Pemeriksaan menyeluruh atas laporan keuangan yang dilakukan oleh CAP independen guna dapat memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Audit terbatas (atas permintaan auditee) yang dilakukan oleh KAP independen, dan pada akhir audit auditor tidak perlu memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Pemeriksaan yang dilakukan oleh departemen audit internal perusahaan, baik terhadap laporan keuangan perusahaan maupun catatan akuntansi, serta kepatuhan terhadap kebijakan manajemen yang telah ditentukan.
Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan auditor harus memuat pernyataan tentang laporan keuangan secara keseluruhan atau asersi tentang laporan tersebut. Dengan kata lain, yang dimaksud dengan ARL adalah lamanya waktu penyelesaian audit atas laporan keuangan suatu perusahaan (Wiguna, 2012).
Menurut Subekti dan Widiyanti (2004) perbedaan waktu yang sering disebut audit report delay adalah perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit atas laporan keuangan, yang menunjukkan lamanya waktu auditor harus menyelesaikan audit. Penundaan pendahuluan adalah selang waktu hari antara tanggal laporan keuangan sampai dengan diterimanya laporan pendahuluan akhir dari bursa. Jeda laporan auditor adalah selang waktu hari antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal penandatanganan laporan auditor.
Keterlambatan total adalah jumlah hari antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal laporan diterima dan diterbitkan oleh bursa.
Peraturan Penyampaian Laporan Keuangan
Berdasarkan peraturan nomor asli (lampiran Kep.36/PM/2003). I Nomor Peraturan Bagi unsur laporan keuangan bagi emiten atau perusahaan publik yang karena sifat industrinya tidak diatur secara tegas dalam standar akuntansi keuangan dan peraturan akuntansi sektor pasar modal di atas, maka wajib disajikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. bentuk dan isinya, yang sekurang-kurangnya memuat unsur-unsur dan penjelasan-penjelasan yang dicantumkan dalam rekening-rekening yang dilampirkan pada dokumen pernyataan pendaftaran.
Peraturan nomor X.K.2 angka 2 huruf a menjelaskan tentang laporan akuntansi tahunan, dimana suatu laporan harus dilampirkan pada laporan akuntansi tahunan. Akuntan mempunyai pendapat umum dan disampaikan kepada Bapepam paling lambat akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan akuntansi tahunan. Laporan keuangan tahunan wajib diumumkan kepada publik dengan ketentuan sebagai berikut (peraturan nomor X.K.2 angka 2 huruf c).
Apabila batas waktu penyampaian laporan keuangan berkala jatuh pada hari libur, maka laporan keuangan tersebut wajib disampaikan pada hari kerja sebelumnya. Perhitungan jumlah hari keterlambatan dihitung sejak hari pertama setelah batas waktu penyampaian laporan keuangan (Peraturan nomor X.K.2 nomor 5). Keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahunan akan dikenakan sanksi administratif berupa denda berdasarkan ketentuan Pasal 63 huruf e Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal yang menyatakan bahwa “Emiten yang Pernyataan Pendaftarannya telah mulai berlaku dikenakan denda sebesar Rp.
satu juta rupee) untuk setiap hari keterlambatan penyampaian laporan dengan ketentuan jumlah denda paling banyak Rp.
Tenure Audit
Jangka waktu penunjukan audit diatur oleh pemerintah dalam Peraturan Metrik Keuangan nomor: 17/PMK.01/2008 dimana pemberian jasa audit umum atas laporan keuangan suatu entitas dilakukan oleh KAP paling lama 6 tahun buku berturut-turut. dan melalui akuntan publik paling lama 6 tahun buku berturut-turut selama 3 tahun buku berturut-turut. Seorang akuntan publik dapat menerima kembali perikatan audit untuk kliennya setelah 1 tahun buku tidak memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan kliennya (Susanti, 2013). Badan regulator di beberapa negara, termasuk Indonesia, telah mengeluarkan peraturan yang membatasi jangka waktu penugasan antara auditor dan klien.
Pembatasan audit dianggap penting untuk kepentingan semua pihak baik internal maupun eksternal perusahaan, sehingga pemerintah sebagai regulator mengeluarkan peraturan mengenai pembatasan audit (Astria, 2011). Wiguna (2012) menyatakan bahwa penjelasan mengenai hubungan negatif antara audit tenure dengan keterlambatan pelaporan audit secara umum didasarkan pada argumen bahwa auditor dengan tenure lebih pendek tidak memiliki pemahaman bisnis yang mendalam dan memadai sehingga dapat mempunyai peluang. meningkatkan risiko kegagalan audit, yang dapat menyebabkan kegagalan audit dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan periode khusus bagi auditor untuk memahami karakteristik bisnis dan operasional perusahaan pada awal penugasan audit.
Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP)
Empat kantor akuntan publik yang cukup besar di Indonesia juga berafiliasi dengan empat jaringan KAP internasional terbesar yaitu KAP Big Four (Darwin, 2012). Deloitte Touche Tohmatsu (Deloitte) yang berafiliasi dengan Hans Tuanakotta Mustofa & Halim; Osman Ramli Satrio & Rekan; Osman Bing Satrio & Rekan. Selain KAP yang ukurannya sangat besar seperti KAP Big Four, ada juga KAP yang ukurannya cukup besar namun tidak sebesar KAP Big Four yang sering disebut dengan KAP “Second tier”.
Sedangkan untuk beberapa KAP dengan skala yang tidak begitu besar, dengan jumlah staf yang sedikit. Untuk mengetahui seberapa besar perbedaan KAP Big Four dan Non-Big Four KAP dari segi besaran pendapatan, disajikan pendapatan internasional KAP Big Four dan Non-Big Four di bawah ini. Dari data tersebut terlihat adanya perbedaan besaran KAP Big Four dan KAP Non Big Four ditinjau dari pendapatan internasional, misalnya pendapatan KAP Big Four terkecil yaitu KPMG sebesar 24.820,0 (dalam US$ m ), pendapatannya hampir empat kali lipat pendapatan KAP Non-Big Four terbesar, BDO, yaitu sebesar 7.021,9 (dalam US$ juta).
Hal ini membuktikan bahwa dari segi besaran pendapatan, KAP Big Four dan KAP non Big Four berbeda secara signifikan. KAP sebesar Big Four biasanya dianggap lebih mampu menjaga independensi auditor dibandingkan KAP kecil. Selain itu, KAP yang lebih besar umumnya dianggap sebagai penyedia audit yang berkualitas tinggi dan memiliki reputasi yang tinggi di lingkungan bisnis, dan KAP yang lebih besar juga dianggap lebih independen dibandingkan KAP kecil dalam menolak tekanan manajemen jika terjadi perselisihan, karena mereka biasanya memiliki klien lebih banyak dan mampu mengatasi kesulitan (Astria, 2011).
Ariyani dan Budiartha (2014) menyatakan bahwa setiap perusahaan menginginkan laporan keuangannya diaudit lebih cepat dan berkualitas. Kantor akuntan publik yang besar memiliki sumber daya yang lebih baik dan lebih banyak serta didukung oleh sistem yang lebih canggih sehingga laporan audit yang dihasilkan lebih akurat (Petronila, 2007).
Kompleksitas Operasi Perusahaan
Hal ini akan memperluas ruang lingkup audit yang akan dilakukan oleh auditor sehingga berdampak pada waktu yang dibutuhkan auditor dalam menyelesaikan tugas auditnya (dalam Saputri, 2012).
Penelitian Terdahulu
Pengaruh kualitas audit dan periode audit terhadap kesulitan audit (ARL) dengan spesialisasi auditor industri sebagai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu audit mempunyai pengaruh signifikan terhadap keterlambatan laporan audit dengan arah negatif. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keterlambatan pelaporan dan variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis laporan.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian asumsi klasik dan pengujian hipotesis. Ukuran perusahaan, profitabilitas, ukuran KAP, jenis opini dan pergerakan KAP sebagai variabel independen dan audit report lag sebagai variabel dependen. Laporan audit dijadikan sebagai variabel dependen dan total aset, klasifikasi industri, laba/rugi tahun berjalan, opini audit, ukuran KAP dan rasio utang sebagai variabel independen.
Survei ini menunjukkan hasil dipengaruhi oleh klasifikasi industri, laba/rugi tahun berjalan dan ukuran KAP. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan jenis industri. Variabel independennya terdiri dari opini audit, solvabilitas perusahaan, ukuran KAP dan laba/rugi tahun berjalan, sedangkan audit report lag sebagai variabel dependen.
Metode yang digunakan untuk uji hipotesis klasik adalah model normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas, autokorelasi dan regresi linier berganda. Penelitian ini menemukan bahwa variabel opini audit dan laba/rugi tahun berjalan berpengaruh negatif secara parsial, namun variabel solvabilitas perusahaan dan ukuran kantor akuntan publik tidak berpengaruh.
Model Kerangka Penelitian
Penelitian ini akan mengetahui pengaruh durasi audit, ukuran KAP dan kompleksitas kegiatan usaha terhadap keterlambatan laporan audit. Dengan keterlambatan laporan audit sebagai variabel terikat dan durasi audit, ukuran KAP dan kompleksitas kegiatan usaha sebagai variabel bebas.
Pengembangan Hipotesis
Pengaruh Tenure Audit dengan Audit Report Lag
Pengaruh Ukuran KAP terhadap Audit Report Lag
Pengaruh Kompleksitas Operasi Perusahaan terhadap Audit Report Lag Kompleksitas operasi sebuah perusahaan bergantung pada jumlah dan lokasi