• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN - Repository UHN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN - Repository UHN"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

Tujuan penilaian adalah untuk mencapai hasil yang tinggi dan menjamin keamanan bank dalam memberikan pinjaman. Memastikan penyaluran kredit yang aman akan memberikan dampak positif bagi perbankan dengan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dibangun sistem pengendalian internal yang tepat agar efisien dan berhasil dalam pemberian kredit.

Data jumlah kredit konsumer dan persentase kredit bermasalah (NPL) pada PT. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan topik “Analisis efektivitas pengendalian internal pemberian kredit pada PT. Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang akan kami kaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimanakah pengendalian internal dalam persetujuan kredit PT.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi perbankan mengenai efektivitas pengendalian internal pemberian kredit pada PT. Penelitian ini merupakan peluang untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam praktik mengenai pengendalian internal dan sistem perkreditan. Dapat menjadi referensi dan pedoman untuk melanjutkan penelitian ini dimasa yang akan datang khususnya penelitian pengendalian internal dan sistem pemberian kredit.

Pada tahap analisis kredit sebelum permohonan kredit disetujui, perusahaan harus yakin bahwa kredit yang diberikan benar-benar akan dilunasi.

Jenis-Jenis Kredit

Ukuran bagaimana nasabah membayar kembali kredit yang diambilnya atau dari sumber mana uang untuk pelunasan kredit itu berasal. Dengan cara ini, kredit yang diajukan mempunyai peluang lebih besar untuk disetujui oleh lembaga keuangan. Kredit investasi adalah kredit yang diberikan kepada perusahaan untuk memperluas kegiatannya, membangun proyek atau pabrik baru, atau untuk tujuan rehabilitasi.

Kredit perdagangan adalah kredit yang diberikan dengan tujuan untuk memperlancar kegiatan usaha debitur di bidang perdagangan. Kredit jangka pendek adalah kredit yang jangka waktunya kurang dari satu tahun atau paling lama satu tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja. Kredit jangka menengah adalah jangka waktu kredit yang berkisar antara satu tahun sampai tiga tahun, biasanya untuk investasi.

Kredit dengan agunan adalah kredit yang diberikan dengan agunan yang dapat berupa barang berwujud maupun tidak berwujud atau agunan terhadap orang. Kredit jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha dan karakter serta loyalitas reputasi debitur selama ini. Dalam hal ini kredit peternakan adalah untuk pembiayaan jangka pendek, misalnya peternakan ayam dan kambing atau sapi jangka panjang.

Kredit pendidikan adalah kredit yang diberikan untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan atau dapat juga dalam bentuk kredit kepada peserta didik. Kredit dapat dibedakan menurut pemulihannya atau pengklasifikasian kreditnya, yaitu kredit lancar dan kredit bermasalah berdasarkan kriteria. Penilaian peringkat kredit secara kualitatif didasarkan pada prospek usaha debitur dan kondisi keuangan perusahaan debitur.

Klasifikasi kredit menurut kuantitatif didasarkan pada pembayaran angsuran yang dilakukan debitur, sebagaimana tercantum dalam rincian bank. Menurut Ismail dalam bukunya Akuntansi Bank, pinjaman perform adalah pengklasifikasian kredit berdasarkan kualitas kredit nasabah yang fleksibel dan/atau menunggak sampai dengan 90 hari. Pinjaman berkinerja dibagi menjadi dua, yaitu:

Kredit lancar

Kredit dalam perhatian khusus

Kredit Kurang Lancar

Kredit Diragukan

Kredit Macet

Tujuan dan Fungsi Kredit 1. Tujuan Kredit

Meningkatnya aktivitas perekonomian masyarakat akan mampu menyerap angkatan kerja dan pada gilirannya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal ini dapat mengurangi angka pengangguran di negeri ini. Penerima dan/atau pemberi pinjaman dari negara lain dapat meningkatkan hubungan kerja sama di bidang lain, untuk mencapai tujuan perdamaian dunia.

