• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masa kehamilan adalah salah satu fase penting untuk perkembangan anak dimana janin dan calon ibu akan membutuhkan asupuan gizi optimal serta kondisi tubuh yang fit selama masa kehamilan. Pada masa kehamilan sering didapatkan kondisi patologis yang dapat berimplikasi buruk terhadap perkembangan optimal dari janin dan juga mengancam kesehatan ibu. Dari sekian banyak kondisi patologis pada ibu hamil, yang sekarang semakin banyak ditemukan pada masyarakat adalah kasus HIV pada ibu hamil. (Subawa, 2015)

Faktor risiko transmisi HIV pada ibu hamil antara lain adalah tingkat pendidikan suami yang rendah, memiliki kondisi ginekologi, konsumsi alkohol, riwayat dirawat di rumah sakit, suami bekerja berpindah-pindah tempat, dan tinggal di perkotaan. Ibu hamil yang terinfeksi HIV memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami aborsi spontan, kehamilan ektopik, dan terjadinya penularan HIV dari ibu ke anak. Penularan dapat terjadi pada masa kehamilan, saat me lahirkan, dan saat pemberian ASI (Subawa, 2015).

Meskipun program penanganan HIV sudah sangat digalakan, namun angka prevalensi HIV masih cukup tinggi di beberapa negara. Menurut WHO pada tahun 2017 terdapat 36,9 juta orang hidup dengan HIV, dengan 1,8 juta infeksi baru di tahun yang sama. Di Indonesia Berdasarkan Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan RI (InfoDATIN) 2017 ada 27.975 orang yang terinfeksi HIV, sedangkan provinsi dengan jumlah infeksi HIV terbesar adalah Jawa Timur dengan prevalensi 8.204 orang.

(2)

2 Nutrisi dan HIV sangat terkait, HIV menyebabkan kerusakan kekebalan tubuh yang memicu terjadinya malnutrisi sehingga menyebabkan defisiensi kekebalan tubuh lebih lanjut, dan berkontribusi terhadap perkembangan infeksi HIV yang cepat menuju ke fase AIDS (Tanan, 2017). Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kekurangan gizi pada orang yang terinfeksi HIV adalah berkurangnya nafsu makan, yang dapat terjadi karena kesulitan menelan makanan akibat infeksi seperti sariawan atau oesofagitis yang disebabkan oleh Candida, yang merupakan infeksi oportunistik umum pada orang yang terinfeksi HIV (Duggal et al., 2012). Jumlah pasien HIV yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo sebanyak 94 orang. Saat ini belum dilakukan penelitian tentang asuhan gizi pada pasien ibu hamil dengan HIV di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo.

Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian Asuhan Gizi Pada Pasien Ibu Hamil Dengan HIV Di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana Asuhan Gizi Pada Pasien Ibu Hamil Dengan HIV Di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo ?

C. Tujuan

1. Tujuan Umum

Mengetahui Asuhan Gizi Pada Pasien Ibu Hamil Dengan HIV Di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo.

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi karakteristik pasien meliputi usia, status kehamilan, dan diagnosis penyakit.

b. Mengetahui assessment yaitu data antropometri, biokimia, fisik klinis, dan riwayat gizi pasien.

c. Mengetahui diagnosa gizi pasien.

d. Mengetahui intervensi gizi pasien.

e. Mengetahui monitoring dan evaluasi gizi pasien.

(3)

3 D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber informasi dan pengetahuan mengenai pelaksanaan asuhan gizi pada pasien Ibu Hamil Dengan HIV Di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo.

2. Manfaat Praktis

Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi informasi bagi masyarakat tentang pelaksanaan asuhan gizi pada pasien Ibu Hamil Dengan HIV Di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Dewi, dkk 2013 anemia gizi besi adalah kekurangan kadar hemoglobin Hb dalam darah yang disebabkan karena kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan Hb tersebut.. Di

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut terkait pola menu, standar porsi, ketersediaan energi dan zat gizi, serta kepuasan konsumen dalam penyelenggaraan

Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan menjadi referensi perkembangan ilmu dibidang gizi untuk menambah khazanah ilmu dalam menanggulangi ibu hamil

1.2 Rumusan Masalah Apakah ada pengaruh pendampingan gizi pada balita stunting usia 6-59 bulan dengan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian makan,

Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini secara teoritis diharapkan dapat digunakan untuk memberikan informasi dalam bidang gizi tentang pengaruh penyuluhan dengan media permainan ular

Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang kebiasaan sarapan, status gizi dan prestasi belajar pada murid kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Darul Qur’an

Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan referensi untuk penelitian lain terutama tentang edukasi gizi terhadap terhadap tingkat pengetahuan, tingkat

2016 menyatakan dalam menangani pasien dengan penyakit gagal ginjal kronis, ahli gizi rumah sakit akan melakukan tindakan diantaranya adalah asuhan gizi yang merupakan proses pelayanan