• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini, telepon seluler bukan lagi merupakan kebutuhan sekunder. Hal ini sesuai dengan fakta bahwa pengguna telepon seluler khususnya di Indonesia saat ini telah menyentuh angka 92 juta (KEMENPERIN, 2019) dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 255 juta berdasarkan sensus penduduk tahun 2010-2019 (BPS, 2019).

Dari data tersebut, menurut Dimitri Mahayana sekitar 5-10% terindikasi sebagai pecandu telepon seluler (terbiasa menyentuh gadgetnya sekitar 100-200 kali dalam sehari) (Wijanarko, 2017).

Adapun penduduk yang memiliki gawai (gadget) mencapai 258.902.700 atau 97% dari jumlah penduduk dan hanya 8.007.300 atau 3% yang tidak memiliki gawai (gadget). Data jumlah pemilik gawai (gadget) tersebut 24.155.622 atau 9.33%

merupakan kamera, 55.301.617 atau 21.36% laptop/notebook dan 171.678.380 atau 66.31% telepon seluler berdasarkan data tahun 2016-2019 (BPS, 2019). Dari data tersebut dapat dilihat jumlah telepon seluler menempati urutan paling atas atau paling banyak digunakan. Jika dihitung berdasarkan rasio, kepemilikan telepon seluler terhadap jumlah penduduk indonesia jika satu keluarga terdiri dari 4 orang anggota, maka rasionya 1 keluarga memiliki 1 telepon seluler. Tingginya tingkat kepemilikan seluler, kian didukung oleh berkembangnya sistem transaksi jual beli perangkat ini.

Sudah banyak beberapa perusahaan penjual handphone menyediakan fasilitas jual

1

(2)

beli secara online namun kebanyakan hanya menjual secara cash atau tunai. Banyak bagian masyarakat yang berkebutuhan untuk memiliki handphone terutama berbasis smartphone belum terpenuhi dikarenakan harga yang mahal, adapun dengan mencicil namun menggunakan credit card. Adanya ide baru dalam strategi penjualan gadget sangat diperlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan segmentasi masyarakat tersebut dengan memberikan kemudahan dan keringanan secara persyaratan dan prosedur membeli handphone secara kredit. Dengan semakin mudahnya sistem jual beli secara kredit sehingga menarik perhatian masyarakat untuk lebih mudah lagi dalam memiliki telepon seluler dengan keringanan pembayaran yang diberikan secara diangsur.

Dengan semakin mudahnya transaksi kepemilikan handphone ini, terdapat beberapa permasalahan yang muncul, misalnya keterlambatan pembayaran dari waktu yang telah ditentukan sehingga berdampak kerugian kepada pihak perusahaan dan kepada pihak debitur (konsumen). Hal ini juga tentunya, sering menyebabkan ketidak harmonisan antara perusahaan dengan konsumen karena membuat perusahaan harus mengambil langkah untuk penagihan secara langsung dengan cara mendatangi alamat yang tercantum pada form identitas saat mengajukan dan melakukan konfirmasi oleh petugas. Apabila konsumen tidak dapat melunasi atau tidak dapat melakukan pembayaran dalam jangka waktu tertentu, hal tersebut jelas sangat merugikan perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan yang timbul, maka pada penelitian kali ini diusulkan sebuah metode TOPSIS (Technique for Others Reference bi Similarity to Ideal Sulution) sebagai solusi untuk pengambilan keputusan dengan menambahkan

(3)

alternatif statis dengan nilai bobot setiap kriteria paling tinggi sehingga mendapatkan hasil akhir alternatif yang direkomendasikan layak menerima kredit telepon seluler.

Metode TOPSIS diusulkan berdasarkan pada beberapa penelitian terdahulu yang menunjukan bahwa dengan menggunakan metode ini dapat memberikan hasil yang terbaik. Seperti penelitian yang dilakukan Pada tahun 2015 oleh Bunga Annete Benning, Indah Fitri Astuti, dan Dyna Marisa Khairina. Penelitian ini membahas mengenai sistem pendukung keputusan pembelian perangkat komputer. Permasalahan yang terdapat pada penelitian ini adalah adanya beberapa barang yang tidak laku terjual sehingga barang tersebut menumpuk digudang dan juga mengalami kesulitan memenuhi permintaan pasar akibat kurangnya stok barang. Dengan permasalahan tersebut maka perlu dibuat suatu aplikasi dalam menentukan prioritas pembelian atau pemesanan barang sehingga dapat melakukan pembelian barang yang optimal.