Pengendalian Intern

  • Pengertian Pengendalian Intern
  • Tujuan Sistem Pengendalian Intern

Sistem pengendalian internal adalah suatu struktur organisasi, metode dan ukuran yang dikoordinasikan untuk melindungi aset organisasi, untuk mengendalikan keakuratan dan keandalan data akuntansi, untuk mendorong efisiensi dan untuk mendorong kepatuhan terhadap kebijakan manajemen.” 8. Seperangkat kebijakan dan prosedur untuk melindungi aset atau kekayaan perusahaan dari segala bentuk penyalahgunaan, menjamin tersedianya informasi akuntansi perusahaan yang akurat dan memastikan ketentuan atau peraturan hukum serta kebijakan manajemen dihormati atau dilaksanakan dengan baik oleh seluruh karyawan perusahaan." 9. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal adalah suatu proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi yang terdiri dari berbagai kebijakan, prosedur, teknik, peralatan, fisik, dokumentasi dan orang-orang.

Suatu pengendalian yang efektif dan efisien sangat diperlukan bagi suatu organisasi atau perusahaan, karena dengan adanya sistem pengendalian internal diharapkan segala sesuatu yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan dengan baik.

Menjaga kekayaan organisasi

Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi

Pengendalian internal dirancang untuk memastikan bahwa proses pengolahan data akuntansi akan menghasilkan informasi keuangan yang akurat dan andal karena data akuntansi mencerminkan perubahan aset perusahaan.

Mendorong efesiensi

Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen

Unsur-Unsur Sistem Pengendalian Intern

Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas

Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan

Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit dan organisasi

Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya. 11

Komponen Pengendalian Intern

Komponen pengendalian internal ini merupakan suatu proses pencapaian yang harus dilakukan oleh organisasi dan manajemen untuk mencapai tujuan keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasional serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kerangka pengendalian internal yang digunakan oleh sebagian besar perusahaan Amerika dikeluarkan oleh Committee of Sponsoring Organizations (COSO). Lingkungan pengendalian merupakan dasar bagi seluruh komponen pengendalian internal atau merupakan landasan bagi komponen lainnya.

Pengendalian sistem informasi meliputi dua cara, yaitu pengendalian umum, meliputi pengendalian akses, pengembangan perangkat lunak dan sistem, serta pengendalian aplikasi, termasuk pencegahan dan pendeteksian transaksi yang tidak sah, yang berfungsi untuk menjamin kelengkapan, keakuratan, otorisasi, dan keabsahan proses transaksi. . Sistem informasi yang relevan untuk tujuan pelaporan keuangan, termasuk sistem akuntansi, terdiri dari metode dan catatan yang dirancang untuk mencatat, memproses, meringkas dan melaporkan transaksi entitas (baik peristiwa maupun kondisi) dan untuk memperhitungkan aset, kewajiban, dan ekuitas yang terlibat. Komunikasi yang antara lain memberikan wawasan mengenai peran tanggung jawab individu sehubungan dengan pengendalian internal atas pelaporan keuangan.

Manajemen memantau pengendalian internal untuk mempertimbangkan apakah pengendalian tersebut telah disesuaikan secara tepat jika terjadi perubahan keadaan.

Efektivitas

  • Pengertian Efektivitas
  • Efektivitas Pengendalian Intern Pemberian Kredit
  • Kriteria Pengendalian Intern Pemberian Kredit Yang Efektif

Artinya pengertian efektifitas yang penting hanyalah hasil atau tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini diterapkan prinsip perkreditan yang lebih dikenal dengan prinsip 5C yaitu character, capacity, capital, security dan financial condition. Selain itu, perlu dilakukan prosedur pemberian kredit yang meliputi permohonan kredit, analisis kredit, keputusan kredit, perjanjian kredit, dan pencairan kredit.

Selain memenuhi prinsip dan tata cara pemberian kredit, suatu sistem pemberian kredit dapat dikatakan efektif apabila pinjaman tersebut dapat dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan besaran bunga yang telah ditentukan. , maka efektifitas sistem penyaluran kredit akan tercapai. Selain itu jika dilihat dari unsur-unsur penyebab kegagalan sistem perkreditan pada dasarnya adalah unsur pengendalian internal.

