• Tidak ada hasil yang ditemukan

Therefore, the authors tested the effectiveness of this Gojek audio-visual advertising message with the EPIC Model

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Therefore, the authors tested the effectiveness of this Gojek audio-visual advertising message with the EPIC Model"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 2 Edisi Mei 2022 (89-100) ANALISIS EPIC MODEL PADA IKLAN AUDIO VISUAL GOJEK 2021

--- Robbikal Muntaha Meliala

Universitas Bina Sarana Informatika

(Naskah diterima: 1 Maret 2022, disetujui: 28 April 2022)

Abstract

The COVID-19 pandemic has resulted in significant changes in the way people interact and work. Large-scale social restrictions make people unable to move freely and even have to work from home and not travel. This also has an impact on application companies such as Gojek, which have to limit their services. After the number of victims of COVID-19 in Indonesia fell steadily, PT Application Karya Anak Bangsa, which their product brand is Gojek, has aggressively advertised again to attract the attention of consumers. One of them is with the unique audio-visual advertising concept, the version due to WFH, the briefcase becomes unworthy. The author tested the effectiveness of the Gojek 2021 audio-visual advertising message, the version due to WFH, the briefcase becomes unworthy, which has been published through YouTube media and Indonesian national television to the public, especially students.

Therefore, the authors tested the effectiveness of this Gojek audio-visual advertising message with the EPIC Model. Research Method: Descriptive quantitative by distributing questionnaires to 100 students of Bina Sarana Informatika University. Conclusion: Gojek's 2021 version of the Audio Visual Advertisement Due to WFH, this Briefcase So Gabut received a positive and effective response with an EPIC Model value of 4.025.

Keywords : Advertisement, Effectiveness, EPIC Model Abstrak

Pandemic Covid 19 berakibat pada perubahan signifikan cara masyarakat berinteraksi dan bekerja. Pembatasan sosial skala besar membuat masyarakat tak bebas bergerak bahkan harus bekerja dari rumah dan tidak berpergian. Hal ini juga berdampak pada Perusahaan Aplikasi seperti Gojek yang harus membatasi pelayanannya. Setelah angka korban covid 19 di Indonesia turun melandai, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa yang membawahi Gojek gencar beriklan kembali untuk menarik perhatian konsumen. Salah satunya dengan konsep iklan audio visual yang unik versi akibat WFH, tas kerja jadi gabut. Penulis menguji efektivitas pesan iklan audio visual gojek 2021 versi akibat WFH, tas kerja jadi gabut, yang sudah dipublikasikan melalui media youtube maupun televisi nasional Indonesia kepada masyarakat khususnya pelajar atau mahasisiwa. Oleh karena itu, penulis menguji efektivitas pesan iklan audio visual gojek ini dengan EPIC Model. Metode Penelitian : Kuantitatif Deskriptif dengan membagikan kuesioner kepada 100 mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika. Kesimpulan : Iklan Audio Visual

(2)

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 2 Edisi Mei 2022 (89-100) Gojek 2021 versi Akibat WFH, Tas Kerja Jadi Gabut ini mendapat respon Positif dan efektif dengan nilai EPIC Model 4.025.

Kata Kunci : Iklan, Efektivitas, EPIC Model

I. PENDAHULUAN

ra disrupsi membawa dampak pada berbagai aspek di kehidupan masya- rakat. Salah satunya adalah dengan munculnya berbagai perusahaan aplikasi di Indonesia. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa merupakan contoh perusahaan aplikasi yang terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga saat ini.

E

Gojek Indonesia adalah salah satu

“Product Brand” yang diinisiasi oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa secara resmi diluncurkan pada 13 Oktober 2010. Pada saat itu sistemnya masih sederhana dan jumlah driver atau pengemudi hanya 20, maka cara pemesanan pun juga dilakukan melalui call center (24 Jam).

Penyempurnaan terus dilakukan gojek, diantaranya pada 2014 gojek disempurnakan melalui penambahan mitra pengemudi atau driver di berbagai wilayah. Tak dapat dipung- kiri, penyempurnaan ini juga terjadi berkat adanya tawaran investasi dalam nominal besar yang diterima oleh Nadiem Makarim sebagai CEO (Chief Executive Officer) Gojek, yang

kini telah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pada januari 2015, Gojek melebarkan sayap dengan sistem yang dapat diinstall me- lalui gawai pintar. Masyarakat menyambut positif inovasi ini dengan kemudahan meme- san gojek dan pelanggan diperlakukan istime- wa dengan tawaran tarif yang murah meriah.

