• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 SPESIFIKASI ALAT

N/A
N/A
Phan bulang geh

Academic year: 2023

Membagikan "BAB 3 SPESIFIKASI ALAT"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

50 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan, yaitu pada bulan Agustus 2023 hingga Oktober 2023, yang dilakukan dengan cara menganalisis dan mengobservasi unsur pesan nonverbal yang menunjukkan ketertarikan dalam konteks komunikasi interpersonal hubungan romantis dan mengobservasi perbedaan penyampaian pesan nonverbal ketertarikan antara peserta pria dan wanita pada reality show “Single’s Inferno” Musim Pertama yang rilis pada 18 Desember 2021 dengan jumlah 8 episode. Penelitian ini menggunakan teknik analisis isi kualitatif sehingga tidak memerlukan lokasi dalam melaksanakan penelitian.

B. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh gambaran utuh terkait suatu peristiwa dari sudut pandang manusia yang diteliti (Sulistyo-Basuki, 2006: 78). Pendekatan kualitatif dipilih karena data dari penelitian bukanlah angka atau statistik, melainkan data terkait suatu fenomena atau peristiwa yang didapatkan melalui wawancara, penelitian lapangan, observasi dokumen (baik dokumen berupa tulisan, rekaman, ataupun audio- visual). Abdussamad (2021) dalam buku “Metode Penelitian Kualitatif”

mendefinisikan pendekatan kualitatif sebagai pendekatan yang digunakan untuk meneliti obyek secara apa adanya (alamiah), yang mana peneliti memegang peran sebagai instrumen utama dalam penelitian. Hasil dari penelitian kualitatif lebih mengutamakan makna dibanding generalisasi karena makna dianggap sebagai data yang sebenarnya, yaitu data pasti yang merupakan nilai dari suatu fenomena yang nampak.

(2)

51 Kemudian penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dimana metode tersebut meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun kelas peristiwa pada masa sekarang (Nazir, 2014). Hal tersebut sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu menganalisis bentuk dan perbedaan pesan nonverbal yang menunjukkan ketertarikan lawan jenis dalam konteks hubungan romantis peserta reality show “Single’s Inferno”.

Selanjutnya, penelitian dilakukan dengan teknik analisis isi kualitatif.

Fraenkel dan Wallen (dalam Sumarno, 2020) mengartikan analisis isi sebagai suatu teknik penelitian yang memungkinkan peneliti untuk menguraikan dan memahami perilaku manusia secara tidak langsung melalui analisis komunikasi yang terjadi antara satu manusia dengan yang lainnya, yang tertuang dalam berbagai bentuk atau jenis media, seperti artikel berita, novel, majalah, drama, dan konten audio-visual. Isi dari berbagai bentuk media tersebut dapat dianalisis karena keyakinan, sikap, nilai, dan pandangan seseorang dapat terungkap ketika melakukan komunikasi.

Tahapan analisis isi pada penelitian ini dimulai dengan menemukan adegan pada reality showSingle’s Inferno” yang berpotensi mengandung pesan nonverbal terkait ketertarikan dengan peserta lawan jenis, kemudian mengategorikan atau mengklasifikasikan adegan-adegan tersebut ke kategori bahasa tubuh (nonverbal) yang menunjukkan ketertarikan. Selanjutnya, hasil dari klasifikasi adegan tersebut dianalisis guna mendapatkan perbedaan pesan nonverbal pria dan wanita dalam menunjukkan ketertarikan. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini mencakup bentuk pesan dan perbedaan pesan nonverbal terkait ketertarikan antara pria dan wanita pada reality showSingle’s Inferno”.

C. Objek Penelitian

Objek penelitian pada penelitian ini adalah adegan-adegan dari reality showSingle’s Inferno” Musim Pertama yang menunjukkan adanya ketertarikan dalam hubungan romantis, utamanya dalam tahap perkenalan atau kontak. Pengambilan adegan-adegan yang digunakan dalam penelitian dilakukan dengan menonton keseluruhan episode “Single’s Inferno” Musim

(3)

52 Pertama yang berjumlah 8 episode. Adegan-adegan yang dipilih ditentukan melalui kriteria tertentu.

D. Sampel

Sampel pada penelitian ini adalah adegan-adegan dari reality show

Single’s Inferno” Musim Pertama yang menunjukkan adanya ketertarikan dalam hubungan romantis, utamanya yang terjadi pada tahap perkenalan atau kontak yang diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel yang dilakukan sesuai dengan persyaratan sampel yang dibutuhkan (Fauzy, 2019). Dengan kata lain, sampel yang diambil memiliki karakteristik, ciri, atau kriteria yang dibutuhkan dalam penelitian. Melalui teknik ini, sampel yang akan diteliti dan dianalisis akan melalui proses seleksi, dimana sampel terpilih merupakan sampel yang memenuhi kriteria yang ditentukan oleh peneliti.

Kriteria sampel pesan nonverbal ketertarikan dibuat dan disesuaikan berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya serta sumber literatur terkait.

Kriteria utamanya adalah adegan yang menampilkan interaksi antara satu peserta pria dan satu peserta wanita (interaksi dua orang) pada reality show

Single’s Inferno”. Kemudian, bentuk pesan nonverbal yang dipilih merupakan pesan nonverbal yang muncul dalam bentuk kinesik (fasial, gestural, dan postural), kontak mata, sentuhan, dan proksemik. Proses seleksi adegan yang dijadikan sampel dalam penelitian dilakukan dengan menonton keseluruhan episode “Single’s Inferno” Musim Pertama yang berjumlah 8 episode. Adegan- adegan yang dipilih ditentukan melalui kriteria yang telah ditetapkan.

E. Data dan Sumber Data

Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder:

a. Data Primer

Amirin (dalam Rahmadi, 2011) menyebutkan bahwa data primer merupakan data yang diperoleh dari sumber-sumber primer (sumber asli yang diperoleh secara langsung) yang memuat informasi atau data

(4)

53 penelitian. Dengan kata lain, data primer adalah data yang didapatkan secara langsung dari sumber data pertama di lokasi atau objek penelitian (Bungin dalam Rahmadi, 2011).

Pada penelitian ini, data primer berupa adegan dari keseluruhan reality showSingle’s Inferno” yang berjumlah 8 episode, yang memuat pesan nonverbal terkait ketertarikan dalam konteks hubungan romantis.

Data terkait adegan-adegan tersebut nantinya diperoleh melalui proses menonton dan mengobservasi 8 episode “Single’s Inferno” Musim Pertama.

b. Data Sekunder

Bungin (dalam Rahmadi, 2011) mendefinisikan data sekunder sebagai data yang didapatkan dari sumber kedua atau sekunder. Dapat dikatakan bahwa data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, dimana data-data tersebut berfungsi sebagai data pelengkap atau data tambahan (Pratama, 2022). Data sekunder dapat berupa jurnal, buku, publikasi, dan laporan terkait penelitian tertentu.

Penelitian ini menggunakan artikel jurnal dan buku, baik nasional maupun internasional untuk mendapatkan data-data sekunder yang diperlukan.

F. Teknik Pengumpulan Data

Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa teknik, di antaranya adalah:

a. Observasi

Menurut Widoyoko (2014), observasi adalah pengamatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang nampak dalam suatu gejala pada objek penelitian. Sedangkan Margono (dalam Rahmadi, 2011) mengartikan observasi sebagai pengamatan dan pencatatan sistematik dari suatu gejala yang tampak pada objek penelitian. Observasi dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung. Observasi secara langsung dilakukan dengan mengamati objek penelitian di waktu dan tempat terjadinya peristiwa.

Dengan kata lain, peneliti terjun langsung dan berbaur dengan objek

(5)

54 penelitian. Lain halnya dengan observasi tidak langsung, dimana peneliti melakukan pengamatan lewat perantara tertentu, seperti rekaman video, film, rangkaian foto, dan rangkaian slide (Rahmadi, 2011). Pada penelitian ini, observasi dilakukan secara tidak langsung dengan mengamati dan mendokumentasikan scene/adegan pada reality show “Single’s Inferno” yang mengandung pesan nonverbal yang menunjukkan ketertarikan terhadap lawan jenis.

Adegan yang dipilih ditentukan dengan beberapa kriteria. Secara umum, adegan yang diambil merupakan adegan yang menunjukkan interaksi antara dua peserta, yaitu satu peserta pria dengan satu peserta wanita pada reality showSingle’s Inferno”. Kemudian bentuk pesan nonverbal ketertarikan ditentukan berdasarkan daftar bentuk pesan nonverbal ketertarikan yang telah disusun berdasarkan penelitian sebelumnya dan sumber literatur, diantaranya buku “Understanding Body Language” oleh Scott Rouse (2020), buku “Kitab Bahasa Tubuh” oleh Allan & Barbara Pease (2018) dan penelitian Oleksandra Romaniuk & Larissa Teran (2021) yang berjudul “First impression sexual scripts of romantic encounters: Effect of gender on verbal and non verbal immediacy behaviors in American media dating culture”. Berikut kriteria bentuk pesan nonverbal yang dapat dijadikan acuan pengambilan data:

1. Kinesik

a) Fasial / ekspresi

- Bahagia

- Terkejut

b) Gestural / gerak anggota tubuh - Menggoyangkan kaki - Mengangkat alis - Ruang jari lebar

- Pergelangan tangan rileks

- Memiringkan kepala dan menunjukkan leher

(6)

55 - Membasahi bibir

- Menggenggam tangan di depan tubuh

c) Postural / keseluruhan bentuk atau posisi tubuh - Lutut mengarah ke lawan bicara

- Tubuh condong ke arah lawan bicara - Meniru postur lawan bicara (mirroring) - Melipat tungkai

- Pundak rendah dan badan condong ke depan 2. Kontak mata

- Mata sayu (bedroom eyes) - Saling berpandangan - Tatapan Intens

- Melirik dan mengangkat alis 3. Sentuhan

- Menyentuh lawan bicara - Mencium pipi

- Mencium tangan - Merapikan rambut - Berpelukan

- Menggenggam tangan 4. Proksemik / jarak

Dalam menyatakan ketertarikan pada hubungan romantis, seseorang akan berada pada jarak intim hingga jarak personal. Jarak intim (0-18 inci) merupakan jarak terdekat dimana hanya orang tertentu yang dapat memasuki jangkauan jarak ini. Pada jarak ini seseorang dapat merasakan dan mendengar napas lawan bicaranya sehingga umumnya kedekatan ini tidak dilakukan di tempat umum. Selanjutnya adalah jarak personal (18 inci- 4 kaki), yaitu jarak yang hampir mirip dengan jarak intim karena jarak personal tidak dapat dimasuki oleh sembarang orang. Perbedaannya terletak pada jangkauan jarak personal yang lebih luas dibandingkan jarak intim.

(7)

56 Biasanya jarak personal hanya diperbolehkan untuk orang tua, keluarga, atau orang yang saling setuju untuk berada pada jarak tersebut.

b. Studi Dokumentasi

Haris Herdiansyah (dalam Mushoffa, 2021) menyebutkan bahwa studi dokumentasi merupakan salah satu teknik pengumpulan informasi dengan cara mempelajari dokumen-dokumen untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan masalah atau peristiwa yang sedang diteliti. Langkah yang dilakukan adalah mengumpulkan data dengan cara mengelompokkan bahan- bahan yang berkaitan dengan masalah penelitian. Sumber data dapat berupa dokumen, buku, koran, majalah, foto dan lain sebagainya (Jarto, 2022).

Dalam penelitian ini, data yang diperoleh dari studi dokumentasi berupa tangkapan layar adegan dari reality showSingle’s Inferno” Musim Pertama yang memuat pesan nonverbal yang menunjukkan ketertarikan dalam konteks hubungan romantis disertai dengan keterangan, seperti menit dan episode terjadinya adegan tersebut, nama peserta yang berinteraksi, konteks dari interaksi yang sedang berlangsung, dan keterangan-keterangan pendukung lainnya.

G. Validitas Data

Validitas data dilakukan dengan cara triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan hal lain di luar data tersebut sebagai sarana pengecekan atau pembanding dari data yang bersangkutan (Moleong dalam Nugrahani, 2014). Triangulasi juga dapat disebut sebagai Teknik pengecekan data yang didapat dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu (Wijaya dalam Feni, 2021). Triangulasi dapat dilakukan dengan cara membandingkan data penelitian dengan data penelitian lain yang memiliki kesamaan. Pada penelitian ini dilakukan triangulasi dengan bantuan sumber lain, dengan cara membandingkan hasil penelitian dengan penelitian terdahulu yang memiliki topik dan metode yang mirip. Penelitian pembanding tersebut berupa artikel jurnal yang terbit tidak lebih dari 5 tahun yang lalu (dari tahun 2023).

(8)

57 Selain itu, penelitian ini juga membandingkan hasil atau temuan penelitian dengan buku terkait pesan nonverbal untuk mengecek keabsahan data.

H. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan pencarian atau pelacakan pola-pola (Abdussamad, 2021). Sedangkan analisis data kualitatif adalah pengujian sistematik suatu data untuk menetapkan bagian-bagiannya, hubungan antara kajian, dan hubungannya terhadap keseluruhannya (Spradley dalam Abdussamad, 2021). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis konten (content analysis) atau analisis isi kualitatif melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah menentukan bentuk pesan nonverbal yang menunjukkan ketertarikan dalam konteks hubungan romantis. Kemudian mengumpulkan adegan pada reality showSingle’s Inferno” yang sesuai dengan daftar kategori yang sudah ditetapkan. Data-data yang telah diperoleh selanjutnya dipilih dan direduksi. Selanjutnya, kumpulan data adegan tersebut disajikan secara naratif deskriptif dan dianalisis kembali untuk mendapatkan perbedaan pesan nonverbal pria dan wanita dalam menunjukkan ketertarikan. Tahap selanjutnya adalah penyajian data secara keseluruhan yang dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini mencakup bentuk pesan dan perbedaan pesan nonverbal terkait ketertarikan antara pria dan wanita pada reality showSingle’s Inferno”.

Selain itu, penelitian ini akan menggunakan analisis data menurut Miles dan Hubermen (dalam Abdussamad, 2021) yang menyebutkan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga tuntas sampai data tersebut mencapai titik jenuh. Indikator kejenuhan data ditandai dengan tidak ditemukannya lagi data atau informasi baru. Tahapan analisis data menurut Miles dan Hubermen meliputi beberapa tahap, yaitu:

1. Pengumpulan Data (Data Collection)

Tahap ini merupakan tahap awal yang dilakukan untuk mendapatkan jawaban dari penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui observasi dengan menonton 8 episode reality showSingle’s Inferno

Musim Pertama dan studi dokumentasi berupa kumpulan tangkapan layar

(9)

58 dari reality showSingle’s Inferno” yang memuat pesan nonverbal kaitannya dengan ketertarikan dalam hubungan romantis, kemudian data yang diperoleh dikelompokkan berdasarkan kategori yang telah ditentukan 2. Reduksi Data (Data Reduction)

Data-data yang telah dikumpulkan kemudian diringkas atau dipadatkan agar mendapatkan hasil yang lebih jelas dan fokus. Reduksi data dilakukan karena pada saat penelitian, data-data yang dikumpulkan bisa jadi terlalu banyak atau mirip antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, dilakukan reduksi data yang memerlukan ketelitian dan pemahaman mendalam dari peneliti

3. Penyajian Data (Data Display)

Setelah melalui tahap reduksi data, selanjutnya data disusun untuk disajikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sehingga data disajikan dalam bentuk teks naratif. Miles dan Hubermen (dalam Sugiyono 2013: 249) menjelaskan bahwa dalam penelitian kualitatif, penyajian data paling sering dilakukan dengan teks naratif yang bertujuan untuk mengorganisir dan menyusun data dalam pola sehingga mudah untuk dipahami

4. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion Drawing / Verification).

Langkah berikutnya adalah penarikan kesimpulan dari temuan dan melakukan verifikasi data. Kesimpulan awal penelitian yang dikemukakan sifatnya sementara dan dapat berubah jika ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung tahap pengumpulan data lainnya. Proses pengumpulan bukti tersebut dinamakan sebagai verifikasi data. Jika kesimpulan yang dikemukakan di awal didukung oleh bukti yang kuat, dimana bukti tersebut konsisten dengan kondisi yang ditemukan peneliti di lapangan, kesimpulan yang diperoleh merupakan kesimpulan yang kredibel.

Referensi

Dokumen terkait