• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

Dengan demikian, pembelian saham kepemilikan silang akan berdampak pada sahnya jual beli itu sendiri sebagaimana tertuang dalam putusan Pengadilan Nomor 1397/Pdt.P/2020/PN.Sby. Artinya, baik PEMOHON I maupun PEMOHON II masing-masing mempunyai saham pada empat perseroan terbatas tersebut, dan jual beli saham tersebut terjadi antara Pemohon I dan Pemohon II selaku pemegang saham PT. Keabsahan akta jual beli saham lintas tanah (Studi Kasus Putusan Pengadilan Nomor 1397/Pdt.P/2020/PN.Sby)”.

Bagaimana kriteria sahnya akta jual beli saham lintas pemegang saham dalam Putusan Pengadilan Nomor 1397/Pdt.P/2020/PN.Sby. Dalam mengkaji ketentuan jual beli saham dalam perseroan terbatas, perlu dipahami terlebih dahulu acuan hukum jual beli. Dengan memahami acuan hukum jual beli, maka akan mudah untuk mempelajari lebih lanjut mengenai jual beli saham pada perseroan terbatas.

Berdasarkan pendapat Yahya Harahap, pengertian jual beli menurut Pasal 1457 KUH Perdata mempunyai 2 (dua) unsur kewajiban, yaitu: 2. Tujuan utama jual beli adalah untuk mengalihkan kepemilikan suatu barang. dari suatu pihak ke pihak lain. Perjanjian jual beli yang sah tercipta jika kedua belah pihak telah menyepakati harga dan produk.

Walaupun perjanjian dapat timbul karena undang-undang, namun jual beli merupakan suatu hal yang dilakukan oleh kedua belah pihak yang telah mengadakan perjanjian untuk saling melaksanakan kinerja.

Syarat Sah Jual Beli

Sebab halal maksudnya suatu perjanjian harus mengacu pada sebab halal yang tidak bertentangan dengan ketentuan Pasal 1337 KUHPerdata, yaitu tidak melanggar ketertiban umum, tidak melanggar kesusilaan, dan tidak melanggar hukum. Dua syarat pertama disebut syarat subyektif karena berkaitan dengan orang atau badan yang melakukan perjanjian, sedangkan dua syarat terakhir disebut syarat obyektif karena berkaitan dengan perjanjian itu sendiri atau obyek perbuatan hukum yang dilakukan. Ketentuan fasilitas: batal tanpa ada tuntutan pihak ketiga di pengadilan.

Para Pihak dalam Jual Beli

Menurut para pihak, proses jual beli saham dapat dilakukan oleh badan hukum perseorangan (perseorangan) atau badan hukum (perusahaan saham, yayasan, koperasi).

Jual Beli Saham dalam Perseroan Terbatas yang Bersifat Tertutup

Yang dimaksud dengan akta ketuhanan yang dibuat di hadapan notaris atau akta di bawah tangan. Akta peralihan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau salinannya harus disampaikan secara tertulis kepada Perseroan. Direksi wajib mencatat pemindahan hak atas saham, tanggal dan hari pemindahan hak tersebut dalam daftar pemegang saham atau daftar khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dan ayat (2) serta mengumumkannya. perubahan susunan pemegang saham kepada Menteri untuk didaftarkan dalam daftar Perseroan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal pendaftaran peralihan hak.

Apabila publikasi sebagaimana dimaksud pada ayat ketiga tidak dilakukan, Menteri menolak permintaan persetujuan atau komunikasi yang dilakukan sesuai dengan komposisi dan nama pemegang saham yang belum diumumkan. Ketentuan mengenai tata cara pengalihan hak atas saham yang diperdagangkan di pasar modal diatur dengan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Yahya Harahap menjelaskan, sebagaimana dalam bukunya UU Perseroan Terbatas, bahwa peralihan hak atas saham melalui jual beli tunduk pada ketentuan Pasal 1457 KUHAP, yaitu: 10.

