BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi di Dunia sangat cepat di setiap industry untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan perkembangan di setiap industry tergantung pada kualitas dan kesiapan sumber daya manusia. Pendidikan termasuk peran penting dalam usaha memajukan kualitas sumber daya manusia, Pendidikan juga harus tetap selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman agar kualitas sumber daya manusia (SDM) semakin berkualitas. Pendidikan termasuk satu cara untuk menciptakan kepercayaan diri dan kebiasaan manusia yang dinamis dan berkembang. Pendidikan harus selalu di perbarui atau disempurnakan seiring dengan perubahan zaman untuk kepentingan masa depan.
Pendidikan terbagi menjadi tiga yaitu pendidikan formal, informal dan nonformal.
Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 1, pendidikan formal yaitu pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal yaitu pendidikan yang terorganisasi dan sistem diluar pendidikan formal, terakhir yaitu pendidikan informal adalah pendidikan yang ada di dalam keluarga dan lingkungan.
Satuan pendidikan ada berbagai macam dari pendidikan formal, informal, maupun nonformal, dan memiliki peran atau tujuan masing-masing. Salah satu tingkatan pendidikan formal yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki tujuan pendidikan yang berorientasi terhadap dunia industry,
untuk meberi ilmu dan gambaran pada peserta didik untuk terjun ke dunia industry setelah lulus dan peserta didik bisa melanjutkan pendidikan ke tingkatan lebih tinggi sesuai dengan kejuruan peserta didik.
SMK dan Dunia Usaha/Industry (DUDI) saling berkaitan satu sama lain untuk tetap menumbuhkan SDM yang berkualitas mengikuti perkembangan zaman yang sangat cepat dan mengembakanngan teknologi terutama di Indonesia. Menurut instruksi Presiden kurikulum SMK dirombak besar-besaran, kunci mengembangkan SDM di Indonesia adalah perbaikan pada sistem instansi pendidikan yang meliputi tentang revitalisasi pendidikan kejuruan harus disesuaikan pada kebutuhan industri dan perkembangan teknologi (Menpan., 2018).
Dari hasil survei Badan Pusat Statistik agustus 2022 jumlah tenaga kerja di indonesia sebanyak 143,72 juta orang, naik 3,57 juta dari bulan agustus tahun 2021, jumlah tenaga kerja yang sudah bekerja adalah 135,30 juta orang berarti jumlah tenaga kerja yang masih menganggur masih cukup tinggi berjumlah 8,42 juta orang mereka belum tertampung oleh dunia kerja. Dengan data survei tersebut jumlah pengangguran paling tingigi adalah dari siswa-siswi lulusan SMK berjumlah 11,24%. Sedangkan persentase lulusan SMK sejak tahun 2015 selalu terus meningkatn dan cukup banyak menambah angka pengangguran cukup tinggi.
Oleh karena itu salah satu cara untuk mengurangi atau memperbaiki angka pengangguran dari lulusan SMK harus dilakukan perkembangan atau perbaikan pada kurikulum SMK yang selaras dengan DUDI, pihak instansi pendidikan SMK bekerja sama dengan DUDI untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas,
penyusunan rencana pendidikan (kurikulum) pihak industri ikut serta memilih minimal kompentensi yang harus didapat setiap lulusan SMK, karema yang mengetahui secara langsung dan merasakan perkembangan teknologi adalah pihak industri.
Dengan ini relevansi program rencana pendidikan SMK terhadap dunia kerja akan salaras atau bisa di sebut juga dengan link and match. Menurut Eka (2018) kebijakan link and match diakui termasuk pencarian kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja pada masa yang akan datang, yang diharapkan pradigma orientasi pendidikan sudah tidak menjadi supply minded tetapi menjadi lebih demand minded (kebutuhan pasar). Dalam link and match di pendidikan diharpkan program rencana pendidikan untuk mengikuti kebutuhan industri.
Dalam usaha untuk membuat dan mendirikan semangat bekerja yang tinggi, SMK Muhammadiyah 1 Lendah menjalakan kebijakan mutu yang terbentuk dalam visi
“Terwujudnya kader Muhammadiyah yang bertaqwa,berbudaya,percaya diri,profesional dan kompetitif di era global”. Visi SMK Muhammadiyah 1 Lendah mempunyai 3 hal pokok yang bertujuan seperti berikut: (1) pendidikan yang profesional dalam penyelenggaraan mendidik peserta didik SMK Muhammadiyah lendah ; (2) menciptakan peserta didik Muhammadiyah yang bertaqwa mulia dan berakhlaq; (3) memberi bekal peserta didik untuk menjadi pekerja dan entrepreneur profesional di zaman globalisasi.
Untuk mewujudkan visi tersebut menjadi challenge yang besar untuk SMK Muhammadiyah Lendah sebagai satuan lembaga pendidikan dan pelatihan harus tetap melakukan perkembangan dalam kurikulum, tenaga pendidik, manajemen pendidikan, sarana dan prasarana di zaman globalisasi perkembangan teknologi yang sangat pesat ini.
Demi menciptakan siswa siswi peserta didik yang berkualitas dan profesional setelah lulus untuk terjun ke dunia kerja khususnya DUDI, wijib didukung oleh kurikulum di sekolah yang dibuat dan dikembangkan dengan melihat bermacam-macam standar yang harus dipenuhi agar sesuai dengan yang diinginkan di DUDI, yaitu ada standar isi, standar kompetensi lulusan dan standar kebutuhan DUDI, standar tersebut selalu berubah menyesuaikan perkembangan zaman. Dari kurikulum ysng dibuat dan dikembangkan, diharapkan SMK Muhammadiyah 1 Lendah dapat menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan profesional yang sejalan dengan bidang keahlian. Pada kurikulum SMK Muhammadiyah 1 Lendah memiliki sifat yang menuju pada pembentukan kompetensi kejuruan peserta didik yang terdapat pada program produktif yang ahli dalam bekerja selaras dalam bidang kejuruannya yang didasari oleh pelajaran ilmu agama dan pelajaran umum yang sesuai dengan standar kompetensi kejuruan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu Standar Kompetensi Kejuruan Nasional Indonesia (SKKNI).
Perencanaan program pendidikan yang di laksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Lendah salah satunya program produktif , program produktif ini yang memiliki standar pembeda dalam kompetensi jurusan lainnya yang berada di SMK Muhammadiyah 1 Lendah ada dua (2) jurusan yaitu Jurusan Teknik Ototmotif Kendaraan Ringan, Teknik Komputer Jaringan. Program produktif Teknik Otomotif memiliki kompetensi ke ahlian yang wajib di jalankan peserta didik atau telah dikuasi oleh yang sudah lulus hingga bisa bekerja di dunia kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Sesuai dengan observasi yang dilakukan di SMK Muhammadiyah 1 Lendah, penelitian dilakukan pada salah satu Jurusan di SMK Muhmamadiyah Lendah yaitu di
Jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan. Pada Jurusan tersebut belajar tentang Dunia Otomotif terutama pada keahlian Teknik Kendaraan Ringan banyak hal yang dipelajari seperti dari sistem klistrikan, chasis, engine dari memperbaiki dan pemeliharan kendaraan ringan, dan juga menajemen bisnis dibidang kendaraan ringan. Suatu kewajiban bagi SMK meningkatkan kelulusan dan membuat program terbaik untuk lulusan SMK, termasuk program Jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan bisa berkompetensi di dunia kerja ketika sudah lulus.
Tetapi pada realitanya dari program-program yang sudah dijalankan di SMK terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan salah satu persoalannya yaitu ketidakcocokan anatara SMK dengan DUDI, seperti kurikulum yang dibuat hanya dari pihak SMK saja tidak melibatkan DUDI untuk merancang kompetensi yang diajarkan pada pembelajaran, sehingga mengakibatkan hubungan antara DUDI rendah. Prasarana dan sarana di Jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan masih kurang atau belum memadai. Karena kurikulum pada SMK Muhammadiyah Lendah ini baru beralih pada kurikulum merdeka yang sebulumnya menggunakan kurikulum 2013. Kemudian dari data Bursa Kompetensi Kerja di SMK Muhammadiyah Lendah kelulusan yang sudah bekerja pada Tahun 2019 tercatat ada 54 kelulusan dari total 77 kelulusan yang bekerja tidak sesuai dengan bidang keahliannya yang dipelajari di SMK.
Berdasarkan keterangan diatas penelitian tentang kurikulum yang relevan pada DUDI sangat dibutuhkan untuk mengembangkan kurikulum Teknik Otomotif Kendaraan Ringan yang dijalankan di SMK. Dari penelitian ini diharapkan dapat melihat tingkat relevansi kurikulum Teknik Otomotif Kendaraan Ingan di SMK Muhammadiyah 1 Lendah dan bisa memberikan masukan atau evaluasi, sehingga menghasilkan
kurikulum yang diharapkan relevan dengan kebutuhan DUDI sehingga bisa meningkatkan kualitas lulusan dan meningkatkan penyerapan lulusan.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan informasi yang telah dijabarkan di atas, maka dapat di jabarkan beberapa masalah yang ada yaitu :
1. Lulusan SMK banyak yang bekerja di Dunia kerja yang tidak sesuai dengan jurusannya dan tidak sesuai dengan bidang keahliannya yang diajarkan di SMK.
2. Sarana dan prasarana yang kurang memadai pada jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan di SMK Muhammadiyah 1 Lendah dan belum sesuai dengan yang dimiliki pada industri.
3. Kompetensi peserta didik yang belum mempuni dipengaruhi oleh sarana dan prasarana yang kurang memadai, karena perkembangan teknologi di industri sangat pesat khususnya dibidang otomotif kendaraan ringan
4. Adanya ketidaksamaan kompetensi yang diajarkan di SMK antara yang dibutuhkan oleh pihak industri, karena pengembangan kurikulum kompetensi Jurusan Teknik Otomotif kendaraan ringan di sekolah hanya dikembangkan oleh pihak SMK, memungkinkan kompetensi yang dimiliki oleh siswa tidak sesuai dengan dunia industri khusunya dunia industri otomotif kendaraan ringan.
5. Relevansi kurikulum kompetensi Jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan, karena pada saat membuat kurikulum hanya dikembangkan oleh pihak SMK, sedangakan
DUDI otomotif kendaraan ringan mempunyai minimal standara kompetensinya tersendiri.
6. Pergantian kurikulum dari kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka, oleh sebab itu perlu mencari tingkat relevannya terhadapat DUDI karena ada perubahan pada mata pelajaran dan capaian pembelajaran dalam kurikulum yang baru
C. Batasan Masalah
Berdasarkan hasil penjabaran permaslahan diatas pada Jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan di SMK Muhammadiyah 1 Lendah, agar tidak menjadi kesalahan dalam kegiatan penelitian ini maka diperlukan batasan-batasan. Batasan masalah yang diambil oleh peneliti pada indetifikasi masalah diatas adalah pada permasalahan empat (4), lima (5), dan enam (6).
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identififkasi dan batasan masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apa saja kompetensi yang dihasilkan pada mata pelajaran di Jurusan Teknik otomotif Kendaraan Ringan di SMK Muhammadiyah 1 Lendah?
2. Kompetensi apakah yang dibutuhkan oleh dunia industri otomotif kendaraan ringan di yogyakarta namun tidak diajarkan di SMK Muhammadiyah 1 Lendah?
3. Bagaimana relevansi kompetensi Jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan yang diajarkan di SMK Muhammadiyah 1 Lendah terhadapa kebutuhan industri otomotif kendaraan ringan di Yogyakarta?
E. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian tersebut berdasarkan rumusan maslah diatas adalah:
1. Mengetahui kompetensi capaian pembelajaran yang dihasilkan pada mata pelajaran keahlian Teknik Otomotif Kendaraan Ringan di SMK Muhammadiyah 1 Lendah
2. Mengetahui Kompetensi apa saja yang dibutuhkan oleh industri otomotif kendaraan ringan di Yogyakarta namun tidak di laksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Lendah
3. Mengetahui tingkat relevansi kompetensi keahlian otomotif Teknik Otomotif Kendaraan Ringan yang diajarkan di SMK Muhammadiyah 1 Lendah terhadap kebutuhan industri otomotif Kendaraan ringan khusunya di Yogyakarta.
F. Manfaat Penelitian
Diharapkan proses dan hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat sebagai berikut:
1. Bagi Universitas Negeri Yogyakarta
Dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk penelitian ini, diharapkan memberikan sumbangsih pengetahuan tentang relevansi kompetensi
keahlian otomotif khususnya jurusan Teknik Otomotif yang harus diajarkan di sekolah menegah kejuruan.
2. Bagi Sekolah
Fakta hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai masukan maupun bahan pertimbangan bagi sekolah menengah kejuruan, khususnya SMK Muhammadiyah 1 Lendah untuk mengetahui kompetensi apa saja yang dibutuhkan untuk memasuki dunia industri otomotif sekarang, sehingga dapat meningkatkan kualitas sumberdaya lulusan.
3. Bagi Industri Otomotif
Memperoleh tenaga kerja professional yang siap kerja dan memiliki kompetensi untuk bersaing di dunia industri otomotif sekarang.
4. Bagi Penulis
Sebagai wadah untuk menerapkan teori-teori yang diperoleh selama menjalani studi, dapat menambah wawasan keilmuan, serta pengalaman untuk melatih ketrampilan menulis. Penelitian ini adalah karya tulis yang digunakan sebagai syarat mendapatkan gelar sarjana pendidikan bagi penulis sendiri.