• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1."

Copied!
35
0
0

Teks penuh

Berdasarkan norma komunikasi satu arah, persepsi dukungan dalam organisasi akan menimbulkan kewajiban untuk memperhatikan kesejahteraan organisasi. Sedangkan Waynespaces dan Faules berpendapat bahwa pengertian fungsional komunikasi dalam organisasi adalah pedoman dan penafsiran pesan antar unit komunikasi yang menjadi bagian dari suatu organisasi tertentu (Ruliana, 2016: 25). Komitmen organisasi adalah tingkat dalam suatu organisasi di mana seorang karyawan mengidentifikasi diri dengan organisasi dan terus berpartisipasi aktif dalam organisasi.

Seperti gaya magnet yang kuat yang menarik satu benda logam ke benda lain, hal ini juga merupakan ukuran kesediaan karyawan untuk tetap bersama organisasi demi masa depannya. Suatu bentuk organisasi terdiri dari sekumpulan orang yang masing-masing menempati posisi atau peran penting pada suatu titik dalam organisasi. Sebuah kelompok komunikasi dapat mencukupi lebih dari satu orang, beberapa orang, atau keseluruhan organisasi.

Karena organisasi merupakan bagian dari suatu sistem terbuka, suatu sistem dalam kehidupan bermasyarakat yang menggunakan bagian-bagian yang berada dalam diri individu-individu dalam organisasi tersebut. Oleh karena itu, hubungan individu dalam organisasi yang berfokus pada perilaku komunikasi seseorang yang terlibat dalam suatu hubungan patut untuk dipelajari. Kondisi ketidakpastian dalam organisasi bersumber dari informasi aktual yang digunakan dan dihadapi di lingkungan terkait.

Komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku sekelompok pekerja agar mereka sesuai dengan keseluruhan aturan dan hierarki yang diberikan wewenang dalam organisasi.

Komponen Komunikasi Organisasi

Indikator Komunikasi Organisasi

Loyalitas Kerja

Pengertian Loyalitas Kerja

Siswanto (2005) mengartikan loyalitas sebagai tekad dan kemauan untuk menaati, melaksanakan dan menyalurkan perintah untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran. Pada dasarnya kesetiaan berarti kesetiaan terhadap seseorang dalam suatu hal yang dapat berupa kesetiaan fisik maupun non fisik seperti perhatian dan pikiran. Untuk berhasil mencapai tujuan perusahaan, perusahaan mutlak membutuhkan karyawan yang memiliki loyalitas tinggi.

Pendapat senada diungkapkan oleh Poerwadarminta (2002), loyalitas adalah kepercayaan, komitmen dan loyalitas yang diberikan kepada seseorang atau instansi, dimana didalamnya terdapat tanggung jawab dan rasa cinta serta perilaku dan pemberian pelayanan yang lebih baik. Nitisemito (2015) menyatakan bahwa loyalitas terhadap perusahaan adalah suatu sikap yaitu seberapa besar seorang karyawan mengidentifikasikan diri dengan perusahaan tempatnya bekerja dengan menunjukkan keinginan untuk bekerja dan melakukan yang terbaik dan loyalitas yang diberikan kepada perusahaan merupakan suatu perilaku yaitu keputusan. dari seseorang. untuk tetap di perusahaan. Robbins (2006) berpendapat bahwa loyalitas berkaitan dengan tingkat kepercayaan yaitu keinginan untuk menyelamatkan dan melindungi seseorang.

Jika seseorang setia dan percaya pada organisasi, maka orang tersebut rela berkorban dan berkontribusi terhadap apa yang diyakininya. Purwopoespito (2014) menyatakan bahwa loyalitas yang terjadi dalam pekerjaan tercermin dari sikap pegawai yang mengabdikan diri pada kemampuannya, melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, jujur ​​dan disiplin dalam pekerjaannya. Loyalitas karyawan terhadap perusahaan akan menimbulkan rasa tanggung jawab serta menciptakan semangat dan motivasi kerja (Nitisemito, 2015).

Untuk menciptakan loyalitas karyawan terhadap perusahaan, maka perusahaan harus berusaha membuat karyawan merasa menjadi bagian dari perusahaan. Berdasarkan definisi yang dikemukakan para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa loyalitas kerja adalah kesetiaan karyawan terhadap perusahaan yang diwujudkan melalui keinginan yang kuat untuk tetap bertahan di perusahaan dan bekerja dengan baik demi kemajuan perusahaan serta siap sedia. berkorban dan melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan perusahaan. Menurut Runtu (2014), loyalitas hanya dapat dianggap sebagai suatu bentuk yang muncul secara otomatis ketika seorang karyawan bergabung.

Ketika suatu organisasi menginginkan karyawan yang loyal, maka organisasi tersebut harus berusaha untuk berubah ke tingkat yang lebih tinggi. Loyalitas tidak boleh diartikan sebagai sesuatu yang terjadi secara otomatis ketika seorang pegawai bergabung dalam suatu organisasi. Pegawai yang memiliki loyalitas rendah karena sifat karakternya, kekecewaan terhadap pegawai dan sikap atasan, serta perasaan negatif seperti keluar dari organisasi, organisasi lain sangat menguntungkan, tidak dapat mengambil manfaat dan menyesal bergabung dengan suatu organisasi.

Aspek Loyalitas Kerja

Indikator Loyalitas Kerja

Faktor Loyalitas Kerja

Kepuasan Kerja

Pengertian Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja merupakan indikator sikap (positif) yang muncul dalam diri manusia pekerja terhadap hasil kerja, yang tercipta atas dasar penilaian terhadap proses situasi kerja. Penilaian dapat dilakukan sesegera mungkin pada salah satu rutinitas pekerjaan, penilaian dilakukan sebagai rasa syukur atas pencapaian nilai-nilai penting dalam pekerjaan. Perasaan yang terkait dengan kepuasan dan ketidakpuasan kerja cenderung mencerminkan penilaian tenaga kerja terhadap pengalaman kerja saat ini dan masa lalu dibandingkan ekspektasi di masa depan.

Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa terdapat dua pola kerja yang penting dalam kepuasan kinerja, yaitu nilai kerja dan kebutuhan dasar (Robbins & Judge, 2015: 46). Definisi lain dikemukakan oleh Kinicki dan Fugate (2012) yang mengatakan bahwa kepuasan kerja adalah serangkaian respons afektif atau emosional terhadap berbagai bentuk pekerjaan manusia. Sedangkan menurut Suparyada (2015), kepuasan kerja dapat digolongkan sebagai sikap positif terhadap bentuk pekerjaan yang sesuai dengan hasil yang diterima atau kerja keras.

Menurut Herman (dalam Yanuardina, 2014), kepuasan kerja dinyatakan sebagai sikap umum individu terhadap pekerjaan. Individu dengan kepuasan kerja yang tinggi mempunyai sikap positif terhadap pekerjaannya, sedangkan individu yang tidak puas terhadap pekerjaannya mempunyai sikap negatif. sikap terhadap pekerjaan Anda. Dari beberapa pengertian kepuasan kerja di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap orang yang bekerja berharap mendapat kepuasan dalam pekerjaannya. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan suatu hal yang sangat bersifat individual, karena setiap kelompok masyarakat akan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda-beda tergantung dari ajaran dan pola asuh yang diterapkan pada masing-masing individu.

Teori-Teori Kepuasan Kerja

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja

Oleh karena itu, individu berpendapat bahwa promosi keberagaman dilakukan secara adil (Robbins, 2015:35). Menurut Robbins, kondisi kerja tersebut menyampaikan bahwa karyawan sadar akan lingkungan kerjanya, sadar akan kenyamanan pribadi dan kemudahan untuk dapat bekerja dengan baik. Kondisi kerja tersebut didasarkan pada lingkungan fisik dan non fisik yang merupakan faktor penting dalam memberikan kepuasan kerja bagi karyawan.

Hal ini meliputi kondisi lokasi, pencahayaan, ventilasi, kantin dan lahan parkir, serta lingkungan non fisik, lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Menurut Robbins, orang mendapatkan lebih banyak hasil dari pekerjaan dibandingkan sekedar uang atau prestasi nyata. Tidak mengherankan jika setiap orang mempunyai rekan kerja yang suportif dan ramah yang dapat meningkatkan kepuasan kerja.

Penelitian secara umum menunjukkan bahwa kepuasan karyawan meningkat ketika penyedia layanan langsung bersikap pengertian dan ramah, memuji kinerja pekerjaan yang baik, mendengarkan kekhawatiran karyawan dan menunjukkan minat pribadi. Kepuasan kerja pegawai akan tercapai apabila pimpinan langsung dapat memahami kinerja pegawai yang baik, bersikap ramah dan memuji, mendengarkan pendapat pegawai dan menunjukkan ketertarikan pribadi terhadapnya. Rekan kerja yang suportif artinya seseorang memperoleh lebih dari sekedar prestasi nyata dan uang dari pekerjaan, namun pekerjaan juga memenuhi kebutuhan akan interaksi sosial. Jadi penting baginya memiliki rekan-rekan yang sama-sama mendukung dan bisa bekerja dengan baik.

Dalam hal ini, Luthans menambahkan, selain pengaruh pegawai juga terdapat pengaruh atasan terhadap kepuasan kerja, seperti perhatian manajemen terhadap tingkat kesejahteraan pegawai, bimbingan dan bantuan dalam melakukan pekerjaan, bersikap komunikatif. , dan bersedia terlibat dalam pekerjaan akan menimbulkan kepuasan kerja.

Dimensi Kepuasan Kerja

Penelitian Terdahulu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi dukungan organisasi dan keadilan organisasi terhadap kepuasan kerja pada karyawan PT. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala persepsi dukungan organisasi, keadilan organisasi dan kepuasan kerja. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara persepsi dukungan organisasi dan keadilan organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan secara parsial dan simultan pada PT.

Dukungan Organisasi yang Dirasakan dan Kepuasan Kerja: Model Mediasi yang Dimoderasi dari Kepribadian Proaktif dan Pemberdayaan Psikologis” oleh Maan dkk (2020) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki peran mediasi pemberdayaan psikologis dan peran moderasi kepribadian proaktif dalam hubungan antara POS dan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai pada PD BPR LPK Garut Kota Cabang Bayongbong. Penelitian ini membuktikan bahwa komunikasi organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai PD.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan di PT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan dukungan organisasi dan budaya organisasi terhadap keterikatan karyawan yang diterapkan pada loyalitas kerja di BPR Arto Moro Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh persepsi dukungan organisasi dan keterlibatan kerja terhadap loyalitas karyawan di PT.

Tuban” Anisasa'dyah dan Yusuf (2020) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel penghargaan dan komunikasi dalam organisasi mempengaruhi loyalitas karyawan pada KSPPS BMT Surya Raharja Pusat Kab. Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh motivasi intrinsik, budaya organisasi dan komunikasi organisasi terhadap loyalitas kerja melalui kepuasan kerja pada PT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kepuasan kerja sebesar 45,5% dipengaruhi oleh motivasi intrinsik, budaya organisasi dan komunikasi organisasi.

Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan (Studi Kasus Pada PT Veritra Sentosa Internasional)” oleh Aminudin dan Tasrif (2020). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap loyalitas karyawan pada PT Veritra Sentosa Internasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis data regresi linier berganda.

Kerangka Konseptual

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang puas biasanya loyal dan berkomitmen terhadap organisasi serta berkontribusi positif terhadap kinerja non-keuangan organisasi.

Pengaruh Persepsi Dukungan Organisasi terhadap Kepuasan Kerja

Sebaliknya, karyawan yang merasa perusahaan tidak peduli dengan kondisinya akan sulit merasa bahagia atas kerja keras yang dilakukannya di perusahaan. Hasil tersebut mengandung makna ada atau tidaknya dukungan organisasi terhadap pegawai akan berdampak pada tingkat kepuasan pegawai. Karyawan yang mendapat dukungan psikologis akan lebih proaktif dibandingkan karyawan yang tidak mendapat dukungan psikologis dari perusahaan.

Pengaruh Komunikasi Organisasi terhadap Kepuasan Kerja

Hasil tersebut menunjukkan bahwa baik buruknya komunikasi dalam organisasi akan berdampak nyata terhadap terbentuknya loyalitas karyawan. Penelitian Safari et al (2019) menunjukkan bahwa komunikasi organisasi yang baik akan membantu menciptakan kepuasan kerja karyawan di perusahaan.

Pengaruh Persepsi Dukungan Organisasi terhadap Loyalitas Karyawan

Pengaruh Komunikasi Organisasi terhadap Loyalitas Karyawan

Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Loyalitas Karyawan

Pengaruh Persepsi Dukungan Organisasi terhadap Loyalitas Karyawan melalui Kepuasan Kerja

Dengan demikian, kepuasan kerja yang terbentuk dari persepsi dukungan organisasi akan mendorong loyalitas terhadap perusahaan.

Pengaruh Komunikasi Organisasi terhadap Loyalitas Karyawan melalui Kepuasan Kerja

Referensi

Dokumen terkait