i DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ………..…...i
DAFTAR TABEL ..………...iii
DAFTAR GAMBAR .………...iv
BAB 1. PENDAHULUAN ..………1
1.1 Latar Belakang .……….1
1.2 Tujuan Riset .………..1
1.3 Manfaat Riset ………..2
1.4 Urgensi Riset ………..2
1.5 Temuan yang Ditargetkan .………2
1.6 Kontribusi Riset ………2
1.7 Luaran Riset ………..2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ..………...3
2.1 Limbah Batik ………....………...3
2.2 Biji Kemiri ..………...……3
2.3 Ekstraksi ………...………...4
2.4 Presipitasi ..………..………...…...4
BAB 3. METODE RISET ………5
3.1 Waktu dan Tempat Riset ………5
3.2 Alat dan Bahan ……….5
3.3 Variabel Riset ………..………...5
3.4 Tahapan Riset ……….5
3.5 Prosedur Riset ………...……..7
3.6 Luaran dan Indikator Capaian .……….……….7
3.7 Analisis Data .……….8
3.8 Cara Penafsiran ………..………...8
3.9 Penyimpulan Hasil Riset ……….8
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ………..9
4.1 Anggaran Biaya ………...9
4.2 Jadwal Kegiatan ………9
DAFTAR PUSTAKA ………...10
LAMPIRAN ……….11
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota dan Dosen Pendamping ……...11
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ………..18
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas….19 Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana ………21
ii DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Sifat Kimiawi dan Fisis Minyak Kemiri……….4
Tabel 3. 1 Luaran dan Indikator Capaian……….7
Tabel 4. 1 Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya………...9
Tabel 4. 2 Jadwal Kegiatan………..9
iii DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Alur Penelitian………7
1 BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Batik merupakan budaya Indonesia yang dapat menunjang perekonomian negara. Salah satu kota yang memiliki produksi batik tinggi adalah Surakarta.
Produksi batik di Surakarta menjadi salah satu sumber penghasilan untuk memajukan perekonomian kota. Hal ini sangat berpengaruh terhadap tingkat permintaan produksi batik yang kian meningkat tajam. Dengan meningkatnya permintaan produksi maka limbah batik yang dihasilkan juga semakin tinggi, sehingga menimbulkan permasalahan pencemaran lingkungan khususnya sungai.
Peningkatan produksi batik yang tidak terkendali mengakibatkan limbah yang dihasilkan semakin meningkat. Disamping itu, banyak pengusaha batik yang membuang hasil limbah dari produknya melalui bak penampungan atau selokan tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Limbah batik yang dibuang secara langsung dapat mengakibatkan masyarakat tidak bisa lagi memanfaatkan air sungai sebagai kebutuhan sehari-hari dikarenakan limbah yang dihasilkan berupa air yang memiliki bau menyengat dan memiliki warna pekat. Selain itu, kandungan bahan kimia dari limbah batik tidak dapat terurai sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
Pengolahan limbah batik yang dilakukan pemerintah melalui instalasi pengolahan air limbah atau IPAL terbilang belum dapat menampung banyaknya limbah yang dihasilkan oleh industri batik. Sehingga diperlukan jenis pengolahan lain untuk mengurangi limbah batik yang dihasilkan. Pengolahan yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan menjadikan limbah batik sebagai pigmen warna dalam pembuatan cat minyak.
Inovasi lain dari dalam pembuatan cat minyak ini menggunakan biji kemiri sebagai pengganti bahan baku cat minyak. Biji kemiri akan diolah menjadi minyak dan dicampur dengan pigmen warna yang didapatkan dari limbah batik. Cat minyak ini dapat digunakan pada besi, kanvas, dan plastik.
1.2 Tujuan Riset
Riset ini bertujuan untuk mengolah pigmen warna limbah batik dengan menggunakan minyak biji kemiri sebagai bahan baku dalam pembuatan cat minyak.
2 1.3 Manfaat Riset
Manfaat riset ini adalah memberikan informasi ilmiah mengenai manfaat dari limbah batik dan biji kemiri sehingga dapat memberikan inovasi baru mengenai pembuatan cat minyak.
