan kurs forward yang ditentukan pada saat transaksi selesai.

Kurs forward ditentukan atau dihitung berdasarkan kurs spot yang berlaku pada saat transaksi dengan memperhitungkan perbedaan suku bunga antara kedua mata uang yang ditransaksikan. Kurs forward juga merupakan nilai tukar mata uang yang digunakan di pasar berjangka, yang nilainya disepakati sebelum transaksi terjadi di kemudian hari. Penentuan kurs forward biasanya memerlukan biaya transaksi yang tinggi dan besarnya sangat bergantung pada tingkat fluktuasi nilai mata uang yang diperlukan.

Dan digunakan untuk mengelola dan meminimalkan risiko, misalnya risiko perubahan nilai mata uang (misalnya: kontrak berjangka valuta asing) atau transaksi komoditas (misalnya: kontrak berjangka minyak bumi). Yaitu pembelian dan penjualan sejumlah mata uang secara bersamaan dengan 2 tanggal penukaran (pengiriman) yang berbeda. Pembelian dan penjualan mata uang dilakukan di bank lain yang sama. Jenis transaksi swap yang biasa dilakukan adalah spot versus forward.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, transaksi swap adalah pertukaran suatu mata uang dalam jangka waktu tertentu (untuk periode ini dan periode yang akan datang) dengan mata uang yang sama. Untuk pertukaran mata uang, terjadi pertukaran dua arus kas yang berbeda dengan menggunakan dua mata uang yang berbeda, atau timbul dua prinsip pinjaman yang konkrit. Secara umum, transaksi swap merupakan lindung nilai terhadap kemungkinan kerugian akibat perubahan nilai tukar, namun dapat juga digunakan untuk mencari keuntungan atau berspekulasi.

EARNiNG iNVEsMENT AND MANAGEMENT

Laporan keuangan disiapkan oleh manajemen untuk tujuan akuntansi atas tugas yang diberikan kepada mereka oleh pemilik bisnis. Selain itu, laporan keuangan juga digunakan untuk memenuhi tujuan lain yaitu sebagai pelaporan kepada pihak luar perusahaan. Oleh karena itu, proses penyusunan laporan keuangan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu yang dapat menentukan kualitas laporan keuangan.

Manajemen laba merupakan suatu tindakan yang akan dilakukan manajer dengan cara memanipulasi laba dalam laporan keuangan dengan memilih kebijakan akuntansi untuk mencapai tujuan tertentu, baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan perusahaan. Sedangkan Manajemen Investasi adalah manajemen profesional yang mengelola berbagai surat berharga atau sekuritas seperti saham, obligasi, dan aset lainnya dengan tujuan mencapai tujuan investasi yang menguntungkan bagi investor. Salah satu sumber informasi akuntansi adalah laporan keuangan yang memuat informasi mengenai laba.

Angka keuntungan merupakan ukuran kinerja perusahaan yang akan dijadikan bahan investasi oleh investor. Mengingat pentingnya peran informasi laba, terdapat dugaan adanya kecenderungan manajer melakukan manajemen laba guna mengutak-atik atau mempengaruhi informasi dalam laporan keuangan guna menyesatkan pemangku kepentingan. Solechan dalam Dena dan Indra mengartikan manajemen laba sebagai upaya manajer untuk memanipulasi atau mempengaruhi informasi dalam laporan keuangan guna menyesatkan pemangku kepentingan yang ingin mengetahui kinerja dan keadaan perusahaan.

Selain itu, manajemen laba juga dapat mendukung pelaksanaan Initial Public Offering (IPO), dimana laporan keuangan yang berkualitas menjadi insentif bagi calon investor. Auditor sebagai pihak luar perusahaan dapat menelaah dan mengesahkan laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan. Jika pemangku kepentingan seperti investor ingin membuat penilaian berdasarkan informasi yang mereka terima, mereka harus memiliki keyakinan bahwa laporan keuangan merupakan representasi yang dapat dipercaya mengenai nilai ekonomi suatu perusahaan.

ALCO harus menyiapkan kebijakan harga yang menjamin tercapainya margin bunga yang mendukung pertumbuhan bank secara keseluruhan. Komite Aset dan Liabilitas (ALCO) dalam menentukan tingkat suku bunga saat ini dan masa depan. Analisis laporan keuangan lebih menitikberatkan pada analisis teknis neraca bank, khususnya pada pos-pos aset dan liabilitas yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga (interest ratesensitive assets dan interest ratesensitive pasiva).

Referensi

Dokumen terkait