• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bagi wanita ataupun pria, memiliki wajah yang mulus dan halus adalah merupakan impian. Terlebih bagi mereka yang sedang mengalami gangguan seperti jerawat. Memang terlihat sangat sepele, tetapi nyatanya sangat mempengaruhi penampilan dan kepercayaan diri seseorang juga akan terganggu. (Clinic, 2019) Produk perawatan yang tidak sesuai dapat merusak jaringan kulit dan memperparah kondisi jerawat. Kesalahan pemilihan produk perawatan wajah ini bisa disebabkan kesadaran konsumen terhadap kulit wajahnya sendiri. Penyebab jerawat sangat banyak (multifaktorial), antara lain genetik, endokrin, faktor makanan, keaktifan dari kelenjar sebasea, faktor psikis, musim, infeksi bakteri (Propionibacterium acnes), kosmetika dan bahan kimia lainnya.(David, n.d, 2016)

Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak dikulit. (Seri IPA BIOLOGI, 2008) penyakit peradangan jerawat , ditandai dengan adanya blackheads, papul, pustule, nodul, dan cyst. Tempat predileksi dari jerawat antara lain di wajah.

(Ramdani & Sibero, 2015)

Sebuah penelitian di Indonesia diperkirakan lebih dari 50% masyarakat usia 12- 25tahun menderita suatu bentuk jerawat. Biasanya menjelang usia sekitar 20 tahun gangguan ini berkurang atau hilang sama sekali dengan sendirinya. (Tan & Rahardja,

(2)

2013) prevalensi dari penderita jerawat 80-85% pada remaja dengan puncak insidensi usia 15-18 tahun, 12% pada wanita usia >25 tahun dan 3% pada usia 35-44 tahun.

Penegakan diagnosis penderita jerawat berdasarkan klinis dan pemeriksaan fisik.

(Ramdani & Sibero, 2015)

Jerawat merupakan penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya.

Seringkali orang awam mengalami kesulitan dalam melakukan proses identifikasi antara penyakit jerawat dan penyakit yang mirip dengan jerawat, karena gejala dan bentuk yang ditimbulkan dari penyakit hampir sama. Dalam melakukan penanganan jerawat, pertama kali dapat dilakukan deteksi untuk identifikasi jenis jerawat tersebut sehingga bisa dilakukan penanganan yang tepat. Dengan menggunakan Digital Image Processing akan dikembangkan suatu teknik pengidentifikasian jenis jerawat berbasis software yang akan bermanfaat khususnya di bidang medis. (Doneva, Hidayat, & Rizal, 2015)

Terdapat berbagai jenis jerawat berdasarkan tingkat keparahan dan pada setiap jenis jerawat dapat dicirikan dengan bentuk dan tekstur. Analisis tekstur dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi pengolahan citra digital untuk mengklasifikasi suatu citra pada setiap penderita.(Ramadhani, 2018)

Penelitian lain sebelumnya yaitu mengklasifikasi jenis jerawat berdasarkan tekstur menggunakan metode GLCM. (Ramadhani & K, 2018) Penelitian ini dilakukan dengan menghitung hubungan ketetanggaan antara dua piksel pada jarak dan orientasi sudut 0°,45°,90°, dan 135°. Hasil dari penelitian yang dilakukan, sistem mampu mengklasifikasi setiap jenis jerawat berdasarkan tekstur pada setiap jenis jerawat yang menghasilkan akurasi 72%

(3)

Penelitian lain sebelum nya yaitu mengklasifikasi Ekstraksi Ciri Metode Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) dan Filter Gabor untuk Klasifikasi citra Batik Pekalongan.(Surya, Fadlil, & Yudhana, 2017) Penelitian tersebut membuat sistem ekstraksi ciri citra batik yang akan digunakan untuk proses selanjutnya yaitu klasifikasi yang dapat digunakan untuk pendataan citra batik, khususnya batik Pekalongan. Hasil penelitian ini telah menghasilkan beberapa niai metode GLCM dan hasil citra proses ekstraksi ciri metode Filter Gabor yang dapat digunakan untuk proses klasifikasi citra batik.

