ATURAN DAN JENIS KOMPOSISI FRAMERATE
Mengenal 11 Jenis Aturan Komposisi dalam Fotografi
1. Rule of Third
Komposisi dalam fotografi yang pertama akan kami bahas adalah rule of third. Aturan ini paling banyak digunakan oleh fotografer pemula sampai profesional. Disebut rule of third karena foto dibagi menjadi tiga bagian garis sebagai pemisah. Ada kotak sebanyak 3×3.
Biasanya di kamera DSLR sudah memiliki pengaturan otomatis rule of third, sehingga kamu tidak perlu repot-repot mengaktifkannya. Pokoknya komposisi fotografi yang satu ini wajib banget kamu pelajari deh. Supaya kamu lebih mudah saat memotret di lokasi.
2. Leading Lines
Sesuai dengan namanya, komposisi dalam fotografi leading lines merupakan semua elemen yang ada di dalam foto untuk memandu mata kamu melihat ke satu point of interest. Elemennya bisa berupa garis lurus, melengkung, diagonal, dan lain-lain.Jika tidak ada garis yang dapat dijadikan sebagai leading lines, fokus orang yang melihat fotomu akan buyar. Garis-garis ini dapat berupa tangga yang melingkar ke atas, susuan pepohonan, jalan yang berkelok, atau sesuatu yang dibuat secara sengaja oleh manusia.
3. Golden Shape
Merupakan komposisi dalam fotografi yang membagi bidang foto menjadi garis nyata dan garis maya atau dapat disebut juga sebagai bagian positif dan negatif. Di dalam foto terlihat adanya kontras antara kedua bidang, sehingga hasilnya menjadi satu kesatuan yang harmonis. Aturan golden shape memiliki prinsip membagi bidang positif dan negatif secara seimbang untuk menciptakan foto yang terkomposisi dengan tepat. Buat kamu yang suka dengan foto-foto bergaya unik, komposisi foto yang satu ini bisa menjadi salah satu pilihannya.
4. Golden Triangle
Komposisi dalam fotografi yang berikutnya adalah golden triangle. Sedikit lebih dinamis daripada rule of third, komposisi foto ini mengutamakan kesederhanaan dan keseimbangan. Aturan golden triangle sangat cocok dikombinasikan dengan garis. Kamu cukup membayangkan adanya garis diagonal yang ada pada foto hasil jepretanmu.
Kemudian ada garis lagi yang menggambarkan dua segitiga di bagian atas garis diagonal tersebut.
5. Framing
Sesuai namanya, framing merupakan komposisi foto yang seolah-olah membingkai objek sehingga ketika orang melihat foto tersebut, mereka seakan mengintip dari bagian luar.
Komposisi framing dapat dibuat menggunakan objek alami atau buatan. Misalnya cabang-cabang pohon, dedaunan, atau bebatuan untuk alami. Kemudian bingkai foto atau jendela untuk buatan. Meski terlihat mudah, sebenarnya komposisi fotografi framing agak sulit. Kamu harus berburu untuk mencari bingkai yang benar-benar kreatif dan tidak semua objek dapat membentuk bingkai yang enak dipandang mata.
6. Fill The Frame
Komposisi fotografi yang selanjutnya akan kami bahas adalah fill the frame. Jenis aturan komposisi yang satu ini memungkinkan kamu untuk menyingkirkan elemen-elemen gambar yang dirasa mengganggu. Makna dari objek utama jadi lebih menonjol, karena kamu hanya terfokus pada satu objek tanpa ada objek lain yang mengganggu. Aturan fill the frame dapat membuat gambar terasa sumpek dan ramai, jadi berhati-hatilah saat kamu memutuskan seberapa besar objek mendominasi frame
7. Negative Space
Selanjutnya negative space, yaitu ruang yang mengelilingi objek utama dalam suatu gambar atau foto. Keberadaan ruang sama pentingnya dengan subjek itu sendiri, karena seakan-akan memberikan ruang untuk bernapas yang mampu memengaruhi suasana hati dan menyampaikan emosi dengan baik. Dikatakan ruang untuk bernapas karena komposisi fotografi negative space membantu kamu untuk menghilangkan elemen yang mengganggu di dalam frame.
8. Rule of Odds
Aturan rule of odds adalah komposisi dalam fotografi yang menyarankan jumlah objek di dalam foto sebaiknya ganjil. Dapat dilakukan dengan membingkai objek utama dengan 2 objek pendukung di sekitarnya. Rule of odds dirasa mampu menciptakan keseimbangan dan harmoni secara visual. Akan tetapi kamu juga harus ingat. Komposisi ini sangatlah subjektif, tidak bisa saklek menyatakan bahwa jumlah ganjil adalah jumlah objek yang terbaik di dalam fotografi.
