• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka

2.1.1. Akuntansi Perpajakan

Akuntansi perpajakan adalah akuntansi yang dalam penerapannya menggunakan perhitungan perpajakan dan mengacu pada peraturan dan perundang- undang perpajakan beserta pelaksanaanya disamping Prinsip dan Standar Akuntansi Keuangan/SAK (Wowor, Morasa, & Elim, 2014). Akuntansi perpajakan adalah suatu seni dalam mencatat, menggolongkan, mengihtisarkan serta menafsirkan transaksi- transaksi financial yang dilakukan oleh perusahaan dan bertujuan untuk menentukan jumlah penghasilan kena pajak (penghasilan yang digunakan sebagai dasar penetapan beban dan pajak penghasilan yang terutang) yang diperoleh atau diterima dalam suatu tahun pajak untuk dipakai sebagai dasar penetapan beban dan atau pajak penghasilan yang terutang oleh perusahaan sebagai wajib pajak (Wowor et al., 2014).

2.1.2. Kepatuhan Wajib Pajak

Kepatuhan Wajib Pajak adalah perilaku dari seorang wajib pajak dalam melakukan semua kewajiban perpajakan dan menggunakan hak perpajakannya dengan tetap berpatokan kepada peraturan perundang-undangan perpajakan (Susmita

& Supadmi, 2016)

(2)

2.1.3. Pengguna E-Filling

Wajib Pajak adalah pengguna dari e-filling. Menurut Undang-Undang No.

28/2007 yang merupakan perubahan ketiga atas Undang-undang No. 6/1983 tentang

“Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan”. Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Wajib Pajak dibedakan menjadi tiga yaitu :

1. Wajib Pajak Pribadi adalah setiap orang pribadi yang memiliki penghasilan di atas pendapatan tidak kena pajak. Di Indonesia, setiap orang wajib mendaftarkan diri dan mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kecuali ditentukan dalam Undang-Undang.

2. Wajib Pajak Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pension, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.

3. Wajib Pajak Bendaharawan adalah Bendaharawan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Instansi atau lembaga pemerintah, Lembaga Negara lainnya, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Luar Negeri, yang

(3)

membayar gaji, upah, tunjangan, honorarium dan pembayaran lain dengan nama apapun sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan.

2.1.4. Fungsi E-Filling

Fungsi e-filling yaitu agar wajib pajak memperoleh kemudahan dalam memenuhi kewajibannya, sehingga pemenuhan kewajiban perpajakan dapat lebih mudah dilaksanakan dan tujuan untuk menciptakan administrasi perpajakan yang lebih tertib dan transparan dapat dicapai, sehingga dengan begitu banyak Wajib Pajak yang menggunakannya berkeinginan untuk menggunakannya kembali pada saat pelaporan pajaknya di masa depan (Desmayanti, 2012).

2.1.5. Tujuan E-Filling

Tujuan utama dari e-filling adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada publik dengan memfasilitasi pelaporan SPT secara elektronik melalui media internet kepada wajib pajak (Desmayanti, 2012) .

Menurut Dewi dalam penelitian (Desmayanti, 2012) , penggunaan e-filling ini dilakukan bertujuan agar Wajib Pajak memperoleh kemudahan dalam memenuhi kewajibannya sehingga pemenuhan kewajiban perpajakan dapat lebih mudah dilaksanakan dan tujuan untuk menciptakan administrasi perpajakan yang lebih tertib dan transparan dapat dicapai (Desmayanti, 2012). Kecepatan dan kemudahan pelaporan pajak melalui e-filling ini akan memberi dukungan kepada kantor pajak dalam hal percepatan penerimaan SPT dan diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang pribadi.

(4)

E-Filing sebagai salah satu program yang bertujuan memberikan kemudahan dalam penyampaian SPT Tahunan PPh Pribadi.

2.1.6. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi rendahnya Kepatuhan Pajak.

Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kepatuhan pajak adalah para pegawai yang berada di kantor pajak seringkali tidak memberikan pelayanan secara maksimal. Kualitas pelayanan di kantor pajak menjadi indikator penilaian wajib pajak dalam kesediannya membayar pajak khususnya untuk penerapan self assessment system yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pajak.

Faktor lain yang juga mempengaruhi kepatuhan pajak adalah sanski perpajakan.

Sanksi perpajakan dikenakan jika tidak mematuhi aturan dalam Undang-undang Perpajakan. Sanksi yang diberikan yaitu berupa sanksi administrasi seperti denda, bunga, atau pengenaan tarif pajak yang lebih tinggi dan sanksi pidana yaitu berupa kurungan penjara.

Biaya kepatuhan pajak merupakan salah satu penyebab lain yang mempengaruhi kepatuhan pajak. Biaya kepatuhan pajak adalah sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh wajib pajak dalam melaksanakan pembayaran perpajakan.

Semakin besar biaya yang harus dikeluarkan oleh wajib pajak, maka akan semakin menyebabkan wajib pajak tidak patuh. Biaya kepatuhan pajak dibagi menjadi tiga yaitu : Biaya uang, biaya waktu, dan biaya pikiran (Susmita & Supadmi, 2016).

(5)

2.1.7. Persepsi Keamanan

Suatu sistem informasi dapat dikatakan baik jika keamanan sistem tersebut dapat diandalkan. Keamanan sistem ini dapat dilihat melalui data pengguna yang aman disimpan oleh suatu sistem informasi. Jika data pengguna dapat disimpan secara aman maka akan memperkecil kesempatan pihak lain untuk menyalahgunakan data pengguna sistem. Dalam sistem e-filing ini aspek keamanan juga dapat dilihat dari tersedianya username dan password bagi Wajib Pajak yang telah mendaftarkan diri untuk melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) secara online. Menurut (Desmayanti, 2012) dalam penelitiannya, kemanan berarti bahwa penggunaan sistem informasi itu aman, resiko hilangnya data atau informasi sangat kecil, dan resiko pencurian rendah.

2.1.8. Persepsi Kerahasiaan

Data pengguna sistem informasi ini harus terjaga kerahasiaannya, tidak ada pihak ketiga yang dapat mengetahuinya. Dengan cara data disimpan oleh sistem sehingga pihak lain tidak dapat mengakses data pengguna secara bebas (Desmayanti, 2012).

2.1.9. Persepsi Kemudahan

Persepsi tentang kemudahan dalam penggunaan sebuah teknologi didefinisikan sebagai suatu ukuran dimana individu percaya bahwa sistem teknologi dapat dengan mudah dipahami dan digunakan. Suatu sistem dapat dikatakan berkualitas jika sistem tersebut dirancang untuk memenuhi kepuasan pengguna melalui kemudahan dalam

(6)

menggunakan sistem tersebut. Kemudahan dalam konteks ini bukan saja kemudahan untuk mempelajari dan menggunakan suatu sistem tetapi juga mengacu pada kemudahan dalam melakukan suatu pekerjaan atau tugas dimana pemakaian suatu sistem akan semakin memudahkan seseorang dalam bekerja disbanding mengerjakan secara manual (Wibisono & Toly, 2014).

Dapat disimpulkan persepsi kemudahan yaitu mempersepsikan bahwa sistem ini mudah digunakan dan bukan merupakan beban bagi para Wajib Pajak sehingga dapat disimpulkan bahwa kemudahan dapat mengurangi waktu dan tenaga seseorang dalam mempelajari teknologi informasi. Jika Wajib Pajak mengungkapkan bahwa sistem e-filing mudah digunakan maka penggunaan sistem akan tercapai.

2.2. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu sangatlah penting sebagai dasar acuan dalam rangka menyusun skripsi ini. Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang akan mengarahkan dalam penelitian ini diantaranya yaitu :

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No Penelitian Judul Hasil Penelitian

1 Aulia Dyanrosi (2015)

Analisis Perilaku Wajib Pajak Orang Pribadi Terhadap Minat Perilaku

1) Pengalaman menggunakan berpengaruh positif signifikan terhadap minat perilaku untuk menggunakan e-filing. 2)

(7)

Menggunakan e-filing. Sikap terhadap penggunaan berpengaruh positif signifikan terhadap minat perilaku untuk menggunakan e-filing. 3) Kompleksitas penggunaan berpengaruh negatif signifikan terhadap persepsi kegunaan e-filing. 4) Kesukarelaan menggunakan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap minat perilaku untuk menggunakan e-filing. 5) Persepsi kegunaan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap minat perilaku untuk menggunakan e-filing. 6) Pengalaman menggunakan berpengaruh positif signifikan terhadap persepsi kegunaan e-filing. 7) Jenis kelamin berpengaruh positif tidak signifikan

(8)

terhadap persepsi kegunaan e- filing. 8) Usia berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap persepsi kegunaan e- filing. 11) Tingkat pendidikan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap persepsi kegunaan e-filing. 12) Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif signifikan terhadap sikap penggunaan e-filing.

2 Ricky Alfiando Wowor, Jenny Morasa, Inggriani Elim (2014)

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Wajib Pajak Untuk Menggunakan e-Filling

1) Persepsi pengalaman, persepsi keamanan dan kerahasiaan, dan persepsi kecepatan secara bersama- sama berpengaruh terhadap minat perilaku penggunaan e- Filling pada wajib pajak badan di Kota Manado. 2) Persepsi keamanan

berpengaruh secara signifikan

(9)

terhadap perilaku penggunaan e-Filling pada wajib pajak badan di Kota Manado. 3) Persepsi keamanan dan kerahasiaan berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku penggunaan e- Filling. 4) Persepsi kecepatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku penggunaan e-Filling.

3 Risal C. Y. Laihad (2013)

Pengaruh Perilaku Wajib Pajak Terhadap Penggunaan E-Filing Wajib Pajak Di Kota Manado

1) Persepsi kegunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan e-filing. 2) Persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan e-filing. 3) Sikap terhadap perilaku tidak berpengaruh terhadap penggunaan e-filing.

(10)

4 Ivana Lie dan Arja Sadjiarto (2013)

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Minat Perilaku Wajib Pajak Untuk Menggunakan E-Filing

1) Faktor persepsi terhadap kegunaan berpengaruh terhadap minat wajib pajak dalam menggunakan e-filing.

2) Faktor persepsi kemudahan berpengaruh terhadap minat wajib pajak dalam menggunakan e-filing. 3) Faktor kesukarelaan berpengaruh terhadap minat wajib pajak dalam menggunakan e-filing. 4) Faktor sosial berpengaruh terhadap minat wajib pajak dalam menggunakan e-filing.

5 Lisa Tamara

Wibisono dan Agus Arianto Toly (2014

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Minat Wajib Pajak Dalam Penggunaan E- Filing Di Surabaya

1) Keamanan dan kerahasiaan mempengaruhi minat wajib pajak dalam menggunakan e- filing. 2) Kesiapan teknologi informasi mempengaruhi minat wajib pajak dalam menggunakan e-filing. 3)

(11)

Persepsi kegunaan mempengaruhi minat wajib pajak dalam menggunakan e- filing. 4) Persepsi kemudahan mempengaruhi minat wajib pajak dalam menggunakan e- filing. 5) Keamanan dan kerahasiaan, kesiapan teknologi informasi, persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan mempengaruhi minat wajib pajak dalam menggunakan e-filing.

6 Putu Rara Susmita dan Ni Luh Supadmi (2016)

Pengaruh Kualitas Pelayanan, Sanksi Perpajakan, Biaya Kepatuhan Pajak, dan Penerapan E-Filing pada Kepatuhan Wajib Pajak

1. Kualitas pelayanan berpengaruh positif pada kepatuhan pelaporan WP OP.

2. Sanksi perpajakan berpengaruh positif pada kepatuhan pelaporan WP OP.

3. Biaya kepatuhan pajak berpengaruh negatif pada kepatuhan pelaporan WP OP.

(12)

4. Penerapan e-filing berpengaruh positif pada kepatuhan pelaporan WP OP.

7 Adis Setyana dan Amanita Novi Yushita, S.E., M.Si.

(2017)

Pengaruh Minat, Persepsi

Kebermanfaatan dan Kemudahan

Penggunaan E-Filing Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi Kasus Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Magelang)

1. Minat menggunakan e- Filing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi.

2. Persepsi kebermanfaatan penggunaan e-Filing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi.

3. Persepsi Kemudahan penggunaan e-Filing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi.

4. Minat, Persepsi Kebermanfaatan dan Kemudahan Penggunaan e- Filing secara bersama-sama

(13)

(simultan) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.

8 Widya K. Sarunan (2015)

Pengaruh Modernisasi Sistem Admininistrasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Manado.

1. Penerapan modernisasi sistem administrasi perpajakan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan.

2. Sistem administrasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan.

9 Kartika Ratna Handayani dan Sihar Tambun (2016)

Pengaruh Penerapan Sistem E-Filing dan Pengetahuan

Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib

1. Penerapan sistem e-filing tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

2. Pengetahuan perpajakan

(14)

Pajak Dengan Sosialisasi Sebagai Variabel Moderating

berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

3. Penerapan sistem e-filing dan pengetahuan perpajakan bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

10 Teguh Erawati S.E., M.Si. dan Rita Ratnasari (2018)

Pengaruh Penerapan E-Filing Terhadap Kepatuhan Wajib

Pajak Dalam

Menyampaikan SPT Tahunan Dengan Kepuasan Kualitas Pelayanan Sebagai Variabel Intervining

1. Program e-filing berpengaruh positif terhadap kepuasan kualitas pelayanan.

2. Kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT tahunan.

3. Program e-filing berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT tahunan.

4. Program e-filing berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak

(15)

melalui kepuasan kualitas pelayanan.

2.3. Kerangka Pemikiran

Esensi penggunaan e-filling adalah upaya meningkatkan perpajakan karena itu dibutuhkan kebijakan Direktorat Jenderal Pajak yang mampu menggerakkan wajib pajak untuk melaporkan perpajakannya dengan lebih baik sesuai yang diharapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Pada dasarnya tujuan ensitas ekonomi adalah untuk mendapatkan laba optimal.

Tujuan tersebut dapat tercapai apabila ensitas ekonomi tersebut dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi penggunanya. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat menghasilkan output yang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas.

Namun demikian untuk mencapai sasaran tersebut dibutuhkan minat wajib pajak dalam penggunaan e-filling, maka tentunya harus mendapatkan perhatian secara berkesinambungan baik aspek pembinaan materil maupun non materil.

Berdasarkan kerangka pemikiran di atas maka dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Keamanan

Bahwa penggunaan sistem informasi itu aman, resiko hilangnya data atau informasi sangat kecil, dan resiko pencurian rendah.

2. Kerahasiaan

(16)

Data pengguna sistem informasi ini harus terjaga kerahasiaannya, tidak ada pihak ketiga yang dapat mengetahuinya. Dengan cara data disimpan oleh sistem sehingga pihak lain tidak dapat mengakses data pengguna secara bebas.

3. Kemudahan

Persepsi kemudahan yaitu mempersepsikan bahwa sistem ini mudah digunakan dan bukan merupakan beban bagi para Wajib Pajak.

4. Kepatuhan Pajak

Kepatuhan Wajib Pajak adalah perilaku dari seorang wajib pajak dalam melakukan semua kewajiban perpajakan dan menggunakan hak perpajakannya dengan tetap berpatokan kepada peraturan perundang-undangan perpajakan.

Gambar 2.1 Paradigma Penelitian

Kepatuhan Pajak (Y)

Keamanan.

(X1)

Kerahasiaan.

(X2)

Kemudahan.

(X3)

(17)

2.4. Hipotesis

Menurut Sugiyono (2013:93) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan. Hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis rumusan masalah penelitian, sebelum jawaban yang emprik. Untuk itu peneliti menetapkan populasi sebagai tempat pengujian dan sekaligus menyiapkan instrument penelitiannya. Jika populasi terlalu luas dan peneliti memiliki berbagai hal keterbatasan, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.

Sejalan dengan kerangka pemikiran di atas maka dalam melakukan penelitian ini merumuskan hipotesis kerja dan bila dilihat dari keluasan atau lingkungan variabel yang diuji sebagai berikut:

H1 : Keamanan berpengaruh positif terhadap penggunaan E-Filling.

H2 : Kerahasiaan berpengaruh terhadap penggunaan E-Filling.

H3 : Kemudahan berpengaruh positif terhadap penggunaan E-filing.

Referensi

Dokumen terkait