Penelitian selanjutnya yang dijadikan acuan adalah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 oleh Jepri Siregar tentang kelayakan terhadap nasabah yang akan melakukan kredit kepemilikan rumah (KPR), masalah pemberian kredit untuk penilaian data kreditur kepada pihak bank dengan jaminan rumah yang dibeli kemudian mengangsurnya setiap bulan dengan besar angsuran dan jangka waktu pembayaran sesuai dengan kesepakatan. Solusi permasalahan dari penelitian ini adalah dengan cara membuat aplikasi sistem pendukung keputusan dengan menggunakan kriteria-kriteria yang telah ditentukan persentasinya. Kriteria-kriteria tersebut adalah kartu tanda penduduk 15%, kartu keluarga 15%, NPWP 15%, rekening koran 15%, Slip gaji 20%, dan surat rekomendasi perusahaan 20%.

Pengambilan keputusan dengan menambahkan alternatif statis dengan nilai bobot

(4)

setiap kriteria paling tinggi sehingga mendapatkan hasil akhir alternatif yang di rekomendasikan menerima KPR. Berdasarkan pemaparan permasalahan dan usulan solusi permasalahan, maka pada penelitian kali ini akan dilakukan penerapan metode TOPSIS terhadap sebuah sistem pendukung keputusan pemberian kredit telepon seluler.

1.2. Identifikasi Permasalahan

Berdasarkan pemaparan latar belakang masalah, dihasilkan identifikasi permasalahan sebagai berikut:

1. Masih sulitnya menentukan calon debitur yang layak tanpa adanya dukungan sistem pendukung keputusan.

2. Belum adanya metode pendukung keputusan penentuan kelayakan kredit yang memadai khususnya untuk objek telepon seluler.

1.3. Perumusan Masalah

Rumusan masalah yang didapat dari hasil identifikasi permasalahan tersebut adalah:

1. Bagaimana membuat sistem pendukung keputusan yang bisa memberikan alternatif terbaik yang bisa menguntungkan kedua belah pihak debitur maupun kreditur.

2. Bagaimana menerapkan metode Technique For Other Reference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS) sebagai alternatif pendukung keputusan multikriteria.

(5)

1.4. Maksud dan Tujuan

Maksud diambilnya permasalahan ini sebagai penulisan skripsi, yaitu:

1. Merancang program bisnis sistem pendukung keputusan (SPK) yang berguna untuk memberikan alternatif bagi calon debitur (konsumen)

2. Memberikan solusi untuk kreditur dalam memilihkan alternatif terbaik sebelum mengambil keputusan untuk melakukan kredit.

Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan program strata 1 (S1) Universitas Bandung.

1.5. Metode Penelitian

Sebuah metode penelitian merupakan hal yang penting dalam sebuah sistem.

Agar rancangan sistem menghasilkan sistem yang baik, maka penelitian yang dilakukan harus baik pula. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, fenomena, serta hubungan antara komponen yang diselidiki.

1.5.1. Teknik Pengumpulan Data A. Observasi

Penulis melakukan pengamatan secara langsung dilapangan (observasi) guna mendukung dalam pembuatan sistem informasi pendukung keputusan, supaya data yang dihasilkan sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan. Pengamatan langsung ini bertujuan agar informasi yang didapatkan berasal dari dua sisi yang berbeda yaitu kreditur (pihak MARS Phone CELL yang memberikan kredit) dan debitur (calon konsumen yang akan melakukan kredit secara berjangka).

(6)

B. Wawancara

Dalam melakukan penelitian dan pengumpulan data, penulis menggunakan metode wawancara kepada beberapa narasumber secara langsung karena penulis yakin metode ini adalah teknik yang paling singkat untuk mendapatkan data. Data yang nantinya dipakai akan lebih teliti dan lebih akurat kebenarannya.

C. Studi Pustaka

Metode ini dilakukan guna mendapatkan beberapa informasi di luar ruang lingkup tempat penelitian atau riset, tujuannya agar data-data yang dihasilkan menjadi lebih komplit dan maksimal. Penulis mengumpulkan referensi-referensi baik yang bersifat online (internet) maupun offline yang dipelajari dari buku-buku terkait, jurnal dan dokumen-dokumen lain yang mendukung pembuatan skripsi ini.

1.5.2. Model Pengembangan Sistem

Model SDLC (Software Development Life Cycle) air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensi linier (Sequential Liniar) atau alur hidup klasik (classic life cycle)”. Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung (support). Metodologi yang digunakan terhadap sistem pendukung keputusan pemberian kredit telepon seluler pada MARS Phone CELL Tasikmalaya adalah waterfall yang mempunyai aktivitas-aktivitas sebagai berikut:

(7)

A. Analisa Kebutuhan Sistem

Penulis menganalisa data yang telah diperoleh untuk membuat sistem yang baru dengan tujuan memperoleh hasil yang baik. Pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami seperti apa yang dibutuhkan oleh pihak kreditur (MARS Phone CELL). Analisa yang penulis lakukan antara lain:

1. Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh kreditur (MARS Phone CELL) pada saat menentukan nilai alternatif yang paling mendekati kriteria calon debitur (Konsumen) yang telah ditentukan.

2. Mengidentifikasi kebutuhan aplikasi sistem pendukung keputusan pihak kreditur (MARS Phone CELL) untuk calon debitur (Konsumen).

3. Mengidentifikasi informasi kriteria yang tepat untuk calon debitur (Konsumen) terhadap sebuah sistem pendukung keputusan pemberian kredit telepon seluler sebagai syarat yang ditentukan oleh pihak kreditur (MARS Phone CELL).

B. Desain

Proses desain akan menterjemahkan syarat kebutuhan kesebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat pengkodean adalah:

1. Perancangan Basis Data

Merancang spesifikasi database yang dibutuhkan oleh sistem seperti menentukan jenis database yang sesuai atau memilih database yang memiliki tingkat kompatibilitas yang baik sehingga mempermudah dalam hal pemilihan

(8)

bahasa pemograman yang sesuai. Dalam hal ini penulis menggunakan database MySQL dan PHPMyAdmin.

2. Perancangan fungsi pada aplikasi

Berdasarkan kebutuhan pengguna di dalam sistem yang diambil dari aktivitas yang sedang berlangsung maka dibuatlah rancangan suatu aplikasi yang memiliki fungsi tertentu yang mampu memenuhi standar proses yang mungkin terjadi di dalam sistem dengan membuat sistem pendukung keputusan pemberian kredit telepon seluler berbasis web pada MARS Phone CELL Tasikmalaya dengan menggunakan metode Unified Modelling Language.

3. Perancangan Media Tatap Muka (Interface)

Merancang bentuk tampilan yang ramah (user friendly) dan mudah dalam pemakaiannya dengan mempertimbangkan nilai-nilai estetika dalam bentuk dan design dari interface program.

C. Code generation

Pada tahap ini mulai dibuatkan code generation sesuai dengan desain yang telah ada. Pembuatan code generation menggunakan bahasa pemrograman HTML, PHP dan Javascript.

D. Testing

Pada tahap ini dilakukan penerapan web sistem pendukung keputusan pemberian kredit telepon seluler tersebut dengan melakukan tes terlebih dahulu apakah web tersebut layak untuk digunakan dan dapat beroperasi sesuai dengan apa yang diharapkan. Proses pengujian yang dilakukan dengan menggunakan

(9)

Black-Box Testing. Uji coba dilakukan kepada pihak kreditur (MARS Phone CELL) untuk penggunaan sistem pendukung keputusan pemberian kredit telepon seluler kepada calon debitur (Konsumen) diberikan panduan bagaimana cara melakukan pengolahan data kriteria-kriteria melalui web dan mempresentasikan hasil desain web.

E. Support

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah digunakan oleh pihak kreditur (MARS Phone CELL). Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga harus menambahkan beberapa alternatif kriteria-kriteria yang terbaru.

Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat menanggulangi proses perkembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.

(10)

1.6. Ruang Lingkup

Dalam penulisan laporan skripsi ini, pembahasan akan dibatasi dalam ruang lingkup sebagai berikut:

1. Menggunakan platform web yaitu dengan menggunakan bahasa pemograman HTML dan PHP.

2. Aplikasi yang dibangun hanya sebagai alternatif pemecah masalah dalam menentukan keputusan bagi kreditur (MARS Phone CELL) dengan metode TOPSIS.

3. Variabel yang digunakan untuk menjadi dasar pertimbangan adalah Identity (Identitas lengkap debitur), Requirements (Persyaratan debitur), Income (Penghasilan tetap), Capacity (Kemampuan membayar angsuran dan uang muka), dan Capital (Modal atau biaya dimuka yang diberikan).

4. Penentuan kriteria dibatasi hanya bagi para calon debitur (konsumen) untuk pemberian kredit telepon seluler saja.

Referensi

Dokumen terkait