• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kegiatan ekonomi merupakan suatu aktivitas atau untuk mewujudkan kemakmuran dalam bidang perekonomian yang dicapai melalui tiga proses, yaitu proses produksi, proses distribusi, dan proses konsumsi (Utama, 2017).

Perkembangan dalam kegiatan ekonomi tentunya akan mendorong peningkatan dan pertumbuhan pada dunia usaha, dimana peluang usaha yang dapat dimanfaatkan menjadi semakin banyak (Putra & Widyawati, 2014). Tujuan didirikannya sebuah perusahaan adalah untuk mengoptimalkan kekayaan yang diterima oleh perusahaan atau pemegang saham (Pantow, Murni, & Trang, 2015).

Peningkatan kekayaan perusahaan tersebut dapat dicapai dengan meningkatkan penerimaan kas pada perusahaan agar sesuai dengan target yang diharapkan.

Kas sebagai salah satu aset perusahaan yang bersifat likuid harus dikelola dengan baik untuk menghindari terjadinya penyelewengan terhadap kas tersebut (Latifah & Widodo, 2016). Pengawasan dalam kegiatan keluar masuknya kas sangat dibutuhkan dalam perusahaan, karena kas merupakan salah satu elemen terpenting bagi perusahaan (P. D. Putra, 2015). Proses masuknya kas pada perusahaan merupakan salah satu faktor penting dalam penerimaan laba perusahaan, karena sebagian besar laba yang didapatkan oleh perusahaan berasal dari penerimaan kas perusahaan tersebut. Dalam sistem penerimaan dan pengeluaran kas diperlukan adanya prosedur yang baik yang nantinya akan sesuai dengan kebijakan manajemen yang telah ditetapkan (Suwandi & Rahayu, 2016).

(2)

Penerimaan dan pengeluaran kas yang dilakukan di luar prosedur yang telah ditentukan, akan memungkinkan terjadinya penyelewengan, pencurian dan penggelapan kas (Nuryanti & Santoso, 2017).

Pelaksanaan aktivitas setiap perusahaan tidak terlepas dari kemungkinan terjadinya masalah dalam kas. Hal ini juga tentunya berdampak pada gagalnya pencapaian penerimaan kas. Setiap perusahaan memiliki cara dalam mengoptimalkan penerimaan kas yang diperoleh, salah satunya dengan meningkatkan aktivitas penjualannya untuk mendukung aktivitas penerimaan kas (Nuryanti & Santoso, 2017). Pengelolaan terhadap penjualan sangat penting dilakukan secara cermat sebagai upaya untuk menjaga kontinuitas penjualan suatu perusahaan (Indrayenti & Natania, 2016). Sistem penjualan pada perusahaan jasa maupun dagang umumnya terdapat tiga jenis transaksi penjualan yaitu secara tunai, kredit maupun konsinyasi (Suwandi & Rahayu, 2016).

Tingkat pertumbuhan penjualan memiliki peran yang cukup besar terhadap sebuah perusahaan, karena merupakan kegiatan utama perusahaan (Wikardi &

Wiyani, 2017). Tingkat penjualan yang relatif stabil dapat membuat sebuah perusahaan lebih aman untuk mendapatkan pinjaman lebuh besar dibandingkan dengan perusahaan yang tingkat penjualannya tidak stabil (Mulyanti & Priastari, 2016). Pertumbuhan penjualan yang meningkat menunjukkan bahwa permintaan barang dagang mengalami peningkatan pula, sehingga menyebabkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh profit akan semakin tinggi (Wikardi & Wiyani, 2017). Tingginya kemampuan perusahaan dalam memperoleh profit, menunjukkan semakin tinggi pula penerimaan kas pada perusahaan tersebut.

(3)

Salah satu upaya dalam meningkatkan laba perusahaan adalah dengan menjaga agar pelaksanaan aktivitas penjualan terhindar dari kemungkinan gagalnya pencapaian target penjualan. Hal ini tentunya berkaitan dengan penjualan yang lebih sering dilakukan perusahaan adalah penjualan kredit yang kemudian akan memunculkan piutang usaha (Arika & Ardini, 2017). Piutang merupakan semua tagihan dalam bentuk utang kepada perorangan, badan usaha atau pihak tertagih lainnya (Naibaho & Rahayu, 2014). PT Tirta Utama Abadi sebagai perusahaan distribusi yang menerapkan penjualan secara kredit perlu melakukan evaluasi sistem penjualan kredit yang digunakan, untuk mengetahui penerapan sistem penjualan kredit sudah baik atau belum, sehingga fungsi yang terkait dapat berperan sesuai dengan tugasnya masing-masing, dan risiko tidak tertagihnya piutang maupun penyimpangan atau kecurangan yang akan mengakibatkan terancamnya kelangsungan hidup perusahaan dapat diminimalisasi (Apriyana, Pentiana, & Makhsun, 2014).

PT Tirta Utama Abadi sebagai salah satu distributor yang bergerak dalam bidang penjualan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), merupakan salah satu distributor resmi yang ditunjuk oleh PT Tirta Investama (AQUA) untuk dapat mendistribusikan produk secara maksimal. Dalam menunjang kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT Tirta Utama Abadi, sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa sistem penjualan yang digunakan meliputi penjualan tunai dan penjualan kredit.

