BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sistem kardiovaskular adalah kumpulan organ yang bekerja sama untuk melakukan fungsi transportasi dalam tubuh manusia. Sistem ini bertanggungjawab untuk mentransportasikan darah, yang mengandung nutrisi, bahan sisa metabolisme, hormone, zat kekebalan tubuh, dan zat lain ke seluruh tubuh. Sehingga, tiap bagian tubuh akan mendapatkan nutrisi dan dapat membuang sisa metabolismenya ke dalam darah. Dengan tersampainya hormone ke seluruh bagian tubuh, kecepatan metabolisme juga akan dapat diatur. Sistem ini juga menjamin pasokan zat kekebalan tubuh yang berlimpah pada bagian tubuh yang terluka, baik karena kecelakaan atau operasi, dengan bertujuan mencegah infeksi di daerah tersebut. Dengan demikian, dapaat dilihat bahwa sistem kardiovaskuler memiliki fungsi utama untuk mentrasportasikan darah dan zat-zat yang dikandungnya ke seluruh bagian tubuh. Sistem kardiovaskular terdiri atas organ jantung dan pembuluh darah. Fungsi sistem ini dapat dianalogikan dengan sistem pengairan di rumah tangga, dimana organ jantung berperan sebagai pompa dan pembuluh darah berperan sebagai salurannya atau pipanya. Sistem ini bertanggungjawab untuk mentransportasikan darah dan zat yang dikandungnya ke seluruh bagian tubuh manusia. Sistem
kardiovaskuler merupakan sistem tertutup artinya darah yang ditransportasikan akan berada di dalam jantung dan pembuluh darah, tidak dialirkan ke luar pembuluh darah. Salah satu penyakit pada sistem kardiovaskular yaitu hipertensi.
Hipertensi atau darah tinggi merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya tinggi dan berhubungan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler (World Health Organization, 2013). Hipertensi disebut pembunuh diam-diam (The Silent Killer), karena orang dengan penyakit hipertensi tidak menampakkan tanda dan gejala yang khas (Kemenkes RI, 2014). Seseorang dikatakan hipertensi jika tekanan sistolik ≥140 mmHg dan tekanan diastolic ≥90 mmHg. Batas normal tekanan darah seseorang adalah tekanan sistolik ≥120 mmHg dan tekanan diastolic ≥80 mmHg (WHO, 2013).
Hipertensi Emergency merupakan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik secara tiba-tiba dan mendadak, yang terkait dengan tanda atau gejala kerusakan organ akut yaitu sistem saraf, kardiovaskular, ginjal (Cuspidi and Pessina, 2014).
Data yang didapat dari WHO (2015) menunjukkan sekitar 1,13 milyar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 atau 10- 30% orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Hipertensi dapat menyerang pada segala usia termasuk dalam usia anak, remaja akhir dan dewasa muda. Jumlah penyandang hipertensi akan terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan jumlah penduduk yang bertambah pada 2025
mendatang diperkirakan sekitar 29% warga dunia terkena hipertensi.
WHO menyebutkan negara ekonomi berkembang memiliki penderita hipertensi sebesar 40% sedangkan negara maju hanya 35%. Sedangkan di Indonesia cukup tinggi, yakni mencapai 32% dari total jumlah penduduk.
Di Provinsi Jawa Barat prevalensi hipertensi pada Tahun 2017 sebesar 33% dengan target capaian sebesar 29,08% pada Tahun 2018. Tetapi pada kenyataannya prevalensi hipertensi meningkat menjadi 34,5% (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, 2019). Sedangkan di Kota Bandung menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung Tahun 2015 prevalensi penderita hipertensi sebanyak 165.483 jiwa. Di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung sendiri pada tahun 2018 terdapat 477 pasien dan sampel responden sebanyak 83 orang di Poliklinik Ginjal-Hipertensi RSHS.
Menurut laporan Kemenkes (2013), bahwa hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberculosis, dimana proporsi kematiannya mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur di Indonesia.
Berdasarkan data dan hasil dari studi pendahuluan tersebut, peran perawat adalah mengetahui penerapan asuhan keperawatan pada pasien An. I (10 Tahun) dengan gangguan sistem kardiovaskuler : Hipertensi emergency di ruang KENANGA 2 RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG. Dengan demikian, penulis tertarik untuk membahas dan
mempelajari lebih dalam tentang gambaran asuhan keperawatan pada anak dengan gangguan sistem kardiovaskuler hipertensi emergency.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, maka penulis merumuskan masalah dalam studi kasus ini adalah “Bagaimana Gambaran Asuhan Keperawatan Pada An. I (10 Tahun) Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular Hipertensi Emergency di Ruang Kenanga 2 Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung?”
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mendapatkan Gambaran Asuhan Keperawatan Pada An. I (10 Tahun) Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular Hipertensi Emergency di Ruang Kenanga 2 Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung.
2. Tujuan Khusus
Penulis mengetahui dan mampu :
a. Melaksanakan pengkajian pada pasien An. I (10 Tahun) Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular Hipertensi Emergency di Ruang Kenanga RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
b. Merumuskan dan menegakkan diagnosa keperawatan pada pasien An. I (10 Tahun) Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular Hipertensi Emergency di Ruang Kenanga 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
c. Menyusun rencana asuhan keperawatan pada pasien An. I (10 Tahun) Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular Hipertensi Emergency di Ruang Kenanga 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
d. Melakukan implementasi asuhan keperawatan pada pasien An. I (10 Tahun) Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular Hipertensi Emergency di Ruang Kenanga 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
e. Melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien An. I (10 Tahun) Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular: Hipertensi Emergency di Ruang Kenanga 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
f. Membahas kesenjangan antara teori dengan kasus hasil asuhan keperawatan pada pasien An. I (10 tahun) Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular: Hipertensi Emergencydi Ruang Kenang 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
D. Manfaat
1. Bagi Penulis
Memperoleh pengalaman yang nyata dalam mengaplikasikan asuhan keperawatan dengan gangguan sistem kardiovaskular hipertensi emergency.
2. Bagi Instansi Akademik
Hasil studi kasus diharapkan dapat menjadi bahan bacaan di perpustakaan dan menambah keluasan ilmu dan teknologi terapan bidang keperawatan dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem kardiovaskular hipertensi emergency.
3. Bagi Rumah Sakit
Dapat memberikan masukan dalam pelayanan asuhan keperawatan untuk kasus yang sama yaitu hipertensi emergency serta menjaga dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat, khususnya asuhan keperawatan pada anak dengan gangguan sistem kardiovaskular:
hipertensi emergency.