9. Viewpoint
Komposisi dalam fotografi yang selanjutnya adalah viewpoint atau sudut pandang.
Viewpoint mengacu pada posisi pengambilan foto. Ini akan menentukan posisi yang akan dilihat oleh orang lain. Bermain dengan viewpoint merupakan salah satu cara termudah untuk mengubah mood suatu gambar. Memotret dari sudut pandang yang rendah dapat mengubah ukuran objek sehingga tampak lebih besar dan dominan. Penggunaan komposisi foto viewpoint tidak hanya sebatas high level, eye level, dan low level loh.
Kamu juga bisa mengubah persepsi dengan memotret dari jarak jauh atau dekat.
10. Symmetry
Sebuah foto dikatakan menggunakan komposisi symmetry atau simetri jika yang terlihat di satu sisi foto sama seperti di sisi lainnya. Gambar dapat dipisah secara vertikal atau horizontal untuk dapat membuat garis simetri. Bermain dengan pantulan merupakan salah satu contoh simetri yang bagus. Bisa dari pantulan kaca, air, dan lain-lain. Supaya hasil fotomu lebih menawan, pastikan kamu sudah meletakkan kamera dengan sejajar saat memotret objek
11. Patterns
Patterns atau pola selalu ada di sekitar kita. Baik itu berasal dari alam maupun berasal dari buatan manusia. Menggunakan komposisi foto pola mampu menciptakan ritme dan harmoni gambar. Pola dapat muncul ketika elemen seperti garis, bentuk, atau warna tersusun secara berulang.
Three point lighting
Apa Itu Three Point Lighting?
Pada dasarnya, three point lighting adalah sebuah metode atau teknik pencahayaan di mana kamu menggunakan satu set pencahayaan. Pencahayaan tersebut terdiri dari 3 sumber cahaya yang datang dari arah yang berbeda-beda.
Sesuai nama three point lighting, teknik ini punya tiga sumber cahaya, yaitu key light, fill light, dan back light.
1. Key Light: Si Pencahayaan Utama
Three point lighting yang pertama adalah key light. Merupakan pencahayaan utama yang paling terang untuk menerangi objek apapun yang sedang kamu potret. Biasanya key light diletakkan di depan objek, namun sebaiknya geser sedikit ke bagian samping untuk menciptakan dimensi yang lebih terasa. Ketahuilah bahwa setiap posisi yang kamu pilih untuk meletakkan key light akan berpengaruh pada mood foto secara keseluruhan. Maka dari itu, perencanaan soal setting posisi three point lighting menjadi sangat penting sebelum memulai pemotretan.
2. Fill Light: Membangun Mood Foto
Berikutnya ada fill light yang menjadi sumber cahaya kedua. Lampu fill light memiliki pencahayaan yang lebih redup dibanding key light. Hal ini terjadi karena sesuai fungsinya yaitu untuk menahan bayangan yang terlalu kentara akibat sorot cahaya dari key light. Pokoknya sangat bagus untuk mengontrol kontras saat pemotretan berlangsung.
Fill light juga berfungsi untuk memperkuat dimensi objek dan membantu objek agar terlihat lebih hidup.
3. Back Light: Memisahkan Objek dengan Background
Ini dia sumber cahaya yang ketiga dan yang terakhir di three point lighting, yaitu back light. Lampu ini biasanya diletakkan di belakang objek. Namun kamu juga dapat meletakkannya di atas, sehingga sorot cahaya benar-benar seperti matahari. Meski dari atas, tapi tetap ingat posisinya wajib di bagian belakang objek. Posisi lampu seperti ini akan menghasilkan efek rim light. Rim light adalah keadaan di mana latar foto gelap tetapi tetap mendapat cahaya yang redup di sekitar objek.
Aspect Ratio
Apa itu Rasio Aspek Foto?
Mari kita mulai dengan mendefinisikan rasio aspek. Rasio aspek adalah sesuatu yang diajarkan kepada banyak fotografer, namun tidak banyak yang benar-benar tahu cara mengungkapkannya dengan kata-kata. Rasio aspek menggambarkan hubungan antara gambar dan tinggi badan Anda dengan dua angka yang dipisahkan oleh titik dua. Ada banyak rasio aspek yang umum digunakan yang dapat membantu menyajikan gambar secara estetis dan teknis.
Mengapa Rasio Aspek Penting?
