Makalah
Cabang-Cabang Olahraga yang Kurang Populer di Indonesia Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Anatomi Manusia
Oleh Dosen Pengampu Skiva Merlano, S.Pd., M.Pd
Disusun Oleh
Kelas : B
Nama Nim
Adnan Bakule : 832422012
PRODI S-1 KEPELATIHAN OLAHRAGA FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO 2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena senantiasa memberikan nikmatnya sehingga penyusunan makalah yang berjudul “Cabang-Cabang Olahraga yang Kurang Populer di Indonesia” oleh dosen pengampu Skiva Merlano, S.Pd., M.Pddapat diselesaikan. Makalah ini penulis susun sebagai salah satu persyaratan untuk menunjang nilai mata kuliah Bahasa Inggris Terapan.
Penyusunan makalah ini, penulis menemui banyak hambatan, tetapi semua itu menjadikan penulis lebih termotivasi untuk menyelesaikannya. Makalah ini juga tidak terlepas dari bantuan, dorongan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, tak lupa penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak, demi kesempurnaan makalah ini. Besar harapan penulis semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Gorontalo, Agustus 2023
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI...iii
BAB I...1
PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Rumusan Masalah...1
1.3 Tujuan Penulisan...2
BAB II...3
PEMBAHASAN...3
2.1Anatomi Manusia...Error! Bookmark not defined. 2.2 Mengetahui Serta Memahami Letak Anatomi Anggota Gerak Atas Yang Meliputi Bagian-Bagian Otot Yang Berfungsi Pada Setiap Gerakan...7
PENUTUP...14
3.1 Kesimpulan...14
3.2 Saran...14
Daftar Pustaka...15
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Olahraga adalah jenis kegiatan yang sangat populer di dunia termasuk Indonesia. Selain menyehatkan tubuh, olahraga juga menjadi sarana meraih prestasi. Aktivitas fisik merujuk kepada gerakan yang membutuhkan kontraksi otot. Kegiatan sehari-hari seperti naik tangga, berkebun, dan membereskan rumah adalah contoh dari aktivitas fisik. Olahraga sudah ada sejak zaman prasejarah, di mana manusia purba melakukan olahraga untuk melatih fisiknya agar bisa bertahan dari alam dan melindungi dirinya. Kemampuan bertahan hidup dengan mengasah tubuh manusia terus berkembang hingga zaman peradaban awal manusia.
Olahraga berkembang lagi di wilayah masing-masing di berbagai penjuru dunia dan modernisasi olahraga terjadi berkat globalisasi. Olahraga asing dan populer yang kita ketahui dan lakukan sekarang dibawa oleh para penjajah hingga media komunikasi dan olahraga akhirnya menjadi resmi dikompetisikan dengan munculnya berbagai ajang kompetisi olahraga lokal, nasional, dan internasional.
Ditambah lagi, olahraga sudah dinaungi oleh berbagai perserikatan, lembaga, asosiasi, atau organisasi keolahragaan untuk masing-masing cabangnya. Namun, dari beberapa jenis olahraga yang populer di dunia ada beberapa jenis atau cabang olahraga yang kurang diminati atau tidak di kenal di Indonesia, contohnya olahraga hoki, olahraga kriket, dan selancar.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah yaitu:
1) Seperti apakah cabang-cabang olahraga yang kurang populer di Indonesia?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yakni untuk mengetahui serta memahami cabang-cabang olahraga yang kurang populer di Indonesia.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Cabang – Cabang Olahraga yang Kurang Populer di Indonesia
Pengertian olahraga ini merupakan suatu aktivitas yang melibatkan pengerahan tenaga fisik serta pikiran yang dilakukan untuk melatih tubuh manusia, baik itu secara jasmani serta juga secara rohani. Pendapat lain juga mengatakan pengertian olahraga ini merupakan suatu bentuk aktivitas fisik yang dilakukan dengan secara terencana serta terstruktur yang mana di dalam pelaksanaannya itu melibatkan gerakan tubuh dengan secara berulang-ulang untuk dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan rohani.
Banyak penelitian menyatakan bahwa olahraga dapat meningkatkan daya pikir, mengurangi stres, dan menambah kepercayaan diri pelakunya. Rutinitas sehari-hari yang dianggap membosankan dan melelahkan bisa dipatahkan dengan berolahraga. Ada juga manfaat olahraga sebagai hiburan partisipannya serta tujuan hobi dan ada juga yang menjadikan olahraga sebagai bidang profesional seperti atlet, penelitian, dan sebagainya. Pada akhirnya, olahraga yang cukup dan rutin memiliki banyak sekali manfaat bagi kita.
Terdapat banyak sekali jenis olahraga yang dilakukan oleh manusia ialah sebagai sarana untuk dapat meningkatkan kesehatan serta juga sebagai hobi.
