1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kota Samarinda sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Timur, secara geografis terletak antara 117º03'00” BT - 117º18'14” BT serta diantara 00º19'02”
LS - 00º42'34” LS. Kota Samarinda dibelah oleh Sungai Mahakam yang memiliki panjang mencapai hingga 920 km dengan lebar mencapai 400-700 meter. Dalam perkembangannya saat ini Kota Samarinda menjadi sebuah kota jasa, perdagangan, dan Industri. Perkembangan kegiatan industri didalamnya bergerak cukup pesat, seperti dalam bidang pertambangan batubara, migas, maritim, perdagangan barang dan jasa. Sungai Mahakam dimanfaatkan sebagai sarana transportasi utama untuk kegiatan distribusi industri perusahaan seperti perusahaan batubara, minyak dan gas bumi. Hal ini menjadikan Sungai Mahakam sebagai salah satu kunci utama dalam kemajuan perekonomian Kota Samarinda dan Provinsi Kalimantan Timur.
Keberadaan jetty/dermaga di Sungai Mahakam sangat penting karena berfungsi sebagai fasilitas berlabuhnya kapal yang membawa hasil kegiatan industri. Jetty yang berada di Kecamatan Palaran Kota Samarinda milik salah satu perusahaan niaga umum bahan bakar minyak yang dibangun oleh PT. Davidi International ini berfungsi untuk melayani proses distribusi kapal tanker bahan bakar minyak jenis solar. Jetty ini memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak masyarakat Kalimantan Timur dan Kota Samarinda untuk keberlangsungan kegiatan industri pertambangan, perkebunan, dan manufaktur. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur setiap tahunnya kegiatan industri dan perdagangan di Kalimantan Timur semakin meningkat yang dimana pada tahun ini pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur meningkat sebesar 2,94%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengadaan listrik dan gas yaitu sebesar 11,31%, sedangkan ekonomi terbesar ada disektor pertambangan yaitu sebesar 38,90%. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan energi bahan bakar minyak pun akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga
2 untuk mendukung peningkatan kegiatan industri dan perdagangan diperlukan adanya pengembangan suatu dermaga yang dapat melayani peningkatan arus bongkar muat minyak dalam jumlah besar.
Dengan adanya peningkatan kapasitas BBM solar yang diperlukan untuk berbagai kegiatan industri, maka diperlukan adanya suatu alat transportasi air yang mampu mendistribusikan bahan bakar minyak dalam jumlah besar pula. Saat ini, jetty eksisting hanya mampu ditambati oleh kapal tanker yang memiliki kapasitas 3000 DWT. Untuk meningkatkan kapasitas diperlukan untuk merencanakan modifikasi jetty yang mampu ditambati untuk kapal 6.000 DWT.
Oleh karena itu diperlukannya perencanaan modifikasi struktur jetty yang bisa melayani kapal 6.000 DWT. Sehingga hasil perencanaan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengalaman penulis dalam modifikasi struktur jetty untuk kapal tanker 6.000 DWT.
1.2 Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah dalam perencanaan modifikasi jetty untuk kapal 6.000 DWT adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana modifikasi jetty untuk kapal 6.000 DWT berdasarkan data bathymetri dan kondisi eksisting?
2. Bagaimana dimensi dan analisa struktur modifikasi jetty untuk kapal 6.000 DWT terhadap beban-beban yang bekerja?
3. Bagaimana desain sambungan struktur modifikasi jetty untuk kapal 6.000 DWT?
1.3 Tujuan Perencanaan
Adapun tujuan dari penyusunan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Menentukan modifikasi struktur jetty untuk kapal 6.000 DWT berdasarkan data bathymetri dan kondisi eksisting.
2. Merencanakan dimensi struktur dan menganalisis gaya dalam struktur modifikasi jetty untuk kapal 6.000 DWT dalam merespon beban-beban yang bekerja.
3 3. Merencanakan desain sambungan struktur modifikasi jetty untuk kapal
6.000 DWT.
1.4 Batasan Masalah
Adapun batasan masalah pada tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan struktur tugas akhir ini meliputi struktur bawah maupun struktur atas.
2. Perencanaan struktur yang dilakukan adalah untuk mengetahui dimensi, analisis struktur, dan kontrol penampang struktur.
3. Perencanaan ini tidak meninjau analisis biaya dan manajemen konstruksi.
4. Tidak meninjau operasional jetty dan kolam pelabuhan.
5. Persamaan yang digunakan sesuai dengan literatur yang ada.
1.5 Manfaat Perencanaan
Adapun manfaat dari penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Dapat merencanakan modifikasi desain jetty yang mampu menampung kapal tanker dengan kapasitas 6.000 DWT.
2. Mendapatkan gambaran tentang perhitungan modifikasi struktur jetty yang direncanakan untuk menampung kapal tanker dengan kapasitas 6.000 DWT.
3. Menambah wawasan dan pengalaman dalam perencanaan modifikasi struktur jetty.
1.6 Lokasi Studi
Adapun lokasi jetty untuk tugas akhir ini berada di Jalan MKT Kecamatan Palaran Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur.
4 Gambar 1.1 Lokasi Penelitian