PRAKTIK PROFESI NERS KEPERAWATAN GERONTIK TAHUN AKADEMIK 2024 / 2025
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN STROKE (KASUS KELOLAAN INDIVIDU MINGGU 1)
Nama: Sri Mulyani, S. Kep.
NIM: 24090300152
PROGRAM STUDI PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
Jl. Cempaka Putih Tengah I/1 Jakarta Pusat, Kode Pos 10510 Telp/Faks: 021-42802202
FORMAT ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK A. PENGKAJIAN
1. Data Demografi
Nama Klien : Tn. B
Umur : 62 th Pendidikan : Sekolah Rakyat Jenis Kelamin : Laki-laki Pekerjaan Lalu : Buruh
Suku : Jawa Pekerjaan Sekarang : -
Agama : Islam
Status Marital : Lajang
Alamat Rumah : Tidak Punya Rumah Telepon : -
Hobby/minat : Duduk Dibangku Saat Pagi Hari 2. Riwayat Kesehatan
a. Alasan Masuk Panti
Pasien mengatakan awal masuk klien tetangga menghubungi pihak panti karna klien tidak ada yang mengurus, klien hidup sendiri karena istri klien dan orang tua klien telah meninggal dan memiliki 2 anak yang sudah hidup terpisah, serta orang tua telah meninggal. Klien mengatakan bahwa klien sebelumnya klien bekerja sebagai buruh.
Klien sebelumnya mengalami kecelakaan dan tidak bisa berjalan setelah kecelakaan serta sakit dan hanya hidup sendiri dirumah kontrakan. Klien hidup sendiri dan dibawa kepanti oleh tetangga karena tidak ada yang mengurusi klien dan klien tidak mampu melakukan aktifitas karena keterbatasan anggota gerak pada tubuhnya. Klien awal datang kepanti di kedoya, lalu dipindah ke panti ciracas, dan terahir klien dipindah ke panti bina dhaksa di cengkareng.
Klien sudah tinggal dipanti bina dhaksa di cengkareng sudah kurang lebih satu tahun. Klien jalan dengan menggunakan alat bantu jalan.
Klien sempat jatuh dikamar mandi seblumnya. Klien mampu makan, mandi, bak dan bab sendiri dengan keterbatasan fisik pada anggota gerak kaki kanan dan tangan kanan yang terkena stroke. Klien memiliki keluhan dengan pada pola tidurnya. Pasien mengatakan bahwa tidur nya pada malam hari sering tidak tecukupi dan sering
terbangun pada malam hari, sehingga klien sulit tertidur kembali.
Pada siang hari terkadang klien tidur siang tetapi hanya sebentar.
b. Tanggal Masuk Panti :
Pasien mengatakan masuk panti sosial kedoya, setelah itu di pindahkan ke ciracas, lalu pindah ke PSBD Budi Bhakti 2 Cengkareng satu satu tahun yang lalu.
c. Penyakit Yang Pernah Di Derita (Kapan, Sebab Kambuh)
Tn. B mengatakan menderita Hipertensi tahu sejak tinggal di panti sosial, nama obat tidak tahu, rutin minum obat yang di berikan oleh petugas panti, riwayat sakit stroke sejak 3 tahun lalu, pergelangan tangan kanan sulit digerakkan, kaki kanan tidak mampu untuk berdiri lama dan berjalan sulit pada bagian kaki kanan sehingga gunakan alat bantu berjalan.
d. Status Kesehatan Setahun Lalu
Selama pemeriksaan di panti, pasien mengatakan tensi selalu tinggi.
Hipertensi, stroke ekstermitas kanan.
e. Status Kesehatan 5 Tahun Lalu
Tn B mengatakan sejak 3 tahun sudah terkena stroke.
3. Status Kesehatan
Keluhan/masalah kesehatan saat ini
a. Tn. B mengatakan sudah sakit sejak 3 tahun yang lalu. Klien mengatakan kepalanya pusing, pasien mengeluh kelemahan pada ekstremitas sebelah kanan, terutama tangan kanan dan kaki kanan. Pasien tidak bisa berjalan normal karena habis jatuh dari dikamr mandi panti 3 bulan lalu, dan saat ini di bantu oleh walker untuk beraktifitas dan berjalan. Pada saat dilakukan pemeriksaan TTV di dapatkan TD : 150/90 mmhg, N : 95x/menit, RR : 20 x/menit, Gula darah sewaktu 97 mg/dl, Asam Urat : 4,8 mg/dl. Pasien mengatakan tangan dan kaki bagian kanan terasa lemas dan harus dibantu agar bisa berpindah posisi, pasien mengatakan mampu berdiri dan berjalan dengan gunakan alat bantu jalan, klien mengatakan klien lemah pada anggota gerak tangan kanan dan kaki bagian kanan. Pasien mengatakan selama ini bisa jalan dengan gunakan alat bantu jalan, dan aktivitas lainnya di tempat tidur.
Pasien sering mengalami pusing dan kadag-kadang sakit dibagian leher belakang. Klien mengatakan sulit untuk melakukan aktifitas karena keterbatasan anggota gerak pada bagian tubuh tangan kanan dan kaki kanan.
Klien mengatakan gatal pada bagian kulit.
b. Pengetahuan tentang penyakitnya
Tn. B paham mengenai penyebab penyakit stroke yang dikarenakan Hipertensi. Tn. B mengetahui tangan kanannya mengalami kelemahan diakibatkan stroke, klien tahu kondisi sakit semenjak di panti.
c. Nutrisi (makan dan minum)
Tn. B mengatakan selama dipanti makan 3x/ hari dan selingan cemilan 2x/hari selalu habis. Tn. B mengatakan bahwa nafsu makannya cukup baik. Setiap makan menghabiskan 1 porsi. TB 160 cm dan BB 55 Kg sehingga di dapatkan nilai IMT 21,48 (Normal)
Status Nutrisi MNA (Mini Nutritional Assessment)
A Apakah asupan makanan berkurang selama 3 bulan terakhir karena kehilangan nafsu makan, gangguan pencernaan, kesulitan mengunyah atau menelan?
