• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini dijelaskan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta kerangka pemikiran dari penelitian.

1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang terdapat banyak potensi sumber daya alam. Wilayah Indonesia sebagian besarnya merupakan perairan dibandingkan dengan wilayah daratan. Wilayah laut Indonesia memiliki luas 3,25 juta km2, sedangkan wilayah daratannya memiliki luas 2,01 juta km2 (KKP., 2020).

Dengan luas wilayah laut yang ada, potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Indonesia sangat besar. Perikanan merupakan salah satu sektor yang sangat diandalkan untuk pembangunan nasional. Nilai ekspor hasil perikanan di Indonesia pada tahun 2019 mencapai Rp. 73.681.883.000 di mana nilai tersebut naik 10,1%

dari hasil ekspor tahun 2018 (KKP., 2020). Udang, tuna, cumi-cumi, gurita, rajungan, dan rumput laut merupakan komoditas laut yang banyak dicari. Agar produksi perikanan di Indonesia tetap dapat dipertahankan dan dikembangkan, salah satunya melalui budi daya perikanan. Budi daya perikanan merupakan kegiatan melakukan produksi pada biota air untuk mendapatkan keuntungan. Proses budi daya perikanan diperoleh melalui kegiatan pemeliharaan komoditas air dalam wadah dan lingkungan yang terkontrol. Kegiatan pembudi dayaan tersebut meliputi pembenihan dan pembesaran (Mulyadi, 2012). Salah satu kota di Indonesia yang memiliki peluang untuk melakukan budi daya perikanan yaitu Kota Balikpapan.

Kota Balikpapan merupakan wilayah perkotaan yang memiliki potensi pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, dan perikanan yang cukup besar (DPPP., 2018). Wilayah pesisir Kota Balikpapan memiliki potensi sumber daya perikanan yang masih belum dimanfaatkan dengan optimal. Dalam kegiatan perikanan, masyarakat nelayan di Kota Balikpapan masih banyak yang meggunakan perikanan tangkap hingga sekarang, sedangkan kapasitas ikan di laut

(2)

2

semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh kualitas perairan semakin menurun dan kerusakan ekosistem laut terus meningkat. Akibatnya ketersediaan sumber daya laut berupa ikan, kerang-kerangan, dan biota laut lainnya mengalami keterbatasan dan tidak mampu bertahan sampai dapat dikonsumsi (web.balikpapan.go.id).

Salah satu cara agar kelestarian lingkungan pesisir laut tetap terjaga dan meningkatkan keuntungan masyarakat nelayan di Kota Balikpapan, yaitu dengan mengalihkan kegiatan tangkap ke bentuk usaha budi daya berbagai jenis komoditas air yang dapat dikembangkan di Kota Balikpapan. Pengembangan budi daya perikanan di Kota Balikpapan memiliki potensi yang cukup baik jika dilihat dari lahan yang tersedia dan potensi pemasarannya. Perairan Kariangau sampai Manggar, Lamaru, dan Teritip merupakan wilayah perairan di Kota Balikpapan yang memiliki potensi cukup besar dalam pengembangan budi daya perikanan.

Namun, pemanfaatan lahan yang tersedia untuk melakukan budi daya perikanan belum optimal, karena masih terdapat lahan yang belum dimanfaatkan penggunaannya. Pembentukan budi daya perikanan yang optimal akan dapat membantu masyarakat nelayan di Kota Balikpapan dalam mengembangkan jenis komoditi yang memberikan keuntungan lebih besar dengan memperhatikan ketersediaan lahannya. Salah satu metode matematis yang dapat digunakan, yaitu Goal Programming. Goal Programming merupakan pengembangan dari Linear Programming yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan program linear dengan fungsi tujuan lebih dari satu (Siswanto, 2007).

Penerapan metode Goal Programming telah banyak digunakan di berbagai penelitian, seperti penelitian Elisa Dian Ristianasari pada tahun 2017 tentang Optimasi Distribusi Pupuk menggunakan Metode Goal Programming (Studi Kasus: PT. Petrokimia Gresik Persero). Pada penelitian tersebut didapatkan hasil berupa alokasi pupuk yang harus didistribusikan setiap bulannya dari Gudang Gresik ke masing-masing Gudang Penyangga di Provinsi Jawa Timur. Penelitian lainnya, yaitu Nurti Gusnita pada tahun 2011 mengenai Optimasi Jumlah Produksi dengan Metode Goal Programming pada Home Industry Berkat Bersama Desa Kualu Nenas. Meyhard Sualang dkk. juga melakukan penelitian pada tahun 2018 mengenai Optimasi Produksi Air Bersih Pelanggan PT. Air Manado menggunakan Metode Goal Programming. Adapun pada Tugas Akhir ini, metode Goal

(3)

3 Programming diimplementasikan untuk menyelesaikan permasalahan optimasi pada budi daya perikanan di Kota Balikpapan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan budi daya yang dapat dilakukan secara optimal agar diperoleh suatu keuntungan yang maksimal dari hasil budi daya tersebut.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan pada latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana mengidentifikasi potensi pengembangan budi daya perikanan berdasarkan ketersediaan lahan?

2. Bagaimana analisis hasil optimasi budi daya perikanan menggunakan metode Goal Programming?

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang dan perumusan masalah sebelumnya, maka batasan masalah dari penelitian ini sebagai berikut:

1. Data yang digunakan adalah data budi daya perikanan di Kota Balikpapan.

2. Jenis budi daya yang dioptimasi adalah budi daya air laut, air tawar, dan air payau.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah pada subbab sebelumnya, maka tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi potensi pengembangan budi daya perikanan berdasarkan ketersediaan lahan.

2. Mengetahui analisis hasil optimasi budi daya perikanan menggunakan metode Goal Programming.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah menambah ilmu dan wawasan pada penulis maupun pembaca mengenai optimasi, khususnya pada topik optimasi budi daya perikanan di Kota Balikpapan menggunakan Goal Programming. Hasil dari

(4)

4

penelitian ini diharapkan dapat membantu Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan dalam mengoptimalkan potensi budi daya perikanan yang ada di Kota Balikpapan.

1.6 Kerangka Pemikiran Penelitian

Kerangka pemikiran penelitian berupa diagram fishbone bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pembaca mengenai penelitian yang dikerjakan.

Kerangka pemikiran ditunjukkan pada Gambar 1.1 berikut.

(5)

5 Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran Penelitian

Permasalahan Metode

Pengembangan budidaya perikanan

berdasarkan ketersediaan lahan

Memaksimalkan hasil produksi

Formulasi model Goal Programming

Analisis hasil Goal

Programming Optimasi Budidaya

Perikanan di Kota Balikpapan Menggunakan

Goal Programming Ristianasari, 2017, Optimasi Distribusi

Pupuk menggunakan Metode Goal Programming (Studi Kasus: PT.

Petrokimia Gresik Persero)) Yusnita dan Purnama, 2020, Penerapan

Metode Goal Programming untuk Optimasi Biaya Produksi pada Pembesaran Ikan Lele di Koperasi

Karya Deli Bersinar

Penelitian Terdahulu

Sualang, Nainggolan dan Kekenusa, 2018, Optimasi Produksi Air Bersih Pelanggan PT. Air Manado menggunakan Metode Goal Programming Gusnita, 2011, Optimasi Jumlah

Produksi dengan Metode Goal Programming pada Home Industry Berkat Bersama Desa Kualu Nenas Komoditi yang

memberikan keuntungan

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa kriteria modul elektronik yang efektif menurut responden dalam era new normal antara lain: modul

|LEGENDS OF SOUTH AFRICAN SCIENCE II| 37 AWARDS, HONOURS AND ACHIEVEMENTS • National Research Foundation Lifetime Achievement Award 2015 • Gold Medal from the South African Institute