Skripsi ini akan diteliti bagaimana mengidentifikasi jenis jerawat seseorang melalui citra jerawat berdasarkan analisis bentuk menggunakan parameter metric dan eccentricity, sedangkan analisis tekstur dilakukan menggunakan metode Gray Level Co-occurence Matrix (GLCM) dengan parameter contrast, correlation, energy, dan homogeneity.

Pengenalan pola bentuk merupakan metode yang meggunakan dua kombinasi parameter yaitu eccentricity dan metric dari suatu objek pada citra biner.

Keunggulan dari metode ini adalah nilai eccentricity dan metric dari suatu objek tidak akan berubah walaupun posisi objek dilakukan perputaran sudut.(Bethaningtyas, Naufal, & Fajarianto, n.d, 2017)

Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) merupakan salah satu metode untuk ektraksi tekstur pada citra. Ekstraksi tekstur dilakukan untuk mengambil informasi pokok dari suatu citra sebelum digunakan ke proses berikutnya. Metode GLCM menggunakan beberapa fitur pendekatan statistic seperi energi, entropi, kontras, dan sebagainya. GLCM dapat menentukan ciri dalam merepresentasikan

(4)

karakteristik tekstur dari sebuah citra (Kadir & Susanto, Teori Dan Aplikasi Pengolahan Citra, 2013)

Oleh karena itu, dalam Skripsi ini penulis membuat “Implementasi Metode GLCM dan Parameter Untuk Identifikasi Jenis Jerawat Berdasarkan Bentuk dan Tekstur” yang dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi jenis jerawat.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat perumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana mengolah citra jerawat dalam lingkungan Matlab?

2. Bagaimana melakukan ekstraksi ciri berdasarkan analisis tekstur dengan metode parameter metric eccentricity dan GLCM?

3. Bagaimana melakukan identifikasi dari citra yang ada untuk mendiagnosis jenis jerawat seseorang?

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dan Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah:

1. Untuk membangun sistem yang mampu diagnosis jenis jerawat.

2. Melakukan analisa kinerja sistem dalam mengidentifikasi jenis jerawat melalui citra jerawat.

3. Untuk mengimplementasikan metode tersebut dalam mengatasi hasil diagnosis mengenai penyakit tersebut.

(5)

Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan, tujuan penelitian ini adalah menghasilkan aplikasi yang dapat memberikan informasi identifikasi jerawat pada citra digital.

1.4 Metode Penelitian

1.4.1 Teknik Pengumpulan Data

Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penyelesaian Skripsi terdiri atas:

1. Observasi

Mengunjungi tempat sumber pustaka baik berupa buku, jurnal ilmiah, maupun media elektronik.yang berhubungan dengan pembuatan program.

2. Wawancara

Melakukan sejumlah tanya jawab dengan dosen pembimbing dan orang-orang yang berkompeten di bidang penelitian ini.

3. Studi Pustaka

Bertujuan untuk mempelajari dan memahami teori dasar tentang pengolahan citra, dengan mempelajari permasalahan yang berkaitan dengan identifikasi jenis jerawat.

(6)

1.4.2 Metode Pengembangan Aplikasi

Metode pengembangan aplikasi yang digunakan yaitu model Waterfall.

Model Waterfall yaitu suatu proses pengembangan perangkat lunak berurutan, di mana kemajuan dipandang sebagai terus mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi (konstruksi), dan pengujian(Pressman, 2015).

1.5 Ruang Lingkup

Adapun batasan masalah yang dibuat sebagai berikut:

1. Aplikasi yang dibuat untuk mengetahui jenis-jenis jerawat.

2. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan ekstraksi ciri tekstur GLCM dan ekstraksi ciri tekstur metric dan eccentricity.

3. Aplikasi ini dibuat menggunakan Matlab versi R2017b.

1.6 Hipotesis

Alat bantu berbasis software yang dapat dimanfaatkan dalam bidang medis untuk mengidentifikasi jenis jerawat dengan analisa ciri bentuk dan ciri tekstur agar mempermudah penanganan jerawat.

Referensi

Dokumen terkait

Statement of Responsibility 7 Environmental Protection Authority roles and functions 8 Overview of activities 9 Strategic direction 10 Alignment with Government priorities 10

Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship JoSTE ISSN: 2714-6480, Vol 1, No 4, 2020, 269-278 https://doi.org/10.35912/joste.v1i4.402 Crisis survival strategies: how a hotel