Salah satu yang menerapkan inovasi layanan online ini adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi saat ini melayani perizinan secara online. Hal ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi.
Peneliti sangat tertarik dengan inovasi SILAT yang dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kota Bekasi. 9 Pelayanan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan yang ada. Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Karakteristik Inovasi Sistem Pelayanan Perizinan Terpadu (SILAT) pada Perizinan Periklanan di Dekat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi” .
Apa ciri-ciri inovasi Sistem Pelayanan Perizinan Terpadu (SILAT) pada perizinan periklanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi. Apa saja faktor yang mendukung dan menghambat inovasi Sistem Pelayanan Perizinan Terpadu (SILAT) dalam perizinan periklanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kota Bekasi. Untuk menganalisis karakteristik inovasi Sistem Pelayanan Perizinan Terpadu (SILAT) pada perizinan periklanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi.
Mengetahui faktor pendukung dan penghambat inovasi Sistem Pelayanan Perizinan Terpadu (SILAT) dalam perizinan periklanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi.
Kerangka Pemikiran Teoritis .1 Penelitian Terdahulu
Administrasi Publik
Menurut Chandler dan Plano (dalam Keban, 2008:3), administrasi publik adalah suatu proses di mana sumber daya publik dan administrator diorganisir dan dikoordinasikan untuk merumuskan, melaksanakan dan mengelola keputusan kebijakan publik. Istilah administrasi publik menunjukkan bagaimana pemerintah bertindak sebagai pihak yang berkuasa atau sebagai regulator yang aktif dan selalu mempunyai inisiatif untuk mengatur atau menentukan langkah-langkah yang baik bagi masyarakat, karena masyarakat dianggap pasif atau tidak mampu dan harus menerima apapun yang diatur oleh pemerintah. pemerintah (Keban, 2008:4). Menurut McCurdy (dalam Keban, 2008:3), administrasi publik dapat dilihat dari segi proses politik, yaitu sebagai cara mengatur suatu negara dan dianggap sebagai upaya utama untuk melaksanakan berbagai fungsi negara.
Hal ini menunjukkan bahwa administrasi publik bukan hanya masalah manajemen tetapi juga masalah politik. Menurut Chandler dan Plano (dalam Keban, 2008: 60), kebijakan publik merupakan suatu bentuk kontinum intervensi pemerintah demi kepentingan masyarakat yang tidak berdaya agar mereka dapat hidup dan berpartisipasi dalam lingkup pemerintahan.
Manajemen Publik
Inovasi
- Definisi Inovasi
- Karakteristik Inovasi
- Faktor Pendukung dan Penghambat Inovasi Pelayanan Publik
- Tipologi Inovasi Sektor Publik
- Pengertian E-Government
- Manfaat E-Government
Inovasi dapat berupa ide, metode, atau objek yang dirasakan seseorang sebagai sesuatu yang baru. Suatu inovasi tentunya harus mempunyai keunggulan dan nilai tambah dibandingkan dengan inovasi-inovasi sebelumnya yang sudah ada. Nilai-nilai baru selalu melekat pada inovasi sehingga menjadi ciri khas yang berbeda dari yang lain.
Hal ini untuk memastikan bahwa inovasi-inovasi sebelumnya tidak terbuang dan inovasi-inovasi lama juga menjadi bagian dari proses transisi menuju inovasi-inovasi baru. Kesesuaian terlihat dari sejauh mana inovasi tersebut memenuhi kebutuhan masyarakat dan apakah inovasi tersebut sejalan dengan nilai dan norma masyarakat. Namun tingkat kompleksitas tersebut secara umum tidak menjadi permasalahan yang berarti karena inovasi memiliki cara yang lebih baru dan lebih baik.
Kompleksitas inovasi dapat dilihat dari sistem sosial, faktor kesiapan karyawan, hambatan yang dihadapi, serta terdapat hal-hal yang berhubungan negatif dengan tingkat adopsi. Uji coba inovasi terlihat dari pelaksanaan uji publik dan sosialisasi. Hasil suatu gagasan yang disebut inovasi dapat dengan mudah diamati dan dikomunikasikan kepada orang lain, namun terkadang beberapa inovasi juga sulit untuk dijelaskan kepada orang lain.
Observability terlihat dari kemudahan dalam mempelajarinya, serta kejelasan dan pemahamannya bagi masyarakat sebagai pengguna inovasi pelayanan publik. Ada berbagai faktor yang dapat digunakan sebagai ukuran keberhasilan inovasi dan penting untuk memahami faktor-faktor tersebut dengan jelas. Pelayanan birokrasi yang buruk akan menjadi faktor dominan dalam menghambat proses penyampaian pelayanan publik kepada masyarakat.
Inovasi yang berhasil adalah penciptaan dan penerapan proses, produk layanan, dan metode layanan baru yang dikembangkan dalam hal efisiensi, efektivitas, atau kualitas hasil. Menurut Kelompok Bank Dunia (Suaedi, 2010: 54), eGovernment adalah upaya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemerintah, transparansi dan akuntabilitas dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik. menyatakan bahwa e-Government merupakan pelayanan publik yang dilakukan melalui situs web pemerintah yang dapat dilihat dari domain pemerintah Indonesia yaitu (go.id).