0 = asupan makanan sangat berkurang 1 = asupan makanan agak berkurang 2 = asupan makanan tidak berkurang
B Penurunan berat badan selama 3 bulan terakhir 0 = penurunan berat badan > 3 kg (6 lbs) 1 = penurunan berat badan tidak diketahui
2 = penurunan berat badan antara 1 dan 3 kg (2,2 dan 6,6 lbs) 3 = tidak terjadi penurunan berat badan
C Mobilitas
0 = hanya di atas kasur atau kursi roda
1 = dapat beranjak dari kursi/kasur, tetapi tidak mampu beraktivitas normal 2 = mampu beraktivitas normal
D Menderita penyakit psikologis atau penyakit akut dalam 3 bulan terakhir 0 = ya
2 = tidak
E Masalah neuropsikologis
0 = demensia tingkat berat atau depresi 1 = demensia tingkat sedang
2 = tidak ada masalah psikologis F1 Body mass Index (BMI)
0 = BMI < 19 1 = BMI 19 - <21 2 = BMI 21 - <23 3 = BMI ≥ 23
BILA DATA IMT TIDAK ADA, GANTI PERTANYAAN F1 DENGAN PERTANYAAN F2 ABAIKAN PERTANYAAN F2 BILA PERTANYAAN F1 SUDAH DAPAT DIISI
Penilaian:
Skor 12-14 : status gizi normal Skor 8-11 : berisiko
malnutrisi
Skor 0-7 : malnutrisi
F2 Lingkar betis (cm)
0 = lingkar beris kurang dari 31 (lingkar betis < 31)
3 = lingkar betis sama dengan atau lebih besar daripada 31 (lingkar betis ≥ 31)
Skor 12
d. Kebersihan diri
Tn. B mengatakan mandi 2x/hari di bantu petugas ke kamar mandi dengan walker, untuk BAK dan BAB dengan pampers di tempat tidur serta dibantu oleh petugas panti untuk mengganti pampers. Untuk kebersihan pasien dibantu sebagian oleh petugas panti
e. Spiritual
Tn. B mengatakan selama dipanti kadang – kadang melakukan ibadah, karena pasien tinggal di tempat tidur dan mengalami kelemahan bagian ektremitas bawah.
4. Aktivitas Sehari – Hari a. Kegiatan
Selama di panti Tn. B melaksanakan kegiatan di panti, mengobrol dengan teman seruangan wisma Melati Anggrek, lebih sering di kamar saja karena tidak mampu berjalan, dan jarang di ajak keliling ruangan oleh petugas. Pasien mengatakan untuk memenuhi kegiatan BAB , BAK, mandi dan makan butuh bantuan orang lain.
1. (Indeks Kemandirian Pada Aktivitas Kehidupan Sehari – Hari) INDEKS KATZ
Petunjuk :
Skor Kemandirian
A Kemandirian dalam hal makan, kontinan (BAB/BAK), berpindah, ke kamar kecil, mandi dan berpakaian
B Kemandirian dalam semua hal kecuali satu dari fungsi tersebut C Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi dan satu fungsi
Tambahan
D Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpindah dan satu fungsi tambahan (ke kamar kecil)
E Kemadirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, dan satu fungsi tambahan
F kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, berpindah dan satu fungsi tambahan
G Ketergantungan pada keenam fungsi tersebut
Penilaian Activity Daily Living (ADL) 1. Nilai 6 : Katz A ( Mandiri Total )
2. Nilai 5 : Katz B ( Tergantung paling ringan) 3. Nilai 4 : Katz C ( Tergantung ringan ) 4. Nilai 3 : Katz D ( Tergantung sedang) 5. Nilai 2 : Katz E ( Tergantung berat ) 6. Nilai 1 : Katz F (Tergantung paling berat ) 7. Nilai 0 : Katz G (Tergantung Total) 2. Penilaian Barthel Indeks
AKTIVITAS NILAI ELEMEN PENILAIAN SKOR
Makan
0 Tidak mampu.
5
Memerlukan bantuan seperti, mengoleskan mentega atau memerlukan bentuk diet khusus.
5
10 Mandiri / tanpa bantuan.
Mandi 0 Tergantung. 0
5 Mandiri.
Kerapian / Penampilan
0 Memerlukan bantuan untuk menata penampilan diri.
0
5
Mandiri(mampu menyikat gigi, mengelap wajah, menata rambut, bercukur).
Berpakaian
0 Tergantung / tidak mampu. 0
5 Mandiri (mampu mengancingkan baju, menutup resleting).
BAB
0 Inkontinensia
5 Kadang mengalami kesulitan. 5
10 Mandiri.
0
Inkontinensia, harus dipasang kateter, tidak mampu mengontrol BAK secara mandiri.
5 Kadang mengalami kesulitan. 5 10 Mandiri.
Penggunaan Kamar Mandi / Toilet
0 Tergantung. 0
5 Perlu dibantu tapi tidak tergantung penuh.
10 Mandiri.
Berpindah Tempat (dari tempat tidur ke tempat duduk atau sebaliknya)
0 Tidak mampu, mengalami gangguan keseimbangan.
5 Memerlukan bantuan (perlu satu atau dua orang) untuk bisa duduk.
5
10 Memerlukan sedikit bantuan (hanya diarahkan secara verbal).
15 Mandiri.
Mobilitas (berjalan pada permukaan rata)
0 Tidak mampu atau berjalan kurang dari 50 meter.
5 Hanya bisa bergerak dengan kursi roda, lebih dari 50 meter.
5
10 Berjalan dengan bantuan lebih dari 50 meter.
15 Mandiri(meski menggunakan alat bantu).
Menaiki / Menuruni Tangga
0 Tidak mampu. 0
5 Memerlukan bantuan.
10 Mandiri.
Total score: 25 Keterangan :
0 – 20 : Ketergantungan Penuh.
21 – 61 : Ketergantungan Berat (Sangat Tergantung).
62 – 90 : Ketergantungan Sedang.
91 – 99 : Ketergantungan Ringan.
100 : Mandiri
5. Psikososial
Tn. B mampu bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesama WBS (Warga Binaan Sosial), Tn. B sebagian hafal nama-nama sebagian temannya di ruangan wisma Melati. Tn. B mengatakan istri telah meninggal dan punya 2 anak serta tidak pernah bertemu dengan anaknya karena sudah berumah tangga dan klien tidak tahu anak tersebut tinggal dimana.
6. Kognitif
Tn. B mengatakan terkadang ingat dengan kondisi kemarin tetapi terkadang lupa dengan peristiwa yang terjadi. Jika tidak dibantu ingatkan, pasien mengatakan sering sulit fokus bila di ajak menghitung angka dengan cepat.
