• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I - Institutional Repository Universitas Islam Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I - Institutional Repository Universitas Islam Sumatera Utara"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

Untuk dapat meningkatkan kinerja pegawai guna mencapai tujuan organisasi, berbagai cara ditempuh antara lain dengan terwujudnya kepuasan kerja pegawai melalui motivasi, kepemimpinan dan budaya organisasi yang sesuai dengan harapan pegawai. Tingkat kepuasan kerja terlihat dari menurunnya tingkat ketidakhadiran karyawan yang diduga disebabkan oleh rutinitas kerja mereka sendiri. Menurut teori Hezberg, terdapat 2 faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, yaitu faktor ekstrinsik dan intrinsik.

Menurut Nasution, Musnadi dan Faisal (2018), pengaruh keterikatan kerja, beban kerja dan budaya organisasi mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan. Kreitner dan Knicki dalam Triatna mengungkapkan ada lima faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, yaitu sebagai berikut: .. 3) Pencapaian nilai (Value Promotion) 4) Keadilan (Eligibility). Berikut pengertian lima faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut Kreitner dan Knicki dalam Triatna.

Banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan pada suatu perusahaan, hal ini tidak lepas dari apa yang dirasakan oleh karyawan itu sendiri. Aspek ini mengukur sejauh mana kepuasan kerja karyawan dikaitkan dengan kebijakan promosi dan kemungkinan mendapatkan promosi. Aspek ini mengukur kepuasan kerja sehubungan dengan prosedur yang dilakukan di tempat kerja dan budaya yang ada dalam organisasi.

Rekan kerja yang memberikan dukungan kepada rekan kerja lainnya, serta suasana kerja yang menyenangkan dapat menimbulkan kepuasan kerja karyawan.

Lingkungan Kerja

Pengaruh tersebut dapat terjadi melalui situasi, keadaan, hubungan kerja antar karyawan dan peralatan yang digunakan dalam pekerjaan. Salah satu faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja adalah hubungan antar karyawan. Keuntungan bekerja dengan orang-orang yang termotivasi adalah pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan akurat. Artinya, jika pekerjaan diselesaikan sesuai standar yang tepat dan dalam waktu yang ditentukan, pasti akan membantu perusahaan mencapai tujuannya.

Kinerja juga dipantau oleh yang bersangkutan dan tidak memerlukan pengawasan yang berlebihan serta semangat juang yang tinggi dari para pegawai. Cahaya yang terlalu sedikit atau terlalu menyilaukan menghambat pekerjaan, sehingga lambat, mengalami kesalahan dan tidak efisien dalam pelaksanaan pekerjaan. Dalam kondisi normal, setiap anggota tubuh manusia mempunyai suhu yang berbeda-beda.Tubuh manusia selalu berusaha menjaga keadaan normal, dengan sistem tubuh yang sempurna, sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di luar tubuh.

Sirkulasi udara yang baik akan membantu memberikan rasa sejuk pada pekerja sehingga pekerja dapat bekerja tanpa gangguan udara. Gangguan terbesar pada suatu organ dalam tubuh terjadi ketika. Frekuensi alami ini beresonansi dengan frekuensi getaran mekanis. Adanya bau di sekitar tempat kerja dapat dianggap sebagai pencemaran, karena dapat mengganggu konsentrasi kerja, dan bau yang menetap dapat mempengaruhi kepekaan penciuman.

Pada kenyataannya perencanaan warna tidak lepas dari penataan suatu hiasan, sifat dan pengaruh warna terkadang menimbulkan perasaan bahagia, sedih, dan lain-lain, karena warna dapat merangsang perasaan manusia. Dekorasi adalah tentang perencanaan warna yang baik, jadi dekorasi tidak hanya berkaitan dengan hasil ruangan tetapi juga cara menata tata letak, skema warna, perlengkapan, dan lain-lain. Suasana kerja merupakan keadaan di sekitar para pegawai yang sedang melakukan pekerjaan yang dapat mempengaruhi kinerja pekerjaan itu sendiri.

Hubungan dengan rekan kerja, yaitu hubungan dengan rekan kerja yang harmonis dan tidak ada rasa saling intrik antar rekan kerja. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pegawai untuk bertahan dalam satu organisasi adalah adanya hubungan yang harmonis antar rekan kerja.Hubungan yang harmonis dan kekeluargaan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai. Tersedianya fasilitas kerja yang lengkap meski bukan hal baru, menjadi salah satu hal yang menunjang proses kerja.

Budaya Organisasi

Oleh karena itu, budaya organisasi dijadikan sebagai pengontrol dan pengarahan dalam pembentukan sikap dan perilaku manusia dalam organisasi. Budaya organisasi diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap individu anggota organisasi maupun organisasi dalam mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Budaya administrasi dalam suatu organisasi sangat diperlukan seperti dalam hal persuratan, barang masuk dan keluar, pendapatan gaji karyawan, dan hal-hal lain untuk memperlancar kinerja perusahaan.

Budaya organisasi juga dapat berupa kedisiplinan, seperti ketelitian dalam menyelesaikan pesanan pelanggan, budaya ramah terhadap pembeli, tidak terlambat sampai di kantor, dan lain-lain. Tanpa adanya pembagian wewenang yang jelas dalam perusahaan maka kinerja masing-masing anggota tidak akan maksimal karena akan merasa kebingungan. Dengan komunikasi yang efektif, manajemen dapat melakukan sosialisasi, menyampaikan tujuan dan misi perusahaan, serta kebijakan perusahaan dengan mudah.

Upaya suatu perusahaan dalam memotivasi karyawannya akan menunjukkan bagaimana perusahaan memandang personelnya. Ukuran dan kompleksitas organisasi akan menentukan tingkat spesialisasi dan hubungan pribadi, yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat wewenang pengambilan keputusan, kebebasan, tanggung jawab dan proses komunikasi.

PenelitianTerdahulu

Lingkungan kerja dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja yang artinya semakin baik lingkungan kerja dan budaya organisasi maka semakin baik pula kepuasan kerja karyawan CV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan RSI Sultan Agung Semarang, artinya semakin baik. Hasil penelitian menunjukkan: Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji parsial, terbukti secara empiris bahwa lingkungan kerja mempunyai nilai signifikansi dibawah 0,05.

Artinya pegawai menyatakan lingkungan kerja, komitmen dan budaya organisasinya setelah memenuhi kriteria kepuasan kerja pegawai pada Bagian Tata Usaha Badan Pertanahan Negara wilayah MOL. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa lingkungan kerja, komitmen dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai bagian tata usaha Badan Pertanahan Nasional wilayah Tasikmalaya.

Kerangka Konseptual

Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja

Menurut Reksohadiprojo dan Gitosudarmo dalam Mahmudah Enny (2019:57), lingkungan kerja adalah keadaan atau keadaan di tempat kerja yang mempengaruhi semangat kerja pegawai untuk mencapai peningkatan produktivitas. Lingkungan kerja juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan erat kaitannya dengan kinerja.Untuk mencapai tujuan perusahaan maka lingkungan kerja harus harmonis dan membuat karyawan merasa nyaman, sehingga kinerja karyawan meningkat dan menghasilkan pekerjaan yang memuaskan. Tobacco Deli Medica Tanjung Morawa memberikan lingkungan kerja yang nyaman dan aman bagi karyawannya sehingga karyawan akan betah dan cocok dengan lingkungan kerjanya sehingga karyawan akan bekerja lebih keras untuk meningkatkan produktivitas kerjanya.

Rasa kepuasan kerja yang ada pada diri para karyawan inilah yang menjadikan mereka semakin rajin memberikan yang terbaik bagi organisasi atau perusahaan dalam kinerja pekerjaannya.

Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja

Tanjung Morawa Deli Medica Tobacco mempunyai budaya organisasi yang baik, sehingga hal ini akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Hal ini sejalan dengan Robbins (2006:70) tentang kepuasan kerja Robbins mengemukakan model hubungan antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja, yaitu budaya yang kuat akan menimbulkan kepuasan kerja yang tinggi.

Pengaruh Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja

Dalam hal ini berarti lingkungan kerja dapat mempengaruhi karyawan untuk meningkatkan produktivitas guna mencapai kepuasan kerja karyawan. Selain lingkungan kerja, budaya organisasi yang baik juga akan menciptakan kinerja yang baik karena dengan terbentuknya budaya organisasi yang positif di perusahaan akan memberikan pengaruh langsung kepada karyawan untuk meningkatkan semangat kerja dan meningkatkan kinerja sebagai bentuk kepuasan kerja bagi karyawan PT. . Tembakau Deli Medica Tanjung Morawa dapat membuat karyawan merasa nyaman, betah dan cocok, serta budaya organisasi yang dikelola perusahaan mempunyai pengaruh langsung terhadap kepuasan kerja karyawan PT.

Tembakau Deli Medica Tanjung Morawa akan berusaha bekerja lebih keras untuk meningkatkan kinerjanya, karena kepuasan kerja. Berdasarkan teori di atas dapat diasumsikan bahwa lingkungan kerja dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, sehingga kerangka konseptual dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut:

Hipotesis

Gambar

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1  Kerangka Konseptual

Referensi

Dokumen terkait

RESULT AND DISCUSSION Based on Bruner’s theory above we make the scenario of learning for the material in order to calculate the area of triangle as the following this can be