13 Munawaroh, “Peran Pengendalian Intern Dalam Mendukung Efektivitas Sistem Penyaluran Kredit Usaha Kecil Menengah (Studi Kasus Pada Cabang Koperasi Pegawai BRI Kediri),” jurnal manajemen dan kewirausahaan, vol.13, no.1, Maret https://jurnalmanajemen.petra .ac.id/index.php/man/article/view. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa apabila pengendalian intern sudah memadai maka akan mengingatkan pelaksanaan keputusan perkreditan yang baik dan mengurangi terjadinya kredit bermasalah yang disebut juga dengan kredit macet. Harus ada sistem pengendalian intern yang baik dalam artian adanya pemisahan fungsi antara pejabat pemberi pinjaman dengan pejabat pemberi persetujuan pinjaman.

Harus ada sistem pengendalian intern yang baik dalam arti ada pemisahan fungsi antara pejabat yang menyetujui kredit, yang

Harus ada kebijakan perkreditan tertulis yang telah disetujui direksi

Harus ada aparat yang kompeten yang akan memproses kredit. Artinya para pengelola kredit di koperasi harus mempunyai pengetahuan yang

Harus ada fungsi review terhadap kredit yang telah diberikan dan manajemen harus selalu memantau pelaksanaan review serta

14Andeson Marbun, Tesis: Peran Pengendalian Internal Dalam Mendukung Efektivitas Sistem Penyaluran Kredit Usaha Kecil Menengah (Studi Kasus Koperasi Simpan Pinjam Artha Jaya Sentosa Jakarta), Universitas Widyatama, Bandung, 2006, hal.

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Objek Penelitian
  • Populasi dan Sampel
    • Populasi
    • Sampel
  • Jenis dan Sumber Data Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Metode Analisis Data

Sesuai dengan saran tersebut, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan atau rekanan bagian kredit PT. Dengan demikian, sampel untuk penelitian ini adalah karyawan atau karyawan dari masing-masing bagian kredit di PT. Data kualitatif juga dapat diartikan sebagai data yang berbentuk kategorisasi, ciri-ciri yang berupa pertanyaan atau kata-kata.

Data kualitatif juga berupa data yang dikumpulkan melalui catatan dan dokumen perusahaan serta data yang dikelola perusahaan. Untuk menjawab permasalahan yang diteliti dan dibahas dalam penelitian ini, diperlukan sejumlah data tertentu yang akan diolah menjadi informasi. Data diperoleh dari wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini yaitu pihak-pihak yang terlibat dalam pemberian kredit kepada PT.

Data sekunder merupakan data yang diperoleh langsung dari perusahaan berupa bukti-bukti dan dokumen pada saat persetujuan kredit PT. Informasi yang diperoleh dari perusahaan adalah gambaran perusahaan, struktur organisasi, jenis layanan kredit yang ditawarkan dan tata cara pemberian kredit pada perusahaan. Metode kuesioner yaitu menanyakan sejumlah pertanyaan tertulis kepada karyawan untuk mengetahui informasi spesifik terkait pengendalian internal dalam pemberian kredit.

Dokumentasi, yaitu pengumpulan data berdasarkan dokumen dan laporan tertulis lainnya yang berhubungan langsung dengan penelitian ini. Penelitian ini diperlukan sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian di lapangan, sebagai pedoman yang handal dalam pembahasan permasalahan sebagai dasar perbandingan praktek di lapangan. Metode deskriptif adalah suatu metode meneliti suatu objek, dimana data yang dikumpulkan disusun, diinterpretasikan dan dianalisis untuk memberikan informasi yang lengkap untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan gambaran, gambaran, fakta, ciri-ciri dan hubungan antara fenomena yang diteliti secara sistematik, terkini dan akurat. Penggunaan metode champion ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dikutip dari jurnal Magdalena Daos, Yohana Febiani Angi dengan judul Penerapan Sistem Pengendalian Intern Dalam Perlakuan Akuntansi Persediaan Barang Dagang Pada UD. 18Magdalena Daos, Yohana Febiani Angi, Penerapan sistem pengendalian internal dalam penanganan akuntansi persediaan barang dagangan pada UD.

Referensi

Dokumen terkait

The World Health Organization WHO recommends exclusive breastfeeding for the first 6 months of life, and continuing for 2, or more years while introducing appropriate complimentary