3.1 Metodologi Penelitian
Metode penelitian adalah tatacara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan (Hasan, 2002:21).Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Menurut Moleong (1989), jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif bersifat deskriptif, dimana data yang dikumpulkan lebih banyak berupa kata-kata atau gambar daripada angka-angka (Basrowi dan Suwandi, 2008:187). Metode penelitian deskriptif bertujuan untuk :
1. Mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada.
2. Mengidentifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku.
3. Membuat perbandingan atau evaluasi.
4. Menentukan apa yang dilakukan dalam menghadapi masalah yang samadan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang (Hasan, 2002:22).
Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai fenomena realitas sosial yang ada di masyarakat yang menjadi objek penelitian, dan berupaya menarik realitas itu ke permukaan sebagai suatu ciri, karakter, sifat, model, tanda, atau gambaran tentang kondisi, situasi, ataupun fenomena tertentu. Metode deskriptif kualitatif memusatkan diri pada suatu unit tertentu dari berbagai fenomena dimana kedalaman data menjadi pertimbangan dalam penelitian ini (Bungin, 2008:68).
Metode deskriptif pada hakekatnya adalah mencari teori, bukan menguji teori.Metode ini menitik beratkan pada observasi dan suasana alamiah.Peneliti bertindak sebagai pengamat.Ia hanya membuat kategori pelaku, mengamati gejala dan mencatatnya dalam buku observasi. Dengan suasana alamiah berarti penelititerjun ke lapangan.Ia tidak berusaha memanipulasi objek karena
kehadirannya mungkin mempengaruhi gejala, peneliti harus berusaha memperkecil pengaruh tersebut.
Penelitian kualitatif biasanya menekankan observatif partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi.Maka dalam penelitian ini, peneliti menekankanpada observasi dan wawancara mendalam dalam menggali data bagi prosesvaliditas penelitian ini.Dengan demikian, metode deskriptif ini digunakan untuk menggambarkan secara sistematis tentang fenomena game online Mobile Legend di kalangan remaja di wilayah sukajadi pekanbaru.
3.2 Objek dan Subjek Penelitian 3.2.1 Objek Penelitian
Objek penelitian adalah karakteristik tertentu yang mempunyai nilai, Skor atau ukuran yang berbeda untuk unit atau individu yang berbeda atau merupakan konsep yang diberi lebih dari satu nilai.Objek penelitian merujuk pada masalah yang sedang diteliti. Objek penelitian ini adalah dampak bermain game Mobile Legend, tetapi peneliti lebih mengkhususkan penelitiannya pada ketergantungan dan pola komunikasi dari pengguna game online Mobile Legend. Peneliti memilih pemuda dan pemudi yang berada di wilayah sukajadi pekanbaru, karena banyak pemuda atau pemudi yang sedang dilanda fenomena game online Mobile Legend sehingga mereka lupa tugas mereka sebagai pemuda adalah untuk berbaur dengan masyarakat, menata masa depan dan sebagai agen perubahan bangsa.
3.2.2 Subjek Penelitian
Subjek adalah orang atau informan yang sengaja dipilih.Oleh karena itu, dalam penelitian informan diambil dengan teknikpurposive sampling.Sedangkan snowball sampling adalah teknik non random dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian. Peneliti hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan peneitiannya yang bisa dijadikan informan kunci (key informan). Dari keyinformanini akan berkembang sesuai petunjuknya. Dalam hal ini peneliti hanya mengungkapkan kriteria sebagai persyaratan untuk dijadikan sample (Pujileksono, 2015 : 3).
Subjek penelitian yang akan diteliti adalah pemuda pemudi di wilayah sukajadi pekanbaru. Adapun kriteria subjek penelitian ini adalah :
1. Pemuda/pemudi yang berada di wilayah Sukajadi Pekanbaru.
2. Pemuda/Pemudi yang sudah menggunakan game online mobile legend minimal satu tahun
Tabel 3.1 Data Narasumber
No Nama Usia Pekerjaan
1 Fery 26 Tahun Wirausaha
2 Julied Prima 28 Tahun Mahasiswa
3 Yogi Yolanda 25 Tahun Pegawai swasta
4 Arif Rahman 23 Tahun Mahasiswa
Sumber : Hasil Olahan Peneliti
3.3 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini di laksanakan pada awal bulan juli hingga akhir bulan juli.
Penelitian ini akan di lakukan di wilayah Sukajadi, Pekanbaru Riau, tepatnya di salah satu tempat nongkrong/ angkrengan yang berada di wilayah sukjadi karna melihat banyaknya pemuda-pemuda yang ngumpul dan bermain game Mobile Legend Bang Bang.
Tabel 3.3 Waktu Penelitian
No Uraian Waktu Penelitian
Bulan April Mei Juni juli agustus
Minggu Ke- 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
Pengajuan Judul Proposal
Penelitian
2 Bimbingan
Proposal 3 Seminar
Proposal
4
Pengumpulan Data
Penelitian 5
Penulisan Laporan
Penelitian 6 Sidang
Skripsi
Sumber : Hasil Olahan Peneliti
3.4 Teknik Pergumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Pengamatan atau observasi
Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindra mata dibantu oleh pancaindra lainnya.Metode observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan.
Suatu kegiatan pengamatan baru dikategorikan sebagaikegiatan pengumpulan data penelitian apabila memiliki kriteria sebagai berikut:
a. Pengamatan digunakan dalam penelitian dan telah direncanakan secara serius.
b. Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan.
c. Pengamatan dicatat secara sistematik dan dihubungkan dengan proporsi umum dan bukan dipaparkan sebagai sesuatu yang hanya menarik perhatian.
d. Pengamatan dapat dicek dan dikontrol mengenai keabsahannya(Bungin, 2008:115).
Hasil observasi dapat memunculkan cara mengatasi masalah dan dapat memperoleh gambaran yang jelas dari pengamatannya.
2. Wawancara mendalam (in-depth interview)
Wawancara mendalam secara umum adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang di wawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide)wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupansosial yang relatif lama (Bungin, 2008:108).
Penelitian ini dilakukan terhadap empat informan Pemuda di wilayah sukajadi Pekanbaru. Penelitian ini hanya dibatasi pada empat orang informan karena data yang didapatkan dianggap sudah cukup dan jenuh yang artinya penambahan informan baru lagi tidak akan memberikan informasi baru dan memiliki arti bagi penelitian yang dilakukan.
3.5 Penentuan Informan
Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan snowball sampling. Sedangkan snowball sampling adalah teknik penentuan informan ketika peneliti tidak tahu pasti tentang jumlah dan sebaran populasi penelitinya.Peneliti hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan peneitiannya yang bisa dijadikan informan kunci (key informan). Dari keyinformanini akan berkembang sesuai petunjuknya. Dalam hal ini peneliti hanya mengungkapkan kriteria sebagai persyaratan untuk dijadikan sample (Pujileksono, 2015 : 3). Adapun kriteria dalam penelitian ini adalah :
1. Pemuda yang sering nongkrong di angkringan keren masona di wilayah Sukajadi Pekanbaru.
2. Pemuda yang sudah menggunakan game online mobile legend minimal satu tahun.
Dalam teknik snowball sampling ini yang dijadikan informan kunci adalah Fery.Ia merupakan Pemuda yang bermain game mobile legend selama dua tahun.
Dari informan kunci ini maka di dapatlah tiga orang informan lainnya yaitu : Arif Rahman, Julied Prima, dan Yogi.
3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif.Definisi analisis data kualitatif, banyak dikemukakan oleh para ahli metodologi penelitian. Berikut ini adalah definisi analisis data yang dikemukakan oleh para ahli metodologi penelitian tersebut, yang terdiri dari :
1. Menurut Bogdan dan Biklen (1982) adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikel mensisntesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan pola, menemukanapa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apayang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong, 2006:248).
2. Menurut Lexy J. Moleong (2002), analisis data adalah Proses mengorganisasikan dari mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data (Kriyantono,2009:165)