• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB 1 - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Personal Hygiene adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh individu

untuk memelihara dan menjaga kebersihan dan kesehatan baik fisik atau mental dan kegiatan tersebut dilakukan setiap hari untuk memberi rasa nyaman pada orang tersebut. Berpenampilan bersih, harum, dan rapi dapat menjadi indikator penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum (Isro’in dan Andarmoyo, 2012).

Kebersihan merupakan hal sangat penting karena kebersihan dapat mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Jika seseorang sakit kemungkinan orang tersebut kurang memperhatikan dan menjaga kebersihan. Hygiene penting untuk semua orang dengan segala usia termasuk bagi remaja. Remaja bukan lagi seorang anak juga bukan lagi seorang dewasa dan merupakan masa yang sangat strategis, karena memberi waktu kepada remaja untuk membentuk gaya hidup dan menentukan pola perilaku, nilai-nilai dan sifat-sifat yang sesuai dengan yang diinginkannya (Tarwoto, 2006, Sumiati, dkk., 2009).

Perilaku dari pandangan biologis merupakan suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan. Perilaku dan gejala yang tampak pada kegiatan organisme tersebut dipengaruhi baik oleh faktor genetik (keturunan) dan lingkungan. Secara umum perilaku kesehatan pada remaja berkaitan dengan tindakan atau kegiatan remaja dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Termasuk juga perilaku untuk mencegah penyakit kebersihan diri

(2)

2

dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Notoatmodjo, 2007). Pemeliharaan personal hygiene sangat menentukan status kesehatan, dimana individu secara

sadar atas inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit (Fanani, dkk (2011)).

Fenomena di masyarakat bahwa selama ini pondok pesantren merupakan tempat kumuh, kondisi lingkungannya tidak sehat. Beberapa diantaranya adalah menjemur baju dididalam ruangan, tempat tidur kurang bersih, kamar dibersihkan seminggu 3 kali dan 1 kamar diisi 8 - 10 orang, serta kebiasaan pinjam meminjam pakaian, handuk, sarung, bahkan bantal, guling, dan kasurnya kepada sesama.

Kondisi seperti ini sangat memungkinkan terjadinya penularan penyakit kulit apabila para santri dan pengelolanya tidak sadar akan pentingnya menjaga kebersihan baik kebersihan lingkungan maupun personal hygiene.

Berdasarkan data yang didapatkan dari studi pendahuluan di pondok pesantren Nurul Jadid Wagir dari 35 remaja ditemukan 2 remaja yang mana pernah mengalami penyakit kulit, kondisi kulit bersisik, terdapat daki, terdapat panu, dan gatal-gatal. Sumber air pondok pesantren Nurul Jadid berasal dari sumur, serta pembuangan berakhir di selokan.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti bermaksud menyusun karya tulis ilmiah dengan judul “Perilaku remaja pondok pesantren tentang personal hygiene kulit”.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana perilaku remaja tentang personal hygiene kulit dipondok pesantren?

(3)

3

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui perilaku remaja tentang personal hygiene kulit dipondok pesantren.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Teoritis

a. Bagi Peneliti

Menambah pengetahuan dan memperoleh pengalaman peneliti tentang perilaku remaja terhadap personal hygiene kulit sehingga dapat menyelesaikan masalah yang ada.

b. Bagi Institusi Pendidikan untuk menambah pengetahuan dan informasi mengenai perilaku remaja terhadap personal hygiene kulit.

1.4.2 Manfaat Praktis

a. Bagi klien dapat memberikan informasi tentang personal hygiene kulit.

b. Bagi institusi pelayanan terkait dapat menambah informasi kesehatan.

Referensi

Dokumen terkait

Metode pengumpulan data pada penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana peran keluarga dalam melatih personal hygiene dan mobilitas fisik pada anggota keluarga yang memiliki

BAB I PENDAH ULUAN A Latar Belakang Sekolah mempunyai peranan penting dalam membentuk kepribadian dan perilaku yang dimiliki oleh peserta didik agar terhindar dari perilaku yang

Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti menganggap penting untuk diteliti supaya dapat mengetahui aktivitas fisik lansia setelah dilakukan senam osteoporosis, maka peneliti tertarik

5 1.4.2 Bagi masyarakat Penelitian ini sebagai bahan informasi masyarakat khususnya para wanita untuk lebih menjaga kebersihan lipstik saat digunakan agar tidak mudah terkontaminasi

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Master Tabel Personal Hygiene rambut dan kulit Lampiran 2 Tabel distribusi frekuensi personal hygiene rambut dan kulit Lampiran 3 Lembar Observasi Lampiran

Setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan personal hygiene hand hygiene subjek 1 dipertemuan terakhir telah mampu menjelaskan tentang hand hygiene dan mampu mengaplikasikannya

58 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil studi kasus dan pembahasan mengenai gambaran personal hygiene gigi pada anak usia sekolah sebelum dan sesudah diberikan

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang personal hygiene genitalia sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan pada