• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR ... - Digilib IAIN Palangkaraya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. LATAR ... - Digilib IAIN Palangkaraya"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

Bagaimana aktivitas siswa dan guru ketika pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode pictorial puzzle pada materi cetak kelas VIII di MTs An-Nur Palangka Raya. Apakah terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode picture puzzle pada kelas VIII materi cetak di MTs An-Nur Palangka Raya tahun ajaran 2017/2018.

Pengertian Inkuiri Terbimbing

Tahap-Tahap Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Membuat Hipotesis Guru membimbing siswa dalam menentukan hipotesis yang relevan dengan permasalahan dan menentukan hipotesis mana yang sebaiknya diprioritaskan untuk diteliti. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang dilakukan.

Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Sejalan dengan perkembangan para psikolog pembelajaran modern yang memandang belajar sebagai suatu proses perubahan perilaku berkat pengalaman. Terkadang pelaksanaannya membutuhkan waktu yang lama, sehingga guru seringkali kesulitan untuk menyesuaikannya dengan waktu yang ditentukan.

Berpikir Kritis (Critical Thinking)

Johnson mendefinisikan “berpikir kritis sebagai suatu proses yang terarah dan jelas yang digunakan dalam aktivitas mental seperti memecahkan masalah, mengambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, dan melakukan penelitian ilmiah. Ennis mengungkapkan bahwa ada 12 indikator berpikir kritis, yang diklasifikasikan menjadi lima utama kegiatan sebagai berikut: 1) memberikan penjelasan sederhana yang berisi: pertanyaan terfokus mengenai penjelasan atau pernyataan tersebut;

Hasil Belajar

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Pictorial Riddle Proses pembelajaran menggunakan model Pictorial Riddle bertujuan

Penggunaan model ini pada kelas yang besar dan jumlah guru yang terbatas membuat pembelajaran menjadi kurang maksimal. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri dengan tipe Picture Puzzle merupakan model pembelajaran yang proses pelaksanaannya menggunakan puzzle bergambar.

Langkah-langkah Pictorial Riddle

Tekanan

Oleh itu, tekanan bahan cecair P (N/m2) yang bertindak ke atas objek dalam bahan cecair adalah berkadar terus dengan jisim tentu bahan cecair ρ (kg/m3) dan dengan kedalaman h (m) objek dalam bahan cecair. Secara amnya, tekanan P pada kedalaman yang sama h dalam bendalir yang sama adalah sama.

Gambar  2.2  memperlihatkan  satu  titik  yang  berada  di  dalam  kedalaman h di bawah permukaan zat cair (yaitu permukaan berada di  ketinggian  h  di  atas  titik  ini)
Gambar 2.2 memperlihatkan satu titik yang berada di dalam kedalaman h di bawah permukaan zat cair (yaitu permukaan berada di ketinggian h di atas titik ini)

Gaya Apung dan prinsip Archimedes

Dengan cara yang sama, bendalir akan mengenakan daya ke atas pada bahagian bawah silinder sama dengan F2 = P2 A = ρF g h2 A. Oleh itu, daya apungan pada silinder adalah sama dengan berat bendalir yang disesarkan oleh silinder .

Gambar 2.7 Menghitung Gaya Apung
Gambar 2.7 Menghitung Gaya Apung

Mengapung, tenggelam dan melayang a. Mengapung

Sedangkan peneliti mengetahui model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode picture puzzle untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi tekanan. Sedangkan peneliti mengetahui pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan metode picture puzzle untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pers. Sedangkan peneliti mengetahui model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode picture puzzle untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pers.

Sedangkan peneliti mengetahui model pembelajaran inkuiri terbimbing yang menggunakan metode pictorial puzzle untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi cetak.

Gambar 2.9 Peristiwa Tenggelam
Gambar 2.9 Peristiwa Tenggelam

KERANGKA BERPIKIR

Dengan demikian, model pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas bertujuan untuk memberikan inovasi dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan ilmiah dan hasil belajar ranah psikologis motorik siswa dalam perolehan pengetahuan.

Pertanyaan Penelitian

Apa kesulitan belajar siswa kelas VIII pada topik tekanan melalui pembelajaran inkuiri terbimbing di MTs An-Nur Palangka Raya. Bagaimana hasil belajar siswa kelas VIII pada materi tekanan melalui pembelajaran inkuiri terbimbing di MTs An-Nur Palangka Raya. Cara mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada topik tekanan di MTs An-Nur Palangka Raya.

Bagaimana aktivitas siswa dengan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada topik Tekanan di MTs An-Nur Palangka Raya.

Tempat dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah suatu wilayah umum yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diidentifikasi memerlukan kajian dan ditarik kesimpulan. Sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas dari dua kelas populasi di kelas VIII-B MTS AN-Nur Palangka Raya tahun pelajaran 2017/2018. Kelas yang dipilih adalah kelas dengan keberagaman akademik (pintar, sedang dan tidak begitu pintar).

Karena kelas VIII-B merupakan kelas yang keberagaman siswanya lebih banyak dibandingkan dengan kelas VIII-B lainnya.

Tahap-tahap Penelitian

Kegiatan pembelajaran dengan metode Pictorial Riddle di kelas VIII diamati oleh dua orang pengamat yaitu guru fisika MT An-Nur dan alumni fisika IAIN Palangka Raya. Menganalisis respon siswa terhadap hasil belajar kognitif untuk menghitung ketuntasan hasil belajarnya setelah diajar menggunakan pendekatan berpikir kritis. Analisis respon siswa terhadap tes hasil belajar keterampilan berpikir kritis untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa setelah diajar menggunakan pendekatan keterampilan berpikir kritis.

Peneliti mengambil kesimpulan dari hasil analisis data yang dilakukan untuk mendeskripsikan upaya peningkatan pembelajaran melalui model pembelajaran investigatif pada topik suhu untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII-B MTs An-To meningkatkan Nur Palangka Raya.

Teknik Pengumpulan Data

  • Observasi
  • Lembar Pengamatan
  • Tes Hasil Belajar
  • Dokumentasi

Pelajar dapat menerangkan hubungan antara kedalaman objek dengan tekanan hidrostatik yang bertindak ke atas objek dalam cecair. Menunjukkan beberapa produk teknologi dalam kehidupan seharian berhubung dengan konsep objek terapung, terapung dan tenggelam. Aplikasi konsep tekanan pepejal, cecair dan gas kepada kejadian alam yang berkaitan (dalam penyelesaian masalah harian).

Sebelum diberikan kepada siswa, tes kemampuan berpikir kritis ini terlebih dahulu diuji untuk mengetahui validitas dan reliabilitas, tes daya beda dan tingkat kesukaran soal.

Teknik Keabsahan Data

Masidjo Salah satu cara yang digunakan untuk menentukan reliabilitas adalah konsistensi internal yang berkaitan dengan unsur-unsur pembentuk suatu tes, yaitu soal-soal yang menyusun tes tersebut. Ada beberapa teknik dan persamaan yang digunakan untuk mencari reliabilitas dengan konsistensi internal, antara lain koefisien alpha dan Kuder-Richardson-20. Rumus koefisien alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0 dalam bentuk deskripsi.

Cara Menginterpretasi (Interpret) Angka Indeks Kesukaran Tugas Thorndike dan Hagen sebagaimana dikutip Sudijono memberikan batasan angka indeks kesukaran soal seperti terlihat pada Tabel 3.10.

tabel   yang  digunakan  untuk  tes  hasil  belajar  dengan  peserta  didik  yang  berjumlah  28  orang  adalah  0,367
tabel yang digunakan untuk tes hasil belajar dengan peserta didik yang berjumlah 28 orang adalah 0,367

Teknik Analisis Data

Aktivitas Pendidik

Aktivitas pendidik dalam pembelajaran terpadu IPA khususnya fisika pada kelas VIII-B pada mata pelajaran tekanan dievaluasi oleh peneliti dengan menggunakan lembar observasi aktivitas pendidik. Peneliti membagikan lembar observasi aktivitas guru dan rubrik aktivitas guru kepada para pengamat untuk dipelajari terlebih dahulu dan cara evaluasinya tiga hari sebelum pelaksanaan pembelajaran. Pada saat pembelajaran berlangsung, aktivitas pendidik diamati dari awal hingga akhir pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran.

Sehingga aktivitas pendidik pada saat pembelajaran tergolong baik yang berarti tahapan-tahapan pembelajaran yang telah disusun terlaksana dengan baik.

Tabel 4.1 Penilaian aktivitas pendidik  Aspek Yang Diamati  Pertemuan ke-
Tabel 4.1 Penilaian aktivitas pendidik Aspek Yang Diamati Pertemuan ke-

Aktivitas Peserta didik

Selama pembelajaran berlangsung dilakukan observasi terhadap aktivitas siswa dari awal hingga akhir pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan metode teka-teki bergambar. Rata-rata nilai belajar fisika siswa kelas VIII-B dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Metode Picture Riddle pada setiap kegiatan RPP dapat dilihat pada Tabel 4.4 di bawah ini. Dari tabel 4.4 aktivitas siswa diketahui hasil penelitian mengamati aktivitas siswa selama pembelajaran menggunakan model pembelajaran Guided Research dengan metode pictorial puzzle pada kelas VIII-B sebesar 78,7% berada pada kategori baik.

Dapat diartikan bahwa selama pembelajaran menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry Metode Pictorial Riddle diikuti dengan baik oleh seluruh siswa.

Tabel 4.3 Penilaian Aktivitas Peserta didik dengan
Tabel 4.3 Penilaian Aktivitas Peserta didik dengan

Berpikir Kritis

Nilai rata-rata gain kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 28,17 dan nilai N-gain kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 0,33 dengan kategori sedang. Keterampilan berpikir kritis siswa diberikan sebelum dan sesudah seluruh pembelajaran materi pokok tekanan selesai dan diikuti oleh seluruh kelas VIII-B yang berjumlah 30 siswa. Data peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa setelah mendapat perlakuan.

Nilai rata-rata gain tes hasil belajar siswa sebesar 28,17, dan nilai N-gain tes hasil belajar siswa sebesar 0,33 dengan kategori sedang.

Tabel  4.5  menunjukkan  peningkatan  keterampilan  berpikir  kritis    peserta  didik  kelas  VIII-B
Tabel 4.5 menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VIII-B

Tes Hasil Belajar

Nilai rata-rata gain tes hasil belajar siswa sebesar 51,73, dan nilai N-gain tes hasil belajar siswa sebesar 0,58 dengan kategori sedang. Tes hasil belajar siswa dilaksanakan sebelum dan sesudah seluruh pembelajaran materi inti stres selesai dan diikuti oleh seluruh kelas VIII-B yang berjumlah 30 siswa. Data peningkatan tes prestasi belajar siswa digunakan untuk mengetahui tes prestasi belajar siswa setelah mendapat perlakuan.

Evaluasi model pembelajaran metode inkuiri terbimbing dan picture puzzle pada mata pelajaran tekanan pada siswa kelas VIII-B di MTs An-Nur Palangka Raya akan ditinjau berdasarkan aktivitas guru, siswa, berpikir kritis, dan tes siswa. ' hasil belajar dalam pembelajaran fisika.

Tabel 4.7 menunjukkan peningkatan tes hasil belajar   peserta didik kelas  VIII-B.  Tabel  4.7  menunjukkan  11  orang  peserta  didik  memenuhi  peningkatan  tes  hasil  belajar  peserta  didik  dengan  kategori  sangat  tinggi,  15 orang peserta didik me
Tabel 4.7 menunjukkan peningkatan tes hasil belajar peserta didik kelas VIII-B. Tabel 4.7 menunjukkan 11 orang peserta didik memenuhi peningkatan tes hasil belajar peserta didik dengan kategori sangat tinggi, 15 orang peserta didik me

Aktivitas Peserta didik

Hal ini dapat diartikan bahwa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan metode pictorial puzzle, materi tekanan diikuti dengan baik oleh seluruh siswa. Jadi, siswa berperan aktif selama proses belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan metode teka-teki bergambar sebagai subjek yang mendapat tekanan terus-menerus. Penilaian aktivitas siswa mencakup 8 aspek yang dijelaskan pada tabel 4.3 aktivitas siswa.

Metode terbimbing dan Pictorial Riddle pada topik tekanan diikuti dengan baik oleh seluruh siswa yaitu 78,7%.

Tes hasil belajar

Hasil analisis kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan metode picture puzzle pada topik tekanan ditunjukkan pada Gambar 4.8. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata perolehan (selisih posttest dan pretest) keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil analisis tes hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan metode picture puzzle pada topik tekanan ditunjukkan pada Gambar 4.9.

Berdasarkan gambar 4.10 menunjukkan hasil analisis kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry dan metode Pictorial Riddle.Topik utama pembahasan menunjukkan terdapat 4 siswa (13%) yang memiliki kritis rendah. kemampuan berpikir. keterampilan berpikir kritis rendah, 15 siswa (50%) memiliki kemampuan berpikir kritis sedang, dan tes prestasi belajar sedang sebanyak 11 siswa (37%).

Tabel 4.12 Nilai Rata-Rata Pretest, Postest, Gain, dan N-gain  Keterampilan Berpikir Kritis Peserta didik
Tabel 4.12 Nilai Rata-Rata Pretest, Postest, Gain, dan N-gain Keterampilan Berpikir Kritis Peserta didik

PENUTUP

Saran

Bagi penelitian selanjutnya yang bertujuan untuk mengukur berpikir kritis siswa, memperhatikan kesesuaian indikator dengan pertanyaan dan sebaiknya mencari referensi yang berisi contoh indikator beserta contoh pertanyaan. Penelitian menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model picture puzzle dapat dijadikan alternatif pilihan sebagai metode dan model pengajaran bagi pendidik untuk melihat dan memahami keterampilan berpikir kritis serta menguji hasil belajar siswa. Karena metode Directed Inquiry mengutamakan kegiatan yang bersifat pengalaman sehingga siswa dapat mengalami dan mencoba sendiri sesuatu yang dipelajarinya.

Pembelajaran dengan metode Inkuiri Terbimbing hendaknya menjadi metode yang sering digunakan untuk mempelajari materi lain, agar siswa terbiasa melakukan penyelidikan dan terbiasa menangani data eksperimen serta terbiasa memahami petunjuk dalam LKPD.

Daftar Pustaka

Gambar

Tabel 2.1 Tahapan Model Pembelajaran Inkuiri  1.  Menyajikan
Gambar  2.2  memperlihatkan  satu  titik  yang  berada  di  dalam  kedalaman h di bawah permukaan zat cair (yaitu permukaan berada di  ketinggian  h  di  atas  titik  ini)
Gambar 2.3 Kolom Air Setinggi  h dan Luas penampang A
Gambar 2.4 Dongkrak Hidrolik
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dikarenakan pembelajaran di kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing, dimana pada pembelajaran ini peserta didik dibimbing untuk banyak beraktivitas