Kedua subjek penelitian tersebut mendapat perlakuan yang berbeda, diantaranya kader pertama akan dilatih dengan metode konvensional dan kader kedua akan diajarkan metode teknologi informasi. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah peningkatan peran pemberian konseling sebelum dan sesudah mendapat pelatihan konseling stunting dengan metode konvensional dan metode teknologi informasi.
Etika Penelitian
2010), hasil studi kasus disajikan dalam bentuk tekstural, yaitu penyajian data studi kasus dalam bentuk tulisan atau narasi, dan hanya digunakan untuk sejumlah kecil data. Dalam penelitian ini data akan disajikan dalam bentuk tekstual/naratif dan dalam bentuk tabel untuk menggambarkan hasil observasi dan wawancara, serta menyimpulkan hasil penelitian peningkatan peran kader dalam memberikan konseling selama dan setelah memberikan pendidikan konseling tentang pertumbuhan stunting. menggunakan metode konvensional. metode dan metode teknologi informasi.
Hasil Penelitian Studi Kasus
Gambaran Umum Lokasi Studi Kasus
Pada bab ini peneliti menguraikan hasil studi kasus kemampuan eksekutif dalam memberikan konseling sebelum dan sesudah melakukan pelatihan konseling retardasi pertumbuhan dengan metode konvensional dan metode teknologi informasi di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo Malang . Kota, dilaksanakan pada tanggal 10 Februari sampai dengan 27 April 2019. Pengumpulan data dalam penelitian Studi kasus ini dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap subjek Ibu W dan Ibu P, dimana subjek bersedia dan telah memenuhi kriteria. Haryono IX/13 Desa Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dan berubah nama menjadi Puskesmas atau biasa disingkat Puskesmas pada tahun 1978.
Puskesmas Dinoyo menyediakan berbagai pelayanan seperti gawat darurat 24 jam, RS, rawat jalan, persalinan, berbagai poliklinik seperti poli umum, poli KIA, poli lansia dan poli gigi, laboratorium, pemeriksaan EKG dan USG dan masih banyak lagi. klinik dan dokter spesialis. Wilayah kerja Puskesmas Dinoyo meliputi Kelurahan Ketawanggede, Kelurahan Dinoyo, Kelurahan Tlogomas, Kelurahan Sumbersari, Kelurahan Tunggulwulung, dan Kelurahan Merjosari. Sedangkan misi Puskesmas Dinoyo adalah memberikan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu sesuai standar, memberikan pelayanan yang mengutamakan kepentingan klien, mendorong dan meningkatkan kesehatan individu, kelompok, dan lingkungan.
Tempat pengambilan data topik penelitian Kader 1 adalah Ibu W yang dituju pada tanggal 10 Februari 2020 s/d 27 Maret 2020 di Jl Kertoraharjo no 38 Kelurahan Dinoyo Kota Malang, sedangkan topik penelitian Kader 2 adalah Ibu. P yang beralamat di Jl Mayjend Haryono Xa Rt 05 Rw 05 Kelurahan Dinoyo Kota Malang.
Karakteristik Subjek Penelitian
Data Khusus Subjek Studi
- Pelaksanaan Pelatihan Penyuluhan dengan metode konvensional dan metode Tehnologi Informasi
Pelatihan penyuluhan dengan metode konvensional
Tapi kalau turun temurun, nggak mungkin kakak, padahal ayah dan ibu normal-normal saja ya kakak." Berarti modulnya dikembalikan ke saya pak? lalu peneliti menjawab, "iya bu hanya untuk ibu". Pada pertemuan ketiga memberikan pelajaran kepada peneliti cara menggunakan flipchart yang benar dan juga menggunakan leaflet, “Saya pernah pakai ini tapi lupa cara pakainya gan.
Kemudian peneliti menjawab: “Pada lembar pertama ini ada gambar penjelasannya dan dibelakangnya ada tulisan yang bisa dibaca untuk menjelaskan kepada hadirin.” Selain metode tatap muka, pelatihan konseling dengan metode konvensional juga menggunakan media berupa flip board dan pamflet untuk melakukan konseling kepada audiens.
Pelatihan penyuluhan dengan metode tekhnologi informasi
Hasil Observasi Pelaksanaan PenyuluhanYang Dilaksanakan Subyek Peneliti melakukan kunjungan pertama kerumah subyek 1 pada tanggal 15
Observasi pelaksanaan penyuluhan pertama yang dilakukan subjek setelah mendapat pelatihan penyuluhan selama 3 hari dilakukan pada tanggal 11 Maret berkaitan dengan kehamilan yang dilakukan kedua subjek sebagai berikut :.
Subjek Studi Kasus I(Ny.W ) Pernyuluhan Tanggal 11/03/2020
Pada tahap evaluasi, kader melakukan evaluasi berupa menanyakan kepada audiens mengenai materi konseling yang diberikan dan mampu menjawab pertanyaan dari audiens. Selanjutnya pada penilaian penampilan, pakaian kader terlihat bagus dengan kriteria nilai baik berupa baju batik, celana bahan dan juga memakai selendang yang bagus (tabel observasi terlampir).
Subjek Studi Kasus II (Ny.P ) Pernyuluhan Tanggal 15/03/2020
Kader tidak suka menggunakan selingan yang bersifat humor dan tidak mampu meramaikan suasana sehingga termasuk dalam kriteria nilai cukup. Kader menggunakan alokasi waktu yang tidak terlalu lama, yaitu 15 menit sesuai kontrak waktu yang disepakati, sehingga masuk dalam kriteria nilai sangat baik. Kader sudah mampu menyampaikan materi dengan kriteria nilai yang baik, seperti menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat umum dan tidak menggunakan bahasa medis.
Kader sangat baik dalam merangkum materi, dimana kader merangkum materi dari awal penyuluhan sampai akhir sehingga penonton mudah mengingat kriteria nilai bagus yaitu memakai baju batik, celana bahan, sepatu dan juga memakai hijab yang rapi.
Pembahasan
- Pembahasan subjek
- Pembahasan Audience
- Hasil Observasi Audiens Responden 1 A. Pembahasan observasi responden 1
- Hasil Observasi Audiens Responden 1I A. Pembahasan observasi responden 1.2
Hasil observasi kelompok sasaran 1 menunjukkan bahwa pada tabel evaluasi pertama subjek responden, subjek melakukan salam, melakukan penilaian terhadap gambaran latar belakang konseling, bingkai menjelaskan tujuan konseling, kader telah menggunakan nada yang sesuai dengan kriteria nilai baik, kader juga menggunakan gerakan dan postur yang mendukung kriteria nilai baik, kader benar dalam menggunakan selingan humor dengan kriteria nilai sangat baik, kader menggunakan komitmen waktu yang cukup tidak terlalu panjang atau pendek dengan kriteria nilai baik, kotak memberikan pengucapan materi yang jelas tetapi sedikit kata yang tidak jelas dengan kriteria penilaian cukup, menilai kotak dengan kriteria penilaian sangat baik, kotak telah berfungsi dengan baik dalam menutup materi, terdapat komentar penutup, bingkai pakaian rapi dengan kriteria kualitas yang baik. Dari tabel di atas diketahui bahwa pada tabel evaluasi pertama, subjek responden, subjek, memberikan salam, dilakukan penilaian terhadap gambaran latar belakang konseling, kerangka menjelaskan tujuan konseling, kerangka yang dilakukan menggunakan nada yang sesuai dengan kriteria nilai sangat baik, kader juga menggunakan gerakan dan postur yang mendukung kriteria nilai buruk, kader berhak menggunakan humor dengan kriteria memadai, kader menggunakan komitmen waktu yang terlalu lama dengan kriteria penilaian yang buruk , kotak-kotak tersebut berisi pernyataan materi dengan jelas, namun ada beberapa kata yang kurang jelas, kriteria cukup, kotak-kotak penilaian dengan kriteria sangat baik, kotak-kotak tersebut telah menyelesaikan materi dengan sangat baik, terdapat kata penutup, kotak-kotak tersebut “Pakaian rapi dengan kriteria sangat bagus. Dari tabel di atas diketahui bahwa pada tabel evaluasi pertama, subjek responden, subjek memberikan salam, penilaian dilakukan terhadap uraian latar belakang bimbingan, bingkai menjelaskan tujuan bimbingan, bingkai mempunyai nada yang digunakan sesuai kriteria nilai baik, kader juga menggunakan gerakan dan sikap yang mendukung kriteria nilai baik, kader tepat menggunakan humor dengan kriteria nilai baik, kader menggunakan komitmen waktu yang terlalu lama dengan kriteria nilai cukup , kader memberikan materi pernyataan dengan kriteria nilai baik, kader melakukan evaluasi dengan kriteria nilai sangat baik, kader sangat baik dalam merangkum materi, ada kata penutup, kader berpakaian rapi dan memenuhi kriteria kualitas sangat baik.
Dari tabel diatas terlihat bahwa pada tabel evaluasi pertama subjeknya adalah responden, subjek menyapa, dilakukan evaluasi latar belakang konseling, staf menjelaskan tujuan konseling, staf menggunakan nada suara yang sesuai dengan kriteria nilai cukup, staf juga menggunakan gerakan dan sikap yang mendukung kriteria nilai baik, yang tepat menggunakan selingan humor dengan kriteria nilai sangat baik, yang menggunakan distribusi waktu terlalu lama dengan nilai yang baik kriteria, yang memberikan materi pengucapan dengan kriteria nilai baik, yang melakukan evaluasi dengan nilai kriteria sangat baik apabila dinyatakan lulus. Dari tabel observasi terlihat bahwa pada tabel evaluasi pertama subjeknya adalah responden, subjek menyapa, dilakukan evaluasi terhadap gambaran latar belakang konseling, staf menjelaskan tujuan konseling, staf anggota menggunakan nada suara yang sesuai dengan kriteria nilai baik, anggota staf juga menggunakan gerak dan sikap yang mendukung kriteria nilai cukup, kader berhak menggunakan humor dengan kriteria nilai cukup, kader juga menggunakan pembagian waktu yang lama dengan kriteria nilai sangat baik, kader memberikan pengucapan materi dengan kriteria nilai baik, kader menilai dengan kriteria nilai sangat baik, kader telah menyelesaikan materi dengan sangat baik, terdapat penutup Catatan, pakaian kader rapi dengan kriteria penilaian sangat baik. Dari tabel diatas terlihat bahwa pada tabel evaluasi pertama subjeknya adalah responden, subjek diberi salam, dilakukan evaluasi terhadap gambaran latar belakang konseling, staf menjelaskan tujuan konseling, staf anggota menggunakan nada suara yang sesuai dengan kriteria nilai sangat baik, anggota staf dia juga menggunakan gerakan dan sikap yang mendukung kriteria nilai sangat baik, staf berhak menggunakan selingan yang lucu.
Dari tabel diatas terlihat bahwa pada tabel evaluasi pertama subjeknya adalah responden, subjek menyapa, dilakukan evaluasi terhadap latar belakang konseling, staf menjelaskan tujuan dari konseling, staf menggunakan nada bicara. suara yang sesuai dengan kriteria nilai baik, staf juga menggunakan gerakan dan sikap yang mendukung kriteria nilai baik, staf tepat menggunakan selingan humor dengan kriteria nilai baik, staf menggunakan alokasi waktu dengan kriteria nilai sangat baik, staf memberikan pengucapan materi dengan kriteria nilai sangat baik, staf melakukan penilaian dengan kriteria kriteria nilai sangat baik, kader telah menyelesaikan materi dengan sangat baik, ada kata penutup, pakaian kader ditata dengan kriteria penilaian sangat baik. Tabel di atas menunjukkan bahwa pada tabel evaluasi pertama, subjek responden, subjek menyapa, mengapresiasi, gambaran latar belakang konseling yang dilakukan, staf menjelaskan tujuan konseling, staf menggunakan nada suara yang sesuai dengan kriteria nilai. Dari tabel diatas terlihat bahwa pada tabel evaluasi pertama subjeknya adalah responden, subjek menyapa, dilakukan evaluasi terhadap gambaran latar belakang konseling, staf menjelaskan tujuan konseling, staf anggota menggunakan nada suara yang sesuai dengan kriteria nilai sangat baik, anggota staf juga menggunakan gerak dan sikap yang mendukung kriteria nilai sangat baik, siapa yang tepat menggunakan selingan humor dengan kriteria nilai baik, yang menggunakan alokasi waktu dengan kriteria nilai sangat baik, yang memberikan pengucapan materi dengan kriteria nilai sangat baik, yang melakukan penilaian dengan kriteria nilai sangat baik, personel mengerjakan dengan sangat baik dalam penyelesaian materi, terdapat kata penutup, pakaian personel ditata dengan baik kriteria penilaian yang sangat baik.