1.4 Urgensi Riset
Urgensi riset ini adalah untuk membantu mengolah limbah yang disebabkan oleh tingginya produktivitas industri batik.
1.5 Temuan yang Ditargetkan
Temuan yang ditargetkan pada riset ini adalah produksi cat minyak menggunakan pigmen warna limbah batik dengan bahan baku minyak biji kemiri.
1.6 Kontribusi Riset
Kontribusi penelitian berfokus pada cara peneliti untuk mengembangkan metode, perbaikan yang lebih pada orisinalitas dan kebaruan pada metode yang sedang dikembangkan dalam penelitian. Penyempurnaan model, algoritma dan metode yang dilakukan peneliti selanjutnya akan dinilai dan diperbaiki.
1.7 Luaran Riset
Luaran utama riset ini adalah laporan kemajuan, laporan akhir, artikel ilmiah terpublikasi pada seminar nasional bereputasi, dan akun sosial media berupa akun youtube yang berisi video mengenai PKM tersebut. Luaran lain yang diharapkan dari riset ini adalah pigmen warna dari limbah batik dan minyak biji kemiri sebagai kandidat produk cat minyak yang merupakan inovasi baru di bidang seni.
3 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Limbah Cair Batik
Limbah cair merupakan suatu zat sisa dari industri ataupun kegiatan yang dapat membahayakan lingkungan dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup. Beban air limbah yang dihasilkan di Indonesia sebesar 883 ton/hari, yang mana 29% dari beban ini berasal dari industri tekstil. Industri tekstil biasanya menghasilkan limbah yang berwarna pekat dan berbau menyengat serta mengandung BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), pH, temperatur, turbiditas, salinitas , dan bahan kimia toksik (Lolo dan Pambudi, 2020).
Pencemaran limbah batik bersumber dari zat warna yang dihasilkan dari sisa bahan pewarna, proses pencucian, dan pembilasan kain batik. Pewarna yang digunakan yaitu pewarna sintetik yang memiliki kandungan residu pewarna reaktif dan bahan kimia (Apriyani, 2018). Pewarna sintetik didalamnya mengandung senyawa kimia berbahaya yaitu logam berat. Senyawa logam berat yang terdapat pada buangan industri seperti besi (Fe), Timbal (Pb), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), dan Mangan (Mn). Sehingga kandungan tersebut yang dapat menyebabkan masalah terhadap lingkungan (Muhimmatin dan Jannah, 2019).
2.2. Biji Kemiri
Kemiri (Aleurites moluccana L.) merupakan salah satu tanaman rempah yang tersebar di daerah tropis, khususnya Indonesia. Kemiri terdiri dari tiga bagian, yaitu kulit terluar yang berwarna hijau kecoklatan, bagian tengah yaitu kulit dari biji kemiri yang berwarna coklat kehitaman, dan bagian terdalam yaitu biji kemiri yang berwarna kuning pucat.
Salah satu bagian kemiri yang sering digunakan adalah biji kemiri. Hal ini karena biji kemiri dapat diolah sebagai minyak. Biji kemiri memiliki kandungan minyak yang tinggi, yaitu 50% - 60% (Arlene, 2013). Pengambilan minyak biji kemiri dapat dilakukan dengan metode ekstraksi soxhlet.
Minyak biji kemiri memiliki sifat yaitu mudah mengering apabila terkena udara. Oleh karena itu, minyak biji kemiri dapat digunakan sebagai minyak pengering dalam industri cat dan pernis. Minyak pengering merupakan minyak yang memiliki derajat ketidakjenuhan yang tinggi karena sebagian besar tersusun oleh asam lemak tak jenuh dan memiliki sifat mudah teroksidasi dan membentuk polimer berupa lapisan film (Arlene, 2013). Hal ini dibuktikan dengan bilangan iodine pada minyak kemiri sebesar 136-167 μg/g yang berarti memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi sehingga berfungsi sebagai minyak pengering.
Sifat kimiawi dan fisis dari minyak kemiri menurut SNI 01-4462-1998 adalah sebagai berikut :
4 Tabel 2.1 Sifat Kimiawi dan Fisis Minyak Kemiri
No Parameter Persyaratan
1. FFA (%) 0,10 - 1,50
2. Bilangan Iodine (g 12/100 g sampel) 136 – 167 3. Bilangan penyabunan (mg KOH/g sampel) 184-202
4. Warna Normal
5. Densitas (g/cm3) 0,9240 - 0,9290
6. Indeks bias 1,4730 - 1,4790
2.3 Ekstraksi
Proses ekstraksi merupakan proses pemisahan bahan padat maupun bahan cair dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Ekstraksi yang digunakan dalam pengambilan minyak dari biji kemiri menggunakan metode ekstraksi soxhlet.
Ekstraksi soxhlet merupakan suatu metode ekstraksi dengan bahan yang berupa padatan dengan pelarut cairan secara kontinu. Ekstraksi soxhlet sering disebut sebagai ekstraksi padat-cair. Ekstraksi soxhlet digunakan untuk mengekstrak senyawa yang kelarutannya terbatas dalam suatu pelarut dan pengotor-pengotornya tidak larut dalam pelarut tersebut. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi proses ekstraksi soxhlet yaitu jenis pelarut, suhu, waktu ekstraksi, dan perbandingan bahan dan volume pelarut (Melwita dkk., 2014).
2.4 Presipitasi
Metode presipitasi merupakan proses pengendapan masing-masing material dasar dengan suatu reaktan, dimana hasil pengendapan tersebut kemudian digabungkan untuk proses pembentukan senyawa yang diharapkan secara stoikiometris. Penggunaan metode presipitasi banyak digunakan karena prosesnya sederhana, mudah, dan biaya yang lebih murah (Novia dkk., 2021).
Metode presipitasi dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengurangi adanya pencemaran lingkungan yang diakibatkan adanya kandungan logam berat.
Tujuan dari proses presipitasi ini sendiri adalah untuk meningkatkan pH larutan, sehingga logam yang dibutuhkan sebagai pigmen warna pada pembuatan cat minyak akan mengendap (Handoko dkk., 2013). Jenis presipitan yang digunakan yaitu Ca(OH)2 untuk logam Cu dan NaOH untuk logam Fe. Logam yang terdeteksi dalam kandungan limbah batik yaitu Fe yang memiliki pigmen warma merah dan Cu yang memiliki pigmen warna biru. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi proses presipitasi yaitu jenis pelarut, waktu, dan kecepatan pengadukan (Anami dkk., 2020).
5 BAB 3. METODE RISET
3.1 Waktu dan Tempat Riset
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bioproses dan Zat Warna Alam dan Laboratorium Dasar Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret.
Percobaan dilakukan selama 4 (empat) bulan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
3.2 Alat dan Bahan 3.2.1 Alat
1. AAS 2. Soxhlet
3. Labu leher tiga 4. Pendingin bola 5. Pendingin lurus 6. Kertas saring 7. Blender 8. Oven 9. Timbangan 10. Kompor listrik 11. Erlenmeyer 12. Pengaduk motor 3.2.2 Bahan
1. Biji kemiri (didapatkan dari Pasar Gede, Surakarta)
2. Limbah batik (didapatkan dari Kampung Batik, Laweyan, Surakarta) 3. Etanol 96% (Emsure)
4. Ca(OH)2 (Merck) 5. NaOH (Merck) 6. Resin Epoxy 7. Thinner 3.3 Variabel Riset
1. Variabel bebas riset ini adalah jenis pelarut dan kondisi suhu
2. Variabel terikat riset ini adalah warna pigmen dan banyaknya kadar minyak 3. Variabel terkontrol riset ini adalah limbah batik dan biji kemiri
3.4 Tahapan Riset 3.4.1 Tahap Ekstraksi
1. Menimbang biji kemiri sebanyak 50 gram dan dihaluskan menggunakan blender
2. Memasukkan biji kemiri yang sudah dihaluskan ke dalam kertas saring 3. Memasukkan kertas saring yang berisi biji kemiri ke dalam soxhlet 4. Merangkai alat ekstraksi
5. Menambahkan pelarut etanol sebanyak 500 gram
6. Melakukan proses ekstraksi selama 3 jam hingga didapatkan minyak
6 3.4.2 Tahap Destilasi
1. Merangkai alat destilasi
2. Memanaskan larutan campuran hingga terpisah antara pelarut dan minyak dengan suhu 80°C hingga minyak tidak menetes lagi
3. Mengambil minyak yang telah dihasilkan 3.4.3 Tahap Pengambilan Pigmen Warna Limbah Batik
3.4.3.1 Pengambilan Logam Cu dengan Metode Presipitasi 1. Menyiapkan limbah batik sebanyak 500 mL
2. Mengambil sampel sebanyak 15 mL dalam gelas beker 500 mL 3. Menambahkan Ca(OH)2 0,2 M tetes demi tetes hingga
didapatkan pH 7
4. Mengaduk larutan dengan kecepatan 50 rpm selama 40 menit 5. Larutan campuran tersebut didiamkan selama kurang lebih 24
jam hingga terbentuk 2 lapisan
6. Menyaring larutan menggunakan kertas saring hingga didapatkan endapan
7. Mengeringkan endapan dengan oven
8. Menganalisis sampel menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer)
3.4.3.2 Pengambilan Logam Fe dengan Metode Presipitasi 1. Menyiapkan limbah batik sebanyak 500 mL
2. Mengambil sampel sebanyak 15 mL dalam gelas beker 500 mL 3. Menambahkan NaOH 0,2 M tetes demi tetes hingga didapatkan
pH 7
4. Mengaduk larutan dengan kecepatan 50 rpm selama 40 menit 5. Larutan campuran tersebut didiamkan selama kurang lebih 24
jam hingga terbentuk 2 lapisan
6. Menyaring larutan menggunakan kertas saring hingga didapatkan endapan
7. Mengeringkan endapan dengan oven
8. Menganalisis sampel menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer)
3.4.4 Tahap Pembuatan Cat
1. Mencampurkan minyak dengan resin menggunakan perbandingan 1 : 2 2. Melakukan proses pengadukan dan pemanasan hingga didapatkan
kekentalan yang sesuai
3. Menambahkan pigmen warna dengan perbandingan 1 : 1, kemudian dilakukan pengadukan hingga tercampur rata
4. Memasukkan cat ke dalam wadah kemasan dan cat siap digunakan (Handoko dkk., 2013)
7 3.5 Prosedur Riset
Riset ini akan dilakukan dengan tahapan seperti alur penelitian yang tersaji pada Gambar 3.1. Penelitian akan diawali dengan mengambil minyak dari biji kemiri menggunakan metode ekstraksi soxhlet, selanjutnya mengambil pigmen warna dari limbah batik dengan metode presipitasi. Kemudian uji kandungan pigmen limbah batik menggunakan metode AAS. Pigmen warna yang didapatkan dicampur dengan minyak biji kemiri dengan bantuan resin sebagai pengental.
Selanjutnya ketika cat akan digunakan ditambahkan thinner agar tidak terlalu kenyal. Untuk alur penelitian akan disajikan dalam Gambar 3.1
Gambar 3.1 Alur Penelitian 3.6 Luaran dan Indikator Capaian
Tabel 3.1 Luaran dan Indikator Capaian
No Tahapan Luaran Indikator Keberhasilan
1. Pembuatan minyak biji kemiri
Minyak Diperoleh minyak dengan proses ekstraksi soxhlet dengan pelarut toluene
2. Pengambilan pigmen warna limbah batik
Pigmen warna
Diperoleh pigmen warna dengan metode presipitasi
3. Uji AAS Logam Cu
dan Fe
Diperoleh kandungan logam Cu dan Fe dalam pigmen warna 4. Pembuatan cat minyak Cat minyak Diperoleh cat dengan kekentalan
yang baik, kepekatan warna, dan tidak tembus air
5. Artikel ilmiah Artikel Terpublikasikan di seminar nasional bereputasi
6. Akun sosial media Akun Memiliki akun youtube yang
8 youtube berisi video terkait PKM
3.7 Analisis Data
Riset ini dilakukan menggunakan metode yang dianalisis dengan AAS.
Hasil AAS digunakan untuk menguji kandungan logam Fe dan Cu yang terdapat dalam pigmen warna yang didapatkan dari hasil proses presipitasi limbah batik.
3.8 Cara Penafsiran
Data riset bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil uji kadar minyak. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil uji morfologi berupa warna pigmen limbah batik dan produk cat minyak yang memiliki karakteristik seperti kekentalan, kepekatan warna, dan tidak tembus air.
3.9 Penyimpulan Hasil Riset
Berdasarkan metode yang telah digunakan, diharapkan limbah batik yang digunakan sebagai pigmen warna dalam pembuatan cat minyak dapat mengurangi adanya pencemaran limbah cair di Surakarta.
9 BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
Tabel 4. 1 Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya
No Jenis Pengeluaran Sumber Dana Besaran
Dana (Rp)
1 Bahan habis pakai Belmawa 1.573.000
Perguruan Tinggi 650.000
2 Sewa dan jasa Belmawa 3.000.000
Perguruan Tinggi 1.000.000
3 Transportasi lokal Belmawa 1.880.000
Perguruan Tinggi 200.000
4 Lain-lain Belmawa 1.580.000
Perguruan Tinggi 100.000
Jumlah 9.983.000
Rekap Sumber Dana Belmawa 8.033.000
Perguruan Tinggi 1.950.000
Jumlah 9.983.000
4.2 Jadwal Kegiatan
Tabel 4. 2Jadwal Kegiatan
No Jenis Kegiatan Bulan
Penanggung Jawab 1 2 3 4
1 Studi Pustaka (penyusunan data referensi)
Mutiara Ferianti 2 Persiapan bahan baku Annisa Gustina Saningtya 3 Persiapan peralatan (perizinan
peminjaman alat laboratorium)
Alma Putri Margaretta 4 Pembuatan partisi Rachell Yunankeyzia Firgia 5 Karakterisasi partisi Rachell Yunankeyzia Firgia
6 Pengujian data Latriva Nur Aini
7 Pelaksanan penelitian Alma Putri Margaretta 8 Pengumpulan, pengolahan, dan
pengarsipan data
Annisa Gustina Saningtya
9 Penulisan artikel untuk dipublikasi Mutiara Ferianti 10 Penyusunan laporan kemajuan dan
laporan penggunaan dana
Latriva Nur Aini
10 DAFTAR PUSTAKA
Anami, W. R., Maslahat, M., dan Arrisujaya, D. 2020. Presipitasi Logam Berat Limbah Cair Laboratorium Menggunakan Natrium Sulfida dari Belerang Alam. Jurnal Sains Natural Universitas Nusa Bangsa. 10 (2): 64-65.
Apriyani, N. 2018. Industri Batik : Kandungan Limbah Cair dan Metode Pengolahannya. Media Ilmiah Teknik Lingkungan. 3 (1): 1- 2.
Arlene, A. 2013. Ekstraksi Kemiri dengan Metode Soxhlet dan Karakterisasi Minyak Kemiri. Jurnal Teknik Kimia. 2 (2): 6-7.
Handoko, C. T., Yanti, T. B., Syadiyah, H., dan Marwati, S. 2013. Penggunaan Metode Presipitasi Untuk Menurunkan Kadar Cu dalam Cair Industri Perak di Kotagede. Jurnal Penelitian Saintek. 18 (2): 54-55.
Lolo, E.U., Pambudi, Y.S. 2020. Penurunan Parameter Pencemar Limbah Cair Industri Tekstil Secara Koagulasi Flokulasi (Studi Kasus : IPAL Kampung Batik Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia). Serambi Engineering. 5 (3): 1.
Melwita, E., Fatmawati, dan Oktaviani, S. 2014. Ekstraksi Minyak Biji Kapuk dengan Metode Ekstraksi Soxhlet. Jurnal Teknik Kimia. 20 (1): 22-23.
Muhimmatin, I., Jannah, I.N. 2019. Pengelolaan Limbah Cair Industri Batik Menggunakan Mikroorganisme di Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Warta Pengabdian. 13 (3): 2.
Novia, F.A., Rukmanada, B.W., Juwari, dan Anugraha, R.P. 2021. Pra Rancangan Pabrik Pigmen Merah dengan Metode Presipitasi. Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering. 2 (1): 15.
Standar Nasional Indonesia. 2006. Minyak Kemiri, SNI 01-4462-1998.
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
No Jenis Pengeluaran Volume Harga Satuan
(Rp)
Total (Rp) 1 Belanja Bahan
Kemiri 10 kg 70.000 700.000
Sarung tangan 2 dus 60.000 120.000
Kertas saring 1 kg 15.000 15.000
Natrium Hidroksida (NaOH) 3 g 75.000 225.000
Kalsium Hidroksida Ca(OH)2 1 kg 45.000 45.000
Etanol 96% 3 L 30.000 90.000
Resin Epoxy 2 kg 190.000 380.000
Aquadest 5 x 1 L 30.000 150.000
Thinner 2 L 28.000 56.000
Ember 3 30.000 90.000
Masker 5 dus 35.000 175.000
Kertas pH 2 pack 90.000 180.000
SUB TOTAL 2.223.000 2 Belanja Sewa
Uji FTIR 10 kali 150.000 1.500.000
Uji AAS 10 kali 250.000 2.500.000
SUB TOTAL 4.000.000 3 Perjalanan Lokal
Kegiatan penyiapan bahan 5 kali 50.000 250.000
Kegiatan Pendampingan 5 kali 50.000 250.000
Ongkos kirim bahan secara online 10 kali 18.000 180.000 Transportasi Solo-PUI Baterai
UNS
5 orang x 7 280.000 1.400.000 SUB TOTAL 2.080.000 4 Lain-lain
Kertas A4 1 rim 50.000 50.000
Publikasi di Seminar Nasional 1 1.500.000 1.500.000
Tinta 1 warna
hitam
120.000 120.000
Materai 10.000 1 10.000 10.000
SUB TOTAL 1.680.000 GRAND TOTAL 9.983.000 GRAND TOTAL (Sembilan Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Tiga Ribu Rupiah)
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas No Nama/NIM Program
Studi
Bidang Ilmu
Alokasi Waktu (jam/minggu)
Uraian Tugas
1 Annisa Gustina Saningtya / V2621009
D3 Teknik Kimia
Teknik 20 - Melaksanaka
n rancangan partisi
- Memimpin dan memantau penelitian - Memantau
anggota belanja alat dan bahan - Memimpin
kegiatan publikasi 2 Alma Putri
Margaretta / V2621005
D3 Teknik Kimia
Teknik 18 - Membantu
ketua dalam mempublikas ikan
penelitian - Belanja alat
dan bahan untuk
penelitian - Membantu
penelitian tentang uji kimia
3 Mutiara Febrianti / V2621031
D3 Teknik Kimia
Teknik 18 - Membantu
ketua dalam mempublikas ikan
penelitian - Membantu
penelitian tentang uji kimia
- Melaksanaka n
dokumentasi dan
administrasi lainnya 4 Latriva Nur
Aini / V2621025
D3 Teknik Kimia
Teknik 18 - Membantu
ketua dalam mempublikas
ikan penelitian - Belanja alat
dan bahan untuk
penelitian - Menyusun
laporan kemajuan dan penggunaan dana 5 Rachell
Yunankeyzia Firgia / V2622034
D3 Teknik Kimia
Teknik 18 - Membantu
ketua dalam mempublikas ikan
penelitian - Melakukan
dokumentasi dan
administrasi lainnya - Menyusun
laporan kemajuan dan penggunaan dana