• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

35 3.1 Metode Penelitian Kualitatif

Penelitan ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif melibatkan penggunaan dan pengumpulan berbagai bahan empiris, seperti studi kasus, pengalaman pribadi, intropeksi, riwayat hidup, wawancara, pengamatan, teks sejarah, interaksional dan visual: yang menggambarkan momen rutin dan problematis, serta maknanya dalam kehidupan individual dan kolektif (Denzim dan Lincoln, 1994:2). (Pujileksono, 2016: 36)

Seperti yang di ungkapkan Sugiyono (2014:1) menyatakan:

“Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi”.

Peneliti menggunakan metodologi kualitatif karena peneliti menganggap permasalahan yang diangkat cukup kompleks dan patut untuk diteliti secara lebih mendalam. Demi memperoleh data, peneliti melakukan wawancara langsung dengan informan. Peneliti mengamati, mencatat, dan menggali sumber yang erat hubungannya dengan permasalahan yang diangkat. Peneliti bermaksud untuk memahami peran Humas Puskim dalam sosialisasi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) secara lebih mendalam.

(2)

Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan informasi sedalam mungkin pada latar yang alami sehingga data yang diperoleh benar-benar sesuai tanpa rekayasa.

3.2 Paradigma dan Pendekatan 3.2.1 Paradigma Konstruktivis

Paradigma adalah seperangkat asumsi tersurat dan tersirat yang menjadi gagasan-gagasan ilmiah (Ihalauw, 2004). Paradigma penelitian merupakam perspektif peneliti yang digunakan oleh peneliti tentang bagaimana peneliti: (a) melihat realita (world views), (b) bagaimana mempelajari fenomena, (c) cara-cara yang digunakan dalam penelitian dan (d) cara-cara yang digunakan dalam mengintreprestasikan temuan. (Sugiyono, 2016:26)

Menurut Bogdan dan Biklen paradigma adalah kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama, konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dari penelitian. (Moleong, 2013:49)

Paradigma ini memandang ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap socially meaningful action melalui pengamatan langsung dan terperinci terhadap pelaku sosial yang bersangkutan menciptakan dan memelihara atau mengelola dunia sosial mereka. Dalam penelitian ini pengamatan yang dilakukan secara langsung terhadap subjek penelitian yaitu informan dalam penelitian ini adalah peran Humas yang berada di Puskim dan objek penelitian yaitu peran humas dalam sosialisasi RISHA pasca bencana di Lombok. Untuk mendapatkan data yang akan disusun melalui

(3)

ilmu pengetahuan atau teori-teori yang sesuai dengan realitas hasil penelitian dilapangan.

3.2.2 Studi Kasus

Peneliti studi kasus berupaya menelaah sebanyak mungkin data mengenai subjek yang diteliti, mereka sering menggunakan metode wawancara, survey, dan data apapun untuk menguraikan suatu kasus secara rinci dan jelas. Secara tidak langsung menelaah sejumlah kecil variabel dan memilih suatu sampel besar yang mewakili populasi. Peneliti secara seksama dan dengan berbagai cara mengkaji sejumlah besar variabel mengenai suatu kasus khusus, dengan mempelajari semaksimal mungkin seorang individu, suatu kelompok, atau suatu kejadian, peneliti bertujuan memberikan pandangan yang lengkap mendalam mengeni subyek yang diteliti. (Pujileksono, 2015:20-21)

Creswell mengatakan bahwa studi kasus merupakan pendekatan kualitatif yang penelitinya mengeksplorasi kehidupan nyata, sistem terbatas kontemporer (kasus) atau beragam sistem terbatas (berbagai kasus), melalui pengumpulan data yang detail dan mendalam yang melibatkan beragam sumber informasi atau sumber informasi majemuk, (misalnya pengamatan wawancara, bahan audiovisual, dan dokumen dan berbagai laporan, dan melaporkan desripsi kasus, dn tema kasus.

Satuan analisis dalam studi kasus bisa berupa kasus majemuk (studi multi-kasus) atau kasus tunggal (studi dalam-situs). (Creswell, 2014:

135-136)

Metode yang digunakan untuk mempermudah penelitian ini lebih diarahkan kepada metode Studi Kasus. Peneliti mengunakan metode Studi kasus untuk mengetahui kegiatan peran Humas berdasarkan pengalaman informan, serta memahami kegiatan peran Humas Puskim dalam sosialisasi RISHA pasca bencana di Lombok.

