• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN | Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN | Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Banyak permasalahan yang terjadi dalam peningkatan taraf kesehatan masyarakat sehubungan gaya hidup yang kurang sehat ialah unhealthy lifestyle berujung pada munculnya berbagai macam penyakit metabolik dan makin sulitnya penanganan penyakit-penyakit tersebut. Salah satu contoh klasik yang menjadi momok masyarakat dalam gaya hidup tersebut adalah Diabetes Melitus.

Penyakit tidak menular (PTM) salah satunya adalah Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit degenerative yang mengalami peningkatan setiap tahun di Negara-negara seluruh dunia. Menurut International of Diabetic Federation (IDF, 2015) tingkat prevalensi global penderita DM pada tahun 2015 sebesar 8,3% dari keseluruhan penduduk dunia, dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 387 juta kasus.

Angka kejadian DM menurut Riskesdas (2013), terjadi peningkatan dari 1,1 % ditahun 2007 meningkat menjadi 2,1 % ditahun 2013 dari keseleruhan penduduk sebanyak 250 juta jiwa.

Menurut Perkeni (2011) pengelolaan diabetes meliputi perencanaan makan, latihan jasmani, pengelolaan farmakologis, dan edukasi. Pengelolaan ini bertujuan untuk memperbaiki kelainan kadar gula darah, lipid maupun berbagai kelainan metabolik lain pada pasien diabetes. Oleh karena itu, pemeliharaan asupan makanan, pemeliharaan kesehatan serta kualitas hidup yang baik dapat menghindari dan menjaga dari gejala hiperglikemik, hipoglikemik dan membebaskan dari komplikasi jangka panjang yang mungkin terjadi.

Walaupun kepatuhan pasien terhadap prinsip gizi dan perencanaan makan merupakan salah satu kendala pada pelayanan diabetes, terapi gizi merupakan komponen utama keberhasilan penatalaksanaan diabetes.

Selain penderita Diabetes Melitus patuh terhadap dietnya melalui makanan, juga dapat berpengaruh pada perubahan kadar gula darah menjadi normal dan dapat mengangkat dan memelihara serta mempertahankan sendiri tingkat kesehatannya secara optimal.

Peningkatan pengetahuan bagi penderita Diabetes Melitus dapat dilakukan melalui pemberian konseling gizi. Untuk melakukan konseling gizi sendiri, ada beberapa

(2)

Pendekatan multimedia selama proses belajar dapat membantu pasien untuk menguasai informasi dengan lebih efektif (Bastable, 2006).

Selain itu, hasil penelitian Heriansyah, (2014) menunjukkan bahwa dalam kelompok perlakuan termasuk kategori kurang patuh dalam melakukan diet. Hal ini kemungkinan dikarenakan rumitnya pengaturan makan diabetes, walaupun ada panduan berupa booklet. Jika penderita beranggapan bahwa itu adalah suatu hal yang rumit maka mereka enggan untuk mencoba dan melaksanakannya. Lamanya menderita DM juga membuat para penderita putus asa dengan upaya pengelolaan Diabetes Melitus dan berpikir.

Hasil profil kesehatan Malang tahun 2014, Diabetes Melitus termasuk dalam urutan ke-4 dalam 10 besar penyakit di Kota Malang. Berdasarkan hasil dari Riskesdas tahun 2013, prevalensi kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kota Malang Jawa Timur yaitu 2,3%. Hasil survei pendahuluan di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang prevalensi kejadian Diabetes Melitus yaitu sebanyak 2,7%.

Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Perbedaan Konseling Gizi dengan menggunakan Media Pemanfaatan Box Diet Diabetes Melitus dan Buku Foto Makanan terhadap Tingkat Konsumsi dan Kadar Gula Darah pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang”.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana perbedaan Konseling Gizi dengan menggunakan Media Pemanfaatan Box Diet Diabetes Melitus dan Buku Foto Makanan terhadap Tingkat Konsumsi dan Kadar Gula Darah pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang?

(3)

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Mengetahui perbedaan Konseling Gizi dengan menggunakan Media Pemanfaatan Box Diet Diabetes Melitus dan Buku Foto Makanan terhadap Tingkat Konsumsi dan Kadar Gula Darah pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang

2. Tujuan Khusus

1. Mengetahui karakteristik pasien rawat jalan Diabetes Melitus di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang.

2. Mengetahui Perbedaan Tingkat Konsumsi sebelum dan sesudah menggunakan Media Box Diet Diabetes Melitus di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang 3. Mengetahui Perbedaan Kadar Gula Darah sebelum dan sesudah menggunakan

Media Box Diet Diabetes Melitus di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang 4. Mengetahui Perbedaan Tingkat Konsumsi sebelum dan sesudah menggunakan

Media Buku Foto Makanan di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang

5. Mengetahui Perbedaan Kadar Gula Darah sebelum dan sesudah menggunakan Media Buku Foto Makanan di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang

6. Mengetahui Perbedaan Tingkat Konsumsi pada Media Box Diet Diabetes Melitus dan Media Buku Foto Makanan

7. Mengetahui Perbedaan Kadar Gula Darah pada Media Box Diet Diabetes Melitus dan Media Buku Foto Makanan

D. Manfaat Peneltiian

Beberapa manfaat penelitian ini adalah : 1. Bagi Pasien Diabetes Melitus

Dapat menambah alat bantu untuk merubah perilaku serta kebiasaan makan pada diet Diabetes Melitus terutama pada tingkat konsumsi.

(4)

2. Bagi Puskesmas

Dapat memberikan gambaran pengaruh pemberian media edukasi baru tentang diet Diabetes Melitus dan meningkatkan pelayanan kepada pasien terutama pasien Diabetes Melitus.

(5)

E. Kerangka Konsep

Farmakologi Pasien Diabetes

Melitus

Pilar pengobatan Diabetes Melitus

Konseling gizi Aktifitas

fisik

Terapi nutrisi

Edukasi Kadar gula darah puasa

>126 mg/dL

: Diteliti Keterangan :

Kadar gula darah normal Tingkat konsumsi (Energi, Protein, Lemak

dan Karbohidrat) Media

Box Diet DM

Media Buku Foto

Makanan

(6)

Dari kerangka konsep\ diatas dapat dijelaskan bahwa penyakit diabetes mellitus ditandai dengan tingginya kadar gula darah, pada penelitian ini menggunakan kadar gula darah puasa sebagai dengan parameter. Penyakit diabetes mellitus dikenal 4 pilar penting dalam mengontrol perjalanan penyakit dan komplikasi. Empat pilar tersebut adalah edukasi, terapi nutrisi, aktifitas fisik dan farmakologi. Namun pada aktifitas dan farmakologi tidak diteliti pada penelitian ini, hanya pada terapi nutrisi dan edukasi. Dari kedua pilar yang diteliti tersebut diberikan konseling gizi kepada pasien diabetes mellitus dengan menggunakan media sebagai alat bantu saat memberikan materi yaitu dengan menggunakan media box diet diabetes mellitus dan media buku foto makanan. Setelah diberikan konseling gizi menggunakan media tersebut diharapkan dapat mempengaruhi pada tingkat konsumsi meliputi energy, protein, lemak dan karbohidrat serta kadar gula darah mencapai normal.

Hipotesis :

H1 : Ada perbedaan Konseling Gizi dengan menggunakan Media Pemanfaatan Box Diet Diabetes Melitus dan Buku Foto Makanan terhadap Tingkat Konsumsi dan Kadar Gula Darah pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Konseling Gizi Terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Berdasarkan Pengetahuan dan Kepatuhan Diet Penderita Diabetes Melitus di Poliklinik Gizi RSUD

Dalam penelitian Asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus dengan masalah ketidakpatuhan diet Diabetes Melitus meliputi: jumlah /takaran makan responden gelas, sendok makan,

Ada hubungan tingkat konsumsi energi dengan status gizi remaja di SMP Negeri 3 Kota Malang Body Image Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Karbohidrat dan Lemak Status Gizi Faktor

Rumusan Masalah Apakah ada perbedaan konseling gizi menggunakan media booklet dan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan ibu, tingkat konsumsi energi dan protein pada anak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling gizi terhadap kebiasaan makan dan aktivitas fisik pada pada penderita Diabetes Melitus tipe II di Puskesmas Janti Kota

Tujuan umum Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling gizi terhadap tingkat pengetahuan, hubungan tingkat pengetahuan terhadap tingkat konsumsi energi,

Kerangka Konsep Diabetes Mellitus Tipe II Keterangan garis : Variabel yang diteliti : Variabel yang tidak diteliti : Terapi Gizi Medis Formulasi flakes dengan pemanfaatan bahan

Berdasarkan latar belakang, penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh konseling gizi terhadap tingkat pengetahuan ibu, tingkat konsumsi energi, protein, vitamin C, vitamin E,