Jika, dalam proses memastikan informasi tentang keadaan perusahaan, auditor tidak mengidentifikasi keraguan besar mengenai kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, auditor akan memberikan opini audit atas perusahaan non-operasional dan opini audit atas perusahaan tersebut. perusahaan operasi. perusahaan yang auditornya meragukan kemampuan mempertahankan kelangsungan operasional perusahaan. O'Reilly (2010) menyatakan asumsi dasar bahwa opini audit tentang kelangsungan usaha seharusnya berguna bagi investor sebagai sinyal negatif mengenai kelangsungan hidup perusahaan. Di sisi lain, opini audit terhadap perusahaan yang berkinerja buruk dianggap sebagai sinyal positif bagi investor sebagai tanda bahwa perusahaan tersebut dalam keadaan baik.
Transaksi dan peristiwa yang bersifat keuangan dicatat, diklasifikasikan, diringkas dengan cara yang paling akurat dalam bentuk uang dan kemudian diinterpretasikan untuk berbagai tujuan.”2 Opini audit atas kelangsungan usaha merupakan sinyal negatif bagi investor dan pemangku kepentingan mengenai kelangsungan masa depan. Berdasarkan uraian dan penjelasan diatas, maka penulis bermaksud untuk melakukan penelitian yang berjudul “DAMPAK KONDISI KEUANGAN, REPUTASI AUDITOR, PENGUNGKAPAN DAN OPINI AUDIT TAHUN TERAKHIR TERHADAP PENGUNGKAPAN OPINI AUDIT OPERASI USAHA (Studi Empiris Pada Perusahaan Real Estate) dan perusahaan real estate) di daftar BEI)". Sebagai informasi dan pengetahuan di bidang akuntansi khususnya di bidang auditing sehubungan dengan opini audit pada suatu perusahaan yang beroperasi.
Penelitian ini menambah pengetahuan tentang memberikan penjelasan kontinuitas yang diteliti dan pengetahuan tentang perbandingan antara teori dan fakta yang muncul.
Penggolongan Audit
Audit operasional dilakukan untuk meninjau setiap prosedur dan metode yang ditetapkan oleh suatu organisasi dengan tujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi.
Opini Audit
Opini Audit Going Concern
Opini audit kelangsungan usaha adalah opini audit yang dikeluarkan oleh auditor untuk menilai apakah terdapat keraguan mengenai kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Jika auditor menyimpulkan bahwa terdapat keraguan substansial mengenai kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya, auditor akan menerbitkan opini wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan, terlepas dari pengungkapan dalam laporan keuangan. Kontinuitas menilai apakah suatu perusahaan mampu mempertahankan kegiatan usahanya dalam jangka panjang dan apakah tidak akan dilikuidasi dalam jangka pendek.
Jika manajemen tidak mempunyai rencana yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak kondisi atau peristiwa yang menyebabkan suatu perusahaan dianggap tidak dapat melanjutkan kelangsungan hidupnya, maka auditor harus mempertimbangkan untuk mengeluarkan opini. Jika manajemen mempunyai rencana seperti itu, langkah auditor selanjutnya adalah menyimpulkan (berdasarkan pertimbangannya) efektivitas rencana tersebut. Jika auditor menyimpulkan bahwa rencana tersebut akan berjalan efektif dan klien mengungkapkan situasi ini dalam catatan atas laporan keuangan, auditor dapat menyatakan kesimpulan tanpa syarat.
Jika auditor menyimpulkan bahwa rencana tersebut akan efektif, namun klien tidak mengungkapkan situasi ini dalam catatan laporan keuangan, auditor dapat memberikan opini tidak wajar.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Opini Audit Going Concern
- Kondisi Keuangan
- Manfaat Penilaian Kondisi Keuangan
- Tujuan Penilaian Kondisi Keuangan
- Reputasi Auditor
- Disclosure
- Opini Audit Tahun Sebelumnya
Auditor bertanggung jawab untuk menyediakan informasi berkualitas tinggi yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan oleh pengguna laporan keuangan. Tanggung jawab KAP khususnya auditor adalah menyediakan informasi yang cukup dan berkualitas untuk pengambilan keputusan oleh pengguna KAP yang memiliki kualitas lebih tinggi dan cenderung mengeluarkan opini audit going concern kepada klien. Kantor Akuntan Publik (PAF) diklasifikasikan menjadi dua, yaitu KAP big four dan KAP non-big four.
KAP Big Four diyakini memiliki kemampuan audit yang lebih baik dibandingkan KAP non-Big Four. Ketika suatu Kantor Akuntan mengaku sebagai KAP yang bereputasi baik seperti empat firma besar tersebut, maka mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga nama baiknya dan menghindari tindakan-tindakan yang merugikan nama baik KAP tersebut. Kasus Enron membuktikan bahwa tidak semua KAP big four menghindari tindakan yang merusak reputasinya.
Selain insiden Enron, skala internasional menyusut menjadi empat atau lebih dikenal dengan KAP empat besar. Informasi yang diperoleh dari laporan keuangan suatu perusahaan bergantung pada tingkat pengungkapan (disclosure level) laporan keuangan yang bersangkutan. Untuk mendeskripsikan pos-pos yang diakui dan memberikan pengukuran yang relevan atas pos-pos tersebut di luar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan.
Memberikan informasi yang akan membantu investor dan kreditor menilai risiko dan potensi hal-hal yang diketahui dan tidak diketahui. Memberikan informasi penting yang memungkinkan pengguna laporan keuangan melakukan perbandingan dalam satu tahun dan lintas tahun. Peraturan terkait standar keterbukaan informasi bagi perusahaan yang melakukan penawaran umum dan perusahaan tercatat yaitu Peraturan No.VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan Peraturan No.VIII.G.2 tentang Laporan Tahunan.
Peraturan ini telah diperbarui dengan Surat Edaran Ketua BAPEPAM No.SE-02/PM/2002 yang mengatur tentang penyajian dan publikasi laporan keuangan emiten atau perusahaan publik untuk setiap jenis industri. Tujuan utama audit atas laporan keuangan adalah untuk menyatakan kesimpulan apakah laporan keuangan klien disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Akuntan merupakan salah satu pihak yang berperan penting dalam memperoleh akun-akun yang berkualitas di pasar modal.
Auditor bertugas memberikan keyakinan bahwa laporan keuangan yang disusun dan diterbitkan oleh manajemen perusahaan adalah benar.
Peneliti Terdahulu
Kerangka Pemikiran
Pengembangan Hipotesis
- Pengaruh Kondisi Keuangan Terhadap Opini Audit Going Concern Setiap perusahaan tentu berupaya secara maksimal untuk meningkatkan
- Pengaruh Reputasi Auditor Terhadap Opini Audit Going Concern Reputasi KAP menunjukkan prestasi dan kepercayaan publik yang
- Pengaruh Disclosure Terhadap Opini Audit Going Concern
- Pengaruh Opini Audit Tahun Sebelumnya Terhadap Opini Audit Going Concern
KAP dengan reputasi big four dinilai perusahaan mempunyai kualitas audit yang lebih baik dibandingkan KAP non-big four. KAP yang memiliki reputasi lebih baik akan cenderung mengeluarkan pernyataan kontinuitas jika perusahaan mempunyai permasalahan terhadap kelangsungan kegiatannya. KAP Non-Big Four mempunyai reputasi yang lebih rendah dibandingkan KAP non-Big Four sehingga kualitas audit yang diberikan akan lebih rendah.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengungkapan perusahaan, maka semakin besar peluang perusahaan tersebut memperoleh opini audit atas kelangsungan usahanya. Menerima bukti opini audit efektif pada tahun sebelumnya dan opini audit efektif tahun berjalan. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara opini audit atas kelangsungan usaha tahun sebelumnya dengan opini audit atas kelangsungan hidup tahun berjalan.
Kaitannya opini audit tahun sebelumnya dengan teori keagenan adalah perbedaan tujuan antara agen dan prinsipal memungkinkan terjadinya ketidakjujuran dalam penyampaian laporan keuangan yang akan terus berlanjut pada tahun berikutnya. Sehubungan dengan diterimanya opini audit atas kelangsungan usaha, agen bertanggung jawab secara moral terhadap kelangsungan hidup perusahaan yang dikelolanya. Apabila suatu perusahaan menerima opini audit atas kelangsungan usahanya, maka perusahaan tersebut akan cenderung mengubah auditnya dengan harapan memperoleh opini yang berbeda (opini wajar tanpa pengecualian), sehingga akan berdampak pada audit delay.
Ruang Lingkup Penelitian
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi
Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia tahun 2015, jumlah perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pada Tabel 3.1 terdapat daftar perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Sampel dan Metode Penentuan Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Metode Pengumpulan Data
Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Penelitian
Variabel Dependen (Y)
Dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan variabel terikat. Variabel terikat adalah suatu variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas.” 14.
Variabel Independen (X)
Setiap perusahaan mempunyai kondisi keuangan yang perlu diperhatikan dan dipantau, karena kondisi keuangan menggambarkan baik atau tidaknya kondisi perusahaan dalam suatu periode tertentu, sehingga dapat dijadikan acuan dalam mengambil keputusan yang tepat. entitas internal atau eksternal Pengukuran kondisi keuangan perusahaan dilakukan dengan menganalisis indikator keuangan yang terdapat dalam laporan akuntansi perusahaan.
Return On Equity (ROE)
Return On Aset (ROA)
Net Profit Margin (NPM)
Metode Analisis Data
- Analisis Deskriptif
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heterokedastisitas
- Uji Autokorelasi
- Pengujian Hipotesis
- Regresi Linear Berganda dan Variabel Dummy
- Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
- Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
- Koefisien Determinan
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan variabel independen dan dependen. Ghozali mengatakan analisis deskriptif memberikan gambaran atau gambaran suatu data dilihat dari mean (mean), standar deviasi, varians, maksimum, minimum, jumlah, rentang, kurtosis, asimetri. (perbedaan distribusi)'. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis dengan regresi berganda, model regresi harus memenuhi syarat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator) yang artinya tidak terjadi multikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi. Hal ini memastikan bahwa model regresi dapat digunakan sebagai alat estimasi yang tidak bias. Uji asumsi klasik antara lain uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi.
Model regresi yang baik adalah model regresi yang mempunyai sebaran data normal atau mendekati normal karena menghindari bias. Menurut Ghozali, tujuan uji normalitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau variabel residu mempunyai distribusi normal.” Menurut Ghozali, tujuan uji multikolinearitas adalah untuk menguji apakah model regresi menemukan adanya hubungan antara variabel independen (variabel independen).
Menurut Ghozali, tujuan uji heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varians dari residu satu observasi ke observasi lainnya. , maka disebut heteroskedastisitas, dan jika terjadi sebaliknya maka disebut homoskedastisitas.Uji autokorelasi dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat hubungan antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 atau sebelumnya. Untuk mengetahui ada tidaknya gejala autokorelasi harus dilakukan uji Durbin-Waston (uji DW). Ada tidaknya autokorelasi pada model regresi dilihat melalui ketentuan sebagai berikut. Regresi linier berganda merupakan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yang dimiliki variabel independen terhadap variabel dependen.
Variabel dummy adalah variabel yang digunakan untuk mengukur variabel kualitatif (jenis kelamin, ras, agama, perubahan kebijakan pemerintah, perubahan situasi, dan lain-lain). Tujuan penggunaan regresi dummy berganda adalah untuk memprediksi nilai variabel bebas/terikat, dimana satu atau lebih variabel bebas digunakan untuk membuat kategori data kualitatif (data kualitatif tidak mempunyai satuan ukuran), sehingga menggunakan data kualitatif. dalam analisis regresi harus diubah terlebih dahulu ke dalam bentuk kuantitatif. Menurut Ghozal, uji F-statistik pada hakikatnya menunjukkan apakah seluruh variabel bebas atau independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh yang sama terhadap variabel terikat.”
Menurut Ghozal, uji t-statistik pada dasarnya menunjukkan seberapa besar pengaruh suatu variabel penjelas/independen secara individual dalam menjelaskan variasi variabel terikatnya.” Uji determinasi (R2) merupakan ukuran seberapa besar variasi suatu data yang dapat dideteksi. dijelaskan dari model regresi yang dibangun.