PENGKAJIAN KEMAMPUAN INTELEKTUAL (Menggunakan SPMSQ (Short Portable Mental Status Quesioner) Ajukan beberapa pertanyaan pada daftar dibawah ini :
No Pertanyaan Jawaban Benar Salah
1 Tanggal berapa hari ini? Lupa tanggal ✓
2 Hari apa sekarang? Hari selasa ✓
3 Apa nama tempat ini ? Panti Cengkareng, ✓
4 Dimana alamat anda ? Jakarta ✓
5 Berapa umur anda ? 62 Thn ✓
6 Kapan anda lahir ? Tahun 1958 ✓
7 Siapa presiden Indonesia ? Jokowi ✓
8 Siapa presiden Indonesia sebelumnya ? Jokowi ✓
9 Siapa nama ibu anda ? Ibu L ✓
10 Kurang 3 dari 20 dan tetap
perngurangan 3 dari setiap angka baru, secara menurun ?
17, 14, 12, 7, 5,2 ✓
Jumlah 8
Interpretasi:
Salah 0 – 3 : Fungsi intelektual utuh, Salah 4 – 5 : Fungsi intelektual kerusakan ringan Salah 6 – 8 : Fungsi intelektual kerusakan sedang Salah 9 – 10 : Fungsi intelektual kerusakan berat
7. Pemeriksaan Fisik (Head To Toe Atau Persistem Dengan Cara Inspeksi, Auskultasi, Palpasi Dan Perkusi) :
a. Kepala
1) Rambut : kulit kepala bersih, warna rambut beruban, sebaran rambut tidak merata, terdapat beberapa kebotakan dan kerontokan saat menyisir 2) Mata : Tn. B penglihatan buram jarak jauh, tidak menggunakan
kacamata, bisa membaca tulisan besar dari dekat. Kelopak mata tampak kendur, irish mata tampak ada Arcus senilis. Pupil mata tampak isokor, pupil 3mm/3mm, konjungtiva anemis, sclera unikhterik.
3) Telinga : telinga bersih, fungsi pendengaran baik, tidak ada keluhan.
4) Hidung : bentuk simetris, bersih, tidak ada sumbatan, Tn. B dapat mencium dengan baik dan tidak ada gangguan sinus
5) Mulut dan gigi : mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis, gigi tampak ompong pada bagian depan banyak caries di daerah depan gigi.
6) Tenggorokan : tidak ada masalah pada fungsi menelan 7) Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
b. Dada
1) Payudara : tidak ada benjolan pada payudara. Tidak ada keluhan
2) Paru – paru : bentuk dada normal, tidak ada retraksi diding dada, bunyi napas vesikuler
3) Jantung : bunyi jantung reguler, tidak ada bunyi tambahan c. Abdomen
Simetris, tidak terdapat lesi dan jejas, tidak ada nyeri tekan, bising usus 14x/menit. Tn. B mengatakan BAB agak keras dan frekuensi bab 3-5 hari 1x, BAK tidak ada masalah, selama ini ia BAB dan BAK di tempat tidur dengan pampers dan mengganti pampers dibantu petugas, Tn. B tidak dapat membersihkan kemaluannya dan anusnya secara mandiri. Terdapat luka lesi dibagian perut karena digaruk.
d. Integumen
Kebersihan baik, kulit tampak lembab dan keriput. Terdapat ada eluhan gatal,
karena Tn. B rutin mandi 2x/hari. Gatal pada bagian di selangkangan ada lecet akibat gatal dan digaruk, area sekitar perut dan punggung, dan pada bagian lipatan paha.
e. Muskuloskletal
Tn. B mengatakan ektremitas kanan lemah, terutama pada pergelangan tangan kanan sulit digerakkan dan kaku. Kaki kanan terasa lemas untuk berdiri. Pasien tidak mampu berdiri dengan tegak.
Kekuatan otot ; 3333/5555 3333/5555 f. Tanda tanda vital
TD 150/00 mmHg HR 95 x/mnt RR 20 x/mnt Suhu : 36.5 °C
g. Berat badan tinggi badan
BB 55 Kg, TB 160 cm IMT 21,48 (Normal) h. Pengkajian tambahan
1) Resiko Jatuh
Pengkajian Resiko Jatuh (Morse Fall Score)
No Pengkajian Skala Nilai
1 Riwayat jatuh: Apakah pasien pernah jatuh dalam 3 bulan terakhir?
Tidak 0
Ya 25 25 2 Diagnosa sekunder: Apakah pasien memiliki lebih
dari satu penyakit?
Tidak 0
Ya 15 15 3 Alat bantu jalan:
a. Bed rest / dibantu perawat ✔ 0
b. Kruk/tongkat/walker 15 0
c. Berpegangan pada benda-benda sekitar
30 4 Terapi intervena: apakah saat ini pasien terpasang
infus.
Tidak 0
Ya 20 0
5 Gaya berjalan/ cara berpindah:
a. Normal/ bed rest/ immobile (tidak dapat
bergerak sendiri) 0
b. Lemah (tidak bertenaga) 10 20
c. Gangguan/ tidak normal (pincang/ diseret) ✔ 20 6 Status mental
a. Pasien menyadari kondisi dirinya ✔ 0
0 b. Pasien mengalami keterbatasan daya ingat 15
Total Nilai 60
Interpretasi : Risiko Tinggi Keterangan :
Tingkatan Nilai MFS Tindakan
Tidak berisiko 0 – 24 Perawatan dasar
Risiko Rendah 25 – 50 Pelaksanaan intervensi pencegahan jatuh standar
Risiko Tinggi >51 Pelaksanaan intervensi pencegahan jatuh risiko tinggi
A. ANALISA DATA
NO DATA FOKUS MASALAH ETIOLOGI
1 Ds :
Pasien mengatakan kelemahan pada bagian kaki kanan dan kaku pada pergelangan tangan kanan
Pasien mengatakan pada saat beraktifitas menggunakan kursi roda seperti saat mandi, BAK dan BAB di tempat tidur dibantu petugas panti.
Pasien jarang keliling keluar wisma, hanya di tempat tidur saja, keluar wisma saat yang penting saja, bahkan tidak pernah melaksanakan ibadah ke gereja.
