• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1 Konsep Teori - Perpustakaan Pusat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1 Konsep Teori - Perpustakaan Pusat"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

Menurut Samada (2011), pencegahan sekunder kanker serviks adalah tindakan pencegahan sekunder yaitu deteksi dini perubahan prakanker dengan tes Pap Smear dan serangkaian tindakan lanjutan misalnya pemeriksaan kolposkopi, biopsi. Menurut Samadi (2011), tes Pap atau yang lebih dikenal dengan Pap smear merupakan salah satu cara deteksi dini kanker serviks yang paling umum dilakukan. Menurut Siagian (dalam Hasan, 2004), pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap sifat alternatif yang dihadapi dan tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.

Sedangkan menurut James, pengambilan keputusan (dalam Hasan, 2004) adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara untuk memecahkan masalah. De Janasz dkk (dalam Hasan, 2004) mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah suatu proses dimana beberapa pilihan dapat dipertimbangkan dan diprioritaskan, yang hasilnya dipilih berdasarkan pilihan yang jelas dari salah satu alternatif yang mungkin. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi atau perasaan bersifat subjektif sehingga mudah dipengaruhi.

Dengan adanya fakta maka tingkat kepercayaan dalam pengambilan keputusan dapat menerima keputusan yang diambil dengan ikhlas dan lapang dada. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pemimpin terhadap bawahannya atau orang yang kedudukannya lebih tinggi terhadap orang yang kedudukannya lebih rendah. Dalam pengambilan keputusan yang rasional, keputusan yang diambil bersifat obyektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimalkan hasil atau nilai dalam batasan tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan yang diinginkan.

Arroba (dalam Kuntadi, 2004) mengemukakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi individu dalam proses pengambilan keputusan yang akan diambilnya, antara lain: .. 1) Informasi yang diketahui tentang permasalahan yang dihadapinya. Informasi mengenai permasalahan yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi cukup penting untuk pengambilan keputusan sebagai bahan evaluatif. Hal seperti ini akan membuat situasi pengambilan keputusan antara satu individu dengan individu lainnya berbeda.

Berdasarkan penjelasan di atas diketahui bahwa proses pengambilan keputusan dimulai pada saat seseorang berada dalam situasi pengambilan keputusan. Hal lainnya adalah situasi pengambilan keputusan antar individu dapat berbeda-beda karena pilihan atau alternatif yang dihadapi individu juga berbeda-beda dan hal ini akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Penanganan situasi pengambilan keputusan yang tepat juga akan menentukan keberhasilan suatu proses pengambilan keputusan.

Situasi pengambilan keputusan terjadi atau timbul dalam diri seseorang ketika dihadapkan pada suatu permasalahan dan beberapa alternatif atau pilihan sebagai jawaban atas permasalahan tersebut. Pengetahuan yang dimiliki seseorang secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Orang lain dalam hal ini mengacu pada bagaimana individu melihat contoh atau cara orang lain (terutama orang dekat) dalam mengambil keputusan.

METODE DAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN METODE PROMOSI KESEHATAN

Dalam hal ini penyuluh secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan tujuan individu antara lain: kunjungan rumah, telepon, dan lain-lain. Beberapa metode penyuluhan yang termasuk dalam kategori ini antara lain: pertemuan, demonstrasi, diskusi kelompok, pertemuan FGD dan lain-lain. Dalam hal ini pesan diterima oleh sasaran melalui indra pendengarnya, misalnya: radio konseling, pidato, ceramah, dan lain-lain.

Kunjungan rumah merupakan hubungan langsung antara penyuluh dengan masyarakat sasaran serta keluarganya di rumah atau di tempat biasa berkumpul. Dalam kunjungan hendaknya anda mengingat hal-hal seperti: bicarakan pertanyaan-pertanyaan yang menarik perhatian anda, biarkan keluarga sasaran berbicara sebanyak-banyaknya dan jangan menyela pembicaraan, berbicaralah ketika keluarga sasaran ingin mendengarkan, berbicaralah dengan gaya yang menarik. . sasaran, menggunakan bahasa yang mudah, umum, berbicara pelan-pelan dan dalam suasana menyenangkan, tulus dalam pernyataan, tidak menggunakan lidah, membuat keluarga sasaran merasa bahwa dirinya adalah penggagas ide yang baik, jujur ​​dalam bertutur kata. mengajar atau belajar, meninggalkan keluarga sasaran sebagai teman; mencatat tanggal kunjungan, tujuan, hasil dan janji, membawa pamflet, brosur, dll. untuk diberikan kepada keluarga sasaran. Terlalu seringnya kunjungan pada satu keluarga sasaran akan menimbulkan kerugian bagi keluarga lainnya (Syafruddin, 2009).

Caranya adalah dengan perencanaan dan persiapan yang baik, seperti: Bernegosiasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak yang terlibat; Cara melakukannya dengan segala perencanaan dan persiapan yang diperlukan, seperti: Tiba jauh sebelum kegiatan untuk memeriksa peralatan dan bahan yang diperlukan; Media atau alat dalam promosi kesehatan dapat diartikan sebagai alat promosi kesehatan yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasakan atau dicium, untuk memudahkan komunikasi dan penyebaran informasi (Syafruddin, 2009).

Dengan contoh di atas terlihat bahwa salah tafsir atau kesalahan dapat dihindari. Merupakan alat pembelajaran terbaik karena mudah dan cepat dikenali, memiliki bentuk dan ukuran yang tepat. Namun kelemahan alat peraga ini adalah tidak selalu mudah untuk dibawa kemana-mana sebagai alat peraga.

Benda tiruan dapat dibuat dari berbagai macam bahan seperti tanah, kayu, semen, plastik dan lain-lain. Poster biasanya ditempel di tempat yang mudah dilihat dan banyak dilalui orang, misalnya di dinding balai desa, pinggir jalan, papan pengumuman, dan lain-lain. Pamflet digunakan untuk memberikan informasi singkat mengenai suatu permasalahan, misalnya gambaran pengolahan air di tingkat rumah tangga, gambaran diare dan pencegahannya, dan lain-lain.

Leaflet dapat diberikan atau dibagikan pada saat pertemuan seperti pertemuan FGD, pertemuan Posyandu, kunjungan rumah dll. Sebagai bahan alat peraga digunakan foto dalam bentuk: (1) Album, yaitu foto-foto yang isinya berurutan, menggambarkan suatu cerita, kegiatan dan sebagainya.

Hubungan pemberian informasi terhadap pengambilan keputusan Pemberian informasi petugas kesehatan yang dimaksud adalah bidan

Misalnya album foto yang berisi kegiatan suatu kota mengubah kebiasaan buang air besar di toilet bersama CLTS hingga mendapat pengakuan resmi dari Bupati. Slide ini sangat efektif untuk membahas suatu topik tertentu, dan peserta dapat menelaah setiap materi dengan cermat karena slide dapat diulang-ulang. Tenaga kesehatan merupakan pihak yang berperan dalam tahap akhir dari proses awal pencegahan kanker serviks (Musdalifah, 2013).

Information sharing atau pemberian informasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan perempuan, yaitu dengan menyebarkan informasi mengenai masalah kesehatan pada masyarakat setempat sehingga setiap orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai masalah kesehatannya dan mempengaruhi kemandirian mereka dalam mengambil keputusan di bidang kesehatan (Burns, 2016: 23). Selain itu informasi juga dapat diberikan melalui kegiatan melalui radio, film, lagu populer yang juga dapat menyampaikan pesan (Burns). Variabel dukungan tenaga kesehatan berupa pemberian informasi atau konseling berpengaruh terhadap ibu dalam pemeriksaan kanker serviks dengan IVA.

Hasil penelitian Laelawati (2015) menjelaskan bahwa dukungan dari tenaga kesehatan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi perilaku kepatuhan individu. Pentingnya mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan, karena tenaga kesehatan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat, sehingga masyarakat mampu meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan dan hidup sehat, sehingga mencapai tujuan yang setinggi-tingginya. tingkat kesehatan tercapai. dapat dicapai. Menurut Notoadmojo (2007), sikap dapat mempengaruhi perilaku pencegahan penyakit seseorang karena peningkatan sikap sebanding dengan perubahan perilaku seseorang menjadi lebih baik.

Sikap yang buruk dalam menyikapi kanker serviks akan menyebabkan buruknya perilaku pencegahan sehingga berpotensi terjadinya kanker serviks. Pada penelitian Ari (2014), terdapat peningkatan sikap WUS untuk mencegah kanker serviks dengan pemeriksaan IVA setelah mendapat pendidikan kesehatan.

Kerangka Konsep

Hipotesis

Referensi

Dokumen terkait