1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Kepolisian bidang SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) mempunyai fungsi yang diantaranya melayani pengaduan masyarakat yang terkena tindak kriminalitas yaitu seperti laporan penipuan, perampokan, penggelapan, pencurian, kehilangan barang berharga dan sebagainya. Karena tingginya keluhan masyarakat pada saat ini, masyarakat sangat membutuhkan pelayanan yang cepat di bagian SPKT (Hendrajati, 2013). Masih dalam kesempatan yang sama Hendrajati mengungkapkan bahwa SPKT merupakan ujung tombak pelayanan kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk peningkatan dan memudahkan pelayanan, sehingga diperlukan sebuah sistem yang menunjang aktivitas tersebut.
Salah satu kesatuan polisi yang ada di Indonesia adalah Polsek Citeureup Cimahi. Jika masyarakat melakukan pengaduan ataupun permohonan kepada kepolisian unit SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), petugas masih menggunakan sistem konvensional atau belum terkomputerisasi. Kekurangan dari sistem ini adalah memungkinkan pada saat proses berlangsung terjadi kesalahan dalam pencatatan, kurang akuratnya laporan yang dibuat, keterlambatan dalam pencarian data yang diperlukan STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi) sehingga petugas harus menulis ulang pada buku untuk pengarsipan. Kemudian jika masyarakat melakukan permohonan untuk ke dua kalinya petugas harus menulis ulang data pemohon karena membutuhkan waktu lama untuk pencarian
data, sementara kesulitan yang dihadapi pemohon adalah kurangnya informasi persyaratan yang harus dilengkapi untuk membuat laporan atau permohonan STTLP sehingga banyak pemohon berulang kali datang ke kantor polisi untuk memenuhi persyaratan yang belum lengkap. Kemudian Kepala Administrasi SPKT mendapatkan laporan secara manual, sehingga pengawasan terhadap SPKT kurang efektif.
Beda halnya jika sistem SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) sudah terkomputerisasi berbasis website karena dapat mengotomatisasi proses pelayanan, membebaskan waktu petugas untuk fokus pada kinerja. Hal ini juga dapat menghilangkan pemborosan dalam kinerja petugas saat ini, memungkinkan petugas untuk melakukan kegiatan yang lebih proaktif. Tentu ini berpotensi dapat mengakibatkan penghematan dalam bentuk anggaran, mengurangi inefisiensi, dan peningkatan pelayanan (Darmawan & Permana, 2013:2). Petugas bisa mendapatkan data pemohon dengan mudah dan pengarsipan lebih efektif, sementara kemudahan untuk pemohon yaitu bisa mendapatkan informasi tentang pengaduan dengan jelas, dan pemohon tidak harus antre untuk membuat STTLP karena pengisian formulir dan persyaratan dilakukan secara online, dan pengawasan oleh Kepala Administrasi SPKT bisa secara langsung dilakukan dengan melihat laporan yang telah ada pada sistem kapanpun dibutuhkan.
Untuk itu dalam penulisan skripsi ini akan dirancang sebuah sistem pengaduan dan pelayanan kepolisian berbasis website berjudul “Sistem Informasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Pada Polsek Citeureup Cimahi Berbasis Website”.
1.2. Identifikasi Permasalahan
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Citeureup Cimahi, berikut identifikasi permasalahan yang ada, diantaranya :
1. Sistem informasi SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) yang sedang berjalan, masih manual sehingga mengahambat kemudahan dan kecepatan akses sistem administrasi terhadap pelayanan di Kepolisian Sektor Cimahi.
2. Petugas kesulitan mendapatkan data yang dibutuhkan untuk melakukan proses pengolahan data SPKT.
3. Pemohon kesulitan untuk mendapatkan informasi permohonan STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi) dengan jelas dalam pembuatan STTLP . sehingga banyak masyarakat berulang kali datang ke kantor polisi untuk memenuhi persyaratan yang belum lengkap
4. Masyarakat harus antre untuk membuat STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Kepolisian).
5. Kepala Administrasi SPKT mendapatkan laporan secara manual, sehingga pengawasan terhadap SPKT kurang efektif.
1.3. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi permasalahan yang didapat, maka perumusan masalahnya adalah :
1. Bagaimana membuat sistem informasi SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) yang bisa memberikan kemudahan dan kecepatan
akses sistem administrasi terhadap pelayanan di Kepolisian Sektor Cimahi?
2. Bagaimana agar petugas tidak kesulitan mendapatkan data yang dibutuhkan untuk melakukan proses pengolahan data SPKT?
3. Bagaimana agar pemohon tidak kesulitan untuk mendapatkan informasi permohonan STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi) dengan jelas dalam pembuatan STTLP . sehingga masyarakat tidak perlu berulang kali datang ke kantor polisi untuk memenuhi persyaratan yang belum lengkap?