Jual Beli Saham dalam Perseroan Terbatas yag Bersifat Terbuka

Merujuk pada Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-13/PM/1997 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perusahaan Yang Melakukan Penawaran Umum Saham Dan Perusahaan Umum (Keputusan Ketua Bapepam No. Kep ​​- 13/PM/1997), dijelaskan bahwa setiap peralihan hak atas saham harus memenuhi syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam angka 11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor. Perpindahan hak atas saham harus dibuktikan dengan suatu dokumen yang ditandatangani oleh atau atas nama Pihak yang mengalihkan hak, termasuk oleh atau atas nama Pihak yang menerima pengalihan hak atas saham yang bersangkutan. Bentuk dan mekanisme pengalihan hak atas saham yang diperdagangkan di Pasar Modal harus memenuhi peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

Pemindahan hak atas saham yang termasuk dalam Penitipan Kolektif dilakukan dengan cara pemindahbukuan dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya pada Lembaga Kustodian dan Penyelesaian, Bank Kustodian, dan Perusahaan Efek. Jika ingin membeli saham pada periode awal ini, biasanya investor dapat mengisi Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) yang ada dalam prospektus singkat atau yang tersedia di agen penjualan yang dituju dan mengembalikan formulir tersebut dilanjutkan dengan mengirimkan dana ke alamat tersebut. tercantum dalam formulir. Transaksi jual beli saham beredar dilakukan melalui perdagangan di Bursa, dimana pembeliannya dapat dilakukan melalui anggota bursa.

Sebab setiap perusahaan yang menjual sahamnya di Bursa Efek wajib menunjuk perantara perdagangan efek/perantara perdagangan efek yang termasuk dalam daftar perusahaan efek yang mempunyai izin dari BAPEPAM-LK dan telah bergabung di pasar modal.

Pihak yang Melakukan Jual Beli Saham dalam Perseroan Terbatas

Jumlah nilai nominal seluruh saham yang dibeli kembali oleh Perseroan dan gadai saham atau jaminan fidusia atas saham yang dimiliki oleh Perseroan sendiri dan/atau Perseroan lain yang sahamnya dimiliki baik langsung maupun tidak langsung oleh Perseroan, tidak lebih dari 10% (sepuluh persen) dari seluruh modal yang ditempatkan pada Perseroan, kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Direksi bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian yang dialami pemegang saham yang mempunyai itikad baik, yang timbul akibat batalnya pembelian kembali karena hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Saham yang dibeli kembali oleh Perseroan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dikuasai oleh Perseroan untuk jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun.

Aturan pengalihan hak atas saham berdasarkan undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas tidak berhenti sampai di sini. Apabila tujuan saham adalah untuk menguasai saham sehingga peralihan hak atas saham tersebut mengakibatkan beralihnya pengendalian perseroan dari tangan yang diakuisisi kepada pihak yang mengakuisisi, maka undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Selain itu, akuisisi juga dapat dilakukan dengan melakukan investasi pada saham yang dikeluarkan dari portepel.

Sehubungan dengan ketentuan Pasal 127 ayat (8) Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, tetap perlu memperhatikan ketentuan anggaran dasar. Rencana pengambilalihan yang disetujui oleh RUPS dituangkan dalam Akta Pengambilalihan yang dibuat di hadapan notaris dalam bahasa Indonesia, sedangkan akta pengambilalihan saham dilakukan langsung dari pemegang saham (sesuai Pasal 131(2) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Tanggung Jawab Perseroan Terbatas) harus dinyatakan dengan akta notaris dalam bahasa Indonesia (Pasal 128 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas), yang selanjutnya harus dilampirkan pada akta notaris untuk pelaporan kepada Menteri mengenai perubahan susunan pemegang saham (Pasal 131 UU No. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas) dan perseroan yang diakuisisi kemudian mengumumkan hasil pengambilalihan tersebut dalam surat kabar (Pasal 133 ayat 2 UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas). Kepemilikan saham silang dapat juga disebut dengan kepemilikan asosiasi. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat mengakui adanya hubungan antar pelaku usaha asosiasi yang mempunyai kekerabatan satu sama lain, yang melakukan kegiatan usaha mengenai produk. dalam bentuk barang..

Larangan kepemilikan saham juga berlaku bagi anak perusahaan sehubungan dengan saham yang dikeluarkan oleh perusahaan induk. Lebih lanjut, dalil mengapa anak perusahaan dilarang memiliki saham yang dikeluarkan oleh perusahaan induk adalah karena anak perusahaan dan perusahaan induk dianggap sebagai suatu kelompok usaha yang kepemilikannya tidak dapat dipisahkan antara keduanya, baik oleh perusahaan induk maupun anak perusahaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian dan analisis lebih dalam mengenai apakah kepemilikan saham silang sah berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas dan kepemilikan saham silang berdasarkan Undang-Undang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemilikan lintas saham timbul karena adanya penerbitan saham baru, hal ini dilarang oleh Undang-Undang Perseroan Terbatas, sedangkan kepemilikan lintas saham akibat perpindahan tidak disebutkan secara tegas. Kepemilikan bersama atas saham dinyatakan melanggar Undang-Undang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat apabila kepemilikan bersama atas saham oleh dua perusahaan yang menguasai pasar bila digabungkan secara total menguasai lebih dari 75 persen pasar. berbagi.16. 16 Viendi Hapsari, “Keabsahan Kepemilikan Saham Tidak Langsung Perseroan Terbatas Dalam Hukum Indonesia” Jurnal Pro Hukum: Jurnal Penelitian Hukum Universitas Gresik.

Penelitian ini menitikberatkan pada keabsahan dan penilaian hakim terhadap akta jual beli saham bersama, sedangkan penelitian Asteria Tiar Novita dan Tjhong Senderwan menitikberatkan pada sejauh mana Notaris seharusnya mempertanggungjawabkan kebenaran materiil khususnya. berkaitan dengan penitipan saham, kepemilikan saham dan pemindahan hak atas saham. Dalam kajian di atas, rumusan masalah meliputi (1) Bagaimanakah pengaturan pengalihan saham Perseroan Terbatas berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku?; (2) Apa sahnya pengalihan saham Perseroan Terbatas tanpa jual beli (kajian putusan Mahkamah Agung nomor 1229 K/Pdt/2016.

Pendekatan Perundang-undangan (Statute Approach)

Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach)

Pendekatan Kasus (Case Approach)

Dalam penelitian ini pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, konseptual dan pendekatan kasus hukum. Bahan hukum primer meliputi undang-undang, berbagai catatan formal atau risalah tentang peraturan hukum, serta putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

Bahan Hukum Sekunder

Proses pengumpulan bahan hukum pada penelitian ini menggunakan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Dalam pengumpulan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dilakukan dengan cara memilih beberapa bahan hukum yang sesuai dengan kajian yang dipelajari. Sedangkan teknik pengolahan bahan hukum dilakukan dengan melakukan penelaahan dan penelitian terhadap bahan hukum yang diperoleh, baik bahan hukum primer maupun bahan hukum sekunder, untuk memastikan bahwa bahan hukum tersebut dapat dibuktikan kebenarannya berdasarkan fakta yang sebenarnya.

Pengolahan bahan hukum terjadi setelah bahan hukum terkumpul seluruhnya dan dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok, sehingga memudahkan dalam menganalisis bahan hukum. Data yang diperoleh yang telah menjadi bahan hukum kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis normatif kualitatif, yaitu dengan menafsirkan bahan hukum secara menyeluruh dan berurutan sehingga dapat diambil kesimpulan. Analisis kualitatif adalah memberikan penjelasan kualitatif terhadap beberapa bahan hukum, diikuti dengan kalimat yang memperhatikan keteraturan, konsistensi, logika dan tidak tumpang tindih serta memenuhi keefektifan, sehingga memudahkan penafsiran bahan hukum dan hasil analisis.

BAB I PENDAHULUAN

BAB II TOLOK UKUR KEABSAHAN AKTA JUAL BELI SAHAM KEPEMILIKAN SILANG (CROSS HOLDING) PADA PUTUSAN

BAB III PERTIMBANGAN HAKIM (RETIO DECIDENDI) TERHADAP AKTA JUAL BELI SAHAM KEPEMILIKAN SILANG (CROSS HOLDING)

BAB IV PENUTUP

Referensi

Dokumen terkait

Similarly, we also find that across the time periods, on an average 69.49%, 89.05% and 27.22% of firms in Chemical & Allied Products, Electronics & other Electrical Equipment and