Terdapat banyak sekali jenis olahraga yang dilakukan oleh manusia ialah sebagai sarana untuk dapat meningkatkan kesehatan serta juga sebagai hobi. Mengacu pada definisi olahraga, adapun jenis-jenis olahraga yang klurang populer di Indonesia diantaranya olahraga hoki, olahraga kriket, dan selancar.
1) Olahraga Hoki
Hoki (Hockey) merupakan suatu olahraga yang terdiri atas dua tim yang bertarung satu sama lain, dengan mengadu teknik manuver bola ke gawang lawan dengan menggunakan sebuah tongkat bengkok (Stick). Olaharaga hoki dapat dimainkan oleh pria maupun wanita yang tergabung dalam 11 orang dalam satu tim. Pemenangnya dapat ditentukan dari diperolehan tim mana yang memperoleh gol terbanyak. Olahraga permainan Hockey terdapat dua sumber asal-usul, yakni
Persia Kuno dan Mesir Kuno. Telah dapat diketahui bahwa hoki merupakan suatu permainan yang dapat dimainkan antara dua regu yang setiap pemainnya akan memegang sebuah tongkat bengkok yang disebut dengan stick untuk dapat menggerakkan sebuah bola.
Pada tahun 1800 sebuah almanak mencatat adanya permainan ini dan namanya pun sudah hockey. Mungkin berasal dari kata hook (bagian bengkok stick). Kemudian, di tahun 1886 terbentuk suatu induk organisasi hoki pertama, yaitu di England, English Hockey Association. Yang akhirnya pada sekitar tahun 1890 hoki menyebar dan terkanal ke daratan Eropa. Tiap Negara akan menyusun peraturan permainan nasionalnya sendiri, walaupun intinya dapat diambil dari peraturan permainan IHB tersebut.
Pada tahun 1939, kebangkitan olahraga hoki kembali atas prakarsa iskandar simanjuntak yang akan mendirikan perkumpulan hoki andalas di kota Medan, dimana memiliki anggota yang terdiri dari guru- guru dan siswa mulo Joshua Institut Medan. Seiring dengan adanya proklamasi kemerdekaan republik indonesia, pada tahun 1945 organisasi olahraga hoki pun diperkenalkan dan diresmikan di atas prakarsa tokoh olahraga yang bernama yusuf ismail, padmo, sumasto, s. Asikin, yang telah mendirikan induk organisasi hoki di indonesia dengan nama persatuan hoki seluruh indonesia yang dapat disingkat dengan PHSI.
Jenis olahraga hoki sendiri dikelompokkan menjadi 3 jenis berdasarkan tempat bermain.
a) Hoki Lapangan (Field Hockey)
Hoki lapangan yakni suatu olahraga hoki yang dapat dimainkan dengan menggunakan bola di atas lapangan atau rumput, atau lapangan rumput sintetis.
Permainan ini sangat terkenal sekali dimainkan oleh lelaki maupun wanita di sejumlah negara-negara di dunia, terutama pada negara-negara di Indonesia, Eropa, Asia Selatan, India, Pakistan, Australia, dan New Zealand. Sedangkan, di negara USA dan Kanada, olahraga hoki sangat menonjol dimainkan oleh para kaum wanita saja. Hoki lapangan dapat dimainkan oleh 11 orang, hal ini termasuk 1 penjaga gawang dari 2 tim. Hoki lapangan juga dapat menggunakan lapangan rumput dengan ketentuan luas lapangan 60 yard x 100 yard dan ukuran gawang 7 fit x 4 yard atau 2,13 m x 3,66 m.
b) Hoki Ruangan (Indoor Hockey)
Hoki ruangan yakni suatu olahraga yang biasanya sering dimainkan di dalam ruangan tertutup atau yang sering disebut dengan indoor. Hoki dalam ruangan dapat dimainkan oleh 6 orang, hal ini termasuk penjaga gawang dari 2 tim. Dengan memiliki ketentuan ukuran lapangan indoor hoki separuh dari field hockey, dimana lapangannya terbuat dari ubin atau beton yang dilapisi dengan ubin.
c) Hoki Es (Ice Hockey)
Hoki es yakn suatu olahraga yang dimainkan di atas es. Olahraga ini biasanya berlangsung di dalam gim. Federasi olahraga ini ialah Federasi Hoki Es Internasional. Amerika Serikat, Kanada, Ceko, Finlandia, Rusia, Slowakia, dan Swedia masuk posisi 1, 2, dan 3. Bentuk permainan di olahraga ini hampir sama dengan sepak bola. Permainan ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan alat pemukul (stick) dan bola. Hockey dalam ruangan dapat dimainkan oleh 11 orang termasuk 1 penjaga gawang dari 2 tim dengan menggunakan lapangan es dengan ketentuan luas lapangan 60 yard x 100 yard, dimana hoki es ini ebih banyak dimainkan di benua Amerika dan Eropa.
