• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I ` PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I ` PENDAHULUAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

` PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi-sintetis, yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, penurunan atau perubahan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (UU RI No.35 Pasal 1, 2009)

Semakin meluasnya penyalahgunaan narkotika ini juga menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan, yaitu munculnya tindak kejahatan sehingga mempengaruhi ketertiban masyarakat. Dengan demikian, bahaya penyalahgunaan narkotika tidak saja merugikan pengguna, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat lingkungannya. Seorang pengguna merasa malu dan dikucilkan, bahkan tidak dianggap oleh keluarganya karena memiliki anggota keluarga seorang pecandu, hal ini juga berdampak terhadap pandangan masyarakat terhadap pecandu narkotika. (SARI, 2015)

Berdasarkan data prevalansi BNNP Jawa Barat di tahun 2015 pengkonsumsi narkotika di kota bandung sudah mencapai 25.427 jumlah tersebut terus bertambah mengingat banhyaknya kasus di kota Bandung. Peredaran narkotika yang tidak terawasi dan tidak terkendali lah yang dapat menyebabkan semakin banyaknya pengkonsumsi narkotika.

Peredaran narkoba yang tidak terkendali dan jenisnya semakin bervariatif, menyebabkan kesulitan dalam mendeteksi jenis narkoba yang di konsumsi oleh

(2)

2

penggunanya, namun dengan adanya data gejala yang diperoleh dari hasil riset di BNNP Jawa Barat dapat dilakukan diagnosis terhadap pengguna narkoba melalui gejala–gejala yang di tunjukannya, untuk mempermudah mendeteksi jenis narkoba yang di konsumsi pecandu narkoba dapat dilakukan penerapan teknik data mining.

Bagian penting dari data mining adalah teknik klasifikasi,yaitu bagaimana mempelajari sekumpulan data sehingga dihasilkan aturan yang bisa mengklasifikasi atau mengenali data- data baru yang belum pernah dipelajari. klasifikasi dapat di definisikan sebagai proses untuk menyatakan suatu objek data sebagai salah satu kategori (kelas) yang telah di definisikan sebelumnya. (Dr. Suyanto, 2017).

Naive Bayes merupakan sebuah pengklasifikasian probabilistik sederhana yang menghitung sekumpulan probabilitas dengan menjumlahkan frekuensi dan kombinasi nilai dari dataset yang diberikan. Algoritma mengunakan teorema Bayes dan mengasumsikan semua atribut independen atau tidak saling ketergantungan yang diberikan oleh nilai pada variabel kelas. (Saleh, 2015)

Berdasarkan dari uraian di atas dibutuhkan suatu sistem atau sarana untuk mendeteksi jenis narkotika yang dikonsumsi oleh pemakai, sehingga nantinya penelitian tentang klasifikasi jenis-jenis gejala ketergantungan narkotika dapat memberi manfaat. Dalam hal ini penulis mengangkat suatu tema “Penerapan Metode Naive Bayes Untuk Deteksi Ketergantungan Narkotika Berdasarkan Jenis Gejala

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, masalah yang muncul dapat di identifikasi yaitu sebagai berikut :

(3)

3

1. Masih sulitnya dalam mengetahui jenis gejala ketergantungan narkotika.

2. Belum adanya suatu sistem pengklasifikasian untuk mengetahui ketergantungan narkotika berdasarkan jenis gejalanya.

1.3. Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah yang di uraikan di latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan pada penelitian ini sebagai berikut :

1. Bagaimana mendeteksi ketergantungan jenis narkotika berdasarkan gejalanya?

2. Bagaimana membuat suatu deteksi ketergantungan narkotika menggunakan metode naive bayes?

1.4. Maksud dan Tujuan

` Berdasarkan uraian diatas, maka maksud dari penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:

1. Memudahkan dalam mengimplementasikan Klasifikasi dan mendiagnosis jenis narkotika berdasarkan jenis gejala ketergantungan.

2. Membangun dan mengimplementasikan suatu system aplikasi untuk klasifikasi jenis narkotika berdasarkan gejala ketergantungannya menggunakan metode naive bayes.

Tujuan dari perancangan sistem ini mendiagnosis dan mengklasifikasikan jenis narkotika berdasarkan jenis gejala ketergantungan adalah sebagai syarat untuk memenuhi kelulusan Program Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas BSI.

1.5. Metode Penelitian

Untuk membangun sistem aplikasi yang dapat membantu dalam mengklasifikasi jenis ketergantungan narkotika dengan efektif dan efisien maka diperlukan beberapa meode penelitian antara lain:

(4)

4 1.5.1. Teknik Pengumpulan Data

Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian skripsi ini adalah:

1. Observasi

Pada tahap ini penulis melakukan observasi ke BNNP Jawa Barat guna mendapatkan informasi tentang gejala dari jenis ketergantungan yang sering terjadi dikalangan pengguna.

2. Wawancara

Penulis melakukan wawancara kepada para ahli / pakar Narkoba, serta orang-orang yang pernah mengkonsumsi Narkoba.

3. Studi pustaka

Untuk mendukung pembuatan skripsi ini, dilakukan studi pustaka dengan mengumpulkan bahan dari beberapa sumber, seperti media internet, jurnal, dan beberapa buku referensi.

1.5.2 Metode Pengembangan Sistem

Menurut Sommerville (2011:30-31), tahapan utama dari waterfall model langsung mencerminkan aktifitas pengembangan dasar. Terdapat 5 tahapan pada waterfall model, yaitu requirement analysis and definition, system and software design, implementation and unit testing, integration and system testing, and operation and maintenance.

1. Analisis kebutuhan

Pada tahap ini penulis melakukan proses pencarian kebutuhan di intensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan di buat, maka

(5)

5

pada software engineering harus mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface.

2. Design

Pada tahap ini penulis melakukan proses yang digunakan untuk mengubah kebutuhan- kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk ”blueprintsoftware sebelum coding dimulai. Design harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya.

3. Coding

Pada tahap ini penulis melakukan penulisan coding untuk dapay dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka design tadi harus di ubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui coding. Tahap ini merupakan implementasi tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer.

4. Testing

Pada tahap ini penulis melakukan sesuatu yang dibuat haruslah diuji cobakan. Demikian dengan software Semua fungsi-fungsi software di uji cobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya.

5. Implementasi

Pada tahap ini penulis melakukan pengimplementasian dalam bentuk aplikasi mobile berbasis android, sehingga pengguna dapat dengan mudah menggunakannya.

1.6. Ruang Lingkup

Agar pembahasan tidak meluas maka perlu ruang lingkup sebagai berikut:

(6)

6

1. Data yang diambil adalah data dari hasil observasi dan interview dari BNNP Jawa Barat.

2. Klasifikasi ketergantungan narkotika berdasarkan jenis gejala yang dialami oleh pecandu.

3. “spesifikasi”

4. Program menggunakan aplikasi Android Studio

Referensi

Dokumen terkait

This paper aims to see the impact of Google Classroom usage on the learning process of writing simple sentences, specifically the accuracy of writing the Subject Verb S-V agreement

Table 5 Klassen Typology Result in 2009-2011 Y R Yij < Yj Yij > Yj Rij > Rj Quadrant III High growth but low income region: Aceh Besar, Sabang, Kota Banda Aceh, Pidie,