4. Bagaimana agar masyarakat tidak harus antre untuk membuat STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Kepolisian)?
5. Bagaimana memudahkan Kepala Administrasi SPKT untuk mendapatkan laporan sehingga pengawasan terhadap SPKT menjadi efektif ?
1.4. Maksud dan Tujuan
Dilihat dari latar belakang masalah di atas maka maksud dan tujuan dari penulisan skripsi ini, yaitu:
1. Untuk menganalisis sistem informasi SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) yang sedang berjalan, serta sejauh mana pengaruh kemudahan dan kecepatan akses sistem administrasi terhadap pelayanan di Kepolisian Sektor Cimahi.
2. Untuk merancang sistem informasi SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) berbasis website yang dapat memberikan kemudahan dalam pelayanan kepolisian, memudahkan petugas mendapatkan data yang
dibutuhkan, dan memudahkan dalam melakukan proses pengolahan data SPKT.
3. Memudahkan masyarakat atau pemohon untuk mendapatkan informasi permohonan STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi) dengan jelas, dan memudahkan pemohon dalam pembuatan STTLP karena pengisian formulir dan persyaratan menggunakan sistem online.
4. Memudahkan masyarakat membuat STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Kepolisian) karena tidak harus antre.
5. Memudahkan Pengawasan secara langsung yang dilakukan oleh Kepala Administrasi SPKT dengan melihat laporan yang telah ada pada sistem, sehingga bisa di lihat kapanpun.
Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan program Strata Satu (S1) di Fakultas Teknik Program Studi Sistem Informasi pada Universitas BSI Bandung.
1.5. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan penulis dalam menyusun skripsi ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dan model pengembangan sistem yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.5.1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data sebagai bahan pembuatan sistem adalah:
a. Observasi
Penulis melakukan observasi atau pengamatan langsung pada Polsek Citeureup Cimahi guna menganalisa sistem berjalan pada unit SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu).
b. Wawancara
Penulis mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan sistem berjalan pelayanan kepolisian kepada Bapak Aiptu Heri dan Bripka Doni Frengky kepala dan staf Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) .
c. Studi Pustaka
Penulis mengumpulkan berbagai referensi, baik yang bersifat on-line (internet) ataupun yang bersifat off-line (buku, jurnal, skipsi dan dokumen- dokumen terkait) yang mendukung pembuatan skripsi ini.
1.5.2. Model Pengembangan Sistem
Model pengembangan perangkat penulis menggunakan model SDLC Air terjun (Waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (Sequential Linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut (Rosa A.S.
& Salahudin, 2015).
1. Analisis kebutuhan perangkat lunak
Pada tahap analisa untuk kebutuhan sistem yang akan dibangun, penulis mengumpulkan data serta dokumen Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) yaitu laporan polisi (LP), Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK), Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP), Surat Keterangan catatan kepolisian (SKCK) Program yang penulis gunakan untuk menunjang kebutuhan sistem yang akan dibangun diantaranya Xampp, MYSQL, Macromedia Dreamweaver, Web Browser dan Text Editor Sublime.
2. Desain
Pada tahap desain, penulis membuat sebuah desain sistem dari hasil analisa yang telah dilakukan menggunakan ERD (Entity Relationship Diagram), LRS (Logical Record Structure) untuk desain database, Dreamweaver, PHP dan Bootsrap CSS Untuk desain antarmuka, Tujuan dari desain sistem ini adalah unt uk mempermudah dalam proses pembuatan program.
3. Pengkodean
Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain. Penulis menggunakan bahasa pemrograman PHP (Personal Home Page).
4. Pengujian
Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Penulis menggunakan black box testing untuk melakukan uji coba. Menggunakan pengujuan Hal ini
dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai yang diinginkan
5. Pemeliharaan
Tahap pemeliharaan ini tidak menutup kemungkinansebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirim ke user, perubahan bias terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdetek di lingkungan baru.
1.6. Ruang Lingkup
Melihat latar belakang diatas agar penulisan skripsi ini tidak menyimpang dari apa yang telah dirumuskan, maka penulis membatasi masalah yang dibahas hanya tentang unit SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) pada Polsek Citereup Cimahi meliputi :
1. Masukan data persyaratan oleh pemohon .
2. Masukan data oleh anggota kepolisian pada saat pemohon memberikan bukti persyaratan permohonan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) yaitu, Laporan Polisi (LP), Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK), dan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
3. Output atau keluaran berupa hardcopy dari dokumen-dokumen tersebut yang dilakukan oleh anggota kepolisian unit SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu).