• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek ... - Repository UNISBA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek ... - Repository UNISBA"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Objek dan Metode Penelitian Yang Digunakan 3.1.1 Objek Penelitian Yang Digunakan

Objek penelitian merupakan sesuatu yang ingin diteliti dalam sebuah penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk mendapatkan jawaban atau solusi dari permasalahan yang terjadi. Penegertian objek penelitian menurut Sugiyono (2012:) adalah sebagai berikut:

“Objek penelitian adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang suatu hal objektif, valid, dan realible tentang suatu hal atau variabel tertentu”

Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah kualitas informasi keuangan dan kemudahan perolehan modal.

3.1.2 Metode Penelitian Yang Digunakan

Metode penelitian merupkan suatu cara penulis dalam menganalisis data.

Pengertian metode penelitian menurut Sugiyono (2012:2) adalah sebagai berikut : “Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat dibuktikan dan dikembangkan suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk

(2)

memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam bidang administrasi dan manajemen”

Metode penelitian dalam penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. “Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang belandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umunya dilakukan secara random pengumpulan data menggunakan istrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan” (Sugiyono, 2013:13)

Metode penelitian dengan pendekatan survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakuan dan pengumpulan data,misalnya dengan mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainya atau perlakuan tidak seperti dalam eksperimen (Sugiyono, 2013:11).

Jenis penelitian survey, biasanya dilakukan dengan mengunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Penelitian survey dilakukan untuk menarik suatu keseimpulan yang bersifat menjelaskan dan bersifat mewakili. Dalam menguji hipotesis, penulis melakukan penelitian atas dasar kuesioner yang digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keseimpulan penelitian.

Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data melalui survey dengan mengambil sampel dari populasi. Responden yang digunakan dalam penelitian ini yaitu para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sentra Industri

(3)

Sepatu Cibaduyut. Hipotesis akan diuji dengan menggunakan uji statistik parametrik.

3.2 Definisi dan Pengukuran Variabel Penelitian 3.2.1 Definisi Variabel Penelitian

Menurut Hatch dan Farhady, 1981 yang dikutip dalam oleh Sugiyono (2013:58), “Variabel penelitian dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau sifat atau nilai dari orang, objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain ”.

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa variabel yaitu, variabel independen (bebas), variabel dependen (terikat) dan variabel moderator. Variabel dalam penelitian ini yaitu penerapan kualitas informasi keuangan sebagai variabel independen (X) dan kemudahan perolehan modal sebagai variabel dependen (Y). Penjelasan variabel- variabel yang digunakan dalam penelitian ini, menurut (Sugiyono, 2013:59), yaitu :

a. Variabel Independen, variabel ini sering disebut juga sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Adapun yang bertindak sebagai variabel independen adalah kualitas informasi laporan keuangan,

(4)

X : Berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) No 01 – Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan, Karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya atau menghasilkan informasi yang berkualitas.

Karakteristik dalam laporan keuangan yaitu relevan, andal, dapat dibandingkan, dan dapat dipahami (Rezwan : 2014).

b. Variabel Dependen, sering disebut variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Adapun yang bertindak sebagai variabel dependen adalah kemudahan perolehan modal.

Y : Sumber modal usaha adalah segala sesuatu yang menjadi input untuk menjalankan usaha yang kemudian memperoleh benefit di kemudian hari. Sulistiyono (2009). Sumber permodalan sektor Usaha Kecil dan Menengah sangat minim, karena akses mereka yang sulit untuk mengajukan kredit pada bank. Padahal modal diperlukan sebagai salah satu investasi awal untuk memulai usaha.

