BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Konteks Penelitian
Ketika mendengar kata Al-Quran maka akan tergambar di benak umat islam adalah sebagai pedoman hidup yang sangat akrab dan selalu hadir ditengah-tengah kita dalam keadaan suka maupun duka. Seorang muslim tentunya merujuk pada Al-Qur`an untuk menemukan panduan bersahabat.
Maka sudah sewajarnya seorang muslim untuk mempelajari Al-Qur`an terlebih dahulu. Karena Al-Qur`an, dapat mengantarkan kita pada sahabat- sahabat sejati selanjutnya.
Al-Qur`an memang pantas menjadi sahabat sejati dalam kehidupan.
Karena kebahagiaan seorang muslim terletak pada sejauh mana dia bersahabat dengan Al-Qur’an dan hidup bersamanya (membacanya, merenungkannya, mengamalkannya, atau menghafalnya).
Akhir-akhir ini keinginan masyarakat untuk belajar Al-Qur’an mulai tumbuh. Gairah tersebut dapat terlihat dari pembelajaran atau pengajian Al- Qur`an yang diselenggarakan di mana-mana. Mulai dari pengajian Al- Qur’an lepas kerja ala kantor perusahaan atau instansi pemerintah, sampai ke pembelajaran Al-Qur’an disekolah, yang bermunculan di berbagai pelosok penjuru negeri.
Salah satu lembaga yang giat mengadakan kegiatan untuk menghapus buta aksara dan buta bahasa Al-Qur`an di kalangan masyarakat adalah Rumah Tahfidz.
Rumah Tahfidz merupakan salah satu program dari PPPA (Program
Pembibitan Penghafal Al-Qur`an) yang diprakarsai oleh Ustadz Yusuf Mansyur. Salah satunya ada di kota Bandung yaitu Rumah Tahfidz Anak Sholeh.
Rumah Tahfidz Anak Sholeh itu sendiri merupakan suatu bentuk pesantren mikro berbasis rumah yang bergerak dalam pendidikan Tahfidz (penghafal) Al-Qur`an, di mana pusat pembelajaran Tahfidz-nya diadakan di salah satu Rumah di kota Bandung. Ide dasar pendirian lembaga ini, memang untuk memakmurkan atau meramaikan dengan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan Al-Qur`an, baik itu membaca, mengkaji dan menghafal Al-Qur`an.
PPPA Daarul Qur’an di Rumah Tahfidz Anak Sholeh ingin menepis bawahsannya belajar menghafal Al-Quran itu terkesan perlu guru yang mahal,pesantren dengan biaya yang mahal pula serta jauh di jangkau oleh daerah- daerah tertentu karena lokasi pesantren biasanya jauh dari perkotaan. Disini Rumah Tahfidz Anak Sholeh yang didirikan oleh Hj. Siti Rahimah Tussa'diyah sebagai koordinator dan donatur yang memperbolehkan rumah nya di jadikan tempat bagi anak-anak di lingkungan tempat tinggal beliau, yakni di jalan Rancabolang no 1. Tentunya dengan pengawasan dan bimbingan rumah Tahfidz centre yakni PPPA Daarul Qur’an,selain menjadikan rumah pribadi menjadi rumah Tahfidz disini koordinator Rumah Tahfidz Anak Sholeh pun sangat berperan penting dalam terbentuknya Rumah Tahfidz Anak Sholeh yaitu dengan mengajak anak-anak di lingkungan sekitar yang ingin menjadi Tahfidz Al-Quran untuk menjadi siswa di Rumah Tahfidz Anak Sholeh. Tidak hanya itu sebelum ada siswa tentunya rumah Tahfidz sudah mempunyai guru yang hafal dan memahami dengan penuh Al-quran untuk nantinya di sampaikan kepada siswa- siswi di Rumah Tahfidz. Setelah itu barulah proses menghafal mulai terjadi siswa-
siswi berdatangan di Rumah Tahfidz Anak Sholeh hal ini bukan tanpa alasan, karena selain guru pembimbing yang di sediakan oleh Daqu ( Daqu sebutan untuk Daarul Qur’an) Rumah Tahfidz pun ikut menyertakan tetua didaerah sekitar yang hafal dan mengerti penuh Al-quran untuk menjadi guru pebimbing di Rumah Tahfidz Anak Sholeh. Perlahan namun pasti dari satu orang siswa yang menjadi siswa di Rumah Tahfidz Anak Sholeh lambat laun anak-anak lain di sekitar daerah tersebut pun ikut untuk menjadi siswa yang ingin Tahfidz Al-quran tentunya ini tidak lepas dari kesadaran mereka dan besar nya semangat yang ada pada diri mereka. Kini Rumah Tahfidz Anak Sholeh setidaknya memiliki 60 orang siswa yang siap menjadi penghafal Al-quran,anak-anak yang menjadi siswa-siswi di rumah Tahfidz Anak Sholeh yakni kisaran usia sekolah SD hinggaSMA/SMK.