Perluasan fitur juga dilakukan oleh Gojek.

Pelanggan tak hanya dapat menikmati jasa antar jemput dengan motor saja, namun dapat menikmati juga perluasan inovasi pada peme- sanan taksi online (Go Car), fitur pengantaran barang (Go Send), fitur pemesanan makanan resto (Go Food) dan berbagai fitur pembaya- ran lain yang dilakukan online.

Hal ini menjadi alasan bagi Gojek untuk selalu berkembang pula pada sarana promosi dan komunikasi. Berbagai iklan juga diusung gojek melalui media, bukan hanya media sosial saja namun juga media massa ekstrem, contohnya televisi. Salah satu iklan audio visual yang dikemas gojek dengan ide berce- rita menarik adalah iklan gojek versi “akibat WFH, tas kerja jadi gabut”.

(3)

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 2 Edisi Mei 2022 (89-100) Iklan ini pertama kali dipublikasikan di

Youtube pada November 2021 melalui akun resmi Gojek Indonesia. Iklan ini pun masuk secara komersial pada televisi nasional sejak Desember 2021. Konsep cerita unik diusung Gojek pada iklan itu. Iklan itu dikemas dengan jeritan suara hati perempuan yang bosan dengan dampak pandemic covid 19 sehingga rindu untuk bekerja ke kantor secara langsung dan tidak work from home (WFH) terus.

Suasana work from home yang digam- barkan penuh kebisingan tetangga yang se- dang memotong keramik dan tas kerja yang sudah begitu lama gabut alias tidak dipakai untuk berpergian karena pembatasan sosial skala besar. Berikut adalah tampilan gambar dari iklan gojek yang dimaksud :

Gambar 1. Adegan Tas Kerja yang Gabut.

Gambar 2. Adegan perempuan sedang menggosok gigi sambil bekerja dengan rapat melalui zoom meeting dan terganggu dengan kebisingan suara tetangga memotong keramik.

Gambar 3. Tampilan Adegan Perempuan segera Bergegas untuk Berpergian Memasan

Gojek karena bosan di rumah.

(4)

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 2 Edisi Mei 2022 (89-100)

Gambar 4. Tampilan Brand Gojek dengan Tagline-nya di akhir iklan.

Berawal dari fenomena ini, penulis tertarik untuk menguji efektivitas pesan iklan audio visual gojek versi akibat WFH, tas kerja jadi gabut kepada masyarakat.

Pada sisi lain, pengguna gojek pun dido- minasi oleh kalangan pelajar atau mahasiswa.

Gojek dianggap mempermudah sarana trans- portasi pelajar atau mahasiswa bersekolah.

Akibat pandemic covid 19, banyak pelajar atau mahasiswa yang juga harus melakukan pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu, penulis membatasi target masyarakat yang akan menilai efektivitas pesan iklan ini adalah mahasiswa.

Universitas Bina Sarana Informatika merupakan perguruan tinggi terakreditasi yang

begitu pesat perkembangannya. Hampir sama dengan gojek, kampus ini juga terkenal de- ngan kegiatan komunikasi pemasaran dan promosinya bahkan sudah masuk juga pada media mainstream seperti televisi nasional secara berkala.

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) telah membuka pendaftaran mahasis- wa program studi S1 (Sarjana) Ilmu Komuni- kasi sejak 3 September 2018, peminatnya pun juga menyambut antusias. Berdasarkan panta- uan penulis pada laporan dikti di website pddikti.kemdikbud.go.id total mahasiswa program studi S1 ilmu komunikasi yang dimiliki universitas ini sudah mencapai jumlah lebih dari 1.500 orang dalam waktu 3 tahun berjalan hingga Maret 2022.

Sejalan dengan latar belakang dan fenomena ini, maka penulis akan menguji efektivitas pesan iklan audio visual gojek 2021 ini kepada mahasiswa dan mahasiswi program studi ilmu komunikasi, Universitas Bina Sarana Informatika. Oleh karena itu, penulis menemukan rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Sejauh mana efektivitas pesan iklan audio visual Gojek 2021 versi akibat WFH, tas kerja jadi gabut terhadap mahasiswa dan mahasiswi prodi S1 Ilmu

(5)

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 2 Edisi Mei 2022 (89-100) Komunikasi Universitas Bina Sarana

Informatika?”.