Do :
Kesadaran Compos Mentis Kekuatan otot ;3333/5555 3333/5555 TD 150/90 mmHg
HR 95 x/mnt RR 20 x/mnt Suhu 36,5 °C
Hasil Pengkajian Morse fall Score : 60 (Resiko Jatuh Tinggi)
Nilai 0 : Katz G (Tergantung Total) Barthel indeks score 20 :
Ketergantungan penuh
Gangguan
Mobilitas fisik Penurunan kekuatan Otot
(Stroke ekstermitas kanan )
2 Ds:
Pasien mengatakan tensi darah selama di panti selalu tinggi. Pasien mengatakan sering minum obat dari petugas panti, tetapi tidak tahu nama obatnya.
Do :
Kesadaran Compos Mentis Kekuatan otot ;3333/5555 3333/5555 TD 150/90 mmHg
HR 95 x/mnt RR 20 x/mnt Suhu 36,5 °C
perfusi serebral tidak efektif
Hipertensi
(TDS > 149 mmHg)
3 Ds:
Tn. B mengatakan terkadang ingat dengan kondisi kemarin tetapi terkadang lupa dengan peristiwa yang terjadi. Jika tidak dibantu ingatkan, pasien mengatakan sering sulit fokus.
Do:
Pasien tidak mampu mengingat
kejadian kemarin, butuh bantuan untuk mengingat
MMSE (Mini Mental Status Exam) score 21 Gangguan kognitif sedang SPMSQ (Short Portable Mental Status Quesioner) score Salah 4 – 5 : Fungsi intelektual kerusakan ringan
Gangguan Memori proses penuaan
4. Ds :
Pasien mengatakan kelemahan pada bagian kaki kanan dan kaku pada pergelangan tangan kanan
Pasien mengatakan pada saat beraktifitas menggunakan kursi roda seperti saat mandi, BAK dan BAB di tempat tidur dibantu petugas panti.
Pasien jarang keliling keluar wisma, hanya di tempat tidur saja, keluar wisma saat yang penting saja, bahkan tidak pernah melaksanakan ibadah ke gereja.
Do :
Kesadaran Compos Mentis Kekuatan otot ;3333/5555 3333/5555 TD 150/90 mmHg
HR 95 x/mnt RR 20 x/mnt Suhu 36,5 °C
Hasil Pengkajian Morse fall Score : 60 (Resiko Jatuh Tinggi)
Nilai 1 : Katz F (Tergantung paling berat )
Risiko Jatuh Kelemahan Anggota Gerak (Stroke ekstermitas kanan)
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
No
Dx Diagnosa Keperawatan
1 Gangguan Mobilitas Fisik b.d Penurunan kekuatan otot (D.0054) 2 Perfusi Serebral Tidak Efektif b.d Hipertensi (D. 0017)
3 Gangguan Memori b.d proses penuaan(D. 0062) 4. Risiko Jatuh b.d Kelemahan Anggota Gerak (D.0143)
C. PERENCANAAN KEPERAWATAN No
Dx
Tujuan & Kriteria Hasil
Intervensi Rasional
1 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan mobilitas fisik meningkat dengan kriteria hasil :
a. Kekuatan otot meningkat
b. Pergerakan ekstremitas meningkat
c. Rentang gerak meningkat
Observasi
- Monitor TTV sebelum melakukan mobilitas
Terapeutik
- Fasilitasi WBS dalam melakukan mobilitas fisik Edukasi
- Ajarkan WBS untuk melakukan latihan fisik (ROM)
- Anjurkan WBS untuk melakukan ROM sesering mungkin
- Untuk mengetahui perkembangan fisik klien
- Untuk
mempertahankan atau memulihkan fleksibelitas sendi klien
- ROM dapat
mempertahankan pergerakan sendi
- Untuk mencegah terjadinya risiko
cedera yang
berkelanjutan
2 Setelah dilakukan intervensi
keperawatan
selama 3 x 24 jam, maka perfusi serebral meningkat, dengan kriteria hasil:
1. Tekanan arteri rata-rata ( mean
Observasi
Monitor penyebab peningkatan TIK (gangguan metabolisme)
Pantau tanda/gejala peningkatan TIK (misalnya: tekanan darah meningkat, tekanan nadi melebar, bradikardia, pola napas tidak teratur, kesadaran menurun)
Pantau MAP (tekanan arteri rata-
Untuk mengetahui peningkatan TIK
Untuk mengetahui potensial
peningkatan TIK
Menghitung tekanan
arterial
pressure/MAP ) membaik
2. Tensi darah membaik
3. (TDS normal 100 -140 mmHg, TDD 60 – 90 mmHg)
rata) ( Lihat: Kalkulator MAP )
Monitor status pernapasan
Pantau asupan dan keluaran cairan
Terapeutik
Minimalkan stimulus dengan menyediakan lingkungan yang tenang
rata-rata arteri, menggambarkan perfusi rata-rata dari peredaran darah sistemik untuk menjamin perfusi otak, perfusi arteri koronaria dan perfusi ginjal tetap terjaga
pemantauan sesak napas
untuk mengetahui adanya tanda-tanda dehidrasi dan mencegah syock hipovolemik
agar klien tidak mengalami depresi dimana bila terjadi
depresi maka
tekanan darah akan naik saat tekanan darah naik maka jantung memompa begitu cepat ke seluruh tubuh dan menekan otak yang menyebabkan tekanan intrakranial
memberikan posisi
Berikan posisi semi fowler
Menjaga suhu tubuh normal
nyaman bagi klien
suhu tubuh yang
normal tidak
membuat cara kerja otak menjadi berat dan tubuh akan rileks dengan suhu yang normal
3 Setelah dilakukan intervensi
keperawatan selama 3 x 24 jam, maka memori meningkat, dengan kriteria hasil:
1. Verbalisasi kemampuan mempelajari hal baru meningkat 2. Verbalisasi
kemampuan mengingat informasi faktual meningkat 3. Verbalisasi
kemampuan mengingat perilaku tertentu yang pernah dilakukan meningkat 4. Verbalisasi
Observasi
Identifikasi masalah memori yang dialami
Identifikasi kesalahan terhadap orientasi
Monitor perilaku dan perubahan memori selama terapi
Terapeutik
Stimulasi memori dengan mengulang pikiran yang terakhir kali diucapkan,
Koreksi kesalahan orientasi
Fasilitasi mengingat Kembali pengalaman masa lalu, jika perlu
- Untuk mengetahui masalah memori yang dialami klien - Untuk
memenimimalisir terjadinya kesalah pahaman terhadap orientasi klien
- Memantau perilaku klien saat dilakukan terapi
- Untuk merangsang memori klien dengan mengulang pikiran yang terakhir diucapkan - Untuk
membenarkan orientasi klien - Untuk fasilitas
untuk mengingat
kemampuan mengingat peristiwa meningkat 5. Verbalisasi
pengalaman lupa menurun
Fasilitasi tugas pembelajaran (mis:
mengingat informasi verbal dan gambar)
Stimulasi menggunakan memori pada peristiwa yang baru terjadi (mis:
bertanya ke mana saja ia pergi akhir- akhir ini), jika perlu
Edukasi
Jelaskan tujuan dan prosedur Latihan
Ajarkan Teknik memori yang tepat (Permainan memori dengan bermain puzzel)
kembali - Memberikan
fasilitas metode gambar untuk mengingat kembali atau mengasah daya ingat
- Untuk memberikan rangsangan otak dalam mengingat hal baru
- Agar latihan terapi berjalan sesuai dengan keinginan dan lancer
-Mengajarkan terapi puzzle sebagai
terapi non
farmakologi dalam
meningkatkan daya ingat klien.
4. Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan tingkat jatuh menurun dengan kriteria hasil : a. WBS tidak jatuh
Observasi
- Identifikasi faktor lingkungan yang meningkatkan risiko jatuh (mis: lantai licin, penerangan kurang)
- Monitor kemampuan berpindah dari tempat tidur ke kursi roda dan sebaliknya
Terapeutik
- Untuk mengetahui faktor risiko jatuh pada klien
- Untuk mengetahui faktor lingkungan yang meningkatkan risiko jatuh pada klien
- Orientasikan ruangan pada pasien
- Atur tempat tidur mekanis pada posisi terendah
- Gunakan alat bantu berjalan (mis:
kursi roda, walker) Edukasi
- Anjurkan memanggil perawat jika membutuhkan bantuan untuk berpindah
- Anjurkan menggunakan alas kaki yang tidak licin
- Anjurkan berkonsentrasi untuk menjaga keseimbangan tubuh
Anjurkan melebarkan jarak kedua kaki untuk meningkatkan keseimbangan saat berdiri
- Untuk membantu klien saat
beraktivitas
- Agar klien tidak cedera/terples
- Agar klien tidak jatuh
- Sebagai bentuk usahan dalam
mencegah terjadinya jatuh
D. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI HARI/
TGL
JAM NO
DX
IMPLEMENTASI EVALUASI Nama
& Paraf Rabu
07/05/2 025
15 .00
16.15
17.00
17.20
1. - Mengukur TTV sebelum melakukan mobilitas
- Mengajarkan WBS untuk melakukan latihan fisik (ROM)
- Menganjurkan WBS untuk melakukan ROM sesering mungkin
- Memfasilitasi WBS dalam melakukan mobilitas fisik
Rs:
Pasien mengatakan pusing masih ada Ro:
TD 160/100 mmHg, Hr 90 x/mnt, RR 18 x/mnt
Rs:
pasien mengatakan mampu melakukan ROM pada tangan kanan menggunakan tangan kiri ( tangan yang sehat)
Ro:
pasien dapat melakukan ROM dengan baik Rs:
pasien mengatakan akan melakukannya 1
kali/hari Ro:
pasien tampak antusias melakukan ROM yang di ajarkan secara mandiri
Rs:
pasien mengatakan hanya mampu
melangkah 1 langkah saja, tidak kuat berdiri lama
Ro:
pasien tampak masih takut untuk berdiri, pasien mampu melangka 1 x selanjutnya pasien tidak kuat
17.30
- Mengukur TTV setalah melakukan mobilitas
Hasil : TD: 160/100 mmHg Nadi: 90x/mnt, RR 18 x/mnt
Rs:
Pasien mengatakan pusing masih ada Ro:
TD 158/73 mmHg, Hr 0 x8/mnt, RR 18x/mnt 15.00 2.
16.1 5
17.0 0
18.3 0
Memantau tanda/gejala peningkatan TIK , memonitor TTV
Memonitor status pernapasan
Memantau asupan dan keluaran cairan
Memberikan posisi semi fowler
Rs:
pasien mengatakan pusing masih ada Ro:
kesadaran compos mentis,TD 160/100 mmHg, Hr 90 x/mnt, RR 18 x/mnt
Rs: pasien mengatakan tidak ada sesak nafas Ro:
Pernafasan spontan, frekuensi 20 x menit, suara nafas vesikuler, pola nafas regular
Rs:pasien mengatakan makan selalu habis Ro:
pasien makan selalu habis 1 porsi minum hanya sedikit – sedikit paling banyak 4 gelas Rs:
pasien mengatakan terasa nyaman menggunakan bantal
Ro:
pasien tampak rileks dan tenang
15.15
15.30
16.00
3. Stimulasi memori dengan mengulang pikiran yang terakhir kali diucapkan,
Memfasilitasi mengingat Kembali pengalaman masa lalu,
Memfasilitasi tugas
pembelajaran dan mengajarkan Teknik memori yang tepat (Permainan memori dengan bermain puzzle dengan menggunakan Android), menjelaskan tujuan dan prosedur Latihan
Rs :
pasien mengatakan sering lupa
Ro:
pasien sulit mengingat percakapan terakhir dengan perawat
Rs:
pasien mampu menceritakan
pengalaman hidupnya sebelum masuk panti Ro:
pasien tampak mampu bercerita tentang pengalamannya
Rs:
pasien mengatakan senang melakukan dan mengikuti latihan puzzel
Ro:
pasien tampak mampu mengikuti latihan bermain puzzel dan tampak senang mengikutinya
15.30 4. Mengorientasikan ruangan pada pasien
Menganjurkan untuk
Rs:
pasien mengatakan sudah memahami yang di jelaskan perawat
Ro: pasien tampak mengerti Rs:
pasien mengatakan
16.00
17.00
menggunakan alat bantu berjalan
Menganjurkan memanggil perawat jika membutuhkan bantuan untuk berpindah.