(4)

3.3 Subjek dan Objek Penelitian 3.3.1 Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah beberapa narasumber yang memberikan berbagai informasi tentang masalah yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah peran Humas di Puskim. Dimana peneliti mengambil informan dari sub bagian umum serta beberapa informan tambahan seperti staf advis teknis dan pejabat fungsional sehingga data yang diperoleh peneliti adalah data yang faktual.

3.3.2 Objek Penelitian

Objek penelitian adalah apa yang akan diselidiki dalam kegiatan penelitian. Adapun objek penelitan dalam penelitian ini adalah peran Humas Puskim dalam sosialisasi RISHA.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Bila di lihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan dat primer dan data sekunder.

3.4.1 Data Primer

Data primer adalah sumber data yang langsung memberi data kepada pengumpul data. Data yang didapatkan dari narasumber yang terkait dan juga terlibat dalam permasalahan yang akan diteliti. Pada penelitian ini sumber

(5)

utama adalah Humas yang terlibat dalam peran Humas Puskim dalam sosialisasi RISHA.

Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Observasi

Dalam penelitian ini observasi yang dilakukan oleh peneliti adalah observasi partisipatif, dimana peneliti ikut terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.

Susan stainback (1998), membagi observasi berpatisipasi menjadi empat, yaitu:

1) Partisipasi pasif (passive participation): means the research in present at the scene of action but does not interact or participate.

Dalam hal ini peneliti datang di tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

2) Partisipasi moderat (moderate participation): means that the researcher maintains a balance between being insider and being outsider.

Dalam observasi ini terdapat keseimbangan antara peneliti menjadi orang dalam dengan orang luar. Peneliti dalam mengumpulkan data ikut observasi partisipatif dalam beberapa kegiatan, tetapi tidak semuanya.

3) Partisipasi aktif (active participation): means that the researcher generally does what others in the setting do.

Dalam observasi ini peneliti ikut melakukan apa yang dilakukan oleh narasumber, tetepi belum sepenuhnya lengkap.

4) Partisipasi lengkap (complete participation): means the researcher is a natural participant. This is the highest level of involvement.

Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti sudah terlibat sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan sumber data. Jadi suasananya sudah natural, peneliti tidak terlihat melakukan penelitian. Hal ini merupakan keterlibatan peneliti dengan yang tertinggi terhadap aktivitas kehidupan yang diteliti. (Sugiyono, 2018:107-108)

(6)

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian observasi partisipasi pasif karena peneliti tidak ikut terlibat dengan kegiatan yang dilakukan oleh narasumber.

2. Wawancara

Menurut Esterberg (2002), “wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu”. (Sugiyono, 2018:114)

Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah dengan melakukan wawancara mendalam dengan beberapa informan kunci dan pihak-pihak yang terkait dengan peran Humas Puskim dalam sosialisasi RISHA pasca bencana di Lombok.

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan kegiatan penelitian dengan mengamati berbagai dokumen yang berkaitan dengan topik dan tujuan penelitian, dengan teknik ini sering juga disebut observasi historis. (Suhartini & Prianto, 2015:53) Pada penelitian ini, peneliti turut mendokumentasikan segala kegiatan atau aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan fokus penelitian yang dikaji.

3.4.2 Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui media perantara atau secara tidak langsung yang berupa buku, catatan, bukti yang telah ada, internrt atau arsip baik yang dipublikasikan maupun yang tidak

(7)

dipublikasikan secara umum. Maka dari itu, diperlukan data dari kajian pustaka atau membaca banyak buku yang berhubungan dengan penelitian.

3.5 Teknik Analisis Data

Menurut Bogdan & Biklen dalam (Meleong, 2008:248) analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. (Pujileksono, 2016:151)

Menurut Miles dan Huberman dalam (Pujileksono, 2016:152), mengemukakan analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Analisis data ini dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas hingga datanya sudah jernih.

Analisis data model Miles dan Huberman dilakukan melalui tiga tahap, yaitu : 1. Reduksi Data (Data Reduction)

Reduksi data berarti merangkum, memilih hal yang pokok, memfokuskan pada hal yang penting, dicari pola dan temanya. Reduksi merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian melalui penyederhanaan, pengabstrakan, dan transfomasi data “kasar” yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan.

(8)

Dengan demikian reduksi data dimulai sejak peneliti memfokuskan penelitian. Reduksi data yang berupa hasil wawancara terhadap peran Humas Puskim dalam sosialisasi RISHA pasca bencana di Lombok.

2. Penyajian Data (Data Display)

Penyajian data berarti mendisplay atau menyajikan data dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan sebagainya. Penyajian data sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah bersifat naratif. Ini dimaksudkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami. Dalam menyajikan data peneliti menggunakan pedoman wawancara, observasi, serta dokumentasi sebagai sekumpulan informasi penelitian selama dilapangan. Kemudian peneliti menyajikan data dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antara teori untuk memahami apa yang terjadi dan merencankan tahap selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami.

3. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conslusion Drawing and Verification)

Kesimpulan dalam penelitian mungkin dapat menjawab rumusan masalah, karena rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. Kesimpulan penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang disajikan berupa deskripsi atau gambaran yang awalnya belum jelas menjadi jelas dan dapat berupa hubungan kausal/interaktif dan hipotesis/teori. Penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan setelah dari lapangan. Jika data display telah didukung oleh data-data yang valid, maka dapat dijadikan kesimpulan yang kredibel.

(9)

Pada bagian ini peneliti mengutarakan kesimpulan dari data-data yang telah diperoleh dari narasumber di Puskim. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencari makna data yang dikumpulkan dengan mencari hubungan, persamaan atau perbedaan. Penarikan kesimpulan bisa dilakukan dengan jalan membandingan kesesuaian pernyataan dari subjek penelitian dengan makna yang terkandung dengan konsep-konsep dasar dalam penelitian tersebut.

3.6 Uji Kredibilitas Data

Menurut Sugiyono (2015:365), Bermacam-macam cara pengujian kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian dan triangulasi.

Triangulasi data adalah pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti menggunakan triangulasi data maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dari berbagai sumber data. Dengan menggunakan teknik triangulasi dalam pengumpulan data, diharapkan data yang diperoleh akan lebih konsisten, tuntas dan pasti, serta akan lebih meningkatkan kekuatan dari data tersebut.

Beberapa teknik triangulasi data yang peneliti lakukan dalam penelitian untuk mengetahui peran humas Puskim dalam sosialisasi RISHA pasca bencana di Lombok yaitu :

Pertama, triangulasi sumber. Dilakukan dengan cara mengecek data yang

(10)

telah diperoleh melalui beberapa sumber. Peneliti akan mencari data melalui bagian Humas di kantor Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Balitbang Kementerian PUPR. Kemudian dari beberapa sumber tersebut, data dideskripsikan dan dikategorikan berdasarkan pandangannya sama atau tidak.

Kedua, triangulasi teknik. Dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Teknik ini dilakukan dengan cara menanyakan hal yang sama pada narasumber di Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Balitbang Kementerian PUPR namun dengan bentuk pertanyaan yang berbeda.

Ketiga, triangulasi waktu. Dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan waktu atau situasi yang berbeda. Untuk menguji kredibilitas data, dilakukan penelitian pada waktu lain yang telah ditentukan.

3.7 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan informasi yang lebih jelas, lengkap serta memungkinkan dan mudah bagi peneliti untuk melakukan observasi. Oleh karena itu peneliti menetapkan lokasi penelitian di kantor Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Balitbang Kementerian PUPR yang beralamat di Jalan Panyawungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393.

(11)

Jadwal pelaksanaan penelitian untuk mengetahui peran humas Puskim dalam sosialisai RISHA pasca bencana di Lombok dimulai pada bulan April – Agustus 2019.

Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Kegiatan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Pengesahan

Judul

Pengesahan

BAB I

Pengesahan

BAB II-III

Pengumpulan Data di Lapangan

Pengolahan Data dan Analisis Data

Pembuatan

Karya

Pengesahan

Bab IV

Finishing

Karya

Sidang

Referensi

Dokumen terkait