Kantin sekolah berperan penting dalam mewujudkan pesan kesehatan dan dapat menentukan perilaku makan siswa sehari-hari dengan menyediakan jajanan di sekolah. Jajanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diproduksi oleh para pengusaha di sektor informal dengan modal kecil dan dijual siap dikonsumsi di tempat keramaian, di pinggir jalan, di pemukiman. Menurut Winarno (2007) dalam Ciptasari (2017), jajanan dikategorikan sehat apabila menjamin aspek higienitas dan sanitasi, bahan kimia berbahaya seperti formaldehida, boraks, pestisida dan lain sebagainya.
Menurut Winarno (2004) makanan makanan dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu: kelompok pertama adalah makanan utama atau hidangan utama, misalnya nasi rames, nasi rawon, nasi pecel dan sebagainya, kelompok kedua adalah makanan atau makanan misalnya permen. , onde-onde, pisang goreng. , dan seterusnya dan kelompok ketiga adalah kelompok minuman, es teler, es buah, teh, kopi, dawet, jenang grendul, dan seterusnya. Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942/Menkes/SK/VII/2003, pengolah makanan jajanan dalam melaksanakan kegiatan pelayanan penanganan makanan jajanan harus memenuhi persyaratan antara lain. Jangan batuk atau bersin sebelum menyajikan makanan dan/atau tanpa menutup mulut atau hidung.
Peralatan yang digunakan untuk mengolah dan menyajikan makanan ringan harus sesuai dengan peruntukannya dan memenuhi persyaratan kebersihan, yaitu. Makanan jajanan yang dijual melalui fasilitas penjaja harus dibuat sedemikian rupa sehingga makanan terlindung dari kontaminasi.
Perilaku Higiene Sanitasi Tenaga Penjamah
Pawang yang bekerja di ruang pengolahan harus mengenakan pakaian kerja, tutup kepala, celemek, sarung tangan (penjepit makanan) yang semuanya bersih. Menyikat gigi dengan pasta gigi dan sikat gigi secara rutin, minimal dua kali sehari, yaitu setelah makan dan sebelum tidur.
Wanita lebih baik dalam menjaga kesehatan dibandingkan pria karena lebih mudah dikendalikan. Sehingga perempuan akan lebih mudah diterima dan dihargai dibandingkan laki-laki dalam setiap pendidikan kesehatan. Perempuan lebih baik dalam menjaga kebersihan dibandingkan laki-laki, karena perempuan pada umumnya lebih menjaga diri dan lingkungannya.
Semangat keibuan dalam diri perempuan menjadi salah satu alasan mengapa perempuan lebih cenderung memiliki motivasi kesehatan. Menurut (Wardani, 2018), komposisi angkatan kerja berdasarkan usia di Indonesia diperkirakan sebesar 25% bagi mereka yang berusia 25 tahun ke bawah, 60% bagi mereka yang berusia 25-40 tahun, dan 15% bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas. . . Usia 25 sampai dengan 40 tahun tergolong usia produktif seseorang ditinjau dari kemampuannya dalam memproduksi barang dan jasa.
Notoatmodjo (2007) mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin mudah menerima dan menangkap informasi yang diperlukan serta akan menambah pengetahuannya. Begitu pula jika pendidikan Anda rendah, kecenderungan Anda untuk melakukan perilaku negatif juga akan semakin tinggi. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan bertingkat yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
Pembelajaran informal adalah pembelajaran tidak terstruktur yang berhubungan dengan pengalaman sehari-hari yang tidak terencana dan tidak terorganisir (accidental learning). c) Pendidikan nonformal. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat diselenggarakan secara terstruktur dan bertahap (Ahmadi, 2017). Masa kerja atau lama kerja adalah jangka waktu atau lamanya pekerja bekerja pada suatu lokasi (Handoko, 2007).
Masa bekerja dikategorikan kepada 2 iaitu, masa bekerja kategori baru (≤ 3 tahun) dan masa bekerja lama (> 3 tahun).
Pengetahuan Tenaga Penjamah
Pendidikan dasar meliputi SD/MI, pendidikan menengah meliputi SMP/MTS, pendidikan menengah meliputi SMA/SMK/MA, pendidikan tinggi meliputi sekolah menengah, akademi, dan universitas. Mengetahui diartikan sebagai mengingat materi yang telah dipelajari sebelumnya yang merupakan bagian dari tingkat pengetahuan tersebut, yaitu mengingat secara detail dan seluruh materi yang dipelajari atau rangsangan yang diterima. Pemahaman diartikan sebagai kemampuan menjelaskan objek yang diketahui dengan benar dan menafsirkan materi dengan benar.
Penerapan diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang dipelajari dalam situasi atau kondisi nyata (nyata). Analisis adalah kemampuan menguraikan suatu materi atau suatu objek menjadi komponen-komponen, namun tetap dalam satu struktur organisasi dan masih berkaitan satu sama lain. Sintesis mengacu pada kemampuan untuk menempatkan atau menghubungkan bagian-bagian menjadi satu kesatuan yang baru.
Dengan kata lain sintesis adalah kemampuan mengembangkan formulasi baru dari formulasi yang sudah ada. Penilaian ini didasarkan pada kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria yang sudah ada. Pendidikan merupakan suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau suatu kelompok dan juga suatu usaha untuk mendewasakan manusia melalui upaya pendidikan dan pelatihan.
Lingkungan kerja secara langsung dan tidak langsung dapat memungkinkan seseorang memperoleh pengalaman dan pengetahuan. Pengalaman adalah suatu kejadian atau peristiwa yang dialami oleh seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Rasa ingin tahu mendorong seseorang untuk berusaha menekuni sesuatu dan pada akhirnya memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam.
Teknologi informasi RRU mendefinisikan informasi sebagai suatu teknik pengumpulan, penyiapan dan penyimpanan, manipulasi, pengumuman, analisis dan penyebaran informasi dengan maksud dan tujuan tertentu yang dapat diperoleh melalui media elektronik atau cetak.
Definisi Keamanan Makanan
Sumber Cemaran Keamanan Makanan
Kontaminasi bahan kimia ini dapat berasal dari makanan, BTP, peralatan, lingkungan, bahan kimia, pestisida dan bahan kemasan. Seperti kontaminasi biologis, kontaminasi kimia dapat mengkontaminasi makanan selama pemilihan bahan mentah, penyimpanan bahan, penyiapan dan pemasakan, pengemasan, penyimpanan makanan jadi, distribusi dan saat makanan dikonsumsi. Cemaran fisik dapat berupa: rambut dari penjamah makanan yang tidak menutup kepala saat bekerja, potongan kayu, potongan bagian tubuh serangga, pasir, batu, pecahan kaca, staples, dan lain-lain.
Kontaminasi fisik ini dapat berasal dari bahan makanan, dari penjamah makanan (pakaian dan perhiasan), dan dari fasilitas yang tersedia pada saat pengolahan, seperti peralatan yang digunakan (peralatan besi), hama dan lingkungan (dapat diakibatkan oleh konstruksi di sekitar makanan). pengolahan). Gangguan kesehatan dapat berupa gejala ringan seperti pusing dan mual, maupun gejala berat seperti mual dan muntah, kram perut, kram otot, kelumpuhan otot, diare, cacat dan kematian (Direktorat Pembinaan Gizi, 2011).
Bahan Tambahan Pangan
Bahan yang dianggap aman bagi kesehatan dan mudah didapat, namun di sisi lain kepadatannya kurang stabil karena mudah terpengaruh oleh panas. Pengental : Agar, Gelatin, Gum Arab, Karagenan, Leticin Selain itu bahan tambahan pangan seperti campuran makanan dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu. Menurut Direktorat Pembinaan Gizi (2011), BTP adalah suatu bahan yang tidak lazim digunakan sebagai makanan atau minuman, yang bukan merupakan bahan khas makanan, baik mempunyai nilai gizi atau tidak, yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan. untuk tujuan teknologi pembuatan, pengolahan, pemasakan dan pengolahan. , pengepakan, pengemasan, penyimpanan atau pengangkutan pangan, untuk menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi sifat tertentu dari pangan.
Macam-macam bahan tambahan pangan yang boleh digunakan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1168/Menkes/Per/X/1999 Direktorat Pembinaan Gizi (2011) adalah sebagai berikut. Anti-caking agent, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat mencegah penggumpalan makanan yang berbentuk bubuk dan juga mencegah penggumpalan bahan berupa tepung. Pengatur Keasaman merupakan bahan tambahan pangan yang digunakan untuk mencegah pertumbuhan mikroba dan dapat berperan sebagai pengawet.
Pemanis buatan merupakan zat yang dapat menimbulkan rasa manis atau membantu menerima rasa manis, sedangkan kalori yang dihasilkannya jauh lebih rendah dibandingkan gula. Pemutih atau bahan pengolah tepung (Fluorine Treatment Agent), merupakan bahan tambahan pangan yang digunakan pada tepung maupun produk olahannya, dengan tujuan untuk mempertahankan ciri warna putih ciri khas tepung yang berkualitas baik. Pengemulsi, penstabil, dan pengental (emulsifier, stabilisator, pengental) merupakan bahan tambahan pangan yang dapat membantu membentuk atau menstabilkan dispersi homogen dalam pangan.
Pengawet merupakan senyawa yang mampu menghambat dan menghentikan proses fermentasi, pengasaman atau bentuk kerusakan lainnya, atau bahan yang dapat memberikan perlindungan terhadap pangan dari pembusukan. Firming agent adalah bahan tambahan makanan yang dapat mengeraskan atau mencegah makanan menjadi lunak. Pewarna merupakan bahan tambahan pangan yang dapat mempercantik warna pangan agar terlihat menarik.
Penguat rasa dan aroma merupakan bahan tambahan pangan yang dapat memberikan, meningkatkan atau mempertegas rasa dan aroma. Bakso yang mengandung boraks akan tampak agak putih (seharusnya berwarna abu-abu kecoklatan) dan teksturnya sangat kenyal. Mie basah yang mengandung boraks terlihat lebih mengkilat, tidak saling menempel, tidak mudah pecah, dan kenyal.
Panganan Jajanan Anak Sekolah yang sesuai
Makanan dan minuman berwarna merah atau kuning yang mengandung pewarna Rhodamin B dan Methanyl Yellow biasanya menunjukkan warna yang mencolok. Rhodamin B dan Methanyl Yellow dapat menyebabkan iritasi mata, kerusakan hati, tumor dan kanker jika zat tersebut menumpuk di dalam tubuh (Direktorat Pembinaan Gizi). Jika makanan tidak diberi label (seperti lemper, lontong, donat, dll), pilihlah yang kemasannya dalam kondisi baik.
Baca label informasi gizi pada makanan olahan kemasan untuk mengetahui nilai energi, lemak, protein, dan karbohidrat. Makanan siap saji pada Buku Informasi Gizi PJAS dapat digunakan untuk mengetahui komposisi kandungan gizi pada setiap jenis makanan siap saji. Sebagian besar diperoleh dari air minum, dan selebihnya diperoleh dari olahan minuman (sirup, jus, susu), makanan (saus sayur, sup) dan buah-buahan.
Mengkonsumsi minuman olahraga (sports drink/isotonik) hanya bagi anak sekolah yang melakukan olahraga lebih dari 1 jam. Hindari makanan dan minuman yang berwarna cerah, terlalu asin, manis, asam dan/atau memiliki rasa tengik. Makanan tersebut umumnya rendah serat dan tinggi garam/natrium serta memiliki nilai gizi yang rendah.
Disarankan asupan gula, garam, dan lemak harian tidak lebih dari 4 sendok makan gula pasir, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan lemak/minyak (BPOM, 2013).
Ciri-Ciri Makanan Bermutu
Peralatan yang bersentuhan dengan bahan makanan (kemasan jasa) dalam keadaan bersih dan layak untuk disajikan.
Prinsip Keamanan Makanan yang Baik di Sekolah
Karyawan harus menangani makanan secara higienis menggunakan peralatan, sarung tangan, dan tangan yang bersih. Kontak tangan dengan makanan selama pengolahan harus dibatasi dan kontak tangan dengan makanan siap disajikan harus dicegah. Jangan meninggalkan makanan siap saji yang berisiko tinggi seperti makanan dengan santan atau kuah daging pada suhu berbahaya (5-60 oC) selama lebih dari 4 jam.