masih takut untuk berjalan
Ro:
pasien tidak mampu berjalan dengan bantuan walker Ro:
pasien mendengarkan anjuran
Kamis 08/05/2
025
15.15
16.00
16.30
17.00
1. - Mengukur TTV sebelum melakukan mobilitas
- Mengajarkan WBS untuk melakukan latihan fisik (ROM)
- Menganjurkan WBS untuk melakukan ROM sesering mungkin
- Memfasilitasi WBS
dalam melakukan
mobilitas fisik
Rs:
Pasien mengatakan pusing masih ada Ro:
TD 150/90 mmHg, Hr 90 x/mnt, RR 18 x/mnt Rs:
pasien mengatakan mampu melakukan ROM pada tangan kanan menggunakan tangan kiri ( tangan yang sehat)
Ro:
pasien dapat melakukan ROM dengan baik
Rs:
pasien mengatakan akan melakukannya 1 kali/hari
Ro:
pasien tampak antusias melakukan ROM yang di ajarkan secara mandiri
Rs:
pasien mengatakan hanya mampu melangkah dengan gunakan alat bantu
18.00 - Mengukur TTV setalah melakukan mobilitas
jalan walker baru beberapa langkah Ro:
pasien tampak masih takut untuk berdiri, pasien mampu
melangkah selanjutnya pasien tidak kaki lemas
Rs:
Pasien mengatakan pusing masih ada Ro:
TD 149/78 mmHg, Hr 80 x8/mnt, RR 20 x/mnt
15.15 3.
Stimulasi memori dengan mengulang pikiran yang terakhir kali diucapkan,
Rs :
pasien mengatakan terkadang suka lupa terhadap sesuatu Ro:
pasien sulit mengingat percakapan terakhir dengan perawat 15.00 2.
16.1 5
17.0 0
18.30
Memantau tanda/gejala peningkatan TIK , memonitor TTV
Memonitor status pernapasan
Memantau asupan dan keluaran cairan
Memberikan posisi semi fowler
Rs:
pasien mengatakan pusing masih ada Ro:
kesadaran compos mentis,TD 150/90 mmHg, Hr 90 x/mnt, RR 20 x/mnt
Rs: pasien mengatakan tidak ada sesak nafas Ro:
Pernafasan spontan, frekuensi 20 x menit, suara nafas vesikuler, pola nafas regular
Rs:pasien mengatakan makan selalu habis Ro:
pasien makan selalu habis 1 porsi minum hanya sedikit – sedikit paling banyak 4- 5 gelas Rs:
pasien mengatakan terasa nyaman menggunakan bantal
Ro:
pasien tampak rileks dan tenang
15.30
16.00
Memfasilitasi mengingat Kembali pengalaman masa lalu,
Memfasilitasi tugas
pembelajaran dan mengajarkan Teknik memori yang tepat (Permainan memori dengan bermain puzzle dengan menggunakan Android), menjelaskan tujuan dan prosedur Latihan
Rs:
pasien mampu menceritakan
pengalaman hidupnya sebelum masuk panti Ro:
pasien tampak mampu bercerita tentang pengalamannya Rs:
pasien mengatakan senang melakukan dan mengikuti latihan puzzel
Ro:
pasien tampak mampu mengikuti latihan bermain puzzel dan tampak senang mengikutinya
9/Mei 2025
15.00
16.20
1. Mengukur TTV sebelum melakukan mobilitas
- Mengajarkan WBS untuk melakukan latihan fisik (ROM)
Rs:
Pasien mengatakan pusing masih ada Ro:
TD 149/80 mmHg, Hr 90 x/mnt, RR 18 x/mnt Rs:
pasien mengatakan mampu melakukan ROM pada tangan kanan menggunakan tangan kiri ( tangan yang sehat)
Ro:
pasien dapat melakukan ROM dengan baik
Rs:
17.00
17.30
18.00
- Menganjurkan WBS untuk melakukan ROM sesering mungkin
- Memfasilitasi WBS
dalam melakukan
mobilitas fisik
- Mengukur TTV setalah melakukan mobilitas
pasien mengatakan akan melakukannya 1 kali/hari
Ro:
pasien tampak antusias melakukan ROM yang di ajarkan secara mandiri
Rs:
pasien mengatakan hanya mampu melangkah dengan gunakan alat bantu jalan walker baru beberapa langkah Ro:
pasien tampak masih takut untuk berdiri, pasien mampu
melangkah selanjutnya pasien tidak kaki lemas
Rs:
Pasien mengatakan pusing masih ada Ro:
TD 145/78 mmHg, Hr 80 x8/mnt, RR 20 x/mnt
15.00 2. - Memfasilitasi WBS
dalam melakukan
mobilitas fisik
Rs:
pasien mengatakan pusing masih ada Ro:
kesadaran compos mentis,TD 150/90 mmHg, Hr 90 x/mnt, RR 20 x/mnt
Rs: pasien mengatakan
15.30
15.30
17.00
- Mengukur TTV setalah melakukan mobilitas
Memantau asupan dan keluaran cairan
Memberikan posisi semi fowler
tidak ada sesak nafas Ro:
Pernafasan spontan, frekuensi 20 x menit, suara nafas vesikuler, pola nafas regular
Rs:pasien mengatakan makan selalu habis Ro:
pasien makan selalu habis 1 porsi minum hanya sedikit – sedikit paling banyak 4- 5 gelas
Rs:
pasien mengatakan terasa nyaman menggunakan bantal Ro:
pasien tampak rileks dan tenang
15.30
16.51
3. Stimulasi memori dengan mengulang pikiran yang terakhir kali diucapkan,
Memfasilitasi mengingat Kembali pengalaman masa lalu,
Memfasilitasi tugas
Rs :
pasien mengatakan terkadang suka lupa terhadap sesuatu Ro:
pasien sulit mengingat percakapan terakhir dengan perawat
Rs:
pasien mampu menceritakan
pengalaman hidupnya sebelum masuk panti Ro:
pasien tampak mampu bercerita tentang pengalamannya Rs:
17.30 pembelajaran dan mengajarkan Teknik memori yang tepat (Permainan memori dengan bermain puzzle dengan menggunakan Android), menjelaskan tujuan dan prosedur Latihan
pasien mengatakan senang melakukan dan mengikuti latihan puzzel
Ro:
pasien tampak mampu mengikuti latihan bermain puzzel dan tampak senang mengikutinya
15.00
16.15
17.30
4. - Mengorientasikan ruangan pada pasien
- Menganjurkan untuk menggunakan alat bantu berjalan
Menganjurkan memanggil perawat jika membutuhkan bantuan untuk berpindah:
Rs: pasien
mengatakan sudah memahami yang di jelaskan perawat Ro: pasien tampak mengerti
Rs: pasien
mengatakan masih takut untuk berjalan Ro: pasien tidak mampu berjalan dengan bantuan walker
Ro: pasien mendengarkan anjuran
10/Mei 2025 Sabtu
15.00
16.20
1. Mengukur TTV sebelum melakukan mobilitas
- Mengajarkan WBS untuk melakukan latihan fisik (ROM)
Rs:
Pasien mengatakan pusing masih ada Ro:
TD 141/80 mmHg, Hr 87 x/mnt, RR 18 x/mnt Rs:
pasien mengatakan mampu melakukan ROM pada tangan kanan menggunakan tangan kiri ( tangan yang sehat)
Ro:
17.00
17.30
18.00
- Menganjurkan WBS untuk melakukan ROM sesering mungkin
- Memfasilitasi WBS
dalam melakukan
mobilitas fisik
- Mengukur TTV setalah melakukan mobilitas
pasien dapat melakukan ROM dengan baik
Rs:
pasien mengatakan akan melakukannya 1 kali/hari
Ro:
pasien tampak antusias melakukan ROM yang di ajarkan secara mandiri
Rs:
pasien mengatakan hanya mampu melangkah dengan gunakan alat bantu jalan walker baru beberapa langkah Ro:
pasien tampak masih takut untuk berdiri, pasien mampu
melangkah selanjutnya pasien tidak kaki lemas
Rs:
Pasien mengatakan pusing masih ada Ro:
TD 140/88 mmHg, Hr 91 x8/mnt, RR 20 x/mnt
15.00 2. Rs:
pasien mengatakan pusing masih ada Ro:
kesadaran compos
15.30
15.30
17.00
- Mengukur TTV setalah melakukan mobilitas
Memantau asupan dan keluaran cairan
Memberikan posisi semi fowler
mentis, TD 141/80 mmHg, Hr 87 x/mnt, RR 18 x/mnt
Rs: pasien mengatakan tidak ada sesak nafas Ro:
Pernafasan spontan, frekuensi 20 x menit, suara nafas vesikuler, pola nafas regular Rs:pasien mengatakan makan selalu habis Ro:
pasien makan selalu habis 1 porsi minum hanya sedikit – sedikit paling banyak 4- 5 gelas
Rs:
pasien mengatakan terasa nyaman menggunakan bantal Ro:
pasien tampak rileks dan tenang
15.30
16.51
3. Stimulasi memori dengan mengulang pikiran yang terakhir kali diucapkan,
Memfasilitasi mengingat Kembali pengalaman masa lalu,
Rs :
pasien mengatakan terkadang suka lupa terhadap sesuatu Ro:
pasien sulit mengingat percakapan terakhir dengan perawat
Rs:
pasien mampu menceritakan
pengalaman hidupnya sebelum masuk panti Ro:
pasien tampak mampu bercerita tentang pengalamannya
17.30 Memfasilitasi tugas
pembelajaran dan mengajarkan Teknik memori yang tepat (Permainan memori dengan bermain puzzle dengan menggunakan Android), menjelaskan tujuan dan prosedur Latihan
Rs:
pasien mengatakan senang melakukan dan mengikuti latihan puzzel
Ro:
pasien tampak mampu mengikuti latihan bermain puzzel dan tampak senang mengikutinya
15.00
16.15
17.30
4. - Mengorientasikan ruangan pada pasien
- Menganjurkan untuk menggunakan alat bantu berjalan
Menganjurkan memanggil perawat jika membutuhkan bantuan untuk berpindah:
Rs: pasien
mengatakan sudah memahami yang di jelaskan perawat Ro: pasien tampak mengerti
Rs: pasien
mengatakan masih takut untuk berjalan Ro: pasien tidak mampu berjalan dengan bantuan walker
Ro:
pasien mendengarkan anjuran
CATATAN EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA HARI/TANGGAL
JAM DX EVALUASI KEPERAWATAN PARAF
RABU/
07/05/2025 JAM 20: 00
1 S: pasien mengatakan masih takut untuk mobilisasi berjalan
O: Kekuatan otot ;3333/5555 3333/5555
Pasien tampak antusias dan mampu melakukan ROM Pasif
Telapak tangan kanan dan pergelangan tangan tampak kaku sulit untuk melakukan perkerakan fleksi dan rotasi, ibu jari tangan kanan sulit di gerakkan. Kedua kaki tidak ada udem, tetapi untuk dipakai berjalan cenderung kaku untuk dibuat melangkah
A: Gangguan Mobilitas Fisik belum teratasi
P :
- Monitor TTV sebelum memulai mobilitas
- Ajarkan klien untuk terapi latihan fisik (ROM) - Menganjurkan klien untuk
menggunakan alat bantu saat beraktivitas
2 S: Pasien mengatakan pusing di rasa berkurang
O: Kesadaran compos mentis TD: 140/90 mmHg
Nadi: 92x/mnt, RR 20x/mnt
Kesadaran Compos Mentis Kekuatan otot ;3333/5555 .. 3333/5555
Pernafasan spontan,, suara nafas vesikuler, pola nafas regular CRT <2 detik , akral teraba hangat Telapak tangan kanan dan pergelangan tangan tampak kaku sulit untuk melakukan perkerakan fleksi dan rotasi, ibu jari tangan kanan sulit di gerakkan. Kedua kaki tidak ada udem, tetapi untuk dipakai berjalan cenderung kaku untuk dibuat melangkah
A: Perfusi jaringan Cerebral tidak efektif teratasi
P : intervensi dihentikan
3 S: pasien mengatakan masih sering lupa
O: pasien mampu mengikuti kegiatan latihan kognitif
Pasien belum mampu mengingat kejadian kemarin, butuh bantuan untuk mengingat
MMSE (Mini Mental Status Exam) score 21 Gangguan kognitif sedang
SPMSQ (Short Portable Mental Status Quesioner) score Salah 4 – 5 : Fungsi intelektual kerusakan ringan A Gangguan Memori belum teratasi P : Intervensi di lanjutkan
Memfasilitasi latihan kognitif , ( mencocokkan kartu dan puzzel) 4 S: pasien mengatakan aktivitas masih
di tempat tidur, tidak mampu untuk beraktivitas berjalan
O: pasien tampak beraktivitas hanya di tempat tidur
Handrail tempat tidur selalu terpasang
Pasien tampak selalu memanggil petugas saat perlu bantuan ADL nya Nilai 0 : Katz G (Tergantung Total) Barthel indeks score 25 : :
Ketergantungan Berat (Sangat Tergantung).
Morse fall Score : 60 (Resiko Jatuh Tinggi)
A: Resiko Jatuh belum terjadi P intervensi di lanjutkan KAMIS/
08/05/2025 JAM 20: 00
2 S: pasien mengatakan masih takut untuk mobilisasi berjalan
O: Kekuatan otot ;3333/5555 .. 3333/5555
Pasien tampak antusias dan mampu melakukan ROM Pasif
Telapak tangan kanan dan pergelangan tangan tampak kaku sulit untuk melakukan perkerakan fleksi dan rotasi, ibu jari tangan kanan sulit di gerakkan. Kedua kaki tidak ada udem, tetapi untuk dipakai berjalan cenderung kaku untuk dibuat melangkah
A: Gangguan Mobilitas Fisik belum teratasi
P :
- Monitor TTV sebelum memulai mobilitas
- Ajarkan klien untuk terapi latihan fisik (ROM)
Menganjurkan klien untuk menggunakan alat bantu saat beraktivitas
3 S: pasien mengatakan masih sering lupa
O: pasien mampu mengikuti kegiatan latihan kognitif
Pasien belum mampu mengingat kejadian kemarin, butuh bantuan untuk mengingat
MMSE (Mini Mental Status Exam) score 21 Gangguan kognitif sedang
SPMSQ (Short Portable Mental Status Quesioner) score Salah 4 – 5 : Fungsi intelektual kerusakan ringan A Gangguan Memori belum teratasi P : Intervensi di lanjutkan
Memfasilitasi latihan kognitif , ( mencocokkan kartu dan puzzel) 4 S: pasien mengatakan aktivitas masih
di tempat tidur, tidak mampu untuk beraktivitas berjalan
O: pasien tampak beraktivitas hanya di tempat tidur
Handrail tempat tidur selalu terpasang
Pasien tampak selalu memanggil petugas saat perlu bantuan ADL nya Nilai 0 : Katz G (Tergantung Total) Barthel indeks score 25 : :
Ketergantungan Berat (Sangat Tergantung).
Morse fall Score : 60 (Resiko Jatuh Tinggi)
A: Resiko Jatuh belum terjadi P intervensi di lanjutkan JUMAT/
09/05/2025 JAM 20: 00
2 S: pasien mengatakan masih takut untuk mobilisasi berjalan
O: Kekuatan otot ;3333/5555 .. 3333/5555
Pasien tampak antusias dan mampu melakukan ROM Pasif
Telapak tangan kanan dan pergelangan tangan tampak kaku sulit untuk melakukan perkerakan fleksi dan rotasi, ibu jari tangan kanan sulit di gerakkan. Kedua kaki tidak ada udem, tetapi untuk dipakai berjalan cenderung kaku untuk dibuat melangkah
A: Gangguan Mobilitas Fisik belum teratasi
P :
- Monitor TTV sebelum memulai mobilitas
- Ajarkan klien untuk terapi latihan fisik (ROM)
Menganjurkan klien untuk menggunakan
alat bantu saat beraktivitas
3 S: pasien mengatakan masih sering lupa
O: pasien mampu mengikuti kegiatan latihan kognitif
Pasien belum mampu mengingat kejadian kemarin, butuh bantuan untuk mengingat
MMSE (Mini Mental Status Exam) score 21 Gangguan kognitif sedang
SPMSQ (Short Portable Mental Status Quesioner) score Salah 4 – 5 : Fungsi intelektual kerusakan ringan A Gangguan Memori belum teratasi P : Intervensi di lanjutkan
Memfasilitasi latihan kognitif , ( mencocokkan kartu dan puzzel) 4 S: pasien mengatakan aktivitas masih
di tempat tidur, tidak mampu untuk beraktivitas berjalan
O: pasien tampak beraktivitas hanya di tempat tidur
Handrail tempat tidur selalu terpasang
Pasien tampak selalu memanggil petugas saat perlu bantuan ADL nya Nilai 0 : Katz G (Tergantung Total) Barthel indeks score 25 : :
Ketergantungan Berat (Sangat Tergantung).
Morse fall Score : 60 (Resiko Jatuh Tinggi)
A: Resiko Jatuh belum terjadi P intervensi di lanjutkan
Siti Salwah, S. Kep
SABTU/
10/05/2025 JAM 20: 00
2 S: pasien mengatakan masih takut untuk mobilisasi berjalan
O: Kekuatan otot ;3333/5555 .. 3333/5555
Pasien tampak antusias dan mampu melakukan ROM Pasif
Telapak tangan kanan dan pergelangan tangan tampak kaku sulit untuk melakukan perkerakan fleksi dan rotasi, ibu jari tangan kanan sulit di gerakkan. Kedua kaki
Siti Salwah, S. Kep
tidak ada udem, tetapi untuk dipakai berjalan cenderung kaku untuk dibuat melangkah
A: Gangguan Mobilitas Fisik belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
3 S: pasien mengatakan masih sering lupa
O: pasien mampu mengikuti kegiatan latihan kognitif
Pasien belum mampu mengingat kejadian kemarin, butuh bantuan untuk mengingat
MMSE (Mini Mental Status Exam) score 21 Gangguan kognitif sedang
SPMSQ (Short Portable Mental Status Quesioner) score Salah 4 – 5 : Fungsi intelektual kerusakan ringan A Gangguan Memori belum teratasi P : Intervensi di lanjutkan
4 S: pasien mengatakan aktivitas masih di tempat tidur, tidak mampu untuk beraktivitas berjalan
O: pasien tampak beraktivitas hanya di tempat tidur
Handrail tempat tidur selalu terpasang
Pasien tampak selalu memanggil petugas saat perlu bantuan ADL nya Nilai 0 : Katz G (Tergantung Total) Barthel indeks score 25 : :
Ketergantungan Berat (Sangat Tergantung).
Morse fall Score : 60 (Resiko Jatuh Tinggi)
A: Resiko Jatuh belum terjadi P intervensi di lanjutkan