• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Demensia adalah gangguan fungsi intelektual dan memori yang disebabkan oleh penyakit otak, dan tidak berhubungan dengan gangguan kesadaran. Demensia merujuk pada sindrom klinis yang mempunyai bermacam penyebab. Pasien dengan demensia harus mempunyai gangguan memori selain kemampuan mental lain seperti berpikir abstrak, penilaian, kepribadian, bahasa, psikis, dan visuospasial (Rochmah & Harimurti, 2015).

Kejadian demensia berkaitan dengan 2 faktor yaitu protective factors dan risk factors. Protective factors terdiri dari tingkat pendidikan, aktivitas fisik dan pola konsumsi. Zat gizi mikronutrien diketahui berkaitan dengan kejadian demensia pada lansia, terutama B kompleks. Kekurangan vitamin B kompleks pada lansia dapat meningkatkan risiko terjadinya demensia. Selanjutnya, risk factors terdiri dari riwayat penyakit, usia, dan riwayat penyakit keluarga (Pratiwi, 2013). Dari hasil penelitian subjek yang tidak demensia sebagaian besar memiliki tingkat kecukupan vitamin B6 sebanyak >77 % AKG vitamin harian. Sedangkan, rata-rata asupan vitamin B6 untuk subjek yang terkena demensia sekitar 1.34 mg sedangkan untuk subjek yang terkena demensia sebanyak 0,97% Perbedaan pada kedua kelompok subjek berkaitan dengan perbedaan rata-rata asupannya (Pratiwi et al, 2013).

(2)

2 Vitamin B6, B12, dan asam folat memberikan peran penting dalam siklus homosistein dan tanpa asupan vitamin yang cukup maka homosistein terakumulasi secara intraseluler dan di pembuluh darah. Peningkatan homosistein dikaitkan dengan risiko kardiovaskular yang behubungan dengan risiko demensia vaskular dan demensia alzhaeimer. Pada penelitian dengan MRI ditemukan bahwa homosistein yang tinggi berhubungan dengan gangguan kognitif melalui peningkatan massa putih (hyperintensity dan cerebral infarcts). Vitamin B6 dan asam folat berperan dalam beberapa sintesis neurotrasnmiter, selain itu defisiensi asam folat bisa menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan DNA dalam neuron.

Demensia pada lansia merupakan proses kehidupan seorang manusia ketika berada didunia, mulai dari seorang bayi dari dalam kandungan hingga mencapai usia lanjut (Thalib, 1995). Manusia lahir sebagai bayi dalam keadaan lemah dan akan dewasa menjadi kuat, kemudian menjadi lansia kondisi fisik menurun dan lemah. Diantaranya ada manusia yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, sebagai firman Allah SWT dalam surat Al-Hajj (22) : 5: “Di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.”

Asupan vitamin B6, B12, Asam folat dan Vitamin D banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan, hewani dan minuman. Makanan dan minuman dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, bahwa telah diturunkan dipermukaan bumi

(3)

3 ini sekian banyak jenis makanan dan minuman yang mengandung gizi, dan sekaligus dianjurkan untuk memakan dan meminumnya. Menurut Zulmaizarna, (2009) dalam buku “Akhlak Mulia Bagi Para Pemimpin” menyatakan bahwa hidup dizaman globalisasi harus mengetahui hukum halal dan haramnya makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia. Makanan halal adalah yang tidak disebutkan keharamannya, baik didalam Al-Quran maupun di hadis dan jelas-jelas tidak mendatangkan mudharat (Zulmaizarna, 2009). Ajaran Islam menganjurkan agar memakan makanan yang halal dan baik, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah (5):88):”Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengangkat masalah tersebut dalam skripsi yang berjudul “HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN B6, B12, ASAM FOLAT DAN VITAMIN D TERHADAP PASIEN DEMENSIA PADA LANSIA”.

1.2 Permasalahan

1. Apakah faktor penyebab demensia?

2. Bagaimana hubungan asupan vitamin B6, B12, Asam folat dan vitamin D terhadap pasien demensia pada lansia?

3. Bagaimana tinjauan Islam tentang penggunaan asupan vitamin B6, B12, Asam folat dan vitamin D terhadap pasien demensia pada lansia?

(4)

4 1.3 Tujuan

1.3.1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui dan mampu menjelaskan hubungan asupan vitamin B6, B12, Asam folat dan Vitamin D terhadap pasien demensia pada lansia ditinjau dari segi kedokteran dan Islam.

1.3.2. Tujuan khusus

1. Memahami dan mampu menjelaskan faktor penyebab demensia.

2. Memahami dan mampu menjelaskan hubungan asupan vitamin B6, B12, Asam folat dan Vitamin D terhadap pasien demensia pada lansia.

3. Memahami dan mampu menjelaskan tinjauan Islam tentang penggunaan asupan Vitamin B6, B12, Asam folat dan Vitamin D terhadap pasien demensia pada lansia.

1.4 Manfaat 1. Bagi penulis

Diharapkan akan menambah pengetahuan mengenai hubungan asupan vitamin B6, B12, Asam folat dan Vitamin D terhadap pasien demensia pada lansia di tinjau dari kedokteran dan Islam serta menambah pengalaman dalam cara penulisan ilmiah yang baik dan benar.

2. Bagi Universitas Yarsi

Penyusunan skripsi ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan di perpustakaan Universitas YARSI serta menjadi bahan masukan bagi civitas akademika mengenai hubungan asupan

(5)

5 Vitamin B6, B12, Asam folat dan vitamin D terhadap pasien demensia pada lansia ditinjau dari segi kedokteran dan Islam.

3. Bagi Masyarakat

Diharapkan skripsi ini dapat membantu menambah khasanah pengetahuan masyarakat mengenai hubungan asupan Vitamin B6, B12, Asam folat dan vitamin D terhadap pasien demensia pada lansia ditinjau dari segi kedokteran dan Islam.

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan dengan penelitian yang akan diteliti terletak pada variabel bebas dan variabel terikat, yaitu penelitian Kusumah (Status Gizi Mikro Folat, Vitamin B12,

asupan gizi dari makanan (zat besi, asam folat, protein, vitamin C, ribovlavin, vitamin.. A, seng dan vitamin B12), konsumsi zat-zat penghambat penyerapan besi,

Keseluruhan remaja putri kekurangan asupan zat besi dan asam folat, dan hampir sebagian besar juga mengalami kekurangan asupan protein dan kobalamin (vitamin B12). Terdapat

PERUBAHAN TINGKAT DEPRESI BERDASARKAN ASUPAN VITAMIN B6, B9, B12 DAN OMEGA-3 PADA PASIEN. SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT

Variabel independen adalah status gizi remaja putri, sedangkan asupan protein, zat besi, vitamin C, vitamin B12 dan folat merupakan variabel perancu karena merupakan

Bagi Penulis Untuk memberikan informasi mengenai asupan vitamin D sebagai anti inflamasi pada pasien preeklamsi pada kehamilan ditinjau dari kedokteran dan Islam serta menambah

Sehingga di dalam penelitian ini akan dianalisis bagaimana pengaruh pemberian pendidikan gizi terhadap tingkat pengetahuan, asupan zat gizi zat besi, kalsium, asam folat, dan vitamin A

Bagi Penulis Untuk memberikan informasi mengenai solanezumab sebagai terapi demensia ringan akibat Alzheimer ditinjau dari kedokteran dan Islam serta menambah pengalaman dalam membuat