Rasio aspek asli Anda penting untuk alasan teknis dan estetika. Hubungan proporsional antara lebar dan tinggi membuat perbedaan pada penyajian akhir. Rasio aspek juga membuat perbedaan tergantung pada format gambar yang ditampilkan. Memperhatikan rasio aspek yang Anda gunakan di kamera, alih-alih memotong secara manual, akan menghasilkan konsistensi pada gambar Anda.
Mengapa Rasio Aspek Fotografi Anda Penting?
Jika menyangkut aspek teknis fotografi dan kamera Anda, ada banyak hal kecil yang dapat membuat perbedaan besar. Salah satunya adalah rasio aspek untuk fotografi. Namun bagaimana Anda mengetahui rasio aspek mana yang tepat untuk Anda gunakan di kamera Anda?.
Bagaimana Rasio Aspek Mempengaruhi Komposisi
Saat Anda menelusuri pengaturan pada kamera Anda, banyak kamera digital kini memberi Anda opsi untuk menyesuaikan rasio aspek. Ini memungkinkan Anda mengambil foto dengan rasio aspek yang sudah ditetapkan. Jatah Anda membuat perbedaan besar saat mengambil gambar, jadi pastikan jatah Anda diatur sesuai keinginan Anda.
1. Memotong di Pasca Produksi
Jika Anda memotong gambar Anda dalam pasca-pemrosesan, itu akan membuat Anda memotong informasi dari gambar Anda. Alih-alih menghilangkan piksel tersebut dari gambar Anda, mengatur rasio aspek terlebih dahulu memungkinkan Anda mendapatkan pemandangan seperti yang Anda inginkan saat memotret dengan kamera Anda.
2. Menyesuaikan Rasio Aspek Anda Setelah Fakta
Terkadang perlu untuk menyesuaikan rasio aspek setelah kejadian tersebut. Misalnya, jika Anda mengambil gambar yang ingin Anda cetak , tetapi juga ingin mempostingnya di Instagram, ada dua rasio berbeda yang perlu Anda perhitungkan. Semakin banyak cara Anda mendistribusikan gambar, semakin banyak jenis rasio aspek berbeda dalam fotografi yang harus Anda pertimbangkan.
3. Menyusun Gambar dalam Kamera
Saat menyusun gambar di dalam kamera, Anda dapat mendasarkan cakrawala pada rasio aspek yang Anda pilih. Kebanyakan fotografer memilih untuk memotret dalam rasio aspek 3:2 di kamera, rasio standar gambar berdasarkan film 35mm. Namun jika Anda berencana memotret hanya untuk tujuan jejaring sosial, memilih 4:5 di kamera Anda mungkin menguntungkan Anda. Alternatifnya, beberapa fotografer lebih suka memotret seluruhnya dalam rasio 1:1, sehingga mereka tidak perlu menyesuaikan foto mereka di kamera atau antara media distribusi cetak dan digital.
4. Rasio Aspek Foto Umum
Mari jelajahi beberapa rasio aspek foto yang paling umum. Ini adalah rasio aspek yang biasa Anda lihat di media cetak, di kamera, di layar, dan saat Anda mengedit gambar . Ini adalah proporsi lebar dan tinggi khas yang cenderung digunakan oleh fotografer. Ada sejumlah rasio aspek berbeda untuk skenario berbeda.
Rasio Aspek 4:5
Rasio aspek 4:5 digunakan untuk foto 8×10 dalam pencetakan. Ini juga merupakan rasio aspek yang populer karena merupakan rasio potret vertikal Instagram . Kamera mikro empat pertiga menggunakan rasio aspek ini. Kamera film 4×5 dan 8×10 juga menggunakan proporsi ini. Ini adalah rasio aspek yang sangat umum digunakan untuk kamera mikro empat pertiga dan fotografer film, dan juga untuk beberapa fotografer digital yang banyak hadir di platform Instagram .
Rasio Aspek 3:2
Rasio aspek 3:2 dimulai pada fotografi film 35mm. Selain fotografi film 35mm, rasio 3:2 masih sering digunakan untuk ukuran cetakan, dengan cetakan 4×6 tetap menjadi standar pencetakan yang sangat umum. Dalam pengaturan kamera digital, melihat foto full frame
pada 1080x720 adalah hal yang normal. Ini biasanya merupakan kumpulan dimensi yang paling populer bagi fotografer untuk memotretnya. Rasio 3:2 memungkinkan adanya ruang yang cukup untuk pemangkasan pada pasca-pemrosesan juga jika diperlukan.