Kini rumah Tahfidz Anak Sholeh telah banyak memiliki siswa yang ingin menjadi penghafal Al-quran, sehingga tempat untuk belajar pun diperluas hingga ke halaman depan rumah koordinator Rumah Tahfidz. Hal ini dikarenakan banyak nya antusias dari para siswa yang datang untuk menghafal setiap harinya,waktu menghafal Al-quran pun di tentukan oleh Rumah Tahfidz Anak Sholeh yakni setelah bada Ashar hingga bada Isya. Hal ini membuat PPPA Daruul Qur’an selaku pendiri dan Pembina Rumah Tahfidz memberikan apresiasi yakni berupa sumbangan untuk menunjang kegiatan pembelajaran, sumbangan tersebut tentunya merupakan pemberian dari para donatur yang sangat peduli akan kemajuan penghafal Al-Quran di Indonesia khususnya di daerah Bandung nantinya sumbangan yang diberikan kepada Rumah Tahfidz Anak Sholeh akan di wujudkan dalam memperbanyak sarana yang di butuhkan di Rumah Tahfidz Anak
Sholeh agar siswa-siswi yang belajar menghafal Al-quran lebih semangat dan nyaman untuk menghafal Al-quran.
Selain itu setiap tahun selalu di adakan acara tahunan,hal ini juga salah satu bentuk apresiasi dari PPPA Daarul Qur’an untuk siswa-siswi Rumah Tahfidz yang telah menghafal 3-30 surat Al-quran. Apresiasi ini di wujudkan dalam bentuk acara wisuda akbar setiap tahun Rumah Tafhidz selalu menggelar acara wisuda akbar,halini pun menjadi kebanggan tersendiri tentunya untuk para siswa karena semangat mereka menghafal Al-quran di apresiasi oleh orang banyak dan bisa menjadi motivasi untuk anak-anak lain nya.
Dengan diadakannya program Rumah Tahfidz, setidaknya dapat menepis anggapan bahwa menghafal Al-Qur`an itu susah. Memang menghafal Al- Qur`an bagi sebagian orang selama ini dianggap sesuatu yang sulit dan rumit.
Anggapan ini bisa muncul, jika yang dilihat jumlah seluruh ayat Al-Qur`an itu lebih dari enam ribu ayat, yang ditulis dalam sekitar enam ratus halaman.
Agar program Rumah Tahfidz dapat tersebar luas, diperlukan cara untuk membangun knowledge (pengetahuan) dan awareness (kesadaran) akan pentingnya menghafal Al-Qur’an sejak usia dini. Untuk mencapai semua itu di perlukan sebuah strategi. Strategi dalam menyebar luaskan program rumah tahfidz di PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an) terbilang sangat menarik.
Orang yang ingin mengikuti program rumah tahfidz sebelumnya harus siap untuk di bina di Daarul Qur’an, dan juga bersedia untuk mensedekahkan rumah nya untuk di pinjam dan dijadikan rumah tahfidz. Dengan cara seperti itu, diharapkan untuk mempermudah menyebar luaskan rumah tahfidz di Indonesia, khususnya di Kota Bandung.
Strategi pada hakikatnya adalah perpaduan antara planning (perencanaan) dan management (manajemen) untuk mencapai tujuan. Strategi tidak hanya berfungsi sebagai jalan yang hanya memberikan arah saja,melainkan harus mampu menunjukkan taktik operasionalnya. Strategi dikatakan sebagai petunjuk atau langkah-langkah yang harus diambil guna mencapai tujuan perusahaan itu sendiri. Strategi di perlukan dalam memasarkan program rumah tahfidz agar program tersebut dapat berjalan sesuai tujuan yang diinginkan. Strategi juga diperlukan dalam penyampaian pesan dan informasi. Namun tidak hanya sekedar penyampaian pesan saja, akan tetapi strategi tersebut diperlukan untuk menarik dan mempengaruhi khalayak sesuai dengan kehendak perusahaan.
