• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Jumlah produksi sampah di Jawa Barat mencapai 24.000 ton perhari, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat Prima Mayaningtyas menuturkan, sampah di Jawa Barat masih menjadi persoalan pelik mengingat tingginya produksi sampah. Sedangkan timbulan sampah di Kabupaten Bandung Jawa Barat, setiap hari diperkirakan mencapai 1.268 ton namun hanya sekitar 300 ton diantaranya yang bisa diangkut ke tempat penampungan sampah, sebanyak 968 ton lainnya tidak tertangani menurut data pemerintah daerah. Menurut Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Masterplan Persampahan di Kabupaten Bandung Tahun 2017- 2037 Kecamatan Katapang mencapai 47.310 Kg/hari.

Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menyebutkan bahwa sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. (1)

Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelolaan sampah yaitu dari paradigma kumpul angkut–buang, menjadi pengolahan yang bertumpu

(2)

pada pengurangan sampah dan penanganan sampah. Sebagai salah satu untuk mengatasi masalah sampah, Kementerian Lingkungan Hidup melakukan upaya pengembangan Bank Sampah. (2)

Bank Sampah merupakan alternatif solusi dalam mengatasi masalah sampah di perkotaan, pengembangan bank sampah merupakan kegiatan bersifat social engineering yang mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pengolahan sampah. (Ridley-Duff dan Bull, 2011; Asteria, 2015). Menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 13 Tahun 2012 bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Bank Sampah adalah salah satu alternatif mengajak warga peduli dengan sampah, yang konsepnya mungkin dapat dikembangkan di daerah-daerah lainya (Ulfah, 2016). (3)

Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan reduce, reuse dan recycle (3R) dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tingkat

masyarakat. Reduce, reuse dan recycle (3R) merupakan dasar penanganan untuk mengurangi timbulan sampah. Kegiatan pengurangan sampah bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, maupun masyarakat luas melaksanakan kegiatan pembatasan timbulan sampah.

Pendauran ulang dan pemanfaatan kembali sampah atau yang lebih dikenal dengan sebutan 3R melalui upaya-upaya cerdas, efisien dan terprogram.

Harapannya dapat mengurangi jumlah sampah yang diangkut ke TPA. (3)

(3)

Penelitian sebelumnya pada hasil penelitian dari Mike Dewanti, Eko Priyo Purnomo, Lubna Salsabila (2020) tentang efektivitas bank sampah sebagai alternatif pengelolaan sampah, dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa keberadaan bank sampah mengalami perkembangan yang baik karena sampai dengan tahun 2019 telah terdapat 116 bank sampah.

Sedangkan efektivitas bank sampah selama ini terlihat kurang efektif karena hanya mampu mengelola 10% sampah yang dihasilkan. Sedangkan hasil penelitian Rina Kusumawati, Saeful Gunawan, Julimawati (2019) menunjukan bahwa Adanya Bank Sampah dalam pengelolaan sampah sudah efektif, dilihat dari sampah-sampah yang dikumpulkan masyarakat sebelum adanya bank sampah sama sekali tidak pernah memilah sampah dan membuang sampah secara sembarangan. Kini masyarakat lebih peduli untuk mengelola sampah.

Menurut Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung timbulan sampah di Katapang mencapai 47.310 Kg/hari. Timbulan sampah yang tinggi mempunyai dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Timbulan sampah yang tinggi akan berpengaruh terhadap TPS (Tempat Pembuangan Sementara), sampah yang tidak tertampung akan menjadi tercemar dan bisa merusak lingkungan dan kesehatan. Contohnya merusak lingkungan seperti Banjir, mendatangkan bau yang tidak sedap, dan mendatangkan berbagai penyakit seperti Demam Berdarah dan masih banyak penyakit yang ditimbulkan akibat sampah.

(4)

B. Identifikasi Masalah

Timbulan sampah di Kabupaten Bandung khususnya di Kecamatan Katapang Sangkanhurip mempunyai volume yang tinggi. Perkiraan jumlah timbulan sampah per Hari di Kecamatan Katapang Desa Sangkanhurip 47.310 Kg/Hari. Timbulan Sampah Salah satu permasalahan yang cukup besar yang dialami oleh Kecamatan Katapang dengan volume sampah yang tinggi setiap harinya. Tumpukan-tumpukan sampah juga merupakan masalah yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Permasalahan sampah tidak hanya berkaitan dengan dengan peningkatan jumlah penduduk saja, namun juga dipengaruhi oleh faktor lain diantaranya Faktor Internal dan Eksternal.

Bank Sampah yang menjadi salah satu alternatif sudah ada kurang lebih 5 Tahun di Sangkanhurip, adanya bank sampah belum menjadi solusi berkurangnya volume sampah dikarenakan masih kurangnya rasa peduli masyarakat terhadap memilah sampah, masyarakat masih mengandalkan anggota bank sampah yang datang membawa sampah dari rumah masing- masing. Peneliti ingin mengetahui Efektivitas Bank Sampah di Sangkan Asri maka identifikasi masalah pada penelitian ini adalah: Bagaimana Peran Bank Sampah Sangkan Asri dalam Efektivitas Pengelolaan Sampah di Desa Sangkanhurip Katapang Kabupaten Bandung 2022?

(5)

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui Efektivitas Pengelolaan Sampah di Bank Sampah Sangkan Asri Desa Sangkanhurip Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung 2022.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui Efektivitas bank sampah berdasarkan Availability di Bank Sampah Sangkan Asri Desa Sangkanhurip Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung 2022.

b. Untuk mengetahui Efektivitas Bank Sampah berdasarkan Performance di Bank Sampah Sangkan Asri Desa Sangkanhurip Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung 2022.

c. Untuk mengetahui Efektivitas Bank Sampah berdasarkan Quality di Bank Sampah Sangkan Asri Desa Sangkanhurip Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung 2022.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

a. Memperkaya ilmu pengetahuan melalui penelitian yang dilakukan sehingga memberikan pengembangan ilmu dalam bidang kesehatan lingkungan khususnya pada pengelolaan sampah.

b. Memperluas referensi untuk melakukan inovasi serta adanya pengembangan ilmu terkait dengan permasalahan tersebut.

(6)

2. Manfaat Praktis a. Bagi Institusi

Hasil penelitian bisa sebagai bahan referensi peneliti selanjutnya terutama dalam ruang lingkup kesehatan masyarakat, penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan untuk menambah daftar perpustakaan STIKes Dharma Husada dan bahan penelitian bagi mahasiswa yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Pengelolaan Sampah.

b. Bagi Pengelola Bank Sampah

Menjadikan lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang Ekonomis.

c. Bagi Masyarakat

Memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh sampah. Sehingga dapat berperan aktif mendukung berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan.

d. Bagi Mahasiswa

Hasil Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk dan menjadi referensi yang dapat membantu mahasiswa terkait Peran Bank Sampah dalam Efektivitas Pengelolaan Sampah.

(7)

E. Ruang Lingkup

1. Ruang Lingkup Metode

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berupa observasional bersifat deskriptif analitik digunakan untuk melihat efektivitas pengelolaan sampah di Bank Sampah Sangkanhurip Katapang dari sudut pandang aspek pengelolaan sampah.

2. Ruang Lingkup Waktu

Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dari Mei sampai bulan Juli tahun 2022.

3. Ruang Lingkup Tempat

Tempat penelitian ini dilaksanakan di Desa Sangkanhurip Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pengelolaan limbah sampah oleh bank sampah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui bank sampah samaturu di pulau