• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I. PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I. PENDAHULUAN"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Zona intertidal atau biasanya dikenal dengan wilayah pasang surut merupakan daerah tersempit dari semua daerah yang terdapat di samudera dunia, yang terletak di antara air pasang dan air surut. Walaupun luas daerah ini sangat terbatas, tetapi memiliki variasi faktor lingkungan yang terbesar dibandingkan dengan daerah lautan lainnya. Zona ini memiliki tingkat produktivias yang tinggi, hampir seluruh ekosistem berada di wilayah ini (Isham et al., 2018). Daerah ini juga terdapat beragam kehidupan yang lebih besar salah satunya adalah gastropoda. Beberapa anggota kelas gastropoda yang dapat hidup di daerah intertidal karena mampu menutup cangkangnya dengan rapat untuk mencegah kekurangan air. Gastropoda ada ditemukan diseluruh perairan intertidal, termasuk salah satunya di Perairan Tanah Merah Desa Penaga Kabupaten Bintan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bintan (2019), Kabupaten Bintan terletak antara 00 06’ 17’’ - 10 34’ 52” Lintang Utara dan 1040 12’ 47’’ Bujur Timur di sebelah Barat – 1080 02’ 27’’ Bujur Timur sebelah Timur.

Luas wilayah Kabupaten Bintan yaitu 74.200,94 km2 terdiri atas wilayah daratan seluas 2.418,79 km2 (3,26%) dan wilayah laut seluas 71.782 km2 (96,74%).

Kecamatan Teluk Bintan merupakan daerah yang berbukit-bukit dan sebagian besar wilayahnya terletak di pesisir pantai. Perairan Teluk Bintan terdiri dari Perairan pantai yang berlumpur pasir, salah satunya adalah Perairan Tanah Merah Desa Penaga. Tanah Merah Desa Penaga yang letaknya di wilayah administratif Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan merupakan wilayah desa pesisir yang sebagian besarnya adalah perairan laut. Berdasarkan keterangan dari masyarakat Tanah Merah, zona intertidal di Perairan Desa Penaga ditemukan berbagai gatropoda atau biasa dikenal dengan siput.

Gastropoda merupakan salah satu invertebrata dari kelompok moluska yang dijumpai di perairan estuari hingga perairan laut. Keberadaan gastropoda sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekologi wilayah pesisir karena gastropoda salah satu dekomposer awal untuk pengurai serasah/bahan organik. Dengan demikian, keberadaan gastropoda sangat penting sebagai informasi terkait dengan

(2)

2

kondisi perairan di sekitarnya (Masturbongs et al. 2016). Selain sebagai salah satu komponen yang penting dalam rantai makanan, beberapa jenis gastropoda juga merupakan keong yang bernilai ekonomis tinggi karena cangkangnya diambil sebagai bahan untuk perhiasan dan cenderamata seperti beberapa jenis keong dari suku Strombidae, Cypraeidae, Olividae, Conidae, Trochidae, dan Tonnidae (Saripantung et al. 2013). Gastropoda umumnya ditemukan di substrat berpasir, berbatu dan berlumpur, selain itu juga faktor lingkungan seperti cahaya, kecerahan, kekeruhan, suhu, salinitas, dan pH juga ikut memengaruhi perkembangbiakannya.

Mengingat pentingnya peranan gastropoda dalam ekosistem perairan terhadap organisme-organisme yang hidup di ekosistem pesisir, serta minimnya informasi tentang keberadaan gastropoda di Perairan Tanah Merah Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan, perlu dilakukan penelitian tentang indeks ekologi dan pola sebaran gastropoda untuk melihat kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dominansi, dan pola sebaran gastropoda sehingga bisa menjadi dasar pengelolaan keberadaan gastropoda berkelanjutan di Perairan Desa Penaga Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan hasil penelitian Purba et al. (2018) ditemukan 8 jenis gastropoda yang terdiri dari jenis Cerithium caeruleum, Cerithium zonatum, Morula musiva, Muricodrupa fiscella, Nassarius bimacolusus, Puglina cochlidium, Strombus turtella, dengan kepadatan sebesar 44.000 ind/ha. Kepadatan tertinggi yaitu Cerithium caeruleum sebesar 10.000 ind/ha, sedangkan terendah yaitu Strombus turtella 2667 ind/ha. Informasi lebih lanjut mengenai indeks ekologi dan pola sebaran gastropoda masih belum diketahui. Padahal fungsi dan peranan dari keberadaan gastropoda yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat apabila dikelola dengan baik. Maka perlu adanya pemecahan permasalahan- permasalahan diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana indeks ekologi gastropoda pada zona intertidal di Perairan Tanah Merah Desa Penaga Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau?

(3)

3

2. Bagaimana pola sebaran gastropoda pada zona intertidal di Perairan Tanah Merah Desa Penaga Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau?

3. Bagaimana parameter lingkungan pada zona intertidal di Perairan Tanah Merah Desa Penaga Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.

1.3. Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengetahui indeks ekologi gastropoda pada zona intertidal di Perairan Tanah Merah Desa Penaga Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.

2. Mengetahui pola sebaran gastropoda pada zona intertidal di Perairan Tanah Merah Desa Penaga Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau . 3. Mengetahui parameter lingkungan zona intertidal di Perairan Tanah Merah

Desa Penaga Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.

1.4. Manfaat

Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pembaca tentang indeks ekologi dan pola sebaran gastropoda sehingga dapat menjadi informasi penting dalam upaya pengelolaan yang tepat untuk keberlangsungan sumberdaya tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Copyright ©2020 Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Available online at http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/schemata 244 KESIMPULAN Berdasarkan analisis dengan