3.2.2 Pengukuran Variabel Penelitian

Sesuai dengan judul skripsi yang dipilih yaitu “Pengaruh Kualitas Informasi Laporan Keuangan terhadap Kelangsungan Usaha dan Kemudahan

(5)

Perolehan Modal pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)”, maka terdapat 2 (dua) variabel penelitian yaitu :

1. Kualitas Informasi Keuangan 2. Kemudahan Perolehan Modal

Di dalam variabel- variabel tersebut terdapat indikator. Variabel Kualitas Informasi Keuangan (X) dalam penelitian ini terdapat empat indikator yaitu dapat dipahami, relevan, keandalan dan dapat dibandingkan. Variabel Kemudahan Perolehan Modal indikatornya yaitu struktur permodalan, pemanfaatan modal tambahan, hambatan dalam mengakses modal eksternal dan keadaan usaha. Untuk memperjelas variabel penelitian yang digunakan dalam peneitian ini, maka dibuat tabel operasionalisasi variabel sebagai berikut:

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Variabel Indikator Skala

Kualitas Informasi Laporan Keuangan (X) (PSAK 24)

1. Dapat dipahami 2. Relevan

3. Keandalan

4. Dapat dibandingkan

Ordinal

Kemudahan Perolehan Modal (Y2)

(Tulus Tambunan: 2009, Kartika Putri,Ari Pradha nawarti, BulanPrabawani : 2014)

1. Struktur permodalan:

modal sendiri, modal pinjaman, modal patungan, kredit umkm

2. Pemanfaatan modal tambahan

3. Hambatan dalam mengakses modal eksternal

4. Keadaan usaha setelah

menambahkan modal

Ordinal

(6)

3.3 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data 3.3.1 Sumber Pengumpulan Data

Penyusunan skripsi ini dalam memperoleh data menggunakan dua sumber yaitu sumber pengumpulan data yang berasal dari data primer dan data sekunder.

1. Data primer

Menurut Sugiyono (2012:187) menyatakan bahwa,

“Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data”.

Data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memeberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen”.

Sumber data primer yang digunakan yaitu menggunakan data yang diperoleh dengan mengumpulkan informasi dan memperoleh data secara langsung dengan melakukan interview dan menggunakan kuesioner pada UMKM yang tersebar di Sentra Industri Sepatu Cibaduyut.

3.3.2 Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan studi kepustakaan (Library Research) dan penelitian lapangan (Field Research).

1. Penelitian kepustakaan

Studi kepustakaan (Library Research) menurut Moh. Nazir (2005:111):

(7)

“Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku -buku, literatur-literatur, catatan - catatan, dan laporan- laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan”.

2. Penelitian lapangan

Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan kuesioner (angket). Menurut Sugiyono (2013:197- 199) ,

a. Wawancara (interview)

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondenya sedikit atau kecil.

b. Kuesioner (angket)

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk di jawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bias diharapkan dari responden, selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.

(8)

3.4 Populasi dan Sampel

Adapun pengertian populasi menurut Sugiyono (2013:115), mengemukakan bahwa:

“ Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik keseimpulannya”.

Berdasarkan pengertian di atas, populasi merupakan obyek atau subyek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah dalam penelitian maka yang menjadi populasi sasaran dalam penelitian ini adalah UMKM Sentra Industri Sepatu yang berada di daerah Cibaduyut.

Bila jumlah populasi besar dan tidak mungkin dilakukan penelitian terhadap seluruh anggota populasi maka dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Sugiyono (2012:) memaparkan bahwa, “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili)”.

3.5 Pengujian Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan dalam proses penelitian guna memperoleh data pendukung dalam melakukan suatu penelitian. Instrumen penelitian yang lazim digunakan dalam penelitian adalah beberapa daftar pertanyaan serta kuesioner yang disampaikan dan diberikan kepada masing-

(9)

masing responden yang menjadi sampel dalam penelitian pada saat observasi dan wawancara.

Instrumen ini memiliki peranan serta kegunaan yang sangat penting dikarenakan bila kita tidak mempunyai instrumen dalam mendapatkan data penelitian, maka dapat mengakibatkan kita salah dalam mengambil kesimpulan dalam penelitian serta mengalami kesulitan dalam melakukan pengelompokan dan pengolahan data yang relevan dalam penelitian tersebut. Instrumen penelitian dengan metode kuesioner ini hendaknya disusun berdasarkan indikator-indikator yang telah kita jabarkan dalam tabel operasionalisasi variabel sehingga masing- masing pertanyaan yang akan kita ajukan kepada setiap responden lebih jelas serta dapat terukur.

