1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Kehamilan adalah serangkaian proses yang diawali dari konsepsi atau pertemuan antara ovum dengan sperma sehat dan dilanjutkan dengan fertilisasi, nidasi dan implantasi (Sulistyawati, 2012:35). Lama Kehamilan dibagi menjadi Tiga Triwulan yaitu 280 Hari (40 Minggu atau 9 Bulan 7 Hari). Kehamilan merupakan fungsi normal dari tubuh dan bagian dari fase kehidupan wanita, dimana pada tahap tersebut terdapat kehidupan baru dalam tubuh seorang ibu berupa janin yang akan tumbuh menjadi bayi. Pada masa inilah, ibu hamil pada umumnya mengalami berbagai macam gangguan kehamilan baik yang bersifat ringan maupun yang bersifat berat.
Gangguan kesehatan pada ibu hamil memerlukan perhatian khusus karena akan berdampak langsung pada janin yang di kandungnya (Efendi,2014). Untuk mendiagnosa masalah tersebut idealnya diperlukan konsultasi kepadaahlinya.
Dalam hal ini bidan atau dokter spesialis kandungan (spesialis obstetri dan ginekologi) sehingga pemberian solusi lebih akurat dan efektif.
Klinik Kasih Bunda merupakan tempat konsultasi dan perawatan khusus bagi ibu hamil. Klinik Kasih Bunda terletak di jalan terusan jakarta no.181 komplek ruko harmoni kavling 16 antapani kota Bandung. Akan tetapi klinik mermpunyai permasalahan yang terjadi pada klinik ini diantaranya jadwal kehadiran dokter
praktek yang tidak menentu, apabila ada pasien yang mengalami gejala gangguan kehamilan pasien tidak mengetahui langkah awal apa yang harus di lakukan. Serta pasien seringkali tidak memahami arti gejala awal yang dideritanya dan sering menyepelekan dan malas untuk konsultasi pada dokter dengan alasan sibuk.
Salah satu manfaat sistem pakar di dalam dunia medis adalah mendiagnosa gangguan kehamilan. Dengan diadakanya sistem pakar ini bisa mempermudah mendiagnosa kandungan ibu hamil secara dini dan memberikan pengetahuan serta langkah-langkah yang harus di lakukan bagi ibu hamil. Berdasarkan pemikiran yang telah di jabarkan, maka penulis merasa tertarik untuk membahas lebih lanjut dan menuangkannya dalam bentuk laporan skripsi berjudul “SISTEM PAKAR DIAGNOSA GANGGUAN KEHAMILAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS ANDROID ”
1.2. Identifikasi Masalah
Ibu hamil dalam masa mengandungnya tidak sedikit masalah yang dihadapinya. Kurangnya pengetahuan dalam mendiagnosa gangguan kehamilan akan menjadi faktor pemicu pemicu terjadinya kejadian yang tidak diinginkan. Dari hasil observasi penulis, bahwa ibu hamil di klinik Kasih Bunda sering kali tidak mengetahui diagnosis awal gangguan kehamilan yang di deritanya secara dini.
Berdasarkan hal tersebut di atas akhirnya dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut :
1. Padatnya jadwal dokter menyebabkan pasien kesulitan dalam mengetahui penyakit gangguan kehamilan yang dideritanya.
2. Kurangnya informasi mengenai identifikasi awal gangguan kehamilan bagi pasien.
3. Belum adanya suatu sistem pakar dalam mendiagnosa gangguan kehamilan di klinik Kasih Bunda.
1.3. Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas dapat diidentifikasi menjadi beberapa masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana memudahkan pasien dalam mengetahui lebih awal penyakit gangguan kehamilan.
2. Apakah informasi mengenai gangguan kehamilan dapat memberikan identifikasi awal dan memberikan solusi kepada pasien.
3. Bagaimana membangun sistem pakar diagnosa gangguan kehamilan pada ibu hamil menggunakan metode forward chaining berbasis android.
1.4. Maksud dan Tujuan
Maksud berdasarkan uraian di atas, maka perumusan masalah untuk penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk memudahkan pasien dalam mengetahui penyakit gangguan kehamilan.