Public Relations merupakan jembatan penghubung antara organisasi dengan publiknya dalam proses komunikasi agar tercipta hubungan yang efektif, baik hubungan internal maupun eksternal, berdasarkan landasan mutual understanding (pemahaman bersama) guna mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan. Salah satu perluasan public relations yang akan diangkat oleh peneliti adalah marketing public relations.
Dalam setiap kompetisi, marketing public relations dirasa sangat penting dan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan di era sekarang ini.
Dalam perkembangannya, marketing public relations sangat pesat dalam penyebaran pesan atau informasi. Selain itu, marketing public relations mengandung kekuatan membujuk (persuassive approach) dan sekaligus membidik masyarakat atau publiknya. Tentunya kegiatan marketing public relation tersebut sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan dari program Rumah Tahfidz Daarul Qur’an.
Ketertarikan peneliti dalam mengangkat hal tersebut untuk dijadikan penelitian karena PPPA Daarul Qur’an mempunyai konsep stargeti marketing yang unik dan menarik dalam menjalankan program Rumah Tahfidz. Keberhasilan PPPA Daarul Qur’an dalam memasarkan program Rumah Tahfidz pastinya tidak lepas dari strategi marketing public relations.
Berdasarkan konteks penelitian diatas, maka peneliti tertarik untuk mengangkat judul : Strategi Marketing Public Relations PPPA Daarul Qur’an Pada Program Rumah Tahfidz Anak Sholeh
(Studi Kasus mengeni Strategi Marketing Public Relation dalam Program RumahTahfidz Anak Sholeh di PPPA Da’arul Qur’an Kota Bandung)
1.2. Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan uraian yang dikemukakan diatas, maka timbul beberapa pertanyaan yang menjadi poin utama dalam pembahasan “Strategi Marketing Public Relations dalam Program Rumah Tahfidz di PPPA Daarul Qur’an Kota Bandung”, antara lain:
1. Bagaimana Strategi Marketing Public Relations Daarul Qur’an dalam menyebarluaskan program Rumah Tahfidz?
2. Bagaimana Analisis Strategi Komunikasi yang diterapkan oleh Daarul Qur’an dalam menyebarluaskan Program Rumah Tahfidz?
3. Bagaimana media komunikasi yang diterapkan oleh Daarul Qur’an dalam menyebarluaskan Program Rumah Tahfidz?
1.3.Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana Strategi Marketing Public Relations Daarul Qur’an dalam menyebarluaskan program Rumah Tahfidz.
2. Untuk mengetahui bagaimana Analisis Strategi Komunikasi yang diterapkan oleh Daarul Qur’an dalam menyebarluaskan Program Rumah Tahfidz.
3. Untuk mengetahui bagaimana media komunikasi yang diteraapkan oleh Daarul Qur’an dalam menyebarluaskan Program rumah Tahfidz.
1.4. Kegunaan Penelitian 1.4.1. Kegunaan Teoritis
Penelitian ini diharapakan dapat memberikan tambahan wawasan yang bermanfaat mengenai studi kasus yang berkaitan dengan ruang lingkup kajian ilmu komunikasi dalam bidang public relations. Penelitian ini juga dapat memperkaya peneliti dalam kosentrasi Public Relations yang diterapkan di Institusi Pendidikan.
1.4.2.Kegunaan Praktis
1. Untuk Peneliti
Sebagai pembelajaran dalam proses mengumpulkan data, melakukan riset mencari informasi agar menjadi seorang praktisi public relations yang kompeten. Serta menjadi sarana pengaplikasian teori yang telah didapat dalam perkuliahan.
2. Untuk Akademi
Sebagai salah satu pengetahuan bagi mahasiswa Universitas BSI Bandung secara umum dan secara khusus teman-teman mahasiswa Fakultas Ilmu
Komunikasi, sebagai referensi, acuan atau perbandingan untuk melakukan penelitian pada kajian yang sama.
1.5 Pembatasan Penelitian
Pembatasan masalah penelitian ini dilakukan agar masalahyang di teliti lebih fokus dan tidak menyimpang, maka penulis membuat pembatasan penelitian sebagai berikut :
1. Strategi marketing public relations PPPA Daarul Qur’an melalui program Rumah Tahfidz Anak Sholeh dalam meningkatkan kecintaan dalam menghafal Al-quran.
2. Penelitian dilakukan di kantor PPPA Daarul Qur’an di Jl.PU Pengairan No.8 Cipamokalan Rancasari Bandung.