Penerapan kebijakan penjualan kredit ini juga tentunya mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam memperoleh peningkatan penerimaan kas agar sesuai dengan target yang diharapkan. Berikut merupakan data penerimaan kas pada PT Tirta Utama Abadi selama periode enam tahun terakhir:

(4)

Sumber : Data Perusahaan Divisi Penjualan dan Piutang PT TUA

Gambar I. 1

Target dan Realisasi Penerimaan Kas PT Tirta Utama Abadi 2012 – 2017

Berdasarkan Gambar I.1 dapat diketahui bahwa total penerimaan kas pada tahun 2012 adalah sebesar Rp 109.018.883.884 sedangkan target yang diharapkan sebesar Rp. 110.981.516.501. Pada tahun 2013 total penerimaan kas mengalami kenaikan menjadi Rp 104.617.906.194 namun target penerimaan kas yang diharapkan adalah sebesar Rp. 114.305.313.714. Tahun 2014 total penerimaan kas kembali mengalami kenaikan menjadi Rp 114.400.800.701, tetapi target penerimaan kas yang diharapkan masih belum tercapai sebesar Rp.

117.376.868.485. Pada tahun 2015 total penerimaan kas mengalamai kenaikan kembali menjadi Rp 137.494.765.646 berada di atas target yang diharapkan yaitu sebesar Rp. 126.856.740.329. Tahun 2016 mengalami kenaikan menjadi Rp 147.847.061.885 masih berada di atas target yang diharapkan yaitu Rp.

139.500.648.724, dan pada tahun 2017 total penerimaan kas menurun menjadi Rp

(5)

141.999.125.551 dan kembali berada di bawah target yang diharapkan.

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata penerimaan kas dari tahun 2012-2017 mengalami pergerakan yang fluktuasi namun cenderung tidak dapat mencapai target perusahaan.

Berdasarkan data penjualan dan saldo piutang yang didapatkan, terdapat perbandingan yang cukup signifikan antara tingkat penjualan dengan saldo piutang pada PT Tirta Utama Abadi. Tahun 2012 total penjualan adalah sebesar Rp 105.734.034.500 dengan menghasilkan saldo piutang sebesar Rp 28.167.239.015. Tahun 2013 total penjualan meningkat menjadi Rp 120.479.531.875 yang menyebabkan saldo piutang pun ikut meningkat menjadi Rp 34.898.269.769. Pada tahun 2014 total penjualan kembali meningkat menjadi Rp 136.366.475.250 dan saldo piutang meningkat pula menjadi Rp 46.057.342.037. Tahun 2015 total penjualan sebesar Rp 140.417.732.000 menyebabkan meningkatknya saldo piutang menjadi sebesar Rp 50.495.146.379.

Tahun 2016 total penjualan masih meningkat menjadi Rp 142.776.034.375 namun saldo piutang mengalami penurunan menjadi Rp 35.931.142.470. Tahun 2017 penjualan mengalami penurunan menjadi Rp 136.642.980.375 sedangkan saldo piutang mengalami kenaikan menjadi Rp 42.372.316.293.

Total penjualan tersebut berasal dari penjualan tunai dan penjualan kredit, namun kenaikan penjualan lebih banyak dipengaruhi oleh penjualan secara kredit sehingga akan lebih cepat menimbulkan piutang bagi perusahaan dan akan menjadi kas pada saat terjadi pelunasan piutang oleh pelanggan yang mengakibatkan tertundanya penerimaan kas (Komariyah & Solihat, 2013).

Beberapa hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya menunjukan bahwa

(6)

penerimaan kas dipengaruhi oleh tingkat penjualan kredit dan besarnya saldo piutang dari suatu perusahaan (Apriyana et al., 2014). Penjualan secara kredit memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan penjualan tunai bagi sebuah perusahaan, karena dengan meningkatnya penjualan kredit maka akan meningkat pula resiko tidak tertagihnya piutang, penyimpangan, maupun kecurangan yang mengakibatkan terancamnya kelangsungan hidup perusahaan (Apriyana et al., 2014). Penjualan kredit ini juga menyebabkan terjadinya kenaikan saldo piutang pada PT Tirta Utama Abadi, sehingga diperlukannya pengawasan dan kontrol yang baik dalam perusahaan tersebut.

Saldo piutang lebih banyak dipengaruhi oleh total penjualan yang sebagian besar berasal dari penjualan kredit (L. G. A. Putra & Widyawati, 2014b). Piutang merupakan bagian dari aktiva lancar sebuah perusahaan yang sangat besar, maka dari itu piutang adalah pos paling penting dalam neraca (Komariyah & Solihat, 2013). Dibutuhkan pengelolaan piutang yang baik dalam sebuah perusahaan karena merupakan salah satu unsur penting dalam kelangsungan hidup suatu usaha, karena piutang adalah salah satu sumber penerimaan kas perusahaan yang dapat digunakan untuk pembiayaan opersional perusahaan (L. G. A. Putra &

Widyawati, 2014b). Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu, terdapat hubungan antara penjualan kredit, saldo piutang dan penerimaan kas, dimana setiap penjualan kredit menghasilkan saldo piutang usaha bagi perusahaan, dan pelunasan piutang akan mempengaruhi jumlah penerimaan kas perusahaan tersebut (Komariyah & Solihat, 2013).