Penulis akan mencoba menguji efektivitas iklan tersebut dengan EPIC Model berpendekatan kuantitatif. Berdasarkan hal ini, maka judul penelitian penulis adalah : Analisis EPIC Model pada Iklan Audio Visual Gojek 2021”.

II. KAJIAN TEORI 2.1. Pemasaran

Individu dan kelompok manusia memer- lukan pemasaran sebagai kegiatan untuk me- menuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan ini sebagai akumulasi interaksi sosial melalui pembuatan produk atau jasa, tawar menawar dan saling tukar menukar hal yang bernilai kepada individu dan kelompok lain. (Kotler &

Amstrong dalam Priansa, 2017 ).

2.2. Periklanan

Periklanan didefinisikan sebagai per- sembahan gagasan atas upaya promosi produk atau jasa yang dilakukan secara umum, de- ngan publisitas tertentu dan dibiayai oleh pihak sponsor. (Kotler, Philip & Armstrong, 2011).

Produsen dan pengiklan perlu menge- mas iklan dengan strategi yang efektif, seme- narik mungkin untuk mempersuasi konsumen dalam membeli produk dan jasanya. Iklan

boleh disusun dengan sekreatif mungkin sei- ring dengan perkembangan media yang begitu pesat, namun harus relevan karena setiap iklan akan merefleksikan budaya lokal pembuatnya.

Pengiklan harus menyadari peluang multitafsir dari isi pesan yang diterima konsumen juga pasti akan ada. (Meliala, 2017).

2.3. Efektivitas

Efektivitas diartikan sebagai ketepatan penerima dalam merespon suatu rangsangan atau stimulus untuk mengetahui makna dari isi pesan. Menyukai pesan tersebut dan menyetu- jui dalam berbuat sesuai dengan keinginan pengirim pesan.(Made, 2010)

Efektifnya suatu iklan akan tergantung bagaimana konsumen akan mengingat iklan itu, memahami pesan iklan itu, tertarik untuk mengetahui lebih dalam produk atau jasa yang diiklankan, dan berakhir pada keputusan membeli produk atau jasa tersebut. (Laskey et al dalam Indriarto, 2006).

2.4. EPIC Model

Menurut Malik & Meliala (2022), EPIC Model adalah singkatan dari Empathy, Per- suasion, Impact dan Communication.

Dimensi-dimensi dalam EPIC dideskripsikan sebagai berikut:

(6)

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 2 Edisi Mei 2022 (89-100) 1. Dimensi Empati (Empathy)

Empati diartikan kondisi kognitif seseorang untuk mengidentifikasikan dirinya pada se- suatu kondisi pemikiran yang sama dengan pemikiran seorang atau sekelompok orang lain. Selain kognitif (pengetahuan), dimensi ini juga melibatkan afeksi (perasaan suka atau tidak suka terhadap sesuatu).

2. Persuasi (Persuasion)

Persuasi adalah dimensi terjadinya pengaruh kepercayaan, kemauan dan sikap konsumen untuk terlibat lebih dalam pada produk atau jasa itu karena adanya kegiatan komunikasi promosi. Pada level ini diperlukan pengembangan karakter merek yang dilakukan pengiklan agar khalayak atau calon konsumen selalu tertarik dengan produk atau jasanya.

3. Dimensi Dampak (Impact)

Dampak ditandai dengan gejala penguku- ran pengetahuan dan pemahaman khalayak atas produk atau jasa yang diiklankan.

Perbedaan cara pandang konsumen akan mempengaruhi tingkat pemahaman konsu- men atas pesan iklan. Hal itu dapat dikur atas 4 level pengetahuan produk yaitu me- rek produk, bentuk produk, model produk dan kelas produk.

4. Dimensi Komunikasi (Communications).

Komunikasi adalah dimensi pada tingkat pengukuran sejauh mana konsumen mengi- ngat pesan utama iklan yang akan diter- jemahkan dalam berbagai bentuk Bahasa iklan. Bentuknya dapat berupa kata-kata, koding bahasa, gambar maupun aksi pela- kon iklan dari tampilan iklan di televisi, media sosial, majalah maupun surat penawaran

III. METODE PENELITIAN

Positivistik merupakan jenis paradigma yang penulis implementasikan dalam peneli- tian ini.