Adapun Teknik-Teknik Hoki (Hockey) yaitu sebagai berikut:
a) Cara memegang stick ( The grip): Kedua tangan yang memegang stick dengan posisi tangan kiri yang memegang bagian bawah ujung stick dengan membentuk hurus, dimana segaris dengan bagian kepala stick atau sekitar 10 cm dari ujung stick disesuaikan dengan tinggi badan pemain hoki. Posisi tangan kanan harus berada sedikit di bawah atau rapat dengan tangan kiri dengan membentuk hurus juga dan stick dipegang secara erat oleh tangan.
Kemudian, dapat dilakukan latihan untuk forhand dan back hand, stop bola, tapping, dan push. Sehingga, dirangkai menjadi forehand-backhand-farehand- stop-push-forehand-backhand yang dilakukan tanpa bola.
b) Sikap siap dalam permainan ( The stance): Sikap siap di dalam permainan hoki yakni dapat dilakukan dengan posisi kedua kaki terbuka selebar bahu.
Selanjutnya, lutut sedikit ditekuk dengan posisi badan sedikit membungkuk ke depan dan pandangan mata harus selalu mengikuti jalannya bola.
Kemudian, Posisi tangan tetap memegang stick (push) dan selalu siap untuk dapat melakukan stop bola atau merebut bola dari tim lawan.
c) Penguasaan bola (Ball control): Penguasaan bola dapat dilakukan dengan cara latihan mendorong bola ke depan sejauh 20 cm-30 cm. Lakukan pada posisi kaki di tempat dan menarik bola ke belakang, mendorong bola ke arah kiri dengan cara forehand dan ke arah kanan dengan cara backhand, dan membuat angka 8 dengan menggunakan bola dengan cara mendorong bola ke depan kaki (membuat angka 8).
d) Tapping: Pada saat melakukan tapping, bola harus berada pada jangkauan stick dengan posisi di depan antara dua kaki atau depan kaki kiri. Kemudian, lakukan tarikan terhadap stick ke arah belakang sekitar 20 cm- 30 cm dari bola dan pukulkan stick ke arah bola. Selanjutnya, hadapkan bagian stick yang datar ke arah sasaran dengan batas ayunan kepala stick mencapai lutut.
e) Stopping: Pada saat menghentikan bola, pemain dapat melakukannya dengan stick yang dipegang oleh kedua tangan. Namun apabila mengalami kepaksaan, dapat dilakukan dengan menggunakan satu tangan saja. Teknik dalam menghentikan bola ada dua, yaitu forehand stop dan backhand stop (reverse stop).
f) Backhand pass (The reverse stick pass): Jikalau pemain akan mengoper atau menembak bola dari arah kiri ke kanan dan ingin memukul keras, maka yang harus pemain lakukan ialah dengan memutar badan terlebih dahulu dan lakukan dengan teknik pukulan biasa. Hal ini dapat dilakukan apabila diperlukan dan memungkinkan terjadinya pukulan.
g) Mendorong bola (Pushing): Mendorong bola dapat dilakukan untuk operan jarak pendek, namun untuk para pemain yang mahir dapat melakukan ini untuk operan jarak jauh.Dribbling: Pada saat melakukan dribbling, bola harus selalu dekat dengan stick sekitar satu meter di depan kaki atau agak ke samping kanan agar mudah untuk melakukan operan atau tembakan ke gawang tim lawan. Pemain tidak diperbolehkan lengah karena bola dapat lepas kontrol atau dicuri tim lawan.
h) Memukul (Hitting): Latihan memukul bagi para pemula dapat dilakukannya gerakan hit yang benar terlebih dahulu, tanpa menggunakan bola. Pada saat
melakukan sebuah tembakan, pemain harus dalam posisi bola harus berada di depan kaki kiri agar berat badan dapat ditransfer ke kaki kiri. Sehingga, dapat memberikan tenaga tambahan pada pukulan. Kemudian, pada saat melakukan ayunan stick, alahngkah baiknya lakukanlah dengan ayunan pendek. Dengan waktu yang tepat dan gerak lanjutan yang benar dapat menghasilkan pukulan yang keras dan gerak lanjutan harus mengarah ke depan bukan ke atas.
i) Merebut bola (Tackling): The jab (memegang stick dengan menggunakan satu tangan untuk dapat menjangkau bola), the flick, dan the scoop.
Beberapa Peralatan Hoki (Hockey):
a) Tongkat Pemukul
Berat sebuah stick mempunyai batasan tertentu. Adapun ketentuan dalam tongkat pemukul, yaitu sebagai berikut:
1. Beratnya tidak boleh kurang dari 12 ounces dan tidak melebihi 23 ounces untuk wanita dan 28 ounces untuk Pria.
2. Stick tersebut harus memiliki bagian permukaan yang rata (flat face) di sebelah kirinya, permukaan dari stick di sebelah kiri hingga sampai tempat pegangan (handle).
3. Kepala dari stick harus terbuat dari kayu pada bagian sebelah bawah dari sambungan kurang lebih ditengah batang stick.
4. Stick tersebut tidak diperbolehkan dilekatkan, disambung ataupun dimasukkan logam atau sejenisnya, Hal ini tidak dapat dibenarkan atau diperbolehkan adanya benda yang tajam atau benda-benda lain yang dapat membahayakan para pemain hoki.
5. Ujung stick tersebut haruslah berbentuk lengkung, sehingga tentunya tidak diperbolehkan rata atau berbentuk runcing.
b) Stick Pemain: Stick pemain yang biasa digunakan harus terbuat dari fibber, namun ada juga yang terbuat dari kayu yang memiliki bentuk yang berbeda.
c) Stick Penjaga Gawang: Stick Penjaga gawang sedikit memiliki perbedaa dengan stick pemain yang lain karena memiliki bentuk seperti membentuk bulatan.
d) Bola: Bola yang digunakan dalam olahraga hoki ini harus terbuat dari kulit putih dan dijahit dengan cara seperti pembungkus bola cricket. Adapun ketentuan bola hoki, yaitu sebagai berikut:
1. Lingkaran: 8 13/16 in. Minimum, 9 ¾ maksimum 2. Berat: 5,50 oz minimum, 5,75 maksimum
Sebelum pertandingan dimulai kedua captain masing-masing tim dapat bersama-sama membuat perjanjian untuk dapat bermain dengan bola yang dibuat dari plastik atau bola kurk dengan memiliki ketentuan bahwa haruslah ukuran dan beratnya telah disesuaikan dengan ketentuan yang telah diuraikan di atas.
e) Kickers: Kickers yakni suatu pembungkus atau penutup sepatu yang diikat dengan kuat. Kickers dapat dikatakan sebagai salah satu peralatan yang wajib bagi penjaga gawang agar dapat menahan dan menendang bola dengan baik.
f) Protector: Protector yakni suatu alat tambahan yang dibuat untuk dapat melindungi bagian dada dan tubuh yang lain seperti muka (face protector) yang kapan saja dapat terjadinya resiko cedera.
Adapun peraturan umum yang harus ditaati oleh pemain hoki (Hockey), yaitu sebagai berikut:
a) Pemain hoki tidak diperbolehkan untuk dapat mengangkat stick di atas pundaknya, apabila berbahaya bagi pemain lain karena dapat membahayakan pemain lain.
b) Melakukan pukulan bola ke udara.
c) Menendang atau menahan bola dengan menggunakan kaki, kecuali penjaga gawang dapat bermain dengan kakinya atau menahan bola dengan bagian tubuh mana saja di dalam D (striking circle).
d) Menahan stick lawan dengan memukul atau menggigit. Pemain dapat diperbolehkan menahan bola dengan tangan, jika bola tersebut jatuh dengan cepat.
e) Menahan, mendorong, atau menjatuhkan lawan dengan menggunakan stick atau badan.
Berdasarkan uraian Hoki juga termasuk olahraga yang rentan menyebabkan cedera. Sebab di olahraga ini, tidak menutup kemungkinan ada
kontak yang keras antar pemain. Saat benturan terjadi, bukan tak mungkin cedera seperti gigi patah, keseleo, hingga patah tulang selain itu dinilai dari sejarah dan teknik permainannya membuat masyarakat Indonesia kurang minat sehingga jenis olahraga ini kurang populer di Indonesia.
2. Olahraga Kriket
Kricket adalah olahraga yang dimainkan antara dua tim dengan sebelas pemain yang masing-masing mencetak skor (poin). Ini dilakukan dengan memukul bola melewati batas, atau dengan berlari di antara dua set tiga tiang kayu kecil yang disebut gawang. Gawang berada di setiap ujung pitch.
Pertandingan dimulai di Inggris pada abad ke-16. Kemudian, permainan menyebar ke negara-negara Kekaisaran Inggris di abad ke-19 dan ke-20. Kricket adalah salah satu arti olahraga musim panas nasional Inggris, yang sekarang dimainkan di seluruh dunia, terutama di Australia, India, Pakistan, Hindia Barat, dan Kepulauan Inggris. Kricket ini sendiri dimainkan dengan tongkat dan bola dan melibatkan dua tim yang saling bersaing. Masing-masing tim terdiri atas 11 pemain. Lapangan kriket berbentuk oval dengan area persegi di tengah (pitch), dengan panjang 20,12 meter dengan lebar 3,04 meter. Secara historis, asal usul kriket tidak pasti dan rujukan pasti yang paling awal adalah di Inggris tenggara di pertengahan abad ke-16. Ini menyebar secara global dengan ekspansi Kerajaan Inggris, yang mengarah ke pertandingan internasional pertama di paruh kedua abad ke-19.
Cara bermainnya pun tidak rumit, di mana satu pemain melemparkan sebuah objek, baik itu sepotong kayu kecil atau bola, dan yang lain memukulnya dengan klub (tongkat pemukul) yang sesuai mode. Bagaimana dan kapan permainan bola-klub ini berkembang menjadi suatu permainan dimana pemukul mempertahankan target untuk melawan pelempar tidak diketahui. Juga tidak ada bukti kapan poin diberikan tergantung pada seberapa jauh pemukul mampu memukul objek; atau ketika para pembantu bergabung dengan kontes dua pemain, dengan demikian memulai evolusi menjadi permainan tim atau ketika konsep penentuan menempatkan gawang di kedua ujung lapangan diadopsi. Permainan itu beberapa tahun ini telah menjadi permaianan waktu senggang di sejumlah
besar sekolah, dan suatu tanda dari penerimaan secara luas terhadap permainan itu adalah bahwa permainan itu telah menjadi cukup populer di kalangan anak muda.
Tujuan permainan kriket yaitu untuk mencetak lebih banyak run (angka) dibandingkan tim lainnya. Permainan kriket bisa berlangsung hingga lima hari dan bisa berlangsung enam jam atau lebih setiap harinya.
Berikut ini beberapa manfaat bermain kriket, antara lain:
1. Peningkatan stamina dan daya tahan: berlari konstan melintasi lapangan membantu meningkatkan stamina.
2. Keseimbangan: keseimbangan juga sesuatu yang dapat ditingkatkan melalui olahraga ini karena konsentrasi tertinggi diperlukan saat bermain kriket.
3. Fleksibilitas: belajar bergerak bebas adalah sesuatu yang disertai dengan latihan kriket, sehingga meningkatkan fleksibilitas individu.
4. Koordinasi: ketika menangkap atau melempar bola, pemain kriket meningkatkan koordinasi mata tangannya.
5. Kardio: kriket termasuk banyak melempar dan berlari melintasi lapangan, yang merupakan aktivitas kardiovaskular yang bagus.
6. Peningkatan keterampilan motorik: memukul dan menangkap bola membutuhkan keterampilan motorik kasar. Ini adalah kegiatan yang membuat otot-otot tubuh bekerja.
7. Pengencangan otot: seperti olahraga lainnya, kriket juga membantu mengencangkan otot.
8. Kebugaran fisik: berlari cepat ketika bermain mengharuskan kita untuk terus-menerus bergerak, yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani kita.
9. Kerja tim: itu adalah olahraga tim. Sebelas pemain harus bekerja bersama selama beberapa jam di lapangan, memanfaatkan strategi untuk mengalahkan tim lain.
10. Keterampilan Sosial: ini adalah cara yang bagus untuk berinteraksi dengan orang-orang dan juga cara yang bagus untuk belajar mengatasi menang atau kalah. Pertandingan kriket dapat berlangsung beberapa jam, dan dalam waktu itu seseorang harus bekerja dengan tim secara kooperatif untuk
mengembangkan dan memulai strategi permainan dan memenangkan pertandingan.
Terdapat 5 cara bermain kriket, antara lain:
1. Batting (memukul bola) 2. Bowling (melempar bola) 3. Fielding (menjaga) 4. Catching (menangkap)
5. Wicket keeper (penjaga stump)
Dalam permainan kriket, pemain harus memahami teknik-teknik dasarnya agar bisa bermain dengan benar. Teknik dasar tersebut antara lain:
1. Untuk mengawali pertandingan, tim penjaga masuk ke dalam lapangan, kemudian disusul oleh dua pemukul masuk ke lapangan.
2. Kedua pemukul berdiri di bagian depan stump masing – masing yang berada di atas lapangan atau pitch.
3. Posisi kedua pemukul yaitu saling bersebarangan
4. Pemukul pertama bersiap untuk memukul bola, sedangkan pemukul yang kedua siap untuk berlari ke ujung stump lain, yaitu ke arah pemukul yang pertama.
5. Selanjutnya berlari kembali jika bola belum di ambil oleh regu fielding.
6. Apabila salah satu pemukul mati, maka dia digantikan oleh pemukul lainnya dan begitu seterusnya. Pemukul yang sudah mati tidak bisa melanjutkan memukul lagi.
7. Masing-masing pemukul berusaha untuk memukul bola sebanyak- banyaknya untuk mengumpulkan nilai sebanyak-banyaknya.
8. Setelah itu, tim A dan B bertukar posisi, yaitu Tim B menjaga bola, sedangkan tim A memukul bola.
9. Apabila salah satu diantara kedua tim memperoleh nilai yang lebih tinggi, maka tim yang mendapatkan nilai tinggi dikatakan menang selama perpindahan ( over ) yang ada.
10. Akan tetapi, apabila tim A memukul bola dan semua pemukulnya mati sebelum over di tentukan habis, maka permainan selesai dan bertukar posisi.
11. Tim B memukul serta mengejar nilai yang dikumpulkan oleh tim A untuk memenangkan pertandingan.
Terdapat beberapa peraturan dalam permainan kriket yang harus dipatuhi oleh para pemainnya, antara lain:
1. Kriket dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri atas 11 orang pemain pada sebuah lapangan khusus.
2. Lapangan kriket biasanya berbentuk lingkaran atau oval, yang batas luar area permainannya ditandai dengan boundary (pembatas) , bisa berupa pagar, ujung tribun penonton, tali tambang, dan/atau garis di rumput. Pembatas tersebut sedapat mungkin dipasang di keseluruhan sisi lapangan.
3. Pada bagian tengah lapangan terdapat pitch berbentuk persegi panjang. Di setiap ujung pitch terdapat struktur sasaran yang dinamakan wicket. Jarak antar wicket yaitu 22 yard (20 m). Tiap-tiap wicket terdiri atas tiga stump, yaitu batang kayu sepanjang 28 inci (710 mm) yang ditancapkan ke tanah dalam posisi segaris, dan dua bail yang ditaruh di atas sela-sela stump.
4. Pada tiap ujung pitch ditandai dengan empat garis putih: bowling crease, popping crease, dan dua return crease.
5. Ketiga stump disusun di tengah bowling crease yang mempunyai panjang 104 inci (2600 mm). Popping crease digambar sejajar 4 kaki (1,2 m) di depan bowling crease, meskipun biasanya garis yang tergambar hanya 4 meter (2 meter kiri dan kanan wicket), panjang asli popping crease tidak terbatas. Return crease digambar dengan sudut tegak dari popping crease sepanjang 8 kaki (2,4 m) walau panjang aslinya juga tak terbatas.
Permainan kriket belum terlalu familiar di telinga masyarakat Indonesia pada umumnya, sehingga masyarakat indonesia kurang memiliki minat pada olahraga tersebut.
3. Selancar
Berselancar adalah olahraga air permukaan di mana peselancar (surfer) naik di depan atau muka dari gelombang yang bergerak, yang biasanya membawa surfer menuju pantai. Gelombang yang cocok untuk berselancar umumnya ditemukan di laut, tetapi sejatinya juga dapat ditemukan di danau atau sungai
dalam bentuk gelombang berdiri atau lubang pasang surut. Namun, peselancar juga dapat memanfaatkan gelombang artifisial seperti yang berasal dari perahu dan gelombang yang dibuat di kolam gelombang buatan. Definisi modern dari berselancar, paling sering merujuk pada seorang surfer yang mengendarai ombak yang berdiri di atas papan selancar; ini juga disebut sebagai stand-up surfing.
Berselancar bisa memberikan manfaat yang beragam bagi tubuh kita, misalnya memperkuat jantung, meningkatkan tonus otot, dan lain-lain.
Menurut Universitas Hawaii, penanggalan bodysurfing sudah ada sejak 2.000 SM, tetapi bukti pertama aktivitas pengaktifan bodysurfing di dunia Barat baru muncul pada tahun 1899, ketika orang Australia Fred Williams mendapat beberapa pelajaran dari pulau kepulauan Tommy Tana di Polinesia. Olahraga selancar dimulai antara abad ke-19 dan ke-20, tetapi menunggang ombak adalah praktik lama yang berasal dari budaya Polinesia kuno dan Peru kuno. Berikut ini bentuk-bentuk variasi dari olahraga selancar atau surfing, antara lain:
1. Bodysurfing: Jika kita bisa berenang, kita memiliki semua yang kita butuhkan untuk bodysurf. Ini elemen berselancar paling murni. Tanpa papan, yang kita butuhkan adalah keterampilan berenang cukup cepat untuk menangkap kekuatan gelombang yang lewat dan kemudian menggunakan permukaan perencanaan alami tubuh kita untuk meluncur ke pantai.
2. Bodyboarding: Banyak peselancar mempelajari dasar-dasar menunggang ombak di papan berbuih, tetapi yang lain membangun kekuatan binaraga mereka hingga tingkat yang luar biasa. Menyaksikan bodyboarder berputar, membalik, dan memasang barel raksasa di ombak besar adalah pengalaman yang menyenangkan.
Penggunaan sirip, pusat gravitasi rendah, dan papan fleksibel memberi keuntungan bagi bodyboarder dalam gelombang besar yang berlubang.
3. Windsurfing (Selancar angin): Perpaduan antara selancar dan berlayar, selancar angin telah ada selama beberapa dekade. Sementara papan besar dan peralatan mahal membuat bagasi sedikit lebih banyak daripada olahraga berbasis selancar lainnya, olahraga intens dan kemungkinan gila untuk kecepatan di air datar dan di ombak layak dilakukan.
Berikut ini teknik dasar dalam melakukan olahraga selancar, antara lain:
1. Paddling
Cara melakukan teknik paddling, yaitu berbaring telungkup di atas papan surfing sambil mengayuh menggunakan kedua tangan. Hal tersebut bertujuan untuk membawa tubuh kita ke tengah pantai tanpa harus mengeluarkan terlalu banyak tenaga. Yang harus kita perhatikan di sini ialah posisi tubuh di atas papan surfing. Kita harus memastikan bahwa kita sudah berbaring dengan posisi yang tepat hingga hidung berada tepat di atas permukaan air, jangan terlalu jauh atau kurang jauh ke depan. Selain itu, lengkungkan tubuh ke atas sedikit agar posisi tangan lebih bebas saat mengayuh.
Sementara itu, kaki harus dirapatkan sehingga tidak memperlambat kayuhan kita. Kedua kaki diletakkan di atas papan surfing. Jari-jari dirapatkan kita agar tenaga yang dikeluarkan tidak terlalu banyak untuk mendapatkan kayuhan maksimal. Bagi kebanyakan surfer pemula, teknik yang satu ini mungkin sangat melelahkan sebab banyak otot yang bekerja saat melakukan teknik ini, tapi seiring dengan waktu dan jam terbang di atas papan surfing, maka lama-kelamaan akan terbiasa dengan gerakan tersebut. Hingga akhirnya, kita hanya akan menyadari betapa pentingnya teknik ini untuk membawa kita ke tengah pantai.
2. Popping Up
Teknik popping up dilakukan setelah kita mencapai jarak yang cukup di tengah pantai untuk mendapatkan ombak yang cukup besar. Hentikan kayuhan dan gunakan teknik popping up untuk naik ke atas papan surfing.
Pada dasarnya teknik popping up ini merupakan sebuah gerakan push-up yang sangat cepat untuk bangkit dari posisi telungkup saat paddling. Ketika kita merasakan ombak yang besar akan datang, segera letakkan kedua telapak tangan ke atas papan surfing sejajar dengan dada.
Dorong tubuh ke atas menggunakan kedua tangan hingga terangkat sebagian. Gunakan salah satu kaki untuk memberikan tolakan dengan menginjak papan surfing. Biarkan kaki lainnya mengikuti gerakan ke atas sehingga kita akan berada dalam posisi berdiri setelah melakukan teknik ini. Kita harus ingat bahwa popping up harus dilakukan secara cepat, idealnya di bawah 3 detik sebab kita tidak ingin kehilangan momentum untuk menangkap ombak besar yang akan
lewat, sebab itu sangat dianjurkan untuk melakukan latihan teknik ini di darat sebelum mempraketkkannya di atas papan surfing.
Dengan kondisi dan pijakan yang stabil akan lebih mudah bagi kita untuk menguasai gerakan ini. Ketika nanti kita melakukannya di atas papan surfing di pantai dengan gelombang yang bergoyang-goyang, semuanya akan menjadi sedikit lebih mudah. Untuk menguasai teknik ini, lakukan latihan selama beberapa puluh kali setiap harinya sekuat yang kita bisa.
Berselancar bukan hanya hiburan yang sangat menyenangkan. Ini juga kegiatan kesehatan yang secara dramatis meningkatkan kesehatan. Berikut ini manfaat olahraga selancara bagi kesehatan, antara lain:
1. Memperkuat jantung: Berselancar adalah latihan kardiovaskular yang kuat yang membuat jantung kita memompa kuat sepanjang waktu. Ini jelas hebat karena dapat mencegah penyakit jantung dan bahkan serangan jantung dan juga dapat membantu kita terhindar dari sesak napas.
2. Meningkatkan tonus otot: Berselancar melatih otot-otot di bahu, punggung, inti, dan kaki kita secara bersamaan. Kita akan merasakan bahwa berselancar selama beberapa minggu akan menghilangkan lapisan lemak itu dalam waktu singkat. Dan bagian terbaiknya adalah, kita bahkan tidak akan merasa seperti berolahraga karena berselancar jauh lebih menyenangkan daripada memukul gym.
3. Meningkatkan keseimbangan: Salah satu hal terbesar yang diajarkan surfing adalah cara menyeimbangkan dengan sangat baik. Ini penting untuk kesehatan, postur dan gaya hidup kita secara umum. Keseimbangan yang baik dapat membantu mencegah kecelakaan, patah tulang, dan mudah jatuh.
4. Menjernihkan kulit: Ketika berselancar di air laut yang mengandung garam, ternyata kandungan garam tersebut sebenarnya memiliki manfaat luar biasa bagi kulit. Ini dapat membersihkan luka dan luka dan bahkan membantu membersihkan jerawat. Kita juga mungkin tidak menyadarinya bahwa mencelup ke dalam air garam akan membersihkan saluran hidung kita jika kita merasa sesak sebelumnya.
5. Berada di lautan memberi manfaat secara psikologis : Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa bahkan berada dekat lautan saja memiliki manfaat mental dan emosional. Menurut PsychCentral: Mineral di udara laut mengurangi stres; ion bermuatan negatif di udara laut memerangi radikal bebas, meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Garam di dalam air menjaga kadar tryptamine, serotonin, dan melatonin di otak, yang membantu mengurangi depresi atau meningkatkan rasa untuk melestarikan budaya hidup sehat secara keseluruhan; dan penelitian telah menunjukkan bahwa suara gelombang mengubah pola gelombang otak, menghasilkan keadaan relaksasi”.
6. Memperbaiki kualitas tidur: Bagi mereka yang sulit tidur, melakukan aktivitas yang menuntut fisik seperti berselancar akan membantu lebih mudah tertidur, karena tubuh perlu pulih dari upaya yang berat. Cobalah berselancar selama beberapa hari dan kita akan memiliki pola tidur yang mudah dan teratur dalam waktu singkat.
7. Menyerap Vitamin D : Vitamin D sangat penting dan baik untuk tubuh kita dalam banyak hal. Vitamin D dapat mencegah banyak penyakit dari alzheimer, diabetes, osteoporosis, dan serangan jantung. Ini juga mengurangi peluang untuk depresi dan membuat suasana hati kita positif dan bahagia.
8. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Menurut LiveStrong: “Air laut mengandung unsur-unsur vital, vitamin, garam mineral, unsur jejak, asam amino dan mikroorganisme hidup yang dapat menghasilkan efek antibiotik dan antibakteri untuk membantu mempromosikan sistem kekebalan tubuh yang sehat”. Hanya berenang di air laut dapat membuat kita tidak mudah jatuh sakit dan bahkan membuat sistem kekebalan tubuh kita meningkat.
9. Membangun stamina: Siapa pun yang mendayung ke ombak berulang kali tahu bahwa berselancar membutuhkan banyak daya tahan. Ini mungkin salah satu kendala terbesar bagi orang-orang yang baru mulai berselancar untuk pertama kalinya dan mungkin perlu waktu untuk membangun stamina di papan selancar.
10. Akan tetapi, begitu kita terbiasa, stamina kita akan menembus atap dan membantu kita melakukan aktivitas fisik lain dalam hidup kita.
11. Mengajarkan kita kesabaran dan mencintai diri sendiri: Mungkin ada kurva belajar yang curam bagi pemula untuk berselancar. Mengalami jatuh berkali- kali dan berjuang sebelum orang benar-benar dapat berdiri dan naik gelombang dengan mudah. Berselancar membutuhkan kesabaran, bahkan peselancar berpengalaman pun harus menunggu ombak bagus atau kondisi cuaca yang sempurna.
Olahraga surfing bukanlah olahraga yang mudah karena tergolong ke dalam olahraga ekstrem, sehingga kurangnya minat masyarakat Indonesia dalam menekuni olahraga selancar tersebut.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Olahraga adalah jenis kegiatan yang sangat populer di dunia termasuk Indonesia. Selain menyehatkan tubuh, olahraga juga menjadi sarana meraih prestasi. Aktivitas fisik merujuk kepada gerakan yang membutuhkan kontraksi otot. Kegiatan sehari-hari seperti naik tangga, berkebun, dan membereskan rumah adalah contoh dari aktivitas fisik. olahraga sudah dinaungi oleh berbagai perserikatan, lembaga, asosiasi, atau organisasi keolahragaan untuk masing-masing cabangnya. Namun, dari beberapa jenis olahraga yang populer di dunia ada beberapa jenis atau cabang olahraga yang kurang diminati atau tidak di kenal di Indonesia, contohnya olahraga hoki, olahraga kriket, dan selancar.
3.2 Saran
. Penulis menyadari jika makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan karena kurangnya sumber referensi yang didapatkan penulis. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut dengan berpedoman pada banyak sumber serta kritik yang membangun dari para pembaca.
Daftar Pustaka