Rasio Aspek 4:3
Rasio aspek 4:3 biasanya digunakan pada format medium dan kamera digital, monitor komputer, dan tampilan TV di masa lalu. Rasio aspek 4:3 akan menghasilkan cetakan 8×6 inci atau tampilan 1024×768.
Rasio Aspek 16:9
Rasio aspek 16:9 terlihat di banyak TV layar lebar definisi tinggi, monitor komputer, dan ponsel cerdas. Persegi panjang ramping ini akan memberi Anda resolusi 1920x1080 atau 1280x720. Meskipun dulunya rasio 4:3 merupakan norma di banyak layar dan kamera format medium, rasio ini telah menggantikan proporsi umum tersebut.
Rasio Aspek 1:1
Rasio aspek 1:1 cukup jelas, artinya lebar dan tinggi memiliki proporsi yang sama. Ini digunakan untuk format foto persegi apa pun secara digital atau cetak. Beberapa kamera format medium biasanya menawarkan rasio aspek ini.
Berapa Rasio Aspek Terbaik untuk Media Sosial?
Rasio aspek terbaik untuk fotografi media sosial bergantung pada di mana Anda berencana memposting gambar Anda. Jika Anda memiliki banyak kehadiran di jaringan sosial tertentu, mungkin fokuskan rasio sasaran Anda untuk jaringan tertentu tersebut.
Instagram, misalnya, menjadi tempat yang cocok bagi para fotografer untuk berbagi karya fotografinya. Dalam hal ini, Anda perlu memastikan bahwa Anda menyesuaikan ukuran gambar agar dioptimalkan untuk jaringan tersebut.
Mengapa Anda Harus Mengubah Ukuran Gambar untuk Berbagai Platform Sosial?
Saat Anda membagikan karya Anda di media sosial, Anda pasti ingin foto Anda dilihat sebaik mungkin. Setiap platform sosial memiliki ukuran postingan tersendiri yang harus Anda pertimbangkan. Dengan begitu, gambar Anda tidak akan terpotong secara otomatis dengan cara yang tidak sesuai dengan gambar tersebut.
Untuk berbagi gambar di feed Facebook Anda, rasio aspek Anda fleksibel pada 2:1 atau 1:1. Rasio ini memungkinkan Anda dengan mudah berbagi gambar yang sama di berbagai platform juga. Anda dapat menempatkan gambar dengan hampir semua rasio aspek di platform ini, tetapi untuk tampilan terbaik di feed, pertimbangkan kedua crop
ini. Ukuran gambar yang disarankan untuk postingan feed Facebook adalah 1200px kali 630px. Gambar vertikal akan diskalakan dalam feed ke rasio maksimum 1:1. Karena rasio aspek serbaguna ini, Anda dapat dengan mudah berbagi gambar yang sama ke platform sosial lainnya.
Instagram menggunakan rasio aspek 4:5 . Anda juga dapat membuat gambar format persegi 1:1 untuk Instagram, jika Anda sangat peduli dengan tampilan nilai Anda di platform. Kedua ukuran ini adalah yang terbaik untuk Instagram. Untuk dimensi digital, gambar dengan ukuran 1080px kali 1350px akan ideal untuk ukuran . Instagram tetap mengompresi gambar Anda saat diunggah, jadi memberi mereka ukuran ini akan berfungsi dengan baik untuk itu. Jika Anda mengunggah gambar yang sangat besar, gambar tersebut tidak akan terkompres sebaik foto yang sudah cukup terkompresi.
Cerita Instagram
Saat Anda menggunakan Instagram Stories, ini menggunakan rasio aspek 16:9 . Instagram Stories menempati sebagian besar layar ponsel dengan format yang lebih panjang ini. Jika Anda tidak ingin memotong gambar secara berlebihan, Anda juga dapat membuat desain Instagram Story pada program terpisah untuk menampilkan foto Anda.
Beberapa fotografer memilih menggunakan situs seperti Canva untuk menampilkan gambar mereka di Instagram Stories. Dimensi ukuran yang sempurna untuk digunakan di Instagram Stories adalah 1080px kali 1920px.
Tiktok
Meskipun Anda belum tentu memposting gambar di TikTok, Anda dapat memasukkan foto ke dalam video TikTok Anda. Foto yang Anda sertakan dalam postingan TikTok Anda akan memiliki dimensi yang sama dengan Instagram Stories Anda, dan rasio aspek yang sama yaitu 16:9. Pastikan untuk mempertimbangkan rasio aspek, seperti yang Anda lakukan untuk Instagram, untuk konten fotografi TikTok Anda.