Berman & Evans (2010) mendefinisikan suasana toko sebagai pengecer berbasis toko; Suasana mengacu pada ciri fisik toko yang diciptakan dengan citra atmosfer yang dapat menarik konsumen. Sebuah toko dengan banyak lantai pasti mempunyai transportasi antar lantai berupa lift, eskalator dan tangga. Toko yang menggunakan teknologi akan mengesankan konsumen dengan operasional belanja yang efisien dan cepat.
Produk yang ditempatkan dapat mengarahkan konsumen untuk mengikuti arus yang ada di toko atau memungkinkan konsumen menciptakan pola arusnya sendiri. Penataan Produk Perorangan (Individual Product Arrangement) Produk-produk yang dijual hendaknya disusun dimana produk-produk yang paling menguntungkan ditempatkan pada tempat yang baik dan setiap produk hendaknya disusun berdasarkan ukuran, harga, warna dan merek berdasarkan minat konsumen. Barang adalah produk yang bersifat fisik, sehingga dapat dilihat, disentuh, dirasakan, dipegang, disimpan, dipindahkan dan mengalami perlakuan fisik lainnya.
Barang yang tidak diminta adalah barang yang tidak familiar atau biasanya tidak terpikirkan oleh konsumen untuk dibeli. Dengan memiliki variasi produk yang baik, perusahaan dapat menarik konsumen untuk berkunjung dan berbelanja. Perusahaan harus memperhatikan bagaimana mengambil keputusan yang berbeda mengenai bauran produk yang mereka hasilkan saat ini dan untuk masa depan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keragaman produk adalah luasnya variasi atau kelengkapan produk yang dijual dengan mempertimbangkan jumlah jenis, merek, ukuran, warna, bahan dan kualitas produk, serta ketersediaan produk yang berbeda-beda pada setiap waktu. Di dalam dunia. toko.
Dimensi Keragaman Produk
Indikator Keragaman Produk
Minat Beli
Priansa (2017) mengartikan minat pembelian sebagai pemusatan perhatian pada sesuatu yang disertai perasaan senang terhadap objek tersebut, kemudian minat individu ini menimbulkan suatu keinginan, sehingga perasaan tersebut meyakinkan bahwa objek tersebut mempunyai manfaat, sehingga individu tersebut ingin memilikinya. barang tersebut dengan membayar atau menukarnya dengan uang. Minat beli menurut Kotler dan Keller (Arief Adi Satria, 2017) adalah suatu perilaku konsumen dimana konsumen mempunyai keinginan untuk membeli atau memilih suatu produk berdasarkan pengalaman pemilihan, penggunaan dan konsumsi atau bahkan keinginan terhadap produk tersebut. Darmadi (2011) mengungkapkan minat beli adalah keinginan untuk membeli suatu produk, minat beli akan terjadi apabila konsumen telah dipengaruhi oleh kualitas dan keistimewaan produk atau jasa, tentang produk, harga, cara pembelian dan kekurangannya. dan keunggulan produk dibandingkan produk lainnya.
Schiffman dan Kanuk dalam (Sobayar & Ary, 2016) mendefinisikan minat beli sebagai model sikap manusia terhadap suatu barang, sangat cocok untuk mengukur sikap terhadap kelompok produk, jasa atau merek tertentu. Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa minat beli merupakan keinginan yang timbul dari hasil pemikiran dan penilaian terhadap suatu produk yang membawa manfaat jika dikonsumsi.
Dimensi Minat Beli
Indikator Minat Beli
Minat pilihan merupakan minat yang menggambarkan perilaku konsumen yang mempunyai preferensi utama terhadap suatu produk. Minat eksplorasi merupakan minat yang menggambarkan perilaku konsumen dalam mencari informasi mengenai suatu produk yang diminatinya dan mencari informasi yang mendukung atribut-atribut positif dari produk tersebut.
Tahapan menumbuhkan Minat Beli
Exploratory Interest merupakan minat yang menggambarkan perilaku konsumen yang mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung atribut positif produk tersebut. mengetahui lebih lanjut tentang kegiatan perusahaan. Konsumen mengumpulkan informasi terkait karakteristik dari setiap pilihannya dan kemudian memutuskan barang atau jasa yang akan dibeli konsumen. d.Misalnya seorang konsumen ingin membeli pakaian maka ia akan menunjukkan bahan, model, warna dan harga.