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, e-Government merupakan upaya penerapan manajemen berbasis elektronik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang efektif dan efisien. Dapat disimpulkan bahwa e-Government dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan pelayanan publik ditinjau dari berbagai manfaatnya.
Operasionalisasi Konsep
Iklan ini bertujuan untuk menambah nilai merek pada persepsi konsumen dengan cara melakukan inovasi, meningkatkan kualitas dan meningkatkan persepsi konsumen. Baliho digunakan sebagai media periklanan ruang terbuka yang dinilai lebih efektif dan murah dalam menyampaikan pesan, serta masyarakat dapat melihat dan memahami isi iklan secara gratis. Baliho biasanya ditempatkan di tempat terbuka, seperti di sepanjang jalan besar atau di tempat-tempat yang dianggap efektif dan strategis bagi masyarakat.
28 Inovasi SILAT Perizinan Periklanan di DPMPTSP Kota Bekasi hendaknya mempunyai kelebihan dan nilai tambah dibandingkan dengan inovasi sebelumnya. Inovasi SILAT dalam perizinan periklanan di DPMPTSP Kota Bekasi harus sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sebagai penerima jasa perizinan periklanan. Adanya inovasi SILAT dalam perizinan periklanan di DPMPTSP Kota Bekasi hendaknya tidak membuat masyarakat merasa kesulitan dalam mengelola pelayanannya.
Penerapan inovasi SILAT dalam perizinan periklanan di DPMPTSP Kota Bekasi seharusnya dapat memudahkan prosedur pelayanan masyarakat. Inovasi SILAT dalam perizinan periklanan di DPMPTSP Kota Bekasi harus terlihat dari segi operasional dan produksinya menjadi sesuatu yang lebih baik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan pelayanan yang cepat dan dinamika masyarakat yang menuntut pelayanan publik menjadi lebih sederhana, maka harapan dan tuntutan masyarakat terhadap kemudahan dan penyederhanaan pelayanan semakin kuat.
Kaitannya dengan penelitian ini merupakan ciri dari inovasi SILAT dalam perizinan periklanan yang dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi yang masih menghadapi berbagai permasalahan. Dari rumusan masalah penelitian yang akan dibahas diharapkan mampu menjawab permasalahan terkait analisis karakteristik inovasi SILAT pada perizinan periklanan yang belum optimal pada Pelayanan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. bekasi. Kantor.
Metode Penelitian
- Tipe Penelitian
- Situs Penelitian
- Subjek Penelitian
- Jenis Data
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis dan Interpretasi Data
- Kualitas Data
Dalam penelitian ini peneliti menganalisis implementasi fitur-fitur inovasi SILAT (Sistem Pelayanan Perizinan Terpadu) pada perizinan periklanan yang dilakukan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi inovasi SILAT di layanan periklanan. Lokasi penelitian yang dipilih peneliti dilakukan oleh kantor penanaman modal dan pelayanan terpadu di Jalan Ir. H. Juanda No. 100, Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pelayanan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dipilih karena merupakan lembaga yang memiliki dan melaksanakan inovasi SILAT dalam perizinan periklanan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mutu pelayanan publik.
Subyek dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang terlibat dalam pemberian izin periklanan oleh SILAT pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi. Dalam menentukan orang yang akan menjadi subjek penelitian agar dapat memberikan informasi atau data yang diperlukan secara mendalam dan jelas, dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, karena pemilihannya dilakukan dengan sengaja.
Keempat informan tersebut dipilih karena informan di atas memahami karakteristik inovasi perizinan periklanan SILAT yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang nantinya akan mendukung penelusuran tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis data kualitatif yaitu dengan menggunakan teks atau kata-kata tertulis untuk mendeskripsikan karakteristik inovasi, serta faktor pendukung dan penghambat SILAT dalam perizinan periklanan yang dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi. 33 Data primer penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaan jasa perizinan periklanan, yaitu wawancara kepada: 1) Sub Koordinator Pengembangan Teknologi Informasi DPMPTSP Kota Bekasi, 2) Staf Pengembangan Perizinan DPMPTSP Kota Bekasi, dan 3 ) masyarakat yang terlibat dalam perizinan reklame di DPMPTSP Kota Bekasi.
Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari catatan resmi, dokumen, dokumentasi foto dan peraturan/kebijakan pemerintah terkait inovasi perizinan periklanan SILAT. Wawancara dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara sebagai pihak yang mengajukan pertanyaan dan orang yang diwawancarai sebagai pihak yang menjawab pertanyaan yang diajukan. Wawancara mendalam merupakan metode wawancara yang paling umum digunakan dalam penelitian kualitatif.
Penelitian ini menggunakan metode wawancara semi terstruktur (semi-structured interview) yang artinya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pewawancara dilakukan secara bebas, namun tetap terstruktur dengan jelas dan sesuai dengan topik penelitian. 34 Melakukan wawancara memerlukan alat-alat yang menunjang proses dan hasil data yang diperoleh dari wawancara, seperti draft wawancara, buku catatan, alat perekam untuk mendokumentasikan proses dan hasil wawancara. Dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menelaah dokumen-dokumen berupa buku-buku dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penelitian ini untuk melengkapi data-data yang diperlukan dan meninjau kepustakaan dokumen-dokumen yang dianggap mendukung dan relevan dengan masalah penelitian.