Paradigma klasik atau dapat disebut postivisme maupun postivistik berupaya me- mandang realitas sosial sebagai hal yang tampak dari luar dan dapat digeneralisasikan serta dikonversikan pada nilai numerik.

(Littlejohn, 2009)

Penulis memilih kuantitatif deskriptif sebagai pendekatan metode dalam penelitian ini.“ Jenis Penelitian ini hanya menggambar- kan suatu fenomena dan peristiwa, tidak beru- paya menjelaskan hubungan atau menciptakan prediksi. Penelitian ini berupaya menghasilkan luaran dengan pendekatan numerik untuk me- nginformasikan karakteristik populasi tertentu

(7)

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 2 Edisi Mei 2022 (89-100) dengan faktual dan sistematis” (Anisatus,

Shauma and Zainal, Abidin A, 2015)

Penulis menggunakan populasi dari ma- hasiwa program studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sejumlah 1.980 orang. Kuesioner digunakan penulis untuk mengumpulkan data primer pada penelitian ini. Kuesioner adalah sepe- rangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab oleh respon- den (Sugiyono, 2009)

Penulis memilih Accidental Sampling dalam menentukan responden yang akan mengisi kuesioner berbentuk link google form.

Accidental Sampling adalah sampel ditentukan berdasarkan kebetulan, yaitu konsumen secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti. Lalu, peneliti menjadikannya sebagai sampel jika dipertimbangkan peneliti bahwa orang atau konsumen tersebut cocok sebagai sumber data. (Sugiyono, 2009)

Tahap awal penulis menentukan jumlah ideal sampel yang digunakan dengan rumus slovin. Rumus slovin dapat digunakan sebagai upaya mengetahui jumlah minimal sampel yang diperlukan setelah ukuran populasi diketahui. (Ardial, 2014).

Populasi dari penelitian riset ini adalah pecinta motor skuter matic yang berjumlah

1.980 orang dengan batas kelonggaran kesalahan sebesar 5%, maka besar sampel idealnya adalah:

N = Populasi = 1.980

e = Batas kelonggaran kesalahan = 10%

𝑛 = 𝑛 / (1 + Ne2)

= 1.980 / 1 + ( 1.980 x 10%2

= 1.980 / 1 + ( 1.980 x 0.01)

= 95.19

Secara ideal, berdasarkan pengukuran penarikan sampel rumus slovin, jumlah sampel idealnya adalah 95 orang. Namun, untuk memudahkan perhitungan, penulis me- mutuskan mengambil 100 orang sebagai sampel.

Teknik analisis data dilakukan penulis dengan pendekatan deskriptif. Penulis mem- buat kuesioner untuk mengaplikasikan EPIC Model yang terbagi atas 4 ukuran dimensi.

Terdapat dua pertanyaan dalam ukuran dimensi empathy, dua pertanyaan pada dimen- si persuasion, lalu dua pertanyaan juga pada dimensi impact dan tiga pertanyaan untuk mengukur dimensi communication. Penulis menggunakan tabulasi induk untuk mengukur frekuensi sebaran nilai setiap dimensi secara deskriptif dan terpusat atas kuesioner yang sudah diisi oleh responden.

(8)

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 2 Edisi Mei 2022 (89-100) IV. HASIL PENELITIAN

Pengukuran indikator menggunakan pe- ngukuran ordinal. Pengukuran ordinal adalah cara untuk mengkualifikasi suatu gejala de- ngan memberikan jejang terhadap gejala yang sedang diukur. Penjejangnya dilakukan de- ngan menyusun suatu skala. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Empathy, Persuasion, Impact and Commu- nication (EPIC).

Nilai untuk masing-masing jawaban adalah sebagai berikut: Sangat Tidak Setuju (0), Tidak Setuju (1), Kurang Setuju (2), Ragu-Ragu (3), Setuju (4), Sangat Setuju (5) dan Sangat Setuju Sekali (6). Hasil jawaban responden dianalisa secara tabulasi sederhana dan dilakukan penghitungan nilai rata-rata bobot dengan cara menjumlahkan seluruh hasil kali nilai masing-masing bobot dan frekwensi, dengan rumus

Keterangan :

Rs = Rentang Skala

R(bobot)= bobot terbesar – bobot terkecil M = banyaknya kategori bobot

Rentang Skala:

Deskripsi karakteristik responden berda- sarkan jenis kelamin, usia responden, dan pengeluaran perbulan responden.

Tabel 1. Jenis Kelamin Responden

Deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin responden. Berdasarkan tabel data responden lebih banyak responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 51 orang dibandingkan responden laki-laki yang hanya 49 orang.

Tabel 2. Usia Responden

No Usia Jumlah

Responden

Presentasi (%)

1 < 17 tahun 12 12%

2 18 – 22 tahun 60 60%

3 22 – 27 tahun 21 21%

4 >28 tahun 7 7%

Jumlah 100 100%

Berdasarkan tabel data responden paling banyak usia 18 – 22 tahun yaitu sebanyak 60 orang, kemudian usia 22 – 27 tahun sebanyak 21 orang, usia < 17 tahun sebnayak 12 orang dan yang terakhir usia >28 tahun sebanyak 7 orang.

No Jenis Kelamin Jumlah Responden

Presentase (%)

1 Laki-laki 49 49%

2 Perempuan 51 51%

Jumlah 100 100%

(9)

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 2 Edisi Mei 2022 (89-100) Tabel 3. Pengeluaran Perbulan

Berdasarkan tabel data responden diatas pengeluaran paling banyak di angka Rp500.000 - Rp1.000.000 sebanyak 34 dio- rang, kemudian dia angka <Rp500.000 dan angka Rp1.500.000– Rp 2.000.000 masing- masing sebanyak 20 orang, angka Rp1.000.000 – Rp1.500.000 sebanyak 19 orang, dan yang terendah di angka Rp2.000.000 sebanyak 7 orang.

Tabel 4. Dimensi Empathy

Atribut Bobot

Jumlah Responden Empathy 1 Empathy 2

STS 0 3 0

TS 1 0 3

KS 2 0 0

RG 3 0 3

S 4 59 61

SS 5 36 32

SSS 6 2 1

TOTAL 100 100

X (E1) = {(0*3) + (1*0) + (2*0) + (3*0) + (4*59) + (5*36) + (6*2)} / 100

= 428 / 100 = 4.28

X (E2) = {(0*0) + (1*3) + (2*0) + (3*3) + (4*61) + (5*36) + (6*2)} / 100

= 448 / 100 = 4.48

X (E) = (4.28 + 4.48) / 2

= 8.76/ 2= 4.38

STS TS KS RG S SS SSS

Tabel 5. Dimensi Persuasion

X (P1) = {(0*0) + (1*4) + (2*0) + (3*12) + (4*60) + (5*24) + (6*0)} / 100

= 400 / 100 = 4

X (P2) = {(0*0) + (1*3) + (2*3) + (3*29) + (4*48) + (5*17) + (6*0)} / 100

(10)

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 2 Edisi Mei 2022 (89-100)

= 373 / 100 = 3.73 X (P) = (4 + 3.73) / 2

= 7.73 / 2

= 3.865

STS TS KS RG S SS SSS

Tabel 6. Dimensi Impact

X (I1) = {(0*1) + (1*6) + (2*0) + (3*20) + (4*51) + (5*22) + (6*0)} / 100

= 380 / 100 = 3.8

X (I2) = {(0*1) + (1*9) + (2*3) + (3*26) + (4*40) + (5*21) + (6*0)} / 100

= 358 / 100 = 3.58 X (I) = (3.8 + 3.58) / 2

= 7.38 / 2

= 3.69

STS TS KS RG S SS SSS

Tabel 7. Dimensi Communication

X (C1) = {(0*0) + (1*4) + (2*0) + (3*25) + (4*50) + (5*21) + (6*0)} / 100

= 384 / 100 = 3.84

X (C2) = {(0*0) + (1*4) + (2*0) + (3*7) + (4*61) + (5*27) + (6*1)} / 100

= 410 / 100 = 4.1

X (C3) = {(0*0) + (1*1) + (2*1) + (3*6) + (4*25) + (5*67) + (6*0)} / 100

= 456 / 100 = 4.56

X (C) = (3.84 + 4.1 + 4.56) / 3

= 12.5 / 3

= 4.166

STS TS KS RG S SS SSS

0.857 1.714 2.571 3.428 4.285 5.142 6.000

Dari hasil tabel induk penelitian terse- but, efektivitas iklan audio visual gojek 2021 versi “Akibat WFH, Tas Kerja Jadi Gabut”

bagi Mahasiswa/Mahasiswi Prodi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informa-

(11)

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 2 Edisi Mei 2022 (89-100) tika, dapat dikatakan cukup efektif. Pada

penelitian dengan metode Empathy, Persua- sion, Impact and Communication (EPIC) ini menunjukkan Dimensi Empathy adalah yang tertinggi dengan skor 4.38, kemudian Dimensi Communication dengan skor 4.166, Dimensi Persuasion dengan skor 3.865, dan yang terendah adalah Dimensi Impact dengan skor 3.69.

Tabel 8. Nilai Keseluruhan EPIC Model

Dimensi ∑x

Empathy 4.38

Persuasion 3.865

Impact 3.69

Communication 4.166

Jumlah 16.101

Total Keseluruhan 4.025 STS TS KS RG S SS SSS

4.025

Grafik EPIC (Empathy, Persuasion, Impact and Communication)

Gambar 5. Tampilan Kuadran EPIC Model Iklan Audio Visual Gojek 2021

V. KESIMPULAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan audio visual gojek versi “akibat WFH, Tas Kerja Jadi Gabut” yang disiarkan di televisi pada tahun 2021 maupun media sosial youtube berhasil mendapat respon positif bagi mahasiswa dan mahasiswi Prodi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Infor- matika. Pengiklan yaitu PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek berhasil membuat iklan audio visual yang kreatif untuk menarik perhatian khalayak. Hal ini juga sejalan dengan respon warga net di youtube dimana iklan ini mendapat ikon “like” di youtube sebanyak 148 kali dan telah ditonton 607.000 kali pada akun youtube “Gojek Indonesia”.

Penulis menyimpulkan dimensi yang dinilai tertinggi dan masuk kategori sangat efektif adalah dimensi Empathy pada nilai 4.38. Lalu, dimensi yang mendapat penilaian tertinggi selanjutnya adalah dimensi Commu- nication pada nilai 4.166. Urutan ketiga adalah dimensi Impact sebesar 3.69 dan urutan terendah adalah dimensi Persuasion pada nilai 3.685. Total nilai EPIC secara keseluruhan juga ditemukan 4.025 yang dapat dinyatakan iklan ini Efektif.

Saran yang dapat diajukan penulis kepada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa agar

(12)

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 2 Edisi Mei 2022 (89-100) dapat terus mempertahankan ide kreatif iklan

audio visualnya kepada masyarakat dengan kemasan “story telling” yang unik, lucu dan relevan kepada masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Anisatus , Shauma and Zainal , Abidin A.

(2015) EFEKTIFITAS IKLAN POLITIK DI TELEVISI (Studi Deskriptif Kuantitatif Efektifitas Iklan Politik Aburizal Bakrie Versi Motivasi Anak Indonesia PadaPemilihPemula di Surabaya). Jurnal Ilmu Komunikasi, 7 (2). 01-10.

Ardial. (2014). Paradigma dan Model Penelitian Komunikasi. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Durianto, et al. (2003). Invasi Pasar dengan Iklan yang Efektif. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Indriarto, Fidelis, 2006, Studi Mengenai Faktor Kekhawatiran dalam Proses Penyampaian Pesan Iklan, Jurnal Sains Pemasaran Indonesia, Vol. 5, No. 3, pp.243-268

Kotler, Philip & Gary Amstrong. (2011).

Principles of Marketing. New Jersey : Prentice Hall

Littlejohn, Stephen W & Karen A Foss.

(2009). Teori Komunikasi Edisi 9.

Jakarta : Salemba Humanika.

Made, L. (2010). Facebook Marketing Revolution. Jakarta : Alex Media Computindo

Meliala, R. M., & Malik, R. (2022).

Efektifitas Pesan Iklan Poster All New Honda Scoopy 2021 Dengan EPIC Model. Jurnal Pariwara, 2(1), 1-13.

Meliala, Robbikal Muntaha. (2017). Tingkat Kesesuaian Iklan Promosi Perguruan Tinggi di Youtube Berdasarkan Etika Pariwara Indonesia . Jurnal Ikraith Humaniora, 1(2), 20–29.

Priansa, Donni Junni. (2017). Perilaku Konsumen dalam Bisnis Kontemporer.

Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D . Bandung : Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait