Buku pertama ini diproduksi oleh tim pengajar Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung dalam rangka Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FISIP Universitas Lampung Tahun Akademik 2019/2020. Pedoman Penulisan Karya Akademik Mahasiswa Ilmu Komunikasi Provinsi Lampung disusun dalam waktu yang relatif singkat, sehingga terdapat kekurangan di sana-sini. Semoga panduan ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang mempelajari bidang ilmu komunikasi.
Bismilahirahmanirahim puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terbitnya buku yang berjudul “Pedoman Penyusunan Karya Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Provinsi Lampung.” Saya merasa bangga ketika salah satu program pengabdian masyarakat Fakultas Masyarakat dan Politik Universitas Lampung yang dilaksanakan oleh dosen Departemen Ilmu Komunikasi ini dapat menghasilkan luaran wajib yang telah ditetapkan, dan juga telah menghasilkan buku panduan. untuk menulis artikel ilmiah. Semoga buku panduan ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi mahasiswa ilmu komunikasi di provinsi lampung dan mahasiswa ilmu komunikasi pada umumnya.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Persyaratan profesional tersebut salah satunya adalah kemampuan mahasiswa pascasarjana dan pascasarjana dalam melakukan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja. Pada kenyataannya, persyaratan kompetensi tersebut bukanlah suatu tugas atau sesuatu yang mudah bagi mahasiswa S1 dan S2. Salah satunya bermula dari permasalahan yang melingkupinya, khususnya dalam proses pembelajaran di kampus, dimana mahasiswa tidak dapat memahami dan pada akhirnya tidak dapat mengungkapkannya dalam sebuah karya ilmiah yang layak untuk dipublikasikan dan dikonsumsi masyarakat.
Melihat kondisi saat ini, diperlukan berbagai upaya untuk membantu siswa mengatasi permasalahan sulitnya memperoleh keterampilan menulis ilmiah. Penulisan ilmiah mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting serta merupakan bagian dari persyaratan akademik formal.
Tujuan Pedoman Penulisan Karya Ilmiah
Di perguruan tinggi manapun, termasuk di bidang ilmu komunikasi, penulisan karya ilmiah dapat menjadi bagian dari mata kuliah yang diberikan dosen kepada mahasiswa, yaitu dalam bentuk esai, catatan bibliografi, resensi buku, dan artikel ilmiah, atau merupakan salah satu syaratnya. untuk penyelesaian studi guna memperoleh ijazah, sarjana, magister, dan doktor dalam bentuk tesis, makalah, dan disertasi.
Prinsip Dalam Penulisan Karya Ilmiah
Saat berkomunikasi secara lisan, pendengar dapat menyela pembicara untuk memperjelas berbagai hal yang dibicarakan sehingga pemahaman dapat terjadi lebih mudah. Hal ini kemudian menuntut penulis untuk menyajikan sebanyak mungkin hal yang dapat menambah pemahaman pembaca. Dengan membaca dan memahami secara kritis pernyataan-pernyataan tersebut, diharapkan ketika melalui proses menulis kelak, siswa mampu menyadari secara utuh bahwa menulis pada dasarnya lebih merupakan suatu proses yang mempunyai tujuan dan ciri tertentu dibandingkan dengan keterampilan berbahasa lainnya.
RAGAM TEORI ILMU KOMUNIKASI DAN
- Teori-Teori Dalam Ilmu Komunikasi
- Rangkuman
- Daftar Pertanyaan
- Daftar Referensi
Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa teori pada hakikatnya adalah konseptualisasi atau penjelasan yang logis dan faktual terhadap suatu fenomena. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa teori komunikasi pada dasarnya merupakan konseptualisasi atau penjelasan logis terhadap fenomena peristiwa komunikasi dalam kehidupan manusia. Teori yang baik adalah teori yang konseptualisasi dan penjelasannya didukung oleh fakta dan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Tidak ada paradigma atau teori yang mencerminkan kebenaran dengan mengatakan bahwa semua paradigma atau teori lain salah. Teori komunikasi pada hakikatnya merupakan konseptualisasi atau penjelasan logis terhadap fenomena komunikasi yang terjadi dalam kehidupan manusia.
PENULISAN KARYA ILMIAH BERDASARKAN
- Pengertian Hypothetico-Deductive Method
- Struktur Logika Penelitian Hypothetico-Deductive Method 37
- Rangkuman
- Daftar Pertanyaan
- Daftar Referensi
Atas dasar keprihatinan pribadi tersebut, dan karenanya harus diperjuangkan, dapat menjadi latar belakang atau konteks bagi peneliti untuk menilai kasus-kasus penahanan sebagai fenomena problematis yang penting bagi penelitian. Dengan kata lain, peneliti diharapkan mampu memberikan definisi konseptual terhadap gejala/masalah yang akan diteliti. Dengan kata lain, peneliti telah mempunyai definisi konseptual terhadap fenomena yang akan diteliti (yang sekaligus menunjukkan dimensi atau subdimensi dari konsep/gejala permasalahan yang akan diteliti).
Untuk penelitian eksplanatori, peneliti tidak hanya mempunyai definisi konseptual terhadap konsep yang akan diteliti, namun juga telah menyiapkan kerangka teori yang bertujuan untuk menurunkan hipotesis teoritis, yang berfungsi sebagai jawaban sementara terhadap permasalahan yang melibatkan konsep. Artinya peneliti telah “berteori” dalam kerangka pemikirannya mengenai gejala-gejala permasalahan yang akan ditelitinya. Setelah menyiapkan dasar pemikiran (atau kerangka konseptual, jika penelitian bersifat deskriptif, dan kerangka teori, jika penelitian bersifat penjelasan), peneliti diharapkan mampu mengembangkan perangkat metodologis yang akan digunakan untuk mengoperasionalkan pencarian data pendukung untuk penelitian tersebut. jawaban dari permasalahan tersebut.
Metodologi yang digunakan sebenarnya merupakan implikasi dari pendekatan/paradigma yang digunakan peneliti. Setelah metode analisis dapat ditentukan, peneliti mereduksi hipotesis penelitian menjadi hipotesis statistik (apabila penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif eksplanatori). Untuk penelitian eksplanatori yang didasarkan pada suatu hipotesis, bagian ini merupakan tahap dimana peneliti melakukan pengujian hipotesis dan penelitian secara statistik – tanpa memberikan interpretasi berdasarkan hal atau teori lain.
Singkatnya, peneliti pada tahap ini harus secara jelas menganalisis fakta, tanpa mencampurkannya dengan pendapatnya. Pada tahap ini peneliti membahas hasil analisis data dengan memberikan interpretasi terhadap hasil analisis data. Pada tahap ini juga peneliti harus menolak interpretasi yang bersaing atau alternatif terhadap hasil analisis data.
PENULISAN KARYA ILMIAH DALAM
Format dan Analisis Penelitian Kualitatif
Jika dalam penelitian kualitatif penjelasan latar belakang masalah menggambarkan situasi masalah yang diteliti secara induktif, maka dalam penelitian kuantitatif dijelaskan secara deduktif. Namun dalam penelitian dengan tujuan praktis (ilmu terapan) yang dilakukan untuk mengembangkan solusi permasalahan masyarakat dan pembangunan, hasil akhir penelitian tersebut adalah suatu gagasan untuk memecahkan permasalahan yang diperlukan untuk meningkatkan taraf hidup manusia, seperti: peraturan, pelayanan kesehatan, kebutuhan barang dan jasa atau komunikasi (George M. Foster, 1969). Begitu pula dengan langkah pengumpulan data, waktu penelitian, narasumber dan teknik analisis yang dilakukan dalam penelitian.
Dengan demikian, penelitian kualitatif mengkaji faktor-faktor yang dimaksud kemudian mengembangkannya menjadi sebuah konsep sebagai definisi yang lebih umum yang dapat dikaji kembali pada lokasi dan waktu yang berbeda. Dalam penelitian kualitatif, batasan-batasan penelitian harus dijelaskan, seperti waktu penelitian, terbatasnya penjelasan pandangan terkait topik penelitian, atau keterbatasan dalam merevisi atau memfokuskan topik penelitian. Kelonggaran dalam penelitian kualitatif mengharuskan peneliti menjelaskan kapan data dikumpulkan dan hal-hal penting lainnya.
Dijelaskan metode pengumpulan data dan alasan penggunaan wawancara, observasi (dengan catatan dan penggunaan kode) dan studi dokumentasi (mencari dan mengumpulkan dokumen) yang dilakukan dalam penelitian. Prosedur/mekanisme kerja, pengolahan dan analisis data juga dijelaskan jika dilakukan secara manual, termasuk sistem pengarsipan, contoh kategori pengkodean, atau penggunaan sistem aplikasi dijelaskan jika dilakukan dalam penelitian (Bogdan & Biklen, 1982). Jadi analisis data tidak dilakukan pada akhir ketika semua data sudah terkumpul, analisis dilakukan seperti halnya teknik analisis data pada penelitian kuantitatif dilakukan pada saat data sudah terkumpul secara lengkap.
Topik-topik dalam penelitian kualitatif tersebut di atas diuraikan satu per satu sebagai berikut: (1) Untuk mendeskripsikan informan, dapat dijelaskan siapa informan tersebut, sejauh mana ia mewakili kelompok secara representatif, dalam situasi apa informan tersebut berada. observasi dilakukan, siapa yang diamati, bagaimana reaksi informan yang diamati; (2) Menyortir dan menambah/mengurangi data lapangan, mengubah catatan lapangan menjadi catatan biasa dan lengkap, catatan tersebut harus mencerminkan pembahasan dan hasil observasi dan komentar peneliti; (3) Mengorganisasikan data sesuai tujuan atau topik pembahasan (karena jawaban informan bisa loncat dari satu topik ke topik lain, bila ada data yang tidak relevan dapat dibuang/dihilangkan; (4) Saat mengkategorikan atau pengkodean data dapat dilakukan dengan kode-kode berbeda yang memudahkan proses analisis dan pembahasan; (5) Meringkas data sebagai bagian dari proses analisis dapat dilakukan dengan mengumpulkan data dalam kategori yang sama, dibuat dalam bentuk matriks, diagram, tabel atau alur Usulan penelitian (rekomendasi) dapat ditujukan untuk memperkuat sintesa atau teori yang digunakan, artinya diperlukan penelitian (kajian) lain untuk memperkuat temuan penelitian atau teori (konsep) yang digunakan dalam penelitian. Proposal penelitian dapat berbentuk praktik rekomendasi berupa solusi kebijakan atau perbaikan metode yang digunakan dalam penelitian.
Rangkuman
Daftar Pertanyaan
Daftar Referensi
PENULISAN RUJUKAN DAN DAFTAR
Penulisan Rujukan dalam Karya Tulis Ilmiah
Keberadaan sumber referensi ini sangatlah penting, selain sebagai identitas ilmiah suatu karya, juga berguna sebagai prasyarat untuk menghindari plagiarisme suatu karya akademik. Sumber referensi ini juga berfungsi sebagai data sekunder (pendukung) sekaligus landasan konseptual terhadap permasalahan yang diteliti. Pencarian sumber referensi literatur yang sesuai dengan topik atau permasalahan yang sedang dikaji dalam suatu artikel ilmiah akan membuat karya tulis tidak hanya memenuhi kaidah ilmiah, namun juga menjadikan tulisan enak dibaca dan mudah dipahami. hadirin.
Di satu sisi, Internet memang telah berubah menjadi big data yang menyediakan segala informasi yang Anda butuhkan dan bahan referensi yang diinginkan. Padahal, diperlukan keterampilan (kemampuan) yang memadai agar seorang siswa dapat memperoleh sumber informasi yang berkualitas sesuai pilihannya. Selain keterampilan, keberadaan perangkat lunak aplikasi pendukung juga berperan dan mempengaruhi hasil pencarian sumber informasi yang diinginkan atau dibutuhkan.
Pengantar Referensi Manajemen Software
Dalam perkembangannya, setidaknya hingga saat ini, terdapat beberapa aplikasi pengelola referensi yang tersedia dan beredar luas, baik yang gratis maupun berbayar, antara lain Mendeley, Docear, Zotero, EndNote, dan RefWork, dan lain sebagainya. Khusus pada buku ini akan dijelaskan referensi manajemen software Delay dan Zotero. Kemampuan berbagai software pengelola referensi tentunya sangat berguna bagi penulis untuk mencari referensi dalam penelitian dan menulis artikel ilmiah. Zotero (www.zotero.org), adalah perangkat lunak yang dikembangkan pada tahun 2006 oleh George Mason University; Pusat Sejarah dan Media Baru (CHNM).
Zotero bukan hanya sekadar mesin sitasi, namun juga merupakan aplikasi pengelolaan bahan pustaka atau sumber informasi berupa artikel, surat kabar, buku, jurnal, hingga database berbasis web seperti PubMed dan MedlinePlus. Zotero merupakan perangkat lunak open source yang dapat diunduh secara online dengan mudah dan bebas melalui www.zotero.org. Perangkat lunak ini dapat diunduh dan diinstal dengan mengikuti petunjuk yang diberikan saat mengunduh atau menelusuri berbagai sumber informasi yang tersedia di database Internet.
Prosedur referensi manajemen perangkat lunak untuk menggunakan Zotera, selain dapat diterapkan pada sistem operasi yang berbeda, juga dapat digunakan sebagai database. Harapannya, dimudahkan dengan adanya berbagai software pengelola referensi yang dapat dipilih mahasiswa sesuai karakter dan kebutuhannya. Dengan pemahaman yang baik mulai dari tahap instalasi dan penggunaan, kami berharap para mahasiswa khususnya bidang komunikasi di provinsi lampung dapat menggunakan setiap aplikasi sebagai perangkat lunak pengelola sumber informasi.
Segala fitur yang dimilikinya akan memudahkan mahasiswa dalam mencari berbagai sumber referensi yang pada gilirannya akan memperkaya referensi dalam sebuah artikel ilmiah. Semakin banyak sumber ilmiah yang dijadikan acuan tentu akan menjadikan kualitas karya tulis semakin ilmiah, bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan. Mandeley dan Zotero merupakan software pengelolaan bahan referensi yang menjadi salah satu solusi terbaik bagi mahasiswa dalam penyusunan karya ilmiah.