(7)

Berdasarkan data yang didapat, tingkat penjualan dan saldo piutang pada PT Tirta Utama Abadi mengalami pergerakan fluktuasi setiap tahunnya, hal ini tentu akan berpengaruh terhadap aliran penerimaan kas di PT Tirta Utama Abadi (lihat tabel I.2). Maka judul yang akan diambil dalam penelitian ini yaitu: “Efek Pertumbuhan Penjualan dan Perputaran Piutang Terhadap Penerimaan Kas Pada PT Tirta Utama Abadi”.

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah

Berdasarkan data yang didapat tersebut, maka beberapa masalah yang mucul diantaranya:

1. Tingkat penjualan pada PT Tirta Utama Abadi relatif masih rendah.

2. Saldo piutang PT Tirta Utama Abadi relatif masih tinggi, sehingga perputaran piutang yang terjadi cenderung lambat.

3. Tingkat penerimaan kas selama enam tahun terakhir cenderung mengalami kondisi yang kurang baik.

1.2.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana gambaran pertumbuhan penjualan di PT Tirta Utama Abadi?

2. Bagaimana gambaran perputaran piutang di PT Tirta Utama Abadi?

3. Bagaimana gambaran penerimaan kas di PT Tirta Utama Abadi?

4. Seberapa besar pengaruh pertumbuhan penjualan terhadap penerimaan kas di PT Tirta Utama Abadi?

(8)

5. Seberapa besar pengaruh perputaran piutang terhadap penerimaan kas di PT Tirta Utama Abadi?

6. Seberapa besar pengaruh pertumbuhan penjualan dan perputaran piutang terhadap penerimaan kas di PT Tirta Utama Abadi?

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian

1. Untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh pendidikan S1 di Universitas BSI.

2. Untuk menerapkan dan mempraktekkan ilmu pengetahuan yang telah didapat di dalam kegiatan perkuliahan khususnya di bidang akuntansi.

3. Untuk mengimplementasikan antara teori yang dipelajari di perkuliahan dengan praktek di lapangan.

4. Untuk membentuk pola pikir mahasiswa menjadi pribadi yang memiliki wawasan pengetahuan.

5. Untuk melakukan penelitian mengenai suatu masalah di bawah bimbingan yang cermat dari dosen pembimbing, guna menghasilkan pengetahuan baru dari penelaahan yang original.

1.3.2 Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penulisan laporan ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui gambaran pertumbuhan penjualan di PT Tirta Utama Abadi.

(9)

2. Untuk mengetahui gambaran rasio perputaran piutang di PT Tirta Utama Abadi.

3. Untuk mengetahui gambaran jumlah penerimaan kas di PT Tirta Utama Abadi.

4. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pertumbuhan penjualan terhadap penerimaan kas di PT Tirta Utama Abadi.

5. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perputaran piutang terhadap penerimaan kas di PT Tirta Utama Abadi.

6. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pertumbuhan penjualan dan perputaran piutang terhadap penerimaan kas di PT Tirta Utama Abadi.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Akademis

Manfaat Akademis dalam penelitian ini adalah:

1. Membantu perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi.

2. Dengan penerbitan jurnal secara rutin dan berkala dapat membantu akademik dalam pengajuan akreditasi perguruan tinggi, program studi dan jurnal ilmiah.

1.4.2 Manfaat Praktis

Manfaat praktis dari penelitian yang dilakukan adalah:

1. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan agar peneliti dapat mengetahui lebih dalam mengenai pengaruh pertumbuhan penjualan dan perputaran piutang terhadap penerimaan kas pada suatu perusahaan.

(10)

2. Bagi Universitas BSI

Memperkaya hasil-hasil penelitian berkaitan dengan penjualan, piutang dan penerimaan kas, serta dapat digunakan sebagai referensi perpustakaan yang bermanfaat menjadi bahan bacaan mahasiswa lain serta bahan acuan dalam suatu penelitian lebih lanjut.

3. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan bisa dijadikan salah satu dasar pertimbangan dalam menentukan langkah dan kebijakan khususnya dalam meningkatkan penerimaan kas.

4. Bagi Pihak Lain

Dapat membantu memeberikan informasi tambahan untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan penjualan, piutang, dan penerimaan kas.

(11)

Referensi

Dokumen terkait

In the neighbourhood of a singular point of a 5-axis CNC machine, if the joint variable vector, qð Þ, ist obtained by integrating its derivative,q_ ¼Jþð Þq ðr_dþKeÞ, whereKis a diagonal

The agreement itself under Article 1313 of the Civil Code/ BW is “an act by which one or more persons commit themselves to one or more others.”Employment Agreement under Article 14 of