Bobot derajat pentingnya suatu produk tergantung pada karakteristik produk yang mudah diingat dan masuk ke dalam benak konsumen. Kepercayaan merek merupakan alat yang digunakan konsumen untuk membedakan setiap merek dengan karakteristiknya masing-masing. Suatu proses evaluasi produk dapat menggunakan prosedur evaluasi tertentu untuk memilih di antara alternatif-alternatif yang ada. e.
Toko yang memiliki citra yang baik akan merangsang konsumen untuk selalu berbelanja di tempat yang sama. f. Pembelian merupakan tahap akhir konsumen yang telah menentukan pilihan dan siap menukarkan uangnya dengan barang atau jasa tersebut. Alternatif mana yang disukai seseorang terhadap suatu produk untuk menentukan keputusan pembelian bergantung pada dua hal, yaitu intensitas sikap negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.
Itu tergantung pada pemikiran konsumen itu sendiri, yang dengan yakin memutuskan apakah akan membeli produk tersebut atau tidak.
Tahapan-Tahapan Minat Beli
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli
Penelitian Terdahulu
- Pengaruh Store Atmosphere Terhadap Minat Beli
- Pengaruh Keragaman Produk Terhadap Minat Beli
- Pengertian Store Atmosphere dan Keragaman Produk Terhadap Minat Beli
Kotler dalam (Y. N. Hidayat & Astuti, 2017) menyatakan bahwa suasana toko dapat membuat konsumen nyaman untuk berlama-lama berada di dalam toko. Levi & Weitz dalam (T. Hidayat, Dh, & Nuralam, 2014) menyatakan bahwa tujuan dari store atmosfer adalah untuk mempengaruhi konsumen agar tertarik untuk berkunjung, memudahkan dalam mencari barang yang dibutuhkannya, membuat konsumen untuk tetap berada di dalam toko. simpan, motivasi mereka untuk melakukannya. Berdasarkan penelitian Ramadhan & Suhadi (2016) terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel store atmosfer terhadap minat beli.
Artinya semakin baik atau nyaman suasana berbelanja yang tercipta maka semakin besar pula minat konsumen untuk melakukan pembelian. Sugiarto & Subagio (2014) juga menyatakan hasil penelitian menunjukkan bahwa store atmosfer berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Selain itu menurut hasil penelitian Girsang & Arry Widodo (2014), store atmosfer berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli.
Putra & Wijaksana (2017) menunjukkan dalam penelitiannya bahwa variabel store atmosfer berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa jika store atmosfer meningkat maka akan meningkatkan minat beli konsumen, dan jika store atmosfer menurun maka akan menurunkan minat beli konsumen. Pemberian keberagaman produk yang baik tidak hanya akan menarik minat beli, namun dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen (Arianto & Patilaya, 2018).
Berdasarkan penelitian Ramadhan & Suhadi (2016), terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel variasi produk terhadap minat beli. Rakhmawati & Trenggana (2018) juga menyatakan hasil penelitiannya bahwa variabel keragaman produk (product variety) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Selain itu menurut hasil penelitian Girsang & Arry Widodo (2014) menyatakan bahwa variabel penawaran produk terhadap minat beli berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli.
Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa jika keragaman produk meningkat maka akan meningkatkan minat beli konsumen, dan jika keragaman produk menurun maka juga akan menurunkan minat beli konsumen. Artinya semakin baik suasana toko dan keragaman produk, maka semakin besar pula minat beli. Analisis pengaruh produk, kualitas pelayanan, harga dan store atmosfer terhadap minat beli di Dream Of Khayangan Art Resto Surabaya.
Variabel produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli, kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap minat beli, harga berpengaruh signifikan. Pengaruh store atmosfer dan pilihan produk terhadap minat pembelian di The Secret Factory Outlet Bandung.
Kerangka Pemikiran
Hipotesis
H01 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara store atmosfer terhadap minat beli di Hypermart Bandung Indah Plaza. H1 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara store atmosfer terhadap minat beli di Hypermart Bandung Indah Plaza. H02 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara keberagaman produk terhadap minat beli di Hypermart Bandung Indah Plaza.
H2 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara keberagaman produk terhadap minat beli di Hypermart Bandung Indah Plaza. H03 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara store atmosfer dan keragaman produk secara simultan terhadap minat beli di Hypermart Bandung Indah Plaza. H3 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara store atmosfer dan keragaman produk terhadap minat beli di Hypermart Bandung Indah Plaz.