Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana efektivitas aplikasi penerimaan zakat dalam meningkatkan penyaluran zakat kepada mustahik. Dan bagaimana penerapan penerimaan zakat untuk meningkatkan penyaluran zakat kepada mustahik dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penerapan penerimaan zakat dalam meningkatkan penyaluran zakat kepada mustahik.
Sedangkan dari sudut pandang ekonomi Islam, diperbolehkan menggunakan aplikasi penerimaan zakat untuk meningkatkan penyaluran zakat kepada mustahik.
PENDAHULUAN
- Distribusi merupakan sebuah proses penyaluran dari produsen ke konsumen baik melelui atau tanpa melalui perantara. Tujuan dari proses distribusi ini
- Mustahik adalah orang atau sekelompok yang berhak menerima zakat yang memiliki usaha kecil dan membutuhkan modal usaha. 5
- Alasan Memilih Judul
- Latar Belakang
Mustahik adalah orang atau kelompok yang berhak menerima zakat yang mempunyai usaha kecil dan memerlukan modal usaha.5 mempunyai usaha kecil dan memerlukan modal usaha.5. Undang-undang tersebut menyebutkan terdapat 2 (dua) lembaga/badan yang berhak atau diberi kewenangan dalam mengelola zakat, yaitu Badan Amil Zakat yang dikelola oleh pemerintah dan Lembaga Amil Zakat yang dikelola oleh masyarakat.7 . Ada dua hal yang menyebabkan masyarakat belum bisa menerima konsep pengelolaan zakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011.
Dalam penerimaan zakat yang dikelola oleh Lembaga Amil Zakat, masih terdapat permasalahan sebagian umat Islam di Indonesia yang baru menyadari adanya zakat fitrah yang dibayarkan pada saat bulan Ramadhan atau menjelang hari raya Idul Fitri.
Potensi Penghimpunan Zakat
Batasan Masalah
Mengingat luasnya pembahasan, maka penulis dan agar penelitian ini dapat terfokus, maka perlu dilakukan pembatasan terhadap permasalahan yang diteliti. Batasan masalah penelitian berkaitan dengan perancangan aplikasi yang ada, lalu apa hasil dari aplikasi tersebut dan apa kegunaan aplikasi penerimaan zakat dalam perspektif Islam. Dalam penelitian ini penulis hanya mengkaji pemanfaatan aplikasi penerimaan zakat dalam meningkatkan penyaluran zakat pada mustahik dengan studi pada Dompet Dhuafa Bandar Lampung.
Rumusan Masalah
Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan penerimaan zakat dalam meningkatkan penyaluran zakat di kalangan mustahika di Dompet Dhuafa Bandar Lampung. Diharapkan bagi peneliti untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan yang lebih luas mengenai kinerja pengelola zakat yang profesional dalam menyalurkan zakat kepada mustahik. Kami berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan kinerja pengelola zakat menggunakan aplikasi.
Kerangka Pemikiran
Pada umumnya penelitian bertujuan untuk menemukan, menguji dan mengembangkan ilmu pengetahuan, begitu pula dengan penelitian yang akan penulis laksanakan. Dalam penelitian ini ingin mengetahui efektivitas dan indikator penggunaan aplikasi untuk meningkatkan penyaluran zakat kepada mustahik. Karena di era digital saat ini penggunaan suatu aplikasi akan mampu mengikuti perkembangan zaman, maka pemanfaatan aplikasi untuk menerima zakat nantinya akan dianalisis secara konsep.
Penelitian Terdahulu
- Metodologi Penelitian
- Pengertian Efektivitas
- Ukuran Efektivitas
Aplikasi zakat ini mempunyai pembahasan pengembangan dari aplikasi sebelumnya dan menambahkan fungsi zakat profesional dan fungsi zakat barang pertambangan dengan nisab yang telah ditentukan. Aplikasi zakat ini kini dapat digunakan pada perangkat ponsel/tablet berbasis Android berdasarkan kesimpulan hasil pengujian yang telah dilakukan pada pengguna ponsel Android dan pengurus lembaga zakat.16. Data primer adalah data yang diperoleh dari pihak-pihak yang dinilai mampu memberikan data secara langsung kepada peneliti baik melalui wawancara dengan narasumber maupun pengumpulan data lapangan lainnya.24.
Data sekunder adalah data yang secara tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau dokumen. Penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan cara memberikan pertanyaan tertulis kepada responden untuk menjawab 27 Dalam hal ini kuesioner (kuesioner) akan diberikan kepada responden penerima zakat dari Dompet Dhuafa Bandar Lampung.