Adapun data yang telah dijabarkan dalam tabel operasionalisasi variabel yang bersifat kualitatif akan diubah menjadi bentuk kuantitatif dengan pendekatan analisis statistik. Adapun secara umum teknik dalam pemberian skor yang digunakan dalam kuesioner penelitian ini adalah teknik skala Likert ini yang sering digunakan dalam penelitian Ilmu Sosial yaitu :

“Salah satu cara yang paling sering digunakan dalam menentukan skor adalah dengan menghadapkan responden dengan sebuah pernyataan dan kemudian diminta untuk memberikan jawaban : sangat setuju, setuju, ragu- ragu, tidak terendah 1 (satu) hingga yang tertinggi yaitu 5 (lima)”.

Adapun teknik pemberian skor dalam Skala Likert ini mengacu pada pernyataan yang dibuat oleh Sugiyono (2008:133) yaitu :

(10)

“Jawaban setiap instrumen yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif hingga sangat negatif”.

Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu dapat diberi skor : 1. Jawaban dengan nilai 1 artinya Sangat Tidak Baik.

2. Jawaban dengan nilai 2 artinya Kurang Baik.

3. Jawaban dengan nilai 3 artinya Cukup Baik.

4. Jawaban dengan nilai 4 artinya Baik.

5. Jawaban dengan nilai 5 artinya Sangat Baik

Data yang didapat dilakukan dengan adanya pemberian kuesioner langsung kepada pegawai di UMKM, sehingga kualitas informasi yang didapat relevan. Dalam memperoleh hasil penelitian diperlukan adanya alat pengukur variabel yang akan diteliti. Dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji realiabilitas kuesioner sebagai instrumen dalam pengumpulan data.

Uji validitas menyatakan bahwa instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian dapat digunakan atau tidak. Sedangkan uji reliabilitas menyatakan bahwa apabila instrumen digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, maka akan menghasilkan data yang sama pula.

3.5.1 Uji Validitas

Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.

Menurut Sugiyono(2013:172), bahwa valid berarti instrumen tersebut dapat

(11)

digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang valid merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid.

Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis faktor, yaitu dengan mengkorelasikan anatara skor item instrumen dalam suatu faktor, dan mengkorelasikan skor faktor dengan skor total. Syarat suatu instrumen penelitian dapat dikatakan valid menurut Sugiyono (2013:179) yang harus dipenuhi yaitu harus memiliki kriteria sebagai berikut :

a. Jika r ≥ atau = 0,30 maka item-item pertanyaan dari kuesioner adalah valid,

b. Jika r ≤ 0,30 maka item-item pertanyaan dari kuesioner adalah tidak valid.

3.5.2 Uji Reabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data menunjukkan tingkat ketepatan, tingkat keakuratan, kestabilan atau konsistensi dalam mengungkapkan gejala tertentu. Menurut Sugiyono(2013:183), bahwa pengujian reabilitas instrumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal.

Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability), equivalent, dan gabungan keduanya. Secara internal reabilitas instrumen dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada istrumen dengan teknik tertentu.

Untuk menguji reliabilitas dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan metode internal consistency dengan teknik Croanbach Alpha

(12)

dengan bantuan program SPSS 2.1 dimana suatu kuesioner dikatakan realiabel jika nilai Cronbach lebih besar dari 0,60. Pengujian reabilitas dengan internal concistency, dilakukan dengan data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Hasil analisis dapat digunakan untuk memprediksi reabilitas instrumen.

Adapun kriteria untuk menilai reliabilitas instrumen penelitian ini merujuk kepada pendapat Nunnaly (1976:63) dalam Imam Ghozali (2005:34) adalah :

a. Jika nilai Alpha > atau = 0,60 maka instrumen bersifat reliabel, b. Jika nilai Alpha < 0,60 maka instrumen tidak reliabel.

3.5.3 Transformasi Data

Data yang telah dikumpulkan melalui kuesioner akan diolah dengan pendekatan kuantitatif. Oleh karena data yang didapat dari kuesioner merupakan data ordinal, sedangkan untung menganalisa data diperlukan data interval, maka untuk memecahkan persoalan ini perlu ditingkatkan skala interval melalui metode

Methode Succesive Interval” (Hays, 1969:39) dan selanjutnya dianalisis regresi korelasi serta determinasi.

Transformasi Data Ordinal Menjadi Interval. Langkah-langkah untuk melakukan transformasi data tersebut adalah sebagai berikut:

a. Ambil data ordinal hasil kuesioner.

b. Setiap pertanyaan, dihitung proporsi jawaban untuk seetiap kategori jawaban dan hitung proporsi kumulatifnya.

(13)

c. Menghitung nilai Z (Tabel distribusi normal) untuk setiap proporsi kumulatif. Untuk data n > 30 di anggap mendekati luas daerah dibawah kurva normal.

d. Menghitung nilai densititas untuk setiap proporsi kumulatif dengan memasukan nilai Z pada rumus distribusi normal.

e. Menghitung nilai skala dengan rumus Methode Succesive Interval.

Sumber : Narimawati Umi (2010:47) Dimana :

Means of Interval : Rata-Rata Interval Dencity at Lower Limit : Kepadatan bawah atas Dencity at Upper Limit : Kepadatan atas bawah Area Bellow Upper Limit : Daerah di bawah batas atas Area Bellow Lower Limit : Daerah di bawah batas bawah

Menentukan nilai transformasi (nilai untuk skala interval) dengan menggunakan rumus :

Nilai Transformasi = Nilai Skala + Nilai Skala Minimal + 1

Data penelitian yang sudah berskala interval selanjutnya akan ditentukan pasangan data variabel independen dengan variabel dependen serta ditentukan persamaan yang berlaku untuk pasangan-pasangan tersebut. Adapun di dalam proses pengolahan data MSI tersebut, peneliti menggunakan bantuan program software MSI yaitu STAT’97.

Mean of interval= (Dencity at Lower Limit) – (Dencity at Upper Limit) (Area BelowUpper Limit) – (Area Bellow Lower Limit)

(14)

3.5.4 Teknik Analisis Data

Data dalam penelitian ini teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan metode survey yaitu metode pengumpulan data primer yang menggunakan pertanyaan tertulis atau kuesioner . Metode survey yang digunakan adalah dengan cara memberikan kuisioner pada responden yang bersangkutan dengan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan permasalahan yang ada.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang berasal dari jawaban responden atas pertanyaan yang di ajukan oleh peneliti.

Sumber data penelitian ini adalah jawaban dari responden langsung yang telah mengisi kuisioner mengenai pengaruh kualitas informasi laporan keuangan terhadap kelangsungan hidup usaha dan kemudahan perolehan modal pada UMKM.

3.6 Pengujian Hipotesis

Menurut Sugiyono (2013:93), “Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, oleh karena iturumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan”. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.

Jadi hipotesis jug dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik.

Rancangan pengujian hipotesis rancangan pengujian hipotesis digunakan

(15)

kualitas informasi laporan keuangan terhadap kelangsungan hidup usaha dan kemudahan perolehan modal pada UMKM di Kota Bandung secara statistik.

Adapun langkah-langkah dalam menguji hipotesis ini dimulai dengan menetapkan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha), pemilihan statistik dan perhitungannya, menetapkan tingkat signifikansi, dan penetapan kriteria pengujian. Langkah-langkah pengujian hipotesis akan dijelaskan sebagai berikut :

1. Penetapan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha)

Penetapan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan atau peranan antar variabel yang diteliti.

Hipotesisi nol (Ho) adalah hipotesis yang menyatakan bahwa tidak terdapat peranan antar variabel X, dan Y , dalam hal ini diformulasikan untuk ditolak.

Sedangkan hipotesis alternatif (Ha) merupakan hipotesis yang menyatakan adanya peranan variabel X,dan Y, dalam hal ini diformulasikan untuk diterima. Hipotesis yang diajukan adalah hipotesis alternatif (Ha) dan untuk keperluan statistik diperlukan hipotesis berpasangan yaitu hipotesis nol (Ho). Adapun hipotesis penelitian ini adalah :

Ho : ρ = 0 : Tidak terdapat pengaruh kualitas informasi

keuangan terhadap kemudahan perolehan modal pada Usaha MikroKecil dan Menengah (UMKM).

Ha : ρ ≠ 0 : Terdapat pengaruh kualitas informasi keuangan terhadap

kemudahan perolehan modal pada Usaha MikroKecil dan Menengah (UMKM)

(16)

Untuk menghitung korelasi pada uji validitas menggunakan korelasi menurut Sugiyono (2013:248) dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

Rumus :

( )( )

√* ( ) * ( ) +

Keterangan :

rxy = Koefisien Korelasi

n = Banyaknya Sampel

ΣX = Jumlah skor keseluruhan untuk item pertanyaan variabel X ΣY = Jumlah skor keseluruhan untuk item pertanyaan variabel Y

Tabel 3.2

Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Terhadap Koefisien Korelasi

Intrerval Koefisien Tingkat Hubungan Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat rendah

0,20 – 0,399 Rendah

0,40 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,00 Sangat kuat

(Sugiyono,2013:250)

3.7 Uji Asumsi Klasik

Untuk menguji kelayakan model regresi yang digunakan, maka model

(17)

terlebih dulu harus memenuhi uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik untuk model regresi dengan uji normalitas.Uji normalitas adalah suatu uji yang dilakukan untuk mengetahui sebuah model regresi yaitu variabel dependen, variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak.Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal.

Untuk mengetahui bentuk distribusi data, bisa dilakukan dengan grafik distribusi dan analisis statistik. Pengujian dengan grafik distribusi dilakukan dengan melihat grafik histrogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data yang sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya.

Dalam penelitian ini untuk menguji apakah distribusi data normal atau tidak dapat dilakukan dengan program SPSS dengan analisis grafik Normal Probability Plot dan Uji Kolmogrov Smirnov (Ghozali, 2006).

3.8 Analisis Regresi Linier Sederhana

Untuk dapat menjelaskan suatu hubungan antar variabel terikat (Y) dengan variabel lainnya yang mungkin terdiri dari dua atau lebih variabel bebas (X) maka diperlukan analisis regresi. Analisis regresi digunakan untuk memprediksikan seberapa jauh perubahan nilai variabel dependen, jika nilai variabel independen dimanipulasi atau dirubah-rubah (Sugiyono, 2008:260). Dalam hal ini digunakan persamaan regresi linier (Linier Regresion):

(18)

Y = a+bX Keterangan :

Y = Kemudahan Perolehan Modal (variabel dependen)

X= Kualitas Informasi Laporan Keuangan (variabel independen) a,b = koefisisen regresi linier

a = nilai Y apabila X = 0

b = besarnya kenaikan atau penurunan Y dalam satuan, jika X naik atau turun satu satuan

+ atau - = tanda yang menunjukkan arah hubungan antara Y dan X

Selanjutnya dilakukan pengujian signifikansi terhadap hipotesis penelitian dengan menggunakan uji t. taraf signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 5% dengan menggunakan rumus di bawah ini:

t = rp

p2

Keterangan:

t = Koefisien uji t

rp = Koefisien Korelasi Pearson n = jumlah sampel

Berikutnya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y didapat dari angka R2 atau koefisien determinasi (kd) dengan rumus:

kd = r2x 100%

Keterangan:

kd = koefisien determinasi

(19)

r = koefisien korelasi

Setelah menghitung koefisien determinasi, maka peneliti akan melakukan penafsiran sebagai berikut: Jika koefisien korelasi antara variabel X ( manajemen talenta) dan Y (kinerja) sama dengan r, maka 100r2% varian dalam variabel Y disebabkan oleh varian dalam variabel X. dengan kata lain, besarnya variabel Y 100r2% ditentukan oleh besarnya variabel.

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel

Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,

Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel

Pendekatan penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel

Metode penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel

rasiona penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,

Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,

13 : “Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,