2. Untuk memberikan informasi macam-macam gangguan kehamilan kepada ibu hamil.
3. Untuk membangun sistem pakar diagnosa gangguan kehamilan berbasis android
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melengkapi salah satu syarat yang telah di tentukan dalam mencapai kelulusan Program Strata 1 (S1) Program Studi Teknik Informatika pada Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Bandung.
1.5. Metode Penelitian
Menurut Sugiyono (2013:2) metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
1.5.1. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data-data yang akan dijadikan referensi, penulis menggunakan:
A. Observasi
Observasi merupakan metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung terhadap masalah yang akan dijadikan objek penelitian. Observasi ini ditunjukan untuk mengetahui dan mendapatkan basis data yang valid atau benar atau benar mengenai objek yang akan diteliti. penulis datang langsung ke Klinik Kasih Bunda JL. Terusan Jakarta No.181 Antapani Bandung, Jawa Barat untuk mencari informasi secara langsung yang berkaitan dengan objek gangguan kehamilan.
B. Wawancara
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dari narasumber yang berhubungan dengan penelitian. Wawancara lebih ditekankan untuk mengetahui permasalahan yang ada dilapangan dengan
narasumber yang ada di Klinik Kasih Bunda JL. Terusan Jakarta No.181 Antapani Bandung, Jawa Barat.
C. Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan metode pengumpulan data dengan cara pengumpulan cara pengumpulan informasi dari buku, artikel, literatur atau tulisan pada situs internet atau media lainnya. Studi pustaka yang peneliti lakukan ditujukan untuk mengetahui secara rinci mengenai gejala gangguan kehamilan, macam-macam gangguan kehamilan, dan pemrograman android.
1.5.2. Metode Pengembangan Sistem
Menurut (presman, 2010) metode waterfall adalah suatu proses pengembangan perangkat lunak berurutan, dimana kemajuan dipandang sebagai terus mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi (kontruksi), dan pengujian. Dalam pengembangan metode waterfall memiliki beberapa tahapan yang runtut:requitmen (analisis kebutuhan), design sistem (sistem coding), coding, testing, penerapan program, pemeliharaan. Tahapan-tahapan dari pengembangan metode waterfall adalah sebagai berikut:
A. Analisis kebutuhan
Pada tahap ini penulis melakukan proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan di buat, maka pada software engineering harus
mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface.
B. Design
Pada tahap ini penulis melakukannproses yang digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk ”blueprint” software sebelum coding dimulai. Design harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telaj disebutkan pada tahap sebelumnya.
C. Coding
Pada tahap ini penulis melakukan penulisan coding untuk dapay dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka design tadi harus di ubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui coding. Tahap ini merupakan implementasi tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer.
D. Testing
Pada tahap ini penulis melakukan sesuatu yang dibuat haruslah diuji cobakan. Demikian dengan software. Semua fungsi-fungsi software diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar- benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya.
E. Implementasi
Pada tahap ini penulis melakukan pengimplementasian dalam bentuk aplikasi mobile berbasis android, sehingga pengguna dapat dengan mudah menggunakannya.
1.5.3. Pengembangan pakar
Tahap ini merupakan tahap penelitian hal-hal penting sebagai dasar dari permasalahan yang akan dianalisis. Tahap ini merupakan tahap untuk mengkaji dan membatasi masalah yang akan diimplementasikan dalam sistem pakar setiap masalah yang diidentifikasika harus dicari solusi. Fasilitas yang akan dikembangkan, penentuan jenis bahasa pemrograman dan tujuan yang ingin dicapai dari proses pengembangan tersebut, apabila proses identifikasi masalah dilakukan dengan benar maka akan dicapai hasil yang optimal.
1.6. Ruang Lingkup
Agar pembahasan tidak meluas maka perlu ruang lingkup sebagai berikut:
1. Kriteria-kriteria identifikasi maupun diagnosa gangguan kehamilan berdasarkan keterangan dokter kandungan di klinik Kasih Bunda.
2. Pengguna maupun data pasien di ambil dari klinik Kasih Bunda.
3. Sistem pakar yang di bangun menggunakan 13 macam objek penyakit gangguan kehamilan
4. Sistem pakar yang dibangun menggunakan metode forward chaining berbasis android dengan bahasa pemograman java.