Analisis data adalah suatu proses pencarian dan penyusunan secara sistematis data yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori-kategori, menguraikannya ke dalam satuan-satuan, mensintesiskannya, menyusunnya ke dalam pola, memilih nama yang sesuai. penting dan apa yang akan dipelajari serta akan diambil kesimpulannya agar mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.29. Analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu analisis dengan cara memperjelas data berdasarkan persamaan antar jenis data kemudian mendeskripsikannya sedemikian rupa sehingga diperoleh gambaran utuh mengenai permasalahan yang diteliti. Menurut Martani dan Lubis, efektivitas adalah unsur utama kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan, dengan kata lain suatu organisasi dikatakan efektif bila mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan.32.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Pasal 4 Ayat 4, efektif untuk mencapai hasil program dengan target yang telah ditentukan, yaitu dengan membandingkan output dengan hasil.34 Dengan demikian, untuk menganalisis efektivitas penyaluran zakat dapat dilihat dari perbandingan antara pengeluaran aktual dengan target pengeluaran sebagai berikut :. Untuk mengetahui kriteria efektif atau tidaknya suatu program dilakukan perbandingan dengan hasil nilai perhitungan yang dilakukan.
Konsep Aplikasi
- Landasan Hukum Zakat
- Prinsip-Prinsip Zakat
- Macam-Macam Zakat
- Tujuan, Hikmah dan Manfaat Zakat
Menurut istilahnya adalah kekayaan dalam jumlah tertentu yang diberikan kepada mustahik dengan berbagai syarat sesuai dengan syariat Islam.42 Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib bagi umat Islam. Menghitung zakat merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh umat islam ketika memperoleh makanan dari Allah SWT. Zakat merupakan ibadah pribadi karena zakat merupakan sesuatu yang diwajibkan oleh syariat agar orang yang menjalankannya mendapat pahala dari Allah SWT.
Kerana ia adalah ibadah sosial, zakat dapat memenuhi keperluan orang yang berhak menerimanya dan menggembirakan mereka sehingga orang yang membayarnya mendapat kedudukan yang mulia di mata masyarakat. Artinya: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku”. (Al Baqarah: 2:43) 46. Zakat adalah ibadah yang ada hisabnya supaya tidak semua umat Islam sebagai pemberi zakat menjadi penerima zakat.
Pengulangan perintah mengeluarkan zakat dalam Al-Qur’an menunjukkan bahwa zakat merupakan salah satu rukun Islam yang merupakan kewajiban agama yang diyakini. Zakat dalam terminologi syariah adalah kewajiban memiliki harta atau kewajiban atas sejumlah harta untuk suatu kelompok dan pada waktu tertentu. Disebutkan bahwa seseorang yang membayar zakat meyakini bahwa pembayaran tersebut merupakan wujud dari keyakinan agamanya, sehingga apabila yang bersangkutan belum menunaikan zakatnya maka ia merasa belum sempurna ibadahnya.
Menjelaskan bahawa zakat hanya dibayar oleh orang yang bebas dan sihat jasmani atau rohani, yang merasakan dirinya memilikinya. Ibadah zakat merupakan salah satu pembahagian harta dalam Islam bertujuan untuk mencapai keadilan sosial dan ekonomi. Tujuan zakat fitrah adalah agar orang yang menunaikan zakat pada hari raya benar-benar menjadi orang yang kembali suci seperti bayi yang baru lahir, dan juga untuk menggembirakan hati orang-orang fakir kafir di hari raya.
Zakat adalah ibadah yang ikhlas dalam harta yang mengandung hikmah dan manfaat, baik yang berkaitan dengan orang yang mengeluarkan zakat, penerima zakat, harta yang dikeluarkan zakat, dan untuk seluruh masyarakat.
Konsep Disrtibusi
- Pengertian Distribusi
- Distribusi Zakat
- Distribusi Dalam Islam
- Indikator Penggunaan Dana Zakat
Dalam Islam dilarang keras menimbun harta, baik dengan cara dibekukan, ditahan, atau dikeluarkan dari peredaran. Islam mengakui adanya hak kepemilikan pribadi, namun segala kepemilikan pada hakikatnya adalah milik Allah dan diberikan hanya kepada manusia sebagai amanah yang nantinya akan bertanggung jawab atas kepemilikan tersebut. Dakwah dalam Islam diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan penimbunan harta bagi sebagian umat Islam.
Fungsi distribusi kekayaan adalah untuk mengantisipasi kesenjangan kekayaan dalam masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan sosial. Prinsip utama dari konsep distribusi dalam pandangan Islam adalah peningkatan dan pendistribusian kekayaan agar perputaran kekayaan dapat ditingkatkan, sehingga kekayaan yang ada dapat melimpah secara merata dan tidak hanya pada kelompok tertentu saja.66 Sedangkan prinsip bahwa pedoman yang digunakan dalam sistem tersebut adalah untuk meningkatkan produksi (output) dan pendistribusian kekayaan agar peredaran kekayaan meningkat dan memungkinkan terwujudnya pemerataan antar komponen masyarakat untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan agar kekayaan tidak boleh dijadikan komoditas yang beredar secara terbatas di kalangan orang kaya.67. Sementara itu, Anas Zarka menjelaskan dalam Taqiyuddin Nabani bahwa pengertian distribusi adalah perpindahan pendapatan kekayaan antar individu melalui pertukaran (melalui pasar) atau dengan cara lain seperti: warisan, sedekah, infak dan zakat.68 Dari definisi tersebut dapat terlihat bahwa pada dasarnya (dan tidak langsung),.
Kebijakan distribusi yang kita pelajari dari Islam tidak bertujuan untuk mengumpulkan kekayaan pada kelompok masyarakat tertentu. 69Ruslan Abdul Ghofur Noor, Konsep Distribusi dalam Ekonomi Islam dan Format Keadilan Ekonomi di Indonesia Cet. Peran yang dapat dilakukan masyarakat dalam menciptakan keadilan distributif dan mengurangi kesenjangan ekonomi adalah dengan menunaikan kewajiban zakat, infaq, sedekah, warisan dan wakaf.
Zakat sebagai model pendistribusian wajib perorangan berbeda dengan perpajakan karena mempunyai landasan dari sudut pandang zakat: pemahaman teori hukum syariah yang bersumber pada Al-Quran dan hadis. 72Ruslan Abdul Ghofur, Peran Instrumen Distribusi Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam (Islamic Journal of Economics and Business Economics) Volume 1, Nomor 1, Mei 2016, hal.
Konsep Mustahik 1. Mustahik Zakat
- Golongan Yang Berhak Menerima Zakat
Sedangkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi penerimaan zakat untuk meningkatkan penyaluran zakat kepada mustahik. Data penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Aden Rosadi dan Mohamad Athoillah, Pendistribusian Zakat di Indonesia: Sentralisasi dan Desentralisasi, Ijtihad, Jurnal Hukum Islam dan Wacana Kemanusiaan, vol.
Andy Putra Wijaya, Penyaluran Zakat Produktif Bagi Masyarakat Miskin di Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi pada Program Penyelenggaraan Madrasah Ekonomi Dompet Dhuafa Mandiri Yogyakarta), (Skripsi Program Pascasarjana Hukum Islam, 2016), hal.vii. Didin Hafiddin, Zakat dalam Perekonomian Modern (Jakarta: Gema Insani Press, 2002). Kota Padang), Jurnal Technoif Vol. Hendra Maulana, Analisis Tesis Penyaluran Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik (Studi pada BAZ Kota Bekasi).
Irfan Syauqi Beik dan Didin Hafidhuddin, Zakat dan Pembangunan Ekonomi Umat, Prosiding Seminar Internasional Ekonomi Islam Sebagai Solusi, Medan: IAEI, hal. 73-74 Dalam Jurnal Mardhiyah Hayati, Peran Pemerintah dan Ulama dalam Pengelolaan Zakat dalam konteks upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan di Indonesia. Jogiyanto HM, Pengertian Aplikasi dan Pengembangannya dalam jurnal Ihsanudin dkk, Aplikasi Penghitungan Zakat Berbasis Android. Mardhiyah Hayati, Peran Pemerintah dan Ulama dalam Pengelolaan Zakat Dalam Rangka Upaya Mengurangi Kemiskinan dan Meningkatkan Pendidikan di Indonesia.
Siti Halida dan Irsyad Lubis, Pengaruh Pendayagunaan Zakat Produktif Terhadap Pemberdayaan Mustahik di Kota Medan, Jurnal Ekonomi dan Keuangan, Vol.2, No.6, 2014. Visi dan Misi Kota Bandar Lampung tersedia melalui bandarlampungkota.go. id (online) pada tanggal 26 Agustus 2019.