• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN - Repository UHN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN - Repository UHN"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

Selain itu, manajemen laba juga mempengaruhi kualitas laporan keuangan sehingga investor tidak mendapatkan informasi yang benar. Oleh karena itu, audit yang berkualitas dapat membatasi praktik manajemen laba sehingga dapat menyajikan laporan keuangan yang bertanggung jawab. Namun jika auditor tidak independen maka kecil kemungkinannya untuk melakukan intervensi terhadap manajemen laba (Ni Wayan Asri Mustika dan Made Yenni Latrini, 2018).

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Teori Keagenan (Agency Theory) .1 Pengertian Teori Keagenan

  • Hubungan antara prinsipal dan agen
  • Teori agenan dalam praktik akuntansi

Hubungan keagenan merupakan pemisahan fungsi antara kepemilikan investor dan pengendalian manajemen. Masalah keagenan muncul karena adanya peluang yang dimiliki agen, yaitu perilaku manajemen untuk memaksimalkan kesejahteraannya sendiri, yang bertentangan dengan kepentingan prinsipal.5. Manajemen tidak menanggung risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan, dan risiko sepenuhnya ditanggung oleh pemegang saham.

Kualitas Audit

  • Pengertian Kualitas Audit
  • Indikator mengukur kualitas audit

Ini adalah interaksi penghindaran risiko relatif antara manajer dan pemilik perusahaan yang menciptakan beberapa masalah paling menarik dalam teori keagenan bagi akuntan. Asimetri informasi merupakan pembahasan terkini dalam bidang teori keagenan yang berfokus pada permasalahan yang disebabkan oleh ketidaklengkapan informasi. Misalnya, pemilik perusahaan mungkin tidak mengetahui preferensi manajer perusahaan, sehingga tidak sulit bagi keduanya untuk melakukan perhitungan yang disebutkan sebelumnya.

Kualitas audit adalah kemungkinan seorang auditor akan mendeteksi dan melaporkan salah saji material dalam laporan keuangan klien. Menurut Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP), suatu audit yang dilakukan oleh seorang auditor dikatakan berkualitas baik apabila memenuhi ketentuan atau standar audit. Mutu audit merupakan suatu pemeriksaan yang sistematis dan independen untuk menentukan kegiatan, mutu dan hasil sesuai dengan pengaturan yang direncanakan dan apakah pengaturan tersebut telah dilaksanakan secara efektif dan sesuai dengan tujuan.”

Kualitas Audit merupakan suatu hasil yang dicapai oleh subjek atau objek untuk mencapai suatu tingkat kepuasan, sehingga akan menimbulkan keinginan subjek atau objek untuk mengevaluasi suatu kegiatan.” 6 Aisyah Fitrani Hamid, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit (Studi pada Kantor Akuntan Publik di DKI Jakarta), hal 3. Kesimpulan dari ketiga definisi kualitas audit adalah seorang akuntan bersifat proporsional dalam mendeteksi dan melaporkan kecurangan yang terjadi pada perusahaan klien.

Deteksi salah saji

Kesesuaian dengan standar umum yang berlaku

Kepatuhan terhadap SOP

Ketika melakukan audit atas laporan keuangan, auditor harus memperoleh pengetahuan yang cukup tentang perusahaan untuk mengidentifikasi dan memahami peristiwa, transaksi, dan praktik yang, menurut pertimbangan auditor, diperkirakan mempunyai dampak material terhadap laporan keuangan atau laporan pemeriksaan. atau mengaudit. laporan. Berdasarkan Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN), kualitas pemeriksaan diukur berdasarkan hal-hal berikut (Efendy, 2010).

Kualitas proses (Keakuratan temuan audit, sikap skeptisme)

Kualitas Hasil (Nilai rekomendasi, kejelasan laporan, manfaat audit)

Kualitas tindak lanjut hasil audit

  • Faktor – faktor yang mempengaruhi kualitas audit
  • Manajemen laba
    • Pengertian Manajemen Laba
    • Tujuan dan Motivasi Manajemen Laba

Tekanan waktu yang dialami auditor dapat mempengaruhi menurunnya kualitas audit karena auditor dituntut untuk menyampaikan hasil audit yang baik dalam waktu yang dijanjikan kepada klien. Audit yang berkualitas sangat penting untuk memastikan bahwa profesi akuntansi memenuhi tanggung jawabnya terhadap investor, masyarakat umum dan pemerintah serta pihak lain yang mengandalkan kredibilitas laporan keuangan yang diaudit dengan menjaga etika yang tinggi. Poin penting dari definisi di atas adalah bahwa audit yang bermutu adalah audit yang dilakukan oleh orang-orang yang berkompeten dan independen.

Manajemen laba adalah intervensi yang disengaja dalam proses pelaporan keuangan eksternal untuk mendapatkan keuntungan pribadi (bukan memfasilitasi operasi netral dari proses tersebut). Manajemen laba adalah tindakan manajer yang meningkatkan (menurunkan) laba yang dilaporkan unit-unit yang berada di bawah tanggung jawabnya, yang tidak ada hubungannya dengan peningkatan atau penurunan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.” Manajemen laba terjadi ketika manajer menggunakan pertimbangan dalam keuangan. laporan dan penyusunan transaksi untuk mengubah laporan keuangan, sehingga menipu pihak yang berkepentingan tentang kinerja ekonomi perusahaan atau untuknya.

Kesimpulan dari ketiga definisi tersebut adalah manajemen laba merupakan suatu tindakan yang sengaja dilakukan oleh manajemen untuk mempengaruhi laba akuntansi yang dilaporkan. Ada beberapa alasan untuk melakukan manajemen laba: Manajemen laba dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham terhadap manajer. Manajemen laba terkait erat dengan tingkat keuntungan organisasi atau kinerja bisnis. Sebab, besar kecilnya keuntungan atau profit dikaitkan dengan kinerja manajemen dan juga besar kecilnya bonus yang akan diterima manajer.

Manajer yang mempunyai informasi mengenai laba bersih perusahaan akan bertindak oportunis untuk melakukan manajemen laba dengan cara memaksimalkan laba saat ini.

Taxation Motivation (Motivasi Perpajakan)

Perusahaan yang terancam gagal bayar yaitu tidak memenuhi kewajiban pembayaran utangnya tepat waktu, perusahaan berusaha menghindari hal tersebut dengan membuat kebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan dan laba. Hal ini akan memberikan posisi tawar yang relatif baik dalam negosiasi atau penjadwalan kembali utang antara kreditur dan perusahaan.

Pergantian CEO

Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Saham Perdana

Motivasi Program Bonus

Apabila laba bersih perusahaan pada tahun tertentu rendah (di bawah bogey), maka tindakan manajer adalah mengurangi pendapatan agar laba perusahaan menjadi rendah (mandi) dengan tujuan memperoleh bonus pada tahun berikutnya. Sedangkan jika laba bersih perusahaan pada tahun tertentu tinggi maka tindakan yang dilakukan manajer adalah dengan mengurangi pendapatan sehingga laba perusahaan menjadi rendah. Intinya, manajer akan melakukan manajemen laba ketika laba bersih berada di antara bogey dan cap.

Pada saat yang sama, rendahnya laba dan return saham mengikuti periode imbal hasil yang tinggi disertai dengan insider sell.” Menurut (Ika Afiffah, Kartika Hendra Titisari, Anita Wijayanti, 2018) ada tiga faktor yang dapat dikaitkan dengan naiknya laba. praktik manajemen Yang pertama adalah manajemen laba, faktor ini biasanya berkaitan dengan seluruh aktivitas yang dapat mempengaruhi arus kas, namun juga laba yang secara pribadi berada di bawah kewenangan manajer (manager diskresi).

Faktor ini berkaitan dengan keputusan manajer untuk menerapkan kebijakan akuntansi yang harus diterapkan perusahaan, yaitu apakah ia akan menerapkannya sebelum waktu tertentu atau akan menundanya hingga kebijakan tersebut diterapkan.

Motivasi Politik (Political Motivations)

Motivasi Perpajakan (Taxation Motivations)

Perubahan tarif pajak pada tahun 1987 di Amerika akibat adanya TRA (Tax Reform Act) merupakan akibat dari memaksimalkan pengembalian pajak yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan yang mengalami kerugian pada tahun tersebut karena pengembalian tersebut didasarkan pada tarif pajak yang berlaku pada tahun tersebut. . pajak telah ditarik. Hipotesis program bonus memperkirakan bahwa ketika waktu pengunduran diri CEO semakin dekat, tindakan yang diambil adalah memaksimalkan keuntungan untuk meningkatkan bonusnya. Sementara itu, CEO yang berkinerja buruk akan melakukan manajemen laba untuk memaksimalkan keuntungannya dengan tujuan mencegah atau menunda pemecatannya.

Motivasi untuk melakukan manajemen laba juga dapat dilakukan oleh CEO baru, terutama jika terjadi biaya-biaya pada tahun transisi, dengan menghilangkan operasi yang tidak diinginkan atau divisi yang tidak menguntungkan. Perusahaan yang go public belum memiliki nilai pasar, hal ini menyebabkan manajer perusahaan melakukan manajemen laba dalam prospektusnya. Tidak menutup kemungkinan para pengelola perusahaan yang go public akan mengelola prospektusnya dengan harapan dapat meningkatkan harga saham.

Motivasi Perjanjian Utang (Debt Covenants Motivations)

  • Faktor Pendorong Manajemen Laba
  • Teknik Manajemen Laba

Memanfaatkan peluang untuk membuat estimasi akuntansi

Mengubah metode akuntansi

Menggeser periode biaya atau pendapatan

  • Bentuk Strategi Manajemen Laba Strategi untuk membuat manajemen laba antara lain
  • Kantor Akuntan Publik
    • Pengertian Kantor Akuntan Publik
    • Bidang Jasa Akuntan Publik
    • Tugas Akuntan Publik
    • Sejarah The Big Four
    • Data The Big Four (KAP) 1. Deloitte Touche Tohmatsu
  • Auditor spesialis industri
    • Pengertian Auditor spesialis industri
    • Faktor – Faktor Penentu Tingkat Speisalisasi auditor
  • Independensi auditor
    • Pengertian Independensi auditor
    • Dimensi dari Independensi
    • Integritas dan objektivitas
  • Kerangka Teori

Akuntan publik merupakan profesi yang memberikan jasa akuntansi secara profesional, independen, namun sesuai dengan kode etik profesionalisme dan telah memperoleh izin negara untuk melakukan aktivitasnya. Kantor akuntan publik adalah suatu badan usaha yang menjadi tempat pelaksanaan berbagai jasa akuntan publik7. Akuntan publik adalah seseorang yang memperoleh izin dari pemerintah daerah untuk melakukan praktek dan menawarkan jasanya kepada masyarakat untuk mengaudit laporan keuangan.”

Auditor adalah auditor yang diberi wewenang oleh Menteri Keuangan atau pejabat lain yang berwenang untuk melakukan praktik akuntansi publik.” Kesimpulan dari beberapa pendapat para ahli, akuntan adalah seorang profesional yang menawarkan keahlian di bidang akuntansi sesuai dengan standar yang berlaku. Jasa atestasi: Auditor membantu secara independen dan independen. kompeten untuk memberikan pernyataan atau pertimbangan yang wajar kepada masyarakat mengenai pernyataan bahwa badan usaha tersebut memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Jasa non-estetika: bidang akuntan publik ini dapat mencakup jasa-jasa yang berkaitan dengan akuntansi, manajemen, kompilasi, perpajakan dan konsultasi. Jasa Penasihat Manajemen, akuntan publik dapat memberikan nasihat kepada manajemen bisnis terkait akuntansi, perencanaan keuangan, dll. Rusaknya independensi menyebabkan munculnya auditor publik merusak kepercayaan masyarakat terhadap auditor pemerintah yang bersangkutan, bahkan secara vis-a-vis.

Risiko advokasi, yang terjadi jika tindakan akuntan publik terlalu erat kaitannya dengan kepentingan klien. Risiko pengaruh klien, yang terjadi jika Akuntan Publik mempunyai hubungan dekat yang berkelanjutan dengan klien, termasuk hubungan pribadi yang dapat menimbulkan intimidasi atau keramahan yang berlebihan dengan klien. 9 Lebih khusus lagi bagi profesi akuntan publik, Kode Etik Akuntan Indonesia pasal 6 ayat 1 menyatakan bahwa seorang akuntan publik harus menjaga sikap independensi.

Gambar 2.1 Kerangka Teori Kualitas Audit
Gambar 2.1 Kerangka Teori Kualitas Audit

METODE PENELITIAN

  • Desain Penelitian
  • Jenis Data
  • Sumber Data
  • Metode Pengumpulan Data
  • Metode Analisis Data

Oleh karena itu peneliti melakukan proses pengumpulan data berupa jurnal mengenai pengaruh kualitas audit terhadap manajemen laba. Pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka yaitu dengan mencari data yang digunakan dari buku teks, jurnal, artikel ilmiah, tinjauan pustaka yang berkaitan dengan pembahasan. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu mengumpulkan data sebanyak-banyaknya tentang faktor-faktor yang mendukung penelitian. Laporan deskriptif akan berupa kutipan data untuk memberikan gambaran mengenai penyajian laporan.

Tinjauan literatur yaitu dengan menelaah dan memahami buku, dokumen atau sumber tertulis lainnya yang relevan dan mendukung pengaruh kualitas audit terhadap manajemen laba. Penelitian perpustakaan bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan menggunakan berbagai bahan yang terdapat di ruang perpustakaan seperti buku, majalah, dokumen, catatan sejarah dan cerita dan sebagainya. Metode penelitian adalah metode atau alat yang digunakan peneliti untuk menjawab serangkaian pertanyaan yang dirumuskan dalam rumusan masalah.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dan mengumpulkan data mengenai pengaruh kualitas audit terhadap manajemen laba. Penelitian deskriptif adalah mengumpulkan data sebanyak-banyaknya mengenai faktor-faktor yang mendasari penelitian, dan laporan deskriptif berupa kutipan data untuk memberikan gambaran mengenai penyajian laporan. Selanjutnya teknik penelitian yang digunakan untuk menulis review ini adalah studi literatur yaitu meneliti dan memahami buku, dokumen atau sumber tertulis lainnya yang relevan dan mendukung pengaruh kualitas audit terhadap manajemen laba.

Tujuan penelitian kepustakaan adalah mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan berbagai bahan yang terdapat di ruang perpustakaan seperti buku, majalah, dokumen, dan lain